
" Nona saya mohon ,jika ingin berbicara, baik nya di ruangan Tuan Ryan saja " Minta Malik kepada Zahra sambil masuk ke dalam lift khusus Petinggi RN Group.
" Tuan Ryan itu siapa? " tanya Zahra
" Tuan Ryan Nugroho adalah CEO di perusahaan ini nona, beliau yang sedang memegang tangan Nona saat ini " ucap Malik sambil melirik ke kedua tangan Zahra dan Ryan yang sedang bertautan.
Sontak kedua orang yang sedang berpegangan tangan itu saling melepas dan merasa gugup, karena tanpa sengaja mereka dari tadi tetap bergandengan tangan.
- Duh ilah babang Ryan pake lupa segala lepas tangan Zahra ya-..
" eh apa benar kau Boss disini om? " tanya Zahra ragu ke Ryan.
" Astaga apa benar masih tak percaya gadis itu " gunam Malik
" Sst sst Om aku bertanya padamu loh,jangan buat aku ragu kembali " Zahra bertanya ke Ryan.
" Aisssh dia memanggil Tuan seenaknya saja " bathin Malik.
" Hmm " Jawab Ryan datar dan mulai bangkit lagi percaya dirinya.
" Yasudah kalau begitu saya minta maaf karena tak tahu " Zahra membungkuk ke arah Ryan
Tak lama Pintu lift terbuka dan langsung menuju lantai ruang kerja Ryan.
Zahra masih diam saat keluar lift,
" Huft sepertinya gagal kerja disini ,tak apalah dari pada aku menanggung malu karena sudah berbicara lantang dengan si tembok hidup itu huaaa. dan pasti para karyawannya akan membully aku habis-habisan jika bekerja disini hiks " jerit Zahra dalam hati.
" Nona, mari nona sudah ditunggu oleh Tuan Ryan " Ajak Malik.
" Bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan aku tak dapat malapetaka karena ucapan ku tadi " bathin Zahra.
Pintu Ruangan Ryan sudah dibuka oleh Malik.
" Silahkan Nona " Malik mempersilakan Zahra masuk ke dalam.
Baru melangkah ke dalam ,Ryan sudah mengagetkan Zahra " Siapa namamu " tanya Ryan
" Azzahra Zakira om eh Tuan " jawab Zahra
" Ckk apakah aku setua itu ? " tanya Ryan tajam ke Zahra.
" Eh e anu om ,eh itu Tuan tidak juga sih hehe " jawab Zahra kikuk.
__ADS_1
" Baiklah , kau ingin melamar apa disini ? " tanya Ryan.
" Ya melamar pekerjaan Tuan,masa melamar anda " sahut Zahra sambil menutup mulutnya karena terlalu lancang hiks.
" uhuk uhuk ? " kaget Ryan
" Hehe maaf Tuan saya bercanda. " jelas Zahra
" Tak bercanda juga tak apa Nona,memang dia sudah pantas untuk menikah " Sahut Malik
" Lik, kau mau di cut tanpa pesangon hah " tawar Ryan sambil menatap tajam ke Malik
" Ya tidak dong Tuan saya juga bercanda seperti Nona Zahra hehe " Malik menjawab Ryan dengan dengan senyum kecil
" Mana CV mu ,sini aku lihat " pinta Ryan
Zahra menyerahkan CV nya ke Ryan sambil berkata " ini Tuan, maaf tapi saya belum ada ijazah karena memang baru lulus kemarin "
" Hmm " dijawab Ryan dengan deheman saja
Ryan lumayan lama membaca CV Zahra dengan teliti.
