
Meeting selesai dan point-point penting menurut Zahra sudah dicatatnya.
" Meeting hari ini selesai,silahkan kembali ke ruang kerja masing-masing dan selesaikan apa yang belum selesai " ujar Ryan.
" Baik Tuan " jawab peserta meeting serempak.
Ryan langsung beranjak pergi meninggalkan ruang meeting diikuti oleh Zahra.
Masih Di ruang Meeting,
" Tuan Malik, apa Nona Zahra bisa mengikuti hal-hal mengenai perusahaan besar ini ? " tanya Roby salah satu manager Marketing VIP
" Apa kau meragukannya ? " jawab Malik
" Tidak Tuan hanya saja ,apa tidak terlalu muda untuknya sebagai seorang sekertaris di perusahaan besar ini " lanjut Roby
" Saya rasa tidak Pak Roby, Saya lihat Nona Zahra bisa mengikuti alur di RN Group ini , dibalik usianya saya rasa dia punya pemikiran yang matang " Sahut Rio
" Ya kau benar " lanjut Malik
" Apa karena kau dibela tadi yo?" canda Amanda sambil menaikan kedua alisnya naik turun sambil membereskan kertas-kertas di depannya
" Salah satunya itu tapi memang sepertinya dia punya bakat yang saya lihat " jawab Rio tersenyum
" Iya sih tak ada yang bisa menenangkan hari Tuan Ryan tadi selain nona Zahra, Tuan Malik pun tidak saat ada yang telat seperti mu tadi Yo " ujar Mila
" Eh maaf pak keceplosan hehe " ucap Mila lagi
" Seperti nya aku sudah tidak berharga huaaaaa " jerit Malik dalam hati
" Sudah jangan bergosip mari kita bekerja kembali,saya permisi " ujar Malik,
...
Diruang kerja Ryan .
"Bagaimana menurut mu meeting hari ini Ra? "
Tanya Ryan
" Tuan terlalu kaku " hanya itu jawaban Zahra
" Itu memang aku , kalau aku terlalu lembek mereka tidak bekerja dengan baik " Jawab Ryan sambil matanya terus menatap Laptop nya.
" Hmm tapi Tuan, karyawan itu bisa bekerja baik tergantung kesadaran diri ,potensi,dan dari hati bukan karena sikap Boss nya ,kalau menurut saya sih gitu, karena jika mereka bekerja daru hati,mereka akan senang tidak tertekan dan hasil akan maksimal " ucap Zahra
" Begitukah? " tanya Ryan menoleh ke Zahra
" Ya Tuan , oh ya ini Catatan saya tadi silahkan di periksa dan yang paling penting saya beri tanda garis merah " Ucap Zahra sambil menyerahkan buku catatan nya
Ryan membaca apa yang dicatat Zahra lalu menutup kembali bukunya.dan menaruh di depan mejanya. Lalu tersenyum tipis .Zahra pun tak menyadarinya.
__ADS_1
" Ra, apa tidak bisa kau ganti buku catatan mu menjadi warna hitam ?" ucap Ryan datar
" Memang ada apa Tuan? " tanya Zahra bingung ,ini kan buku catatannya untuk apa diatur-atur pikirnya.
" Agar tak terlihat kekanakan " ucap Ryan .
" Baik Tuan besok akan saya ganti " jawab Zahra . huft belum gajian udah keluar uang buat beli ini itu . Sabar ya Ra. ucapnya dalam hati
" Ra,tadi kamu ajukan gaji benar seperti yang kamu bilang tadi? " tanya Ryan
" Hahaha sepertinya dia memang cenayang " Zahra tertawa dalam hati.
" Iya Tuan , apa tuan menyetujui nya? ,jika terlalu besar untuk anak baru lulus seperti saya tidak apa Tuan saya ikut saja peraturan perusahaan ini" ucap Zahra
" Gajimu 10x lipat dari yang kamu ajukan dan aku berikan di awal untuk kau membeli pakaian kerja juga sepatu tas dan alat tulis yang kau butuhkan " ucap Ryan sambil matanya menoleh ke Zahra sebentar
" hah serius Tuan ,ga salah dengar saya ini? " jawab Zahra berbinar
" Apa kau ada masalah dengan pendengaran ?" tanya Ryan
" Tidak Tuan " sahut Zahra
" Lalu kenapa kau bertanya lagi ?" tanya Ryan
" Maaf Tuan saya hanya memastikan saja ,ah terima kasih Tuan " Zahra tak sengaja meraih tangan Ryan dimeja dan memegang nya saking gembira mendapatkan gaji besar dan di muka pula.
