
Yang minta aku up tiap hari,aku minta like nya juga ya tiap bab ðŸ¤.
***
Hingga di keramaian itu terdengar pertengkaran di ujung kiri dekat rumah Bibik.
Terlihat satu pria dan dua wanita sedang disana. Satu wanita mungil sedang tertunduk menatap tanah.
Pria itu bernama Dimas alias DimDim, sedang mencoba meraih lengan Sasi tapi dihalang oleh kekasih barunya bernama Entin.
Entin terlihat sedang mengoceh di depan Sasi yang hanya diam saja mendengar nya
Nala bertanya ke Epi dan Deden yang masih asik mengobrol .
" Teh Epi, itu Sasi bukan ya? " Nala memastikan khawatir salah duga.
" Bener Non, itu Sasi " Epi langsung bangkit dari duduknya.
" Wah si Entin ngapain Sasi lagi sih. Sasi juga katanya udah putus ceunah tapi ga sudah sudsh. Hayuk Den ,kita hajar, keluarkan aura kelelakian kamu "
Ajak Epi menarik tangan Deden ,dan Deden menarik tangan Nala.
Nala yang sedang duduk bersama kak Fal pun ikutan menarik Fal. Alhasil mereka gandeng-gandengan seperti truk gandeng.
" Heh kamu ya Entin, beraninya sama Sasi, Sini lawan aku ,hayoo mau ngomong apa aku ladenin " Epi emosi jiwa.
" Iya lawan aku juga sini dasar awewek gararatel (bahasa Sunda cewek gatel) " Tambah Deden
" Iya lawan aku juga sini ,beraninya sama orang yang cuma diem aja " Nala Geram.
Epi menoleh suara wanita siapa itu yang ikutan ingin melawan Entin selain dia.
" Hey kamu yang laki-laki sini lawan saya, jangan berani nya menyakiti perempuan "
Epi dan Deden menoleh bersamaan ke arah suara laki-laki yang pasti bukan Deden.
" Omo " Ucap Epi dan Deden bersamaan.
Nala pun kaget kakak nya ikut berbicara seperti itu.
" Cuma mau jadi pembantu dikota aja udah norak, beraninya keroyokan " Cibir Entin si mulut lemes perebut kekasih hatinya Sasi.
" Eh Non Nala " Sasi menyapa Nala dan tak menyangka ada laki-laki juga disamping Nala.
" Siapa yang mau jadi pembantu? " tanya Nala tak terima Sasi direndahkan.
" Ya Sasi lah masa Epi, dia sih anak pembantu " ucapan Entin sangat tidak enak di dengar telinga.
__ADS_1
" Pembantu juga manusia, mereka bekerja halal,dan sangat membantu keluarga saya. Kamu jangan sekali-kali lagi merendahkan profesi seseorang yang bersusah payah jauh dari keluarga untuk cari nafkah.
Pekerjaan mu apa? " Fal yang tak suka orang lain mencemooh sesama manusia ikut geram ke Entin.
" Pekerjaan mu apa saya tanya? " Tanya Fal dengan nada tegasnya.
" Saya sih dirumah aja , ngapain repot-repot kerja. Jadi cewek tuh tinggal nadah aja " Dengan gaya sombongnya dan tidak tahu malu Entin berbicara di depan wanita-wanita tangguh itu.
Epi bekerja di salon membantu Bibik menghidupi keluarga dan memang berniat ingin punya salon sendiri.
Sasi wirausaha sebagai pembuat kue dan sekarang ingin berjuang di kota bekerja di mansion Nugroho.
Sedang Nala walau terlahir jadi anak sultan, dia meraih model internasional dengan kemampuan nya sendiri bukan bantuan dari keluarganya.
" Mental tempe ya begini nih, kamu jangan dengerin dia Sas, Cewek sih ga punya keahlian lama-lama ya di tendang sama pasangannya. Ga ada yang bisa dibanggakan buat apa " ujar Nala emosi.
" Tau, pembantu juga terhormat ya ,ga ngemis " Bela Epi yang tidak terima profesi ibunya di hina-hina.
" Aku juga ya, perempuan tangguh biar gemulai gini juga " Deden ikut menimpali.
Fal mengingat-ingat Sasi yang disebut Nal dan Bibik akan menggantikan nya bekerja di mansion.
Fal melihat wajah Sasi di bawah terang rembulan . Agar tertutup gelap rambut Nala jadi tidak begitu jelas. Yang terlihat jelas hanya wanita mungil itu tidak memakai make up dan dikuncir kuda rambutnya.
