
Mama menatap ke Popy yang menunduk malu.
" yuhuu akhirnya Popy jadi menantu mama juga " Mama Memeluk Popy senang.
" Ma ,Popy harus mengecek Persiapan makan siang . biarkan ia pergi dulu baru Mama nanti tanya-tanya lagi. " Ujar Ryan
Tiba-tiba mama memukul Ryan " Dasar anak nakal, bikin acara ga bilang-bilang sama orang tua "
" aw sakit Ma " ringis Ryan
Mama tadi di telepon catering langganan perusahaan yang teman mama, Owner-nya memberi ucapan selamat atas kehamilan menantunya itu.
Mama bingung tau darimana, taunya perusahaan Ryan mengadakan acara dadakan dan pesan ke dia. Mama serta Papa langsung Meluncur ke perusahaan karena tau ada acara.
" Ini hanya acara makan bersama Ma,aku hanya ingin berbagi dengan karyawan ku saja. " bela Ryan yang tak terima disalahkan oleh mamanya.
Popy pun pamit keluar untuk mengecek, Zahra memilih ikut, mama pun juga. akhirnya 3 wanita beda generasi itu mengecek bersama.
Walau tiga wanita itu datang untuk mengecek tapi tak ada rasa canggung pada karyawan disana. Karema Mama,Popy dan Zahra terkenal dengan keramahan nya.
Jam menunjukkan pukul 12 siang tanda jam makan siang dimulai.
Para karyawan yang berpapasan dengan Zahra mengucapkan selamat dan memberikan nya doa.
Sebelum makan dimulai Ryan memberi kata sambutan , Papa juga ikut memberi sambutan ke karyawan anaknya itu.
Setelah sambutan karyawan dipersilahkan makan sepuasnya jam kerja akan dimulai lagi pukul 15.00.
Para Karyawan menyambut suka cita dan berujar senang ,Boss yang dulu dingin kimi hangat .
Dan kini tiba saatnya waktu untuk mengecek junior Ryan .
Bukan hanya Mama yang ikut serta ke Rumah sakit. Papa pun ikut tak sabar ingin melihat cucunya di layar monitor.
Sampai di Rumah sakit tempat Siska Praktek.
Ryan,Mama dan Zahra menunggu diruang tunggu,sedangkan Papa bertemu direktur rumah sakit tersebut karena itu adalah salah satu rumah sakit dibawah naungannya.
Tidak ada yang spesial, karena Zahra ingin layaknya menunggu seperti ibu-ibu hamil lainnya menunggu giliran dipanggil.
Zahra melihat sekeliling
Ada yang diantar ibunya saja, ada yang diantar anaknya saja atau mungkin adiknya. Ada juga yang sama suaminya dan tidak sedikit yang sendirian.
Zahra beruntung karena dia diantar formasi lengkap kecuali orang tua kandungnya.
" Nyonya Zahra Ryan Nugroho"
Terdengar suara suster memanggil.
" Ah iya saya sust " Zahra segera beranjak dari duduknya disertai Mama dan Ryan.
terlihat papa menyusul di belakang.
__ADS_1
" Pelan-pelan sayang " ucap Malik
" Hai Ra apa kabar " Sapa dokter Siska.
" baik dok " Ucap Zahra sambil tersenyum.
" Apa yang dirasakan Ra " Tanya Dokter Siska.
Zahra menceritakan yang ia suka mual di pagi hari, menjadi sensitif kadang merasa sedih banget dengan hal sepele kalau dipikir-pikir.
Dokter tersenyum mendengar cerita Zahra.
" Yuk berbaring Ra ,aku mau periksa dlu ya, tadi baru pakai testpack saja kan ? " tanya Siska.
" Iya tadi sempat negatif pas pertama ngecek tapi pas pakai bbrapa testpack lainnya ternyata garisnya 2 dan yes. " Cerita Zahra dengan antusias.
" Jangan-jangan kembar nih " Ucap Siska sambil mengecek Zahra.
" Ok Ra boleh turun, sambil duduk aja ya biar aku jelasin dan perlihatkan semuanya " Ujar dokter kandungan itu.
" Tokcer nih tant kecebong Ryan " ujar Siska.
Semua menatap serius layar monitor.
" Lo mau punya anak berapa Ry ? " Tanya Siska.
