Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Tolong Jaga Ara-ku


__ADS_3

Zahra pusing menghadapi kelakuan 2 pria ajaib ini di depannya.


" Ta maaf ya, kita sudah komit tidak akan ada cinta di persahabatan kita ini ,kamu masih inget kan? " ujar Zahra pelan karena tak ingin menyakiti Sapta.


" Tapi kamu ga nolak Ra waktu di bandara pas aku bilang ,setelah pulang kalau kamu belum nikah, aku mau ajak nikah kamu.


dan kamu juga bilang jangan lupain kamu,kamu inget kan Ra" ujar Sapta lirih.


" DUAARRRR " larva panas di hati Ryan sudah memuncak tapi Zahra semakin mengeratkan genggaman nya di tangan Ryan.


Malik, Popy serta asisten Sapta terkejut mendengar ucapan Sapta.


" Duh Kacau nih kalau sampai Zahra ga bisa redain emosinya Ryan " Bathin Malik khawatir melihat kondisi saat ini


" By, aku izin bicara sebentar ya dengan Sapta. " Ucap Zahra sambil tersenyum dan meraba pipi Ryan yang masih berdiri di sampingnya.


Zahra mendekat kembali ke Sapta dan duduk di samping Sapta.


" Ta,selamanya kita tetap menjadi sahabat. kamu ,mami,papi udah baik banget sama aku, aku beruntung bisa kenal kamu dan keluarga kamu."


Aku ingin kita tetap seperti ini ta,ingat komit kita kan. Kita harus kubur perasaan kita masing-masing " Zahra memberi pengertian ke Sapta.


" Tapi Ra, kamu tau kan perasaan aku,susah Ra hilangin rasa itu. atau kamu sudah ga ada perasaan apapun ke aku? " tanya Sapta


" Ada perasaan ke kamu " ujar Zahra


Ryan mengepalkan tangannya ,


Malik pusing memijat pelipisnya.


" Tapi perasaan seorang sahabat aja Ta,ga lebih maaf ya Ta " Ucap Zahra pelan


" Ra ,Aku juga udah sukses kamu bisa wujudin impian kamu dengan aku Ra ,Hasil jerih payah aku bukan dari mami atau papi, kita bisa bangun sama-sama.


Kamu mau butik? bisa aku Ra buatin untuk kamu, kamu mau bangun rumah besar buat saudara kamu tinggal ? bisa aku Ra. Kamu mau buka Caffe? bisa aku Ra. please Ra kasih kesempatan buat aku.


Kalau perlu aku keluar dari persahabatan kita demi biar bisa sama kamu Ra" ujar Sapta lagi.

__ADS_1


Ryan menghampiri Sapta dan Zahra


" Tuan Sapta yang terhormat, kalau hanya mewujudkan mimpi-mimpi Ara, saya juga bisa.kamu jangan meremehkan saya,kamu pasti lebih tau siapa saya bukan " Ryan kesal mendengar ucapan-ucapan Sapta ke kekasihnya.


" Hubby pelase, aku dulu yang bicara ya, nanti kita bicara setelah ini , biar aku selesaikan satu persatu permasalahan aku " Zahra berucap sambil mengusap dada bidang Ryan yang terbalut Jas.


" hmm oke ,maaf sayang " ujar Ryan lagi menahan amarahnya.


Ryan menahan emosi agar Zahra tak meninggalkan nya. Tak mau kejadian tadi pagi terulang lagi.


" Sapta,sampai kapan pun kamu sahabat aku. hubungan kita akan terus begini. Aku janji ga akan hindarin kamu karena kita sahabat, kamu Boby,Andre,Mona dan amel. kita sahabat ta. ga akan berubah.


Dan kamu juga janji harus relain aku ya Ta ,aku akan menikah dengan Mas Ryan,pilihan aku "


" Aku minta maaf ya Ta, " mohon Zahra.


" Kamu ga perlu minta maaf ,kamu ga salah. aku yang salah karena sudah mengganggu kamu.


Aku memang belum rela dan ikhlas kamu akan menikah, tapi aku ga akan ganggu kamu lagi Ra. Kamu bebas menikah dengan siapapun.


Maafkan aku yang belum bisa ikhlas ini , jaga diri kamu baik-baik ya Ra, kamu tau kan aku ga akan rela kamu kenapa-kenapa " ucap Sapta lagi sambil melirik ke arah Ryan


Sapta menghampiri Ryan


" Tuan Ryan aku percayakan Ara sama kamu, tolong jangan sakiti hatinya,jika kamu sudah bosan dan tak lagi mencintai nya tolong kembalikan dia kepadaku.


Kerjasama kita akan berlanjut dan nanti yang akan bertemu dengan RN Group adalah asisten ku ini . Boleh saya peluk Zahra untuk yang terakhir kalinya Tuan? " tanya Ryan


Ryan tak bergeming, masih menahan amarah


Sapta yang tak mendapat izin untuk memeluk Zahra akhirnya mengerti.


" Baiklah ,saya sudah kalah ,Saya permisi "Ucap Sapta sendu.


" Peluklah jika memang ini yang terakhir kalinya, Dan ku minta jangan ganggu hidup Zahra lagi karena aku pastikan akan membahagiakan nya. " Janji Ryan


Sapta berbalik " Sekali saja Ra please .. " lirih Sapta ke Zahra

__ADS_1


Zahra berjalan memeluk Sapta, Sapta mengusap punggung Zahra sambil menitikkan air matanya.


" Maafin aku Ta "Isak Zahra.


" Tetap jadi gadis baik kesayangan semua orang ya Ra,jangan pernah sedih lagi, bahagia lah terus . janji? " ucap Sapta


Zahra menganggukkan kepalanya lalu menangis. " Maaf ya Ta, aku ga bisa terima perasaan kamu, tapi kamu tetap ada di hati ku ditempat sahabat terbaik " ucap Zahra


" Kamu juga jaga diri baik-baik ya, jangan lupa makan,aku doain kamu dapat yang terbaik lebih dari aku " lanjut Zahra yang menangis di pelukan Sapta.


" Janji hidup yang baik ya Ta ? " ucap Zahra lagi.


Sapta tak menyahut pertanyaan Zahra


" Cukup kamu menjalani hidup dengan baik aku pasti bahagia melihatnya . Baik-baik ya. aku pergi ," Sapta tersenyum.


" Aku akan menunggumu sampai kapanpun , ingat itu Ra " Sapta berbisik ditelinga Zahra lalu membalikkan tubuhnya dan menghadap ke Ryan .


" Terima kasih Tuan Ryan, tolong jaga Araku" ucap Ryan lalu berlalu pergi.


Zahra menatap sendu ke arah Sapta lalu berjalan ke arah Ryan.


" Maafin aku ya by,aku tau kamu menahan emosi dari tadi. " Zahra berdiri di depan Ryan


" It's oke sayang gak apa, yang penting kamu lega kan sekarang " tanya Ryan


" Iya By " jawab Zahra.


" Bahkan dia tak memeluk ku " bathin Ryan sedih melihat Zahra yang tak memeluknya padahal dia terisak, segitu berarti nya kah Sapta itu.


" sabar bro " Malik menepuk bahu Ryan.


.


.


Yuk yang mau temenin babang Sapta ngacung, dia galau ditolak Zahra.☝️

__ADS_1


.


.


__ADS_2