Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Green House


__ADS_3

" Eh mami ada disini koq ,pas banget kita ketemu? " Ucap Zahra kaget plus senang karena melihat mami Sapta.


" Kamu sedang apa disini ,trus itu siapa nak? " tanya mami lembut dan hati-hati takut menyinggung Zahra karena mami sudah berfikir jauh tentang Zahra.


" Oh itu boss Ara mam, Ara mulai hari ini bekerja di RN Group menjadi sekertaris ,dan itu CEO dan wakilnya " jelas Zahra ke Mami


" Duh sayang kamu beneran jadi sekertaris? kalau mau bekerja di kantoran kenapa ga bilang mami aja sih? Kan bisa dikantor Papi atau di kantor si aa' Ra " Ucap Mami


.


.


- aa' itu adalah abangnya Sapta ya rederrr -


.


.


" Ara tadinya ga kepikiran Mam, mau jadi sekertaris , Yang Ara pikir Ara disuruh Ka Adit melamar di RN Group jadi Office Girl mam, Eh taunya malah langsung jad sekertaris, Ara juga bingung ini tiba-tiba aja " jawab Ara


Mami menghela nafas lega ,ternyata yang membawa Ara itu Adit suami sepupunya Ara yang Mami kenal juga . Setidaknya Adit tak mungkin menjerumuskan Ara ke hal-hal negatif fikirnya.


" Tapi kalau kamu sudah resign dan mau bekerja kantoran ,info mami ya sayang, Sapta kan juga sudah nitip kamu ke Mami " ucap Mami lagi.


" Iya mam, makasih ya mam, Mami dari dulu sampai sekarang selalu baik sama Ara " Zahra langsung memeluk Mami terharu.


" Tapi jangan doain Ara resign dulu ya mam hehe. disini gajinya lumayan Mam ,Ara bisa bayar hutang ayah sama bantu-bantu keperluan dirumah , " ujar Zahra lagi


" Iya sayang mami selalu doakan yang terbaik untuk kamu " Mami lalu mencubit pipi Ara.


Ya mami Sapta memang sangat menyayangi Zahra layaknya anak sendiri.


" Baiklah kalau begitu,yuk mami kenalkan ke temen Mami disana " ajak Mami


" Baik mam,sebelum nya mami kenalan dulu ya sama Bos Ara sekalian Ara izin dahulu karena Ara ga enak tadi main tinggal mereka hehe " ucap Zahra.


" Okey " Sahut mami mengikuti langkah Zahra.


Mami dan Zahra pun berjalan ke arah meja Ryan dan Malik.


" Ah akhirnya kau kembali Ra," ujar Malik

__ADS_1


" Hmm bang, Tuan maaf tadi saya lupa kenalin, ini Mami orang tuanya teman saya sekolah dan sudah seperti Mami saya sendiri " ucap Zahra


Ryan dan Malik pun menyalami tangan Mami dengan sopan.


" Oh ya ,Saya selaku orang tua Ara ingin menitipkan Ara, karena dia baru berada di kota J ini , tolong jaga dan jangan ada yang biarkan menyakiti nya. dan jika ada apa-apa tolong hubungi saya" Ucap mami sambil memberikan kertas yang tertulis nomor telepon nya.


" Baik Nyonya " ucap Malik dan Ryan berbarengan


" Kalau begitu saya ingin meminjam Ara sebentar ya untuk saya perkenalkan dengan teman-teman saya disana " tunjuk mami ke arah meja berisi teman-temannya.


" Silahkan nyonya " Malik menjawab mami sambil tersenyum .


" Saya permisi dlu ya Tuan,jika Tuan dan abang ingin kembali ke kantor duluan tidak apa nanti saya naik ojek online kembali ke kantor " ucap Zahra


" Tenang saja, kau kami tunggu Ra " sahut Ryan


Malik ,melongo mendengar Ryan berbicara seperti itu, sejak kapan Ryan senang berlama-lama duduk tanpa mengerjakan apa-apa.