" Baiklah ,mulai hari ini kamu bisa bekerja dilantai ini bersama ku ,silahkan duduk di meja depan ruangan ku itu ,kau lihat " ucap Ryan
" Maaf saya bekerja sebagai apa Tuan? " tanya Zahra
" Kau bertugas melayani ku, melayani semua kebutuhan ku, baik urusan pekerjaan maupun urusan pribadi. Kau mengerti, kalau belum mengerti tanya saja Malik si Tua itu ? " Ujar Ryan menatap Zahra
" hah aku tua " Malik tak terima dalam hatinya
Zahra kaget dan diam sesaat " hmm Tuan, bukankah kau sudah punya asisten yaitu Mas yang itu " tunjuk Zahra ke Malik
" Ya dia memang asisten ku,tapi aku butuh yang bisa melayani ku kapan pun ku butuhkan " lanjut Ryan
" Maaf maksud anda apa ya Tuan Ryan, melayani bagaimana " ucap Zahra agak emosi
" Aku butuh Sekertaris " sahut Ryan lagi
" Tapi Tuan Ryan ,sekertaris itu bukan melayani keperluan pribadi , hanya melayani kebutuhan pekerjaan saja setau saya " timpal Zahra
" Ya, itu sekertaris biasa, tapi karena kau bekerja pada ku yang luar biasa tampan dan sempurna ini ,jadi kau juga menjadi sekertaris luar biasa untukku " lanjut Ryan
" Cih luar biasa apanya,aku saja tak kau sebut asisten luar biasa Tuan " Gerutu Malik dalam hati
__ADS_1
" Malik, sudah kubilang jangan mengumpat ku dalam hati. apa kau sudah bosan di negara ini " Ryan menatap malik tajam
" Kau seperti cenayang tuan, kenapa tidak buka praktek saja " jawab Malik
" Tuh kan benar kau mengaku telah mengumpat ku " cibir Ryan
"Apa-apan sih 2 orang ini seperti wanita yang sedang berdebat saja.." batin Zahra
" Nona Ara jangan ikut-ikutan Malik yang tua ini mengumpat ku dalam hati " tatap Ryan
" Huh dasar titsan mama loreng,, eh Apa ? Dia panggil aku Ara?? oh sok akrab sekali. " Zahra mencibir sambil memijat pelipis nya pusing melihat kelakuan 2 orang di hadapannya
Zahra memecah kesunyian sesaat,
" Maaf Tuan Ryan, anda bahkan belum meng interview saya Tuan, apakah tidak ada yang ingin Tuan tanyakan kepada saya? Saya hanya lulusan Sekolah Kejuruan Busana,dan tidak ada pengalaman menjadi sekertaris rasa asisten , bagaimana bisa anda langsung mempekerjakan saya sebagai sekertaris anda
" Aku sudah membaca CV mu, Aku tak perlu menanyakan apapun lagi . bagaimana ? kau mau kan menjadi sekertaris ku ?" tanya Ryan sambil mengetuk pulpen ke mejanya
tuk tuk tuk. Zahra terdiam.
" Koq tumben sih dia pakai tanya segala, biasanya langsung memutuskan tanpa bertanya " gunam Malik
" Hmm Tuan apakah bisa besok saya bekerjanya ? karena jujur saja saya belum bicara dengan Bunda saya kalau saya akan bekerja di kota J ini. saya juga belum membawa keperluan pakaian untuk saya bekerja disini . Hmm dan saya .hmm.. " Zahra kemudian tercekat ingin mengatakan sesuatu
" apa? " tanya Ryan
" hmm maaf sebelumnya ,mengenai gaji saya yang lulusan SMK dikantor ini ,berapa ya Tuan kira-kira ? " ucap Zahra sambil berbicara pelan karena takut menyinggung perasaan Boss nya.
" Kau ingin gaji berapa untuk mencukupi kebutuhan mu dan orang tuamu " tanya Ryan
Zahra terdiam dan berpikir ..
" Duh sebaik nya bilang berapa ya , aku takut Si tuan Tembok hidup ini tak jadi merekrut ku "
.
.
.
Hayooo kira-kira berapa ya yang Zahra Minta?
Ada saran ga dari kesayangan mami?
__ADS_1
Semoga sehat-sehat ya semuanya 🤗