" Sebanyak bini gue mau " Celetuk Ryan asal
" Tiap tahun lahir satu ya yank biar seru kasian tuh kakek-kakek sama nenek-nenek biar ada temennya dia karena rencana aku tiap tahun bakal Adain bulan madu terus " Ucapnya lagi
Mama kesal mengambil sapu tangan Papa di saku kanannya itu lalu melempar kan ke Ryan.
" Anak ga ada akhlak emang nih ,tapi ada benarnya juga sih hihi " ujar Mama sambil tertawa.
Siska melanjutkan perkataannya " Nih Ry ,Ra ,Tante,Om ada 3 detak jantung disini "
" Maksud nya dok ? " tanya Zahra
Siska tersenyum, " Lo harus makin perbesar perusahaan Lo Ry, biar ga pada rebutan anak lo nanti hahaha " Siska tertawa lebar
" Jangan bertele-tele gue cabut nih gelar dokter Lo ,bikin orang penasaran aja " Kesal Ryan.
Zahra melihat Ryan begitu langsung menjauh " Ma aku ga mau Deket Mas Ryan lagi aja deh, dia emosian sekarang " Gerutu Zahra
Semua yang ada diruangan itu tertawa termasuk para suster yang ad disana.
" Sayang aku hanya kesal sama Siska ,dia tuh jangan lama-lama langsung aj to the point " Lirih Ryan
" Emangnya ini rumah sakit punya kamu bisa seenaknya " Cibir Zahra
" Lah emang punya aku, tanya aja Papa "sombong Ryan.
" Oh "
__ADS_1
Zahra kembali ke tampat duduknya .
" Hanya Oh ? " tanya Ryan .
" Hmm " Sahut Zahra
Siska Lalu melanjutkan , " Oke gini ada 3 janin di perut Ara ,jadi tolong jaga jangan sampai dia kelelahan, makan apa saja yang ingin di makan bebas asal jangan terlalu pedas dan asam . "
Ucap Dokter Siska.
Semua mata berbinar atas penjelasan dari dokter Siska.
" Seriusan? itu anak gue semua sis ? " tanya Ryan lagi.
" menurut Lo ? " Siska mulai kesal
" Ya Ampun yaaannkk ,aku hebat bisa langsung kasih kamu 3 anak , benih aku emang super premium berkualitas tinggi " Narsis nya dimulai.
semua orang diruangan itu memutar bola matanya panas kecuali suster yang hanya terkekeh geli melihat tingkah satu keluarga ini.
" Oh ya kata Ara janga terlalu sering berhubungan emang iya? " Tanya Ryan
" Iya, jangan tiap hari kesian tuh bayi-bayi Lo di dalem engap. minimal 3 bulan sekali " Siska mengerjai Ryan.
" Astagaaa serius Sis? selama 3 bulan kedepan Ara cuma bisa lolipop aja dong " ucap Ryan bar-bar.
" Ya ampun Pa, koq bisa kita punya anak gabada malunya depan orang asal ngomong aja..
Ayo kita keluar Pa, mama malu punya anak kelakuan minus begini , Mama nyesel ga dirukiyah dari lahir "
Mama dan Papa keluar dari ruangan dokter Siska.
Suster dan dokter Siska tak kuasa menahan tawanya.
Berbeda dengan Zahra yang malunya setengah ampun.
" Inget Lo udah mau jadi Bapak,yang bener tuh mulut sama kelakuan. oh Ya Ra,ini resepnya bisa ditebus di apotek ya dan kalau main jangan terlalu sering okay seminggu 1 atau 2 kali aja ya". ujar Siska lagi
" Ah tenang kirain beneran 3 bulan, bisa jadi mochi yang ada " Senang Ryan.
" Tuh udah gue transfer ke rekening Lo diluar biaya konsultasi, ajak nih suster- suster makan sama beli pakaian , mereka yang lelah bantuin Lo tiap hari urusin Pasien . Dan hmm makasih ya " Ucap Ryan tanpa penuh dosa.
" Dokter maafin suami bar-bar ku ini ya, terima kasih ya atas penjelasan nya " Ujar Zahra ramah sambil menahan Malu..
***
Happy weekend temen-temen yang ga ada kegiatan boleh banget ya baca novel online disini gratis ga pakai bayar.
Kirim Hadiah juga hanya pakai point.
***
jangan lupa dukungannya ya 😘
__ADS_1