" Wah beneran kesambet nih orang " bathin Malik.


Zahra tersenyum mendengar ucapan Malik lalu berjalan ke arah meja teman-teman Mami.


"Sambil jalan mami bertanya ke Ara " Ra, tampan-tampan loh itu,awas kepincut hihi " Mami menggoda Zahra.


Tak lama sampai di meja Mami n the genkss.


Mami pun mengenalkan Zahra ke teman-temannya.


Zahra menyalami sopan satu persatu.


" Duh Jeng, punya ponakan cantik koq dianggurin sih, boleh ga buat anakku saja hahaha " ujar salah satu teman Mami


" Husstt harus izin Sapta hahaha " Mami membalas tertawa .


10 menit kemudian Zahra pamit karena tak enak dengan para Boss nya di ujung sana.


2 pasang mata di meja tempat Ryan dan Malik duduk mereka memperhatikan Mami dan Zahra dengan serius hingga Zahra berjalan ke arah menghampiri 2 orang pria tampan tersebut.


saat Zara mandekat ke meja,


" Sudah ? " Tanya Malik

__ADS_1


" Sudah bang ". jawab Zahra


" Kembali ke kantor sekarang bang? " Tanya Zahra


" Hmm sebentar , Aku ingin bertanya bagaimana tempat tinggal mu Ra? Sudah dapat? " tanya Ryan .


" Oh iya belum, aku cari di Om google dulu sebentar boleh? " Zahra bertanya sambil menatap gantian ke Mata Malik dan juga Ryan .


" tentu " Jawab Ryan


" Abang bantuin dong hehe, aku belum paham daerah sini yang mana yang aman,khawatir pulang malam nanti saat bekerja. " Cengir Zahra


" Ok " Jawab Malik


Tak berapa lama mereka ber 3 memegang Handphone masing-masing mencari info kos-kosan untuk Zahra


" Huft jika terburu-buru gini seperti nya sulit mendapatkan yang bagus dan aman." Ucap Malik


" Yasudah, Lik tolong hubungi bi Mar di mansion. suruh siapkan kamar di Green House,bawa pakaian yang tadi kalian beli suruh orang kita bawa kesana. biar sementara Ara tinggal disitu dulu sambil mencari tempat yang cocok ,dari pada bingung harus tidur dimana dia malam ini " ucap Ryan


" What? siapkan kamar di Green House " kaget Malik


Green House adalah rumah singgah Ryan jika sedang merasa penat, dan butuh ketenangan, biasanya tak boleh ada yang memasuki Green House selain dirinya ,tapi kali ini , sekertaris nya boleh singgah dan tinggal disana . sesuatu yang tidak mungkin terjadi pikir Malik terlebih dengan orang yang baru ia kenal... huft Malik menghela nafasnya.


" Baiklah sesuai perintah lo Ry " ujar Malik yang jadi semakin yakin kalau sahabat nya ini sedang menuju Bucin ke Zahra.


Zahra yang sedari tadi diam mendengarkan menjadi bingung. Green House ? Dimana? rumah siapa? , tanya nya dalam hati.


Ryan yang melihat Zahra bingung kemudian menjelaskannya dan Ryan bilang saat ini itu yang terbaik dan aman . dan juga tidak jauh dari mansion nya Ryan dan rumah Malik, sehingga Zara besok pagi tidak akan telat untuk sampai dirumah Ryan. karena jarak nya memang hanya 10 menit jika berjalan kaki ke mansion Ryan.


" Baiklah aku ikut saja apa yang di atur dan diperintahkan " Ucap Zahra pasrah ,terlebih memang benar ia belum tau daerah di kota J ini.


" Hmm Tuan ,jika saya tinggal di Green House apakah saya harus membayar Sewa juga ?" tanya Zahra


" Ya " Jawab Ryan sambil tersenyum dan Memikirkan sesuatu .


.


.


.

__ADS_1


Hayooo babang Ryan mikirin apa ya kira-kira


Jangan lupa like dan hadiah serelanya ya cantikkk 😘


__ADS_2