
Halooooo Othor mulai Update 1 bab hari ini nih...
***
Tiga kembar Anak Mommy Ara dan Daddy Ryan yang sangat menggemaskan itu kini berusia 23 tahun, mereka berubah menjadi wanita cantik dan pria tampan yang digilai oleh lawan jenisnya.
Mereka baru satu bulan ini berada di tanah air tercinta, sebelumnya Nathan dan Naufal diJerman untuk mengeyam pendidikan dan magang di salah satu perusahaan dan bisnis Daddynya .
Kalau Nala sebelumnya di New York, dia tak bisa berjauhan dengan orang tuanya.
Tapi sekarang Nala lebih memilih tinggal di bumi Pertiwi saja mengikuti jejak dua kakak kembarnya.
Yuk kita kenal lebih dekat satu-satu Anak Mommy Ara dan Daddy Ryan :
Nathan Fariz Nugroho,
Kini menyandang status Dokter Anak dan menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit swasta terbesar di ibukota negara ini yang notebene adalah milik sang Daddy .
Naufal Fattah Nugroho,
Dirinya meneruskan mengelola sebagian perusahaan Daddy nya. Kakak nya Axel sudah kewalahan mengurus semuanya karena Daddy Ryan dan Mommy Ara ingin merasa muda terus jadi aktivitas nya hanya keliling jalan-jalan luar dan dalam negeri menikmati hidup seperti Oma dan Opa nya.
Sedangkan si cantik Nala Fairuz Nugroho,
Ia lebih memilih menjadi model yang sudah Go internasional, secara memang Nala dari tamat sekolah dasar sudah tinggal di New York dan sekolah disana. Dirinya juga sekaligus mengurus butik Mommy Ara yang sudah ada beberapa cabang di dalam maupun luar negeri.
***
Nathan, Naufal dan Nala tetap tinggal dan menempati Mansion Keluarga Nugroho yang sudah di renovasi dengan gaya kekinian dan kemauan mereka .
Pagi itu Nala sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk kedua kakak kembar nya.
Ya terbiasa dengan tanpa asisten rumah tangga di luar negeri membuat mereka semua mandiri.
Nala biarpun seorang model tapi dia tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.
Dia ingin menjadi seperti sang Mommy yang pintar masak dan selalu dipuja dan disayang oleh Daddy nya.
Daddy tidak mau makan diluar rumah kecuali terpaksa atau karena Mommy yang minta.
Nala ingin menerapkan itu di kehidupan nya saat ini dan nanti.
__ADS_1
Minimal ia ingin kakak-kakak nya selalu ingin makanan yang ia masak jika dirinya sempat dan berada dirumah.
Terbukti sudah satu bulan ini mereka berada di Indonesia, Nathan dan Naufal selalu makan dirumah jika sang adik manisnya masak.
...
Nala membuka celemek dan menanggalkan di keranjang baju di ruangan laundry setelah selesai memasak sarapan.
Ia kemudian meminta maid nya itu membangunkan atau memanggil kakak-kakak nya yang belum turun ke meja makan.
" isssh aku tuh adik mereka tapi seperti kakak mereka, selalu harus dipanggil dulu baru pada turun. " Gunam Nala.
Tiba-tiba Nala dihampiri Bibik yang sudah lama bekerja di mansion.
" Non Nala maaf apa saya boleh bicara ? " tanya Bibik takut-takut.
Ia sambil meremas kedua tangannya.
Nala tersenyum lalu mengangguk " Issh bibik udah kayak sama siapa aja. Mau ngomong apa Bik ? " Tanya Nala lembut.
" Ini non bibik rasa bibik udah tua, udah ga bisa kerja disini lagi , mau ngomong sama Nyonya Zen dan Nyonya Ara belum ada waktu .Jadi saya ke on Nala aja ya " ucap Bibi masih agak ragu.
" Ya udah nanti Nala sampaikan Bik, bibik mau bilang apa? " Tanya Nala lagi dengan lembut sambil menatap Bibik.
" Hmm itu Non bibik rasa saatnya bibik pensiun , Bibik mau pulang kampung. mau main-main sama cucu aja dikampung bibik "
Akhirnya bibik mengutarakan isi hatinya yang sudah beberapa hari ini dipendam.
" Bibik gayanya mau pensiun, emang ga sayang sama kita apa " Tiba-tiba Naufal turun.
" Bukan gitu den, maksudnya bibik tuh itu hmm itu den ,udah merasa tua gitu ,udah nggak maksimal kerjanya. masa bibik makan gaji buta " akhirnya Bibi mengucapkan kalimat itu.
Nathan dari atas datang dengan kemeja putih bersih dipadu dengan celana Warna Biru Dongker turun dan sudah mendengarkan percakapan kedua adiknya itu langsung menghampiri bibik.
