Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Jadi Gugup


__ADS_3

Maaf ya lanjut jauh takut pada bosen 😁


5 tahun kemudian,


Zahra sudah menjadi wanita menuju dewasa yang Cantik,modis,dan pintar.


Sudah tidak ada yang meragukan kepiawaian Zahra menjadi sekertaris di RN Group dengan hanya ijazah SMK saja.


Kehidupannya juga sudah berubah drastis, Bunda dan ayah sudah mempunyai rumah sederhana milik sendiri , serta usaha yang di jalan kan oleh kaka Zahra hasil dari jerih payah Zahra.


Kak Adit juga sudah Naik jabatan menjadi kepala cabang.


Zahra pun sudah tidak tinggal di Greenhouse, ia sudah mempunyai rumah kecil di salah satu perumahan sederhana dekat mansion Ryan.


Dengan gaji yang lumayan besar dan sangat cukup Zahra pun membeli mobil agar memudahkan saat bertemu dengan klien dan menuju Mansion Ryan.


Hari berlalu, pagi ini Zahra sudah siap rapih dengan setelan rok dan kemejanya, Zahra menyiapkan pakaian Ryan seperti biasanya.


Zahra mengetuk pintu, Ryan pun masih tidur, Zahra langsung masuk kekamar Ryan dan menuju lemari pakaian ,Seperti biasa dia menyiapkan semua yang dipakai dari atas sampai bawah.


Tak seperti biasanya Zahra pagi ini tak tahan untuk buang air kecil , lalu ia menumpang di kamar mandi Ryan.


Karena terburu-buru Zahra lupa mengunci pintu kamar mandi.


Tak lama setelah Zahra slesai buang air kecil dan berniat merapihkan rok nya yang terangkat ke atas,


ceklek pintu kamar mandi terbuka dan "Aaarrgggghh" teriak Zahra lalu menghadap ke tembok.


Ryan pun kaget dia langsung keluar mencari handuk karena Ryan hanya memakai boxer saja.


berdua sama2 terdiam,


Zahra kepikiran saat melihat tongkat sakti Ryan walau tersembunyi. dia merasa malu sendiri mengingat nya.


Dan Ryan pun kepikiran saat melihat pemandangan gua tertutup kain, Walau pun tertutup tetap saja pikiran Ryan kemana-mana membayangkannya , apa lagi dia melihat p*h* mulus putih Zahra yang bikin hati berdesir.


" Mas sudah pakai handuk belum " ucap Zahra gugup memecah kesunyian di kamar itu.


" su sudah,apa kau sudah menutup nya " jawab Ryan tak kalah gugup.


" eh Iya sudah, aku keluar ya mas " tanya Zahra


" Ah iya Ra " jawab Ryan.


Zahra pun keluar kamar mandi melangkahkan kakinya. " Mas sudah aku siapkan ya semuanya ,aku kebawah dulu " ucap Zahra sambil menunduk malu atas kejadian tadi.

__ADS_1


" Dan maaf karena aku memakai kamar mandi ,tadi aku terburu-buru tidak tahan menahan buang air kecil " lanjut Zahra lagi sambil membuka pintu.


Tanpa menjawab Ryan yang duduk dikasur langsung berdiri dan menarik lengan Zahra lalu membawanya mendorong ke balik pintu.


" Akhhh " teriak Zahra tapi langsung di bungkam dengan k*c*p*n singkat di bib*r merah muda Zahra. cup.


Zahra terdiam melihat perilaku Ryan ke dirinya. ritme detak jantung yang meningkat serta nafas yang tidak beraturan membuat Zahra semakin gugup.


" Jika kamu tidak tahan, aku pun sama Ra, aku tidak tahan dengan apa yang aku lihat dan apa yang aku rasakan dari 5 tahun lalu " ucap Ryan


" Eh ,koq 5 tahun lalu " bathin Zahra , Zahra masih bingung dengan perkataan Ryan dan lebih baik diam saja karena tak tahu harus menjawab apa.


Mata Ryan menatap Zahra lekat ,lalu tak lama ia meninggalkan Zahra yang masih terpaku. Ryan berlalu sambil berkata " Lupakan apa yang ku bilang tadi , hari ini aku ingin sarapan omelette, ya " teriak nya dr dalam kamar mandi.


" Ya Mas. " sahut Zahra dengan detak jantung yang masih berdegub kencang.


