Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
40. Maaf Yank


__ADS_3

Nala datang menjelang pagi tiba. Sasi dan Anya sudah bangun. Mereka tidur dengan Belle. sedangkan Nathan dan Fal tidur dirumah Gerald karena rumah bibik belum selesai di renov.


" Sasi " Panggil Nala yang baru keluar dari kamarnya.


" Teh Nala hiks hiks " Sasi memeluk Nala lagi .


" Sabar ya Sas " Nala mengusap punggung Sasi.


Nala mengangguk.


" aku udah gak punya siapa-siapa lagi Teh " Ujar Sasi sendu.


" Hey kamu punya aku, Kak Anya, kak Fal, Kak Nath, A Gerald ,mommy dan Daddy aku pasti selalu ada untuk kamu . Gak usah sedih . eh boleh sedih tapi jangan berlarut maksudnya " Ralat Nala.


" Iya teh " Nala pun membiarkan Sasi menangis dipelukannya. Ingin rasanya Fal memeluk Sasi juga tapi takut dikira memanfaatkan keadaan.


Ponsel Nala berdering ternyata Mommy Ara yang menghubungi.


Nala berbicara sebentar dengan Mommy Ara kemudian ponsel Nala diberikan ke Sasi karena Mommy Ara mau bicara.


Terlihat Sasi yang mengangguk-angguk saat bicara dengan Mommy Ara di telepon dan tersenyum tipis


Setelah itu Mommy Ara mematikan sambungan teleponnya lalu ponsel Nala diberikan kembali oleh Sasi ke tangan Nala .


" Udah ? " Tanya Nala sambil tersenyum ke Sasi.


Sasi mengangguk kemudian duduk.


" Ayok semuanya ke depan Sasi buatkan minum. Maaf ya karena Sasi semuanya jadi tinggalin pekerjaan kalian terus langsung kesini. " Ujar Sasi pelan.


" Nggak koq Sas, semuanya aman jadwalnya . Ga usah merasa ga enak ya " Fal menyahut dan mendekati Sasi.


" Iya A " Sahut Sasi.


Sasi pun beberes dirinya dan menyiapkan sarapan dibantu Fal. Nala yang masih lelah tertidur di bale kayu. Sedangkan Anya dengan Fal memilih kerumah Gerald untuk beristirahat karena semalam Belle agak rewel.


Beberapa hari dikediaman Sasi di Bandung akhirnya mereka bertolak kembali Ke Jakarta bersama-sama .


Untuk mengalihkan sedih nya Fal meminta guru privat dengan lisensi terbaik mengajarkan Sasi semua pelajaran dan agar Sasi mendapat ijazah.


Sasi menikmati kegiatan barunya. sedangkan Nathan dan Anya menempati rumah barunya dekat area mansion.


Fal tetap gencar mendekati Sasi begitu juga Gerald dan Nala yang semakin dekat.


***


Nala ada pemotretan di Paris dan seperti biasa turut serta mengajak Gerald.

__ADS_1


Ada salah satu model pria bernama Ben yang sangat lapar melihat Nala. Nala dengan gaya santainya menolak halus untuk diajak ke Club. Tapi karena tidak enak dengan rekan kerja lainnya Nala menurut saja .


Nala mengutarakan ke Gerald kalau dia akan ke Club malam ini dan besok pagi akan siap pulang ke Indonesia.


Gerald sebenarnya tidak suka kalau Nala ke Club ,makanya jikaa nanti menikah Gerald tidak ingin Nala bergelut lagi di dunia model..


Malam itu Gerald dan Fal sedang meeting online dan Nala pergi bergegas ke Club ditemani rekan model lainnya. Gerald berjanji akan menyusul setelah pembicaraannya dengan Fal selesai.


" Sayang, nanti jangan minum alkohol ya, kamu gak tahan mabuk " Peringatan dari Gerald diangguki dengan senyuman dan ciuman oleh Nala.


" Siap sayang, kamu segera nyusul ke atas ya. aku gak mau lama-lama sendirian " ujar Nala. Club tempat berkumpul Nala dan teman-temannya itu memang masih dalam lingkup satu hotel jadi Gerald tidak terlalu khawatir.


" Iya Yank, aku lanjut dulu ya nyalakan ponsel dan kode getar jangan lupa " ujar Gerald lagi dan Nala menjawab dengan jari berbentuk huruf O tanda OK .


...