" Lagi juga ya siapa juga yang mau jadiin Sasi pembantu, Dia bakal saya jadiin istri . Justru saya dan Nala kesini mau ngelamar Sasi. Sekalian Anter Bik Sum pulang " Ucap Fal yang langsung memegang pundak Sasi.
" Tega kamu Sas, katanya cuma mau pergi kerja tapi malah mau nikah. " Dimas yang shock mendengar Sasi ingin dilamar seorang pria gagah yang pasti lebih jauh diatas dirinya itu menghampiri Sasi dan ingin memegang tangan Sasi.
" Kita belum putus Sas " Ujar Dimas.
" Aku udah putusin kamu,kamu selingkuh terus A dibelakang aku " Mata Sasi berkaca-kaca. ingin menangis, karena tidak tahan dengan kelakuan Dimas.
" Iya tapi aku cuma main-main ,aku ga serius, aku cuma seriusan sama kamu " Dimas mulai menggombal tak tahu malu.
" Apa A DimDim bilang ? main-main sama aku hah, udah sering main-main di atas kasur masih bilang ga serius " Entin marah dan ingin menampar Dimas
" Kamu yang mau ya, kamu yang tawarin , aku teh main diatas kasur ya ayok aja. kamunya juga suka aku gituin " Ujar Dimas tak tau malu dan
" PLAK "
Sebelum Entin menampar Dimas,
Sasi menampar Dimas duluan.
" aku tampar AA' karena aku ga suka AA mainin perasaan perempuan , nikahin Entin ,AA harus tanggung jawab " ucap Sasi dengan mata yang sedikut lagi air matanya tumpah.
" Aa mau nikahnya sama kamu Sas "
__ADS_1
" Enak aja saya yang mau nikah sama dia. Udah sekarang kamu dan Sasi putus fix ga pake tunda-tunda lagi putusnya.
Ayo Sas masuk ke rumah Bibik. udah malem banyak setan diluar " Fal menarik tangan Sasi .
Nala, Epi,dan Deden hanya melongo melihat kelakuan pria tampan yang masih mengenakan kemeja putih nya.
" Itu si Oppa AA bener mau nikahin Sasi ? " Deden bertanya sambil matanya tak lepas melihat Sasi dan Fal berjalan berdampingan.
" Setiap omongan Kak Fal sih pasti dia udah tau resiko-resiko " Nala manyahut sambil terbengong juga.
" Boleh ga sih aku tukeran peran sama Sasi " Epi menimpali omongan Dua orang disamping kanannya itu.
***
Saat Fal dan Sasi berjalan meninggalkan 5 orang yang terbengong itu . Fal mengucapkan maaf kepada Sasi.
" Maaf ya tadi saya bilang begitu, karena saya ga suka aja lihat cowok bengek sok kegantengan " ujar Fal.
Sasi hanya diam dan mengangguk Ia risih di pegang pundaknya oleh Fal. Karena saat pacaran dengan Dimas saja paling banter ya pegangan tangan kalau Sasi.
Sasi menggerakkan bahunya .
" Eh iya maaf ,saya jadi keterusan deh. Saya Naufal, panggil aja Fal "
Fal mengulurkan tangannya ingin berjabat dengan Sasi .
" Oh Pak Naufal ya , anak majikannya Bibik ,saya Sasi pak " Nala menyambut tangan Fal yang putih bersih dan halus itu.
" Eh koq bapak, saya ga setua itu Si " Fal tak suka rasanya dipanggil bapak oleh Sasi .
" Panggil nama aja. " pinta Fal lagi.
" Baik a' " sahut Sasi.
" Selain aa' ga ada ya? saya jadi serasa sama dengan si pria bengek tadi " Fal tak terima rasanya Panggilan nya sama dengan Dimas.
" Boleh saya nangis ga ? " Sasi bukannya menjawab pertanyaan Fal, malah meminta izin untuk menangis.
" Nangisnya tahan dulu ya saya pegal, duduk disana aja " ujar Fal yang memang meras kakinya pegal sekali .
Di depan rumah bibik ada bangku bale panjang .Fal dan Sasi duduk disana.
" Nih saya pinjamin pundak buat kamu nangis " Tak lama Sasi pun menangis di pundak Fal.
Dan itu masih tak lepas dari pandangan tiga orang yang masih berdiri menatap mereka.
***
__ADS_1
Selamat hari Rabu. sehat-sehat ya semuanya.
Kasih othor imun dong, dengan cara Like, komen, vote KLO ada dan hadiah jika masih ada ðŸ¤