" Kapan rencananya akan pulang Bik? " tanya nya.
" Secepatnya setelah dapat izin dari Aden dan non saja " Ucap Bibik penuh harap.
Nathan yang memang hanya tersenyum dengan orang rumah dan pasien nya saja itu pun Menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Ya udah bibik boleh pulang kampung kapan saja bibik siap. "
Ucap Nathan sambil tersenyum.
" Ya Allah makasih den Nath ,den Naufal dan Non Nala , bibik seneng banget ini "sambil mengusap air matanya.
" Seneng tapi nangis .. " Goda Naufal .
" Ish kakak nih " Nala melirik tajam ke arah Naufal yang sangat senang sekali menggoda siapa saja.
" Fal, renov rumah bibik di kampung minta orang mu yang didaerah sana segera dan secepat mungkin. biar bibik bisa tinggal dirumahnya dengan nyaman.
Beli tanah sebelah kiri kanannya kalau perlu. "
Ujar Nathan dan langsung diangguki oleh Naufal tanpa Protes.
" Buat pekarangan rumah bibik jadi asri kak Fal, depannya tanamin bunga-bunga atau sayuran gitu. jadi bibik ga suntuk banget kan kalau dirumah aja "
__ADS_1
Nala menambahkan. dan langsung dicatat oleh Naufalal di ponselnya, Kak Fal adalah Panggilan kesayangan dari Nala untuk Naufal.
" Okey ada lagi ? " tanya Naufal.
" Bibik cucunya usia berapa ? " Tanya Nathan
" Banyak den cucu bibik ,ada yang masih bayi sampai 12 tahun " ucap Bibik sambil tersenyum mengingat wajah cucu-cucu nya yang akan setiap hari ia lihat dimasa tuanya itu .
" Tambahin permainan anak gitu Fal, ayunan dll, perpustakaan buku cerita , Lo minta orang Lo disana atau teman Lo design deh bagaimana baik dan bagusnya. "
tambah Nathan dan diangguki oleh Naufal yang masih mencatat.
" Masya Allah den.." Mata bibik berkaca-kaca, buah jatuh ga jauh dari pohonnya. Semua anak cucu Nyonya nya sangat baik ,ia tidak menyangka akan di beri hadiah seperti ini.
" Den, non, ini kan tuan dan nyonya besar tidak ada, apa tidak perlu persetujuan mereka dulu " Ucap Bibik tak enak hati.
" kita hubungi sekarang ya bik, Mommy dan Daddy pasti setuju. " Nathan meraih ponsel dan menghubungi sang Mommy.
Nathan mengutarakan apa keinginan dirinya dan adik-adik kembarnya untuk merenovasi rumah bibik dan memberikan ini itu sesuai pembahasan barusan.
Mommy Ara dan Daddy Ryan malah sangat senang dan antusias mendengar nya.
Setelah Bibik juga berbicara dengan Mommy Ara, akhirnya telepon pun di tutup.
" Tuh kan Bik, Mommy malah Senang " ujar Nala sambil mengambilkan sarapan untuk kakak-kakaknya.
" Iya Non, oh iya untuk pengganti bibik ada kerabat bibik juga dari kampung, namanya
Sasi, dia butuh pekerjaan apa bisa dia bekerja disini den ,non ? "
Tanya Bibik lagi. Ya egois memang sudah diberikan ini itu bibik masih meminta tolong untuk mempekerjakan salah satu anak kerabat nya yang butuh dengan pekerjaan karena Ingin membantu keluarganya di kampung .
" Boleh, Nala yang ACC ya kak Nath, kak Fal ? "
Kedua kakak kembarnya mengangguk tak masalah.
" usianya berapa Bik ? " tanya Nala lagi.
" Usianya baru 18 tahun , dia bisa masak seperti bibik " ucap. bibik lagi.
" Sip ,diterima sekalian buat temen aku Bik disini , " ucap Nala sambil terkekeh.
" Alhamdulillah kalau begitu non,terima kasih ya non, dia pintar non walau hanya lulusan SMP Saja, dia cepat paham dan cepat belajarnya. " sahut bibik sambil tersenyum
" Okey, ya udah bibik silahkan beres-beres ,nanti Nala yang pesankan tiket untuk bibik " ucap Nath sambil tersenyum.
Bibik mengangguk dan langsung ke belakang untuk bersiap-siap merapihkan kopernya karena ia akan pulang ke kampungnya besok pagi-pagi sekali .
***
Jangan lupa ritual setelah baca nya ya
Like boleh.
Koment apa lagi.
Vote dan Favorit Alhamdulillaah
__ADS_1
Hadiah Gratis juga othor ga maksa ðŸ¤