Zahra sudah berfikir dia akan bisa langsung mencari kos-kosan dekat kantor agar tidak telat dan bisa kirim uang ke Bundanya.
Ceklek , pintu terbuka dan masuklah Malik ke ruang Ryan
" Wah wah ada apa ini sampai ada pegangan tangan segala, apa Kau ingin membuat skandal dengan sekertaris baru ?" ejek Malik
" Mulutmu Lik, minta di turunkan kau dr jabatan mu sekarang " Ryan menatap tajam Malik
" Yailah Ry, belum berapa jam gue menjabat masa udah turun ,mau ditaruh dimana muka gue hiks " kata Malik
" Di pantry " ketus Ryan
Zahra merona malu lalu melepas tangan Ryan dan duduk sempurna lagi.
" Kalau begitu apa yang harus saya lakukan setelah ini Tuan Ryan ?" tanya Zahra
" Serahkan nomor rekening mu ke Malik ,biar Malik transfer gaji mu " ucap Ryan datar
" What ?" Malik kaget mendengar Zahra diberikan gaji di awal
" Itu yang membuat aku senang Bang " Ucap zahra ke Malik tersenyum senang
" Baiklah, terserah kau saja bro " ucap Malik asal adik angkatnya ini senang dia tak masalah toh bukan dari uang pribadi Malik ini (kakak angkat yang pelit kata mami sih haha)
" Berapa nomor rekening mu Ra dan berapa nominal gajinya Ry " tanya Malik sambil mengeluarkan handphone nya
__ADS_1
" 10x lipat dari gaji standar yang dibuat pemerintah " jawab Ryan
" Baiklah,berikan nomor rek mu Ra" jawab Malik sambil menoleh ke Zahra
" Eh itu, apa deh hmm,gimana ya " Zahra menjawab
bingung sambil memilin ujung kemeja nya
" kenapa ?" tanya Malik dan Ryan bersamaan
"Apa gajimu kurang besar ?" tanya Ryan lagi
" Bukan Tuan, tapi aku tak punya rekening hehe " Jawab Zahra
" Astaga kirain apa, baiklah ayo abang antar buat rekening di Bank ada di lantai bawah sini " ajak Malik
" Tak perlu " ucap Ryan sambil mengeluarkan dompet dari sakunya dan mengeluarkan sebuah kartu salah satu Bank ternama di negara ini
" Pakailah ini , kau bisa menggunakan nya dimanapun Pin nya ****** " ucap Ryan dengan entengnya
" wah sangat spesial sekali kau Ra, " ucap Malik heran melihat tingkah Ryan
" Baik Tuan terima kasih banyak ,,oh ya berati abang nanti transfer ke rekening Tuan Ryan ya total gaji ku karena aku ingin mengambil cash semua biar aku bisa kirim untuk bunda ku, " ucap Zahra
" Zahra kau tak bertanya untuk apa kau ku gaji sebesar itu hmm ?. baik kau tak usah bertanya aku jelaskan :
Jangan panggil Malik abang
Layani kebutuhan ku dr mulai aku bangun pagi hingga sampai d rumah baru setelah itu tugas mu selesai
Kau carilah tempat tinggal dekat dengan rumah ku agar tak terlalu makan waktu lama perjalanan
Bekerjalah dengan fokus
sudah itu saja? ada pertanyaan ?" jelas Malik
Malik kaget ,kenapa bawa-bawa namanya lalu ia geleng-geleng kepala mendengarnya ,sepertinya Ryan kesambet ,pikir Malik
.
.
.
kira-kira apa reaksi zahra mendengar aturan dari Ryan?
Mami tunggu dukungannya ya kesayangan -kesayangan mami 😘
__ADS_1
maaf jika banyak typo bertebaran dimana-mana 🙏🏼