Di Dalam Club Ben menanti Nala. Dan Yang dinanti akhirnya datang juga . Ben tersenyum senang karena Nala tidak ditemani Gerald .


" Woow bidadari datang juga " Ujar Ben senang.


Nala hanya menyahut dengan senyuman.


" Minum apa ? " Tanya Ben lagi ke Nala.


" Orange Juice aja " Nala meminta minuman non alkohol agar kesadarannya tetap terjaga.


" Gak mau vodka ? " Tanya Ben.


Nala hanya menggeleng . Nala menghubungi Gerald dan meminta Gerald segera datang.


Gerald masih berbicara dengan Fal . Hingga Nala memesan minuman kedua dan saat minuman kedua datang ,Nala baru minum sedikit tapi tubuhnya terasa panas.


Nala terus menghubungi Gerald. Gerald tidak kunjung datang membuat Nala Khawatir.


Ben melihat Nala kepanasan langsung mendekati . Tangan Nala dipegang Ben, tapi Nala menghempasnya.


Nala bersiap akan kembali ke kamar hotel melihat ketidak beresan di dalam tubuhnya Nala hanya ingin segera kembali ke kamar tapi Ben langsung sigap menggendong Nala.


Ben membawa Nala ke salah satu kamar hotel yang sengaja ia pesan .Nala sudah mengeliat tidak karuan dan Ben tersenyum senang melihatnya.


" Bawa aku ke kamar ku Ben " Ujar Nala yang sudah tidak tahan karena hawa panas yang menjalar tubuhnya.


" Disini sama saja baby " Ujar Ben mendekati Nala.


" Aku mohon menjauh Ben " pinta Nala lirih.


" Tentu aku tidak mau, aku susah payah untuk mendekatimu . " ujar Ben sambil jemarinya menyentuh pipi Nala.

__ADS_1


Nala mendorong Ben.Tetapi tenaga Ben lebih besar dari pada Nala. Dress Nala pun sudah dirobek Ben karena Nala memberontak terus.


Bibir Ben mulai mendekat dan Nala hanya memejamkan matanya sambil menitikkan air mata. Ia memang butuh pelampiasan karena reaksi sesuatu tapi tidak dengan Ben .


Hanya beberapa centi saja bibir Ben akan mendarat di Bibir Nala satu pukulan Mendarat juga di tengkuk Ben.


" BRENGSEEEK "


Bugh bugh bugh


Geral memukul Ben membabi buta hingga bagian keamanan memisahkan mereka.


Wajah tampan Ben sudah tidak berbentuk dan mulai mengembang seperti adonan roti.


Ben segera diamankan , Nala yang sudah tidak tahan tadi pun segera memeluk Gerald.


Gerald mengerti reaksi obat yang Nala minum di dalam orange jus tadi.


Nala terus mengggerayangii tubuh Gerald ,Gerald mengetikkanc sesuatu di ponselnya lalu membalas dan merespon segala aktivitas Nala.


Terdengar bunyi telepon Gerald , segera diangkat lalu diloudspeaker.


" Gerald, Lo apain Adek gue haaaahh " Fal berteriak.


" Kak Fal aku butuh Kak Gerald. " Nala menyahut dengan suara sexyhnya


" Sory Fal " Hanya itu yang bisa Gerald ucapkan sambil menikmati pijatan Nala.


" Akhh Sayang aku mau " Dessah Nala dan masih terdengar oleh Fal .


" Gerald Lo urus Adek gue sekarang jangan sampai dia sakit, , besok Lo nikahin Adek gw aarrggh " Fal frustasi dan memutuskan teleponnya .


Gerald pun akhirnya menerobos pertahanan sawah Nala dan cesss mengalir darah segar tanda kesucian.


" Maaf Yank " Lirih Gerald.


" Sakit,, tapi enak " Racau Nala.


Gerald pun mau tidak mau memompa tubuh Nala karena tongkat saktinya juga sudah minta diasah.


Penyatuan itu pun terjadi , Jika biasanya penyatuan dilakukan sebelum nikah maka wajah si gadis yang menyesal. Kali ini berbeda . Gerald menitikkan air mata dan terus mengecup wajah Nala meminta maaf .


***


Btw Kakak sayang,...Setelah Nala dan Fal menikah aku stop dulu update nya ya. mau selesaikan satu-satu novel dan biar bisa up novel lainnya.


Jangan lupa ritualnya kakak sayang

__ADS_1


__ADS_2