Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Bangun Ma


__ADS_3

Sampai dirumah Zahra melihat mobil sang suami terparkir sempurna, tanda sudah pulang.


Ia berusaha menenangkan hatinya kembali agak tidak meledak-ledak di depan mertuanya.


" Sayang udah pulang ? " Mama tersenyum melihat Zahra .


" Udah ma, " Zahra tersenyum dan mencium tangan kedua mertuanya baru suaminya.


Ryan tersenyum melihat Zahra masih menghormati nya.


" Mama dan Papa udah tau permasalahan kalian jadi Mama akan mendukung apapun yang Zahra putuskan. " ujar Papa.


" Termasuk pisah Pa? " Ujar Zahra.


Mama dan Papa kaget tapi jika ini hukuman atas kelakuan anaknya itu biarlah menjadi pelajaran untuknya.


" hah apa yank Pi pisah?? " Ryan kaget.


" Terlalu banyak rahasia yang kamu simpan Mas ,aku rasa aku ga sanggup" Ucap Zahra santai.


" Ma ,Pa aku mau bicara sama Mama Papa bisa? " ujar Zahra.


" Tentu sayang mari ke Kamar kami saja " Ajak Mama mertuanya.


Zahra berjalan tanpa memperdulikan Ryan yang memanggilnya. " Yank,sayank... " pangip Ryan


" Apa sih mas berisik tau ga " ujar Zahra yang tetap berjalan.


" Mas, koq Mas yank, biasa kamu panggil aku By, Hubby " rengek Ryan.


" Ga lagi.titik. " ketus Zahra.


" Yank jangan tinggalin aku " rengekan dan teriakan Ryan menggema diruang keluarga itu


Zahra mengikuti mertuanya masuk ke dalam kamar mereka.


Zahra menangis tersedu-sedu saat di kamar mertuanya sambil memeluk sang Mama mertua.


" Sabar ya Ra,mama akan terima apapun keputusan kamu, walau mama harap kamu ga akan cerai sama Ryan "


Zahra menghentikan tangisnya.


" Aku ga bilang bercerai Ma, aku hanya ingin pisah kamar aja " Ucap Zahra


Alhamdulillah Papa terlihat lega mengusap dada begitupun mama terbesit raut wajah senang.


" aku hanya ingin kasih pelajaran aja ma sama Mas Ryan. Teh aja sekali celup, dia berkali-kali kesel aku ,ya walaupun itu karena obat tetap aja ada anak yang lahir dan mengalami kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya hiks. " Zahra menangis lagi.


Zahra menceritakan semua yang Clara ceritakan sambil menangis termasuk sakitnya Clara itu.


" Zahra mau asuh Axel mah sesuai permintaan Clara jika Clara sudah tidak ada. Apa mama dan Papa mengizinkan ? " tanya Zahra


Mama dan Papa menangis terharu, entah terbuat dari apa hati menantunya ini, Mama mungkin tidak akan sanggup jika ini terjadi sama mama.

__ADS_1


" Aku hanya ga tega ma,misal anak baru 11 tahun begtu tinggal sendirian.


Apakah arti harta jika tidak ada kasih sayang orang tua ." Ucap Zahra diangguki


oleh Mama.


" Clara juga kasian ma, dia dua hari lagi operasi, semoga saja ada kabar baik dia segera sembuh "


" Aamiin " Mama dan Papa Menyahut


Setelah mengobrol panjang lebar, Zahra pun keluar dari kamar mertuanya.


Ia melihat Ryan masih ada di ruang keluarga menunggu Zahra keluar dari kamar.


Saat Zahra ingin mengambil tas nya yang tertinggal di Sofa ,ponsel Zahra berdering.


Terlihat nomor tanpa nama yang menelepon.


Walau Zahra sedang mendiamkan Ryan, Zahra tetap mematuhi perintah Ryan yang jika ada nomor tanpa nama TLP wajib di loud speaker pembicaraan nya .


#


Zahra : Halo siap ya?


Arya : Selamat sore Nyonya Zahra, Saya Arya asisten Nyonya Clara, mohon maaf apakah anda bisa kerumah sakit sekarang?