" apa-apaan sih itu Mas Ryan huft bikin aku jadi gugup saja kan. haduh lagi aku segala pakai numpang kamar mandinya,kenapa ga dibawah aja sih " sesal Zahra mengingat kejadian memalukan tadi.


Zahra pun mengatur napasnya lalu mulai Membuat omelette sesuai perintah Ryan.


Setelah selesai, Zahra mengatur nya di meja makan, hari ini dia tidak ingin sarapan bersama dengan Ryan, Zahra memasukan omelette miliknya ke box tempat makan. Kalau bisa ia ingin menjauh dulu karena masih malu dengan kejadian tadi.


Zahra pun bergegas ke dapur untuk membuat jus yang akan dibawanya ke Kantor seperti biasa.


Ryan turun dari kamarnya sambil membawa dasi, " Ra,ra pakaikan aku dasi dulu " ucap Ryan


Haduh mau menghindar malah harus pakaikan dasi , semoga debar jantung ku tak terdengar olehnya. bathin Zahra.


Zahra mulai memakaikan dasi Ryan dengan gugup karena saling berdekatan. padahal sudah terbiasa selama 5 tahun tapi kali ini kenapa perasaan jadi aneh sekali. pikir Zahra.


Tanpa sadar ternyata Zahra salah memakaikan posisi dasinya malah terbalik.


Ryan tersenyum melihatnya ,kejadian tadi pagi membuat Zahra jadi kacau.


" Ra ini terbalik loh " ucap Ryan.


" Hah iyakah? duh koq iya sih , sebentar mas aku ulang " jawab Zahra.


ternyata yang kedua kali pun Zahra masih terbalik memakaikan nya.


Ryan tersenyum tipis lalu meraih tangan Zahra yang sedang membuka dasinya lagi.


" Sini aku bantu " ucap Ryan


Zahra memakaikan dasi Ryan dengan di bantu oleh tangan Ryan yang memegang tangan Zahra ,tangan Zahra dituntun oleh Ryan.

__ADS_1


Dari jauh sepasang mata tersenyum melihat tingkah 2 orang itu.


" Ehem " tiba-tiba suara Malik terdengar memecah kesunyian.


" Lagi ngapain Ra " tanya Malik


" Eh abang, ini memakaikan dasi Mas Ryan seperti biasa " ucap Zahra gugup.


" itu tangan mu dibantu Ryan memakaikan dasi nya ? " ucap Malik lagi tersenyum


" Eh iya bang " tangan Zahra langsung melepas genggaman Ryan.


" Dia kan bisa sendiri berati Ra, hahahah , kamu pagi-pagi sudah dimodusin " tawa Malik.


Ryan tersenyum mendengar godaan Malik.


Zahra terlihat makin gugup dan ditertawakan oleh Malik


Zahra lalu berusaha menetralkan keadaannya.


" Duh aku kan jagonya mengatur emosi kenapa hari ini malah terlihat gugup sih bikin malu saja " bathin Zahra.


" Lo modusin anak orang aja masih pagi Ry, kabur kan dia hahah " tawa Malik menggelegar.


" Ya gue kepikiran sama apa yang lo bilang aja, Zahra udah punya semuanya takutnya dia ninggalin gue " ucap Ryan khawatir.


" Lo sekhawatir itu, emang kenapa? lo kan ga ada perasaan apa-apa ke Ara " selidik Malik.


" Ya emang ga ada,cuma aja gue ga mau kehilangan sekertaris gue yang handal " ucap Ryan meyakinkan Malik


" Cih ga percaya gw ,jangan - jangan lo ada rasa ya "tanya Malik


" Apaan sih ga ada, kalau mau dari dulu aja gw sikat " ucap Ryan


" Okeh kalau begitu gue aja yang maju ya " ucap Malik lagi.


" Eh apa? maksudnya gimana? " tanya Ryan dengan pandangan kesal ke Malik.


" Ya kan lo ga ada rasa sama dia. jadi biar gue aja yang maju ,karena gue ada rasa ke dia " ucap Malik santai.


prang tiba-tiba terdengar bunyi gelas jatuh.


.


.

__ADS_1


..jeng jeng jeng kira-kira siapa yang menjatuhkan yaa...


Minta dukungan like,koment dan vote serelanya ya reder kesayangan otor.. 😘🤗


__ADS_2