Zahra : ( Panik ) ada apa tuan asisten?


Zahra : Hah kenapa ? bukannya tadi baik-baik saja?


Arya : hari ini jadwal operasi,tapi Nyonya Zahra lebih memilih bertemu dengan anda dulu nyonya, dan Saat ini beliau tidak sadar dan menyebut nama Axel dan juga nama Nyonya Zahra.


Zahra : Hiks baik kirimkan kepadaku rumah sakit mana Tuan .


#


Ryan masih terdiam. " Yank tadi itu apa dan kenapa " tanya Ryan


" Emang tadi kamu ga denger pembicaraan aku sama Arya ? , Coba cerna aja sendiri kalimat-kalimat pembicaraan aku. Aku males ngomong sama kamu mas " ujar Zahra ketus.


" Iya Yank jangan marah " Ujar Ryan lagi.


" Gak, aku masih marah ,aku mau pergi kerumah sakit " walau marah ,Zahra tetap izin ke Ryan.


" Ckk koq diem aja sih bukannya bangun trus anterin " ketus Zahra lagi.


" iya yank siap aku anterin " Ryan bergegas berdiri dan ingin membantu Zahra yang kesulitan bangun itu tapi di tepis tangan nya oleh Zahra .


Zahra akhirnya bisa bangun sendiri, dan saat tangannya ingin diraih oleh Ryan lagi, Zahra menepis nya lagi " Ga usah pegang-pegang ya " ketusnya lagi


" Iya Yank " Lirih Ryan. Tak apalah tak mau dipegang yang penting mau diantar pikir Ryan.


Zahra da Ryan akhirnya menuju rumah sakit yang diinfokan Arya ke Zahra.

__ADS_1


Sampai dirumah sakit Clara berada di ruang ICU.


Karena Rumah sakit tersebut punya Ryan,Ryan bebas masuk keruangan yang harus nya belum mulai jam besuknya.


Clara terlihat lemah tak berdaya padahal tadi siang masih terlihat baik-baik saja walaupun pucat.


" kak hiks ini aku kak " tangis Zahra dan ternyata Clara membuka matanya.


" Ra, apa itu kau? "


" iya kak ini aku " sahut Zahra


" A Axel a Axel ," Panggil Clara.


" Iya Ma , " Jawab Axel hampir terisak.


" Jangan nangis nak, kau sudah janji tak akan menangisi Mama. kemarilah, Mama ingin memperkenalkan 2 orang kepada mu " Ucap Clara pelan.


Axel mendekat ke sang Mama, " Ini Ryan papa yang kau tanyakan selama ini, dan ini Zahra yang akan menggantikan Mama untuk merawatmu " Clara masih berbicara.


" Ryan, Zahra apa kau menerima anaku Axel ? " ucap Clara semakin pelan.


" Sini Nak, peluk Mommy " Zahra membentangkan tangannya untuk dipeluk oleh Axel.


Axel mendekat ragu , Clara mengangguk melihat Axel menatap matanya.


" Mulai sekarang kamu bisa panggil aku mommy okey, jadi kamu punya 1 Mama dan 1 Mommy, panggil aku apa sayang? " tanya Zahra lembut


" Mom Mommy " ujar Axel pelan.


" Good Boy , sekarang sapa papa mu itu " pinta Zahra ke Axel .


" Papa " ucap Axel.


Ryan pun tak kuasa menahan tangisnya dan memeluk Axel.


Clara meneteskan air mata lalu berbicara pelan sebelum menutup mata untuk selamanya.


" a .. ku.. te.. nang... "


Dan seketika denyut nadi yang terlihat dan Terdengar dari alat-alat rumah sakit itu pun berhenti. menandakan jika pasien tersebut sudah tak bernafas lagi .


" Mamaaaaaaaaa bangun maaaaa " Terdengar teriakan Axel yang menggema dan menangis.


***


Aku up pagi-pagi karena siang ini ad acara nikahan adik sepupu ku takut ga keburu.


Semoga sore aku bisa up lagi ya..


happy weekend semuaaahh ๐Ÿ˜˜


dukungannya jangan lupa yess๐Ÿ’ƒ

__ADS_1


__ADS_2