
Yuhuuu emak-emak yang udah selesai mari merapat, Bapak-bapak kerja dulu yah baru baca ini.
Para singlewan dan singlewati othor doain semoga jodoh segera menyertai kalian.
***
" Nanti kita kerumah Sasi coba Non, siapa tau Ambu izinin kita tinggal disana " Ujar Epi.
" Okeh sip Teh. Teh nanti ikut anterin Nala sama Sasi kerumah pelanggan Sasi ya " Pinta Nala ke Epi.
" Okeh " Jawab Epi.
" Ya udah aku berangkat ya harus buru-buru biar kalau kalian ke kota ga kemalaman nanti. Jadi beli daster nal buat tetangga ? ” tanya Fal.
" Jadi kak tapi tunggu kabar Sasi ya.. Kak sarapannya habisin " Nala melotot melihat Fal yang hanya menghabiskan setengah piring sarapannya.
Dia tidak suka jika makanan di piring tidak habis .
" Kakak kenyang dek mau segera berangkat " Fal pun siap-siap mengambil notebook dan ponselnya.
Nala menghela nafasnya.
" Ya udah nanti dikasih ayam aja " ucap Epi menengahi.
Selesai membicarakan konsep rumah yang direncanakan oleh Fal dan saudara kembar lainnya Bibik dan anak-anak nya sujud syukur karena mendapat hadiah pensiun dari keluarga Nugroho yang sangat indah dan mewah menurut mereka.
Bahkan akan dibangun perpustakaan dan permainan bagi anak-anak yang gemar membaca.
" Nanti aku tambahin buku-buku nya dikirim sama orang ku disini Bik " ucap Fal.
Ternyata Sasi sudah datang dari tadi dan tidak sengaja Mendengar kan pembicaraan mereka.
" assalamualaikum maaf ya tadi ga sengaja Sasi dengar pembicaraan nya " ucap Sasi dan masuk membawa kue buatan nya untuk di berikan ke pelanggan dan kerumah Bik Sum.
" Waalaikumsalam " Jawab semuanya.
" Wah ga sengaja terdengar ya " Fal tersenyum melihat Sasi yang datang dengan rok panjang dan kaus besar sebatas siku lengannya.
Fal melihat wajah Sasi di pagi hari , walau di balit dengan pakaian besar tak mengurangi kecantikan alaminya.
Kulit putih bersih tanpa sapuan make up ,hidung mancung dan bibir merah merekah itu terlihat sempurna di mata Fal.
" Sasi udah datang pagi-pagi mau antar kue ke sebelah ya . " tanya Epi.
" Iya teh sekalian ini cobain kue buatan Sasi " Sambil menyodorkan satu loyang kue buatannya.
" Wah brownies La " Fal berbinar. Dia memang penggila segala macam brownies kukus maupun panggang.
" Wah iya kesenangan Kak Fal ini " Nala pun senang , sepertinya Hoby Sasi memperkuat keinginannya untuk mendekatkan dengan sang Kakak. Pasti cocok. Pikirnya.
" Boleh coba ga ? " Fal sudah ngiler dan menelan salivanya sendiri . Tangannya sudah tidak sabar ingin mengambil kue brownies kukus itu.
__ADS_1
" Nggak " Jawab Sasi membuat semua orang menoleh ke arahnya termasuk Fal. Ia tak menyangka tak diizinkan memakan kue buatan Sasi.
Fal agak malu seperti nya. Mana dia yang meminta sendiri. Sekarang dia menelan salivanya kasar.
Bibik hanya tersenyum melihat Sasi menggoda Fal.
" Ini buat kamu, aku tau dari bibik yang sering kasih buku ke aku itu kamu dan dia suka sekali sama brownies "
Sasi menyerahkan satu kotak brownies ke Fal.
Fal berbinar kembali, ia menerima kotak itu dengan senang hati. Sasi menggoda kembali saat Fal ingin mengambil kotak brownies nya ,tangan Sasi menarik seperti tak jadi memberikan nya.
Fal bukan kesal malah gemas dengan tingkah Sasi.
" Wah Sasi ngegodain kakak dek " bisik Fal ke Nala.
Nala hanya tersenyum dan mengangguk. Cocok seperti nya Sasi ini dengan Kak Fal.
" Maaf bercanda. ini buat a' Fal sebagai bentuk terima kasih aku karena sudah membeli buku-buku bagus dan bisa aku baca " Sasi tersenyum dan berkata tulus.
" Iya sama-sama ,oh ya bolehkah bibik tinggal dirumah kamu selama rumah ini di renovasi ? " tanya Fal ingin memastikan ke Sasi sekalian mumpung bertemu.
" Karena itu masih rumah Ambu, jadi aku izin Ambu dulu ya " jawab Sasi Yangs sebenarnya tak mempermasalahkan malah senang, jadi jika ia berangkat ke Jakarta nanti ,ambunya ada teman dirumah.
Apa lagi mereka masih kerabat. Sudah pasti tidak masalah.
" Aku aja yang izin pulang kerja nanti ,aku main lagi ya kerumah kamu " ucap Fal senang karena bisa bertemu Sasi lagi tanpa bingung soal alasannya setelah pulang dari kantor nanti.
" Iya a' " Jawab Sasi sambil menampilkan senyum manisnya.
Ya ampuun bisa sampe menusuk ke hati gitu sih senyuman manisnya Sasi.
" Ya udah aku berangkat ya semuanya, a' Oding nanti kalau ada yang mau dibuat atau punya saran apa bilang aja sama aku ya a' . Nanti sebisa mungkin dibuatkan .
Dirembukan aja dulu sama bibik ya. Dan jangan merasa sungkan " Ucap Fal yang menyerahkan nanti segala urusan dipantau oleh orangnya langsung dan Oding anak tertua bibik.
" Sudah Den, saya mah ikut aja. ini juga udah Alhamdulillah " Ucap Oding penuh syukur.
" Ya udah tapi ga usah sungkan gitu ya,misal mau bikin kamar mandi tingkat gitu " Jawab Fal asal.
" Bisa gitu ? " Sasi yang bingung mendengar kamar mandi tingkat.
" Bisa kalau kamu minta buatin sama aku " Ucap Fal sambil mengangkat alisnya ke Sasi.
" Eeaaaaa " Nala, Epi dan Deden yang baru datang itu bersuara bersamaan.
" Babang Fal koq tergoda sama Sasi sih, bukan sama Dena aja yang cantik jelita kalem membahana ini " Suara jadi-jadian mulai berseru di rumah bibik.
Fal bergidik ngeri dan segera mengajak Pak Kus untuk mengantarkan nya ke Pabrik yang harus dikunjungi sesuai jadwal itu.
Fal dan Pak Kus berangkat ke pabrik.
__ADS_1
Fal menggenggam erat kota brownies yang diberikan khusus untuknya itu.
Bukan kotak Tatapware tapi hanya kotak makan biasa yang diberikan Sasi ke Fal. Tapi Fal sangat menjaga bahkan Senyam Senyum melihat nya.
Pak Kus saja tidak dikasih brownies itu oleh
Sedang Nala pagi itu ikut mengantar kue ke pelanggan Sasi sekalian meminta izin ke pelanggan lainnya kalau besok Sasi sudah ke Jakarta dan tidak bisa membuatkan kue lagi.
Dena ikut juga dalam mengantar kue Sasi kebetulan dia dan Epi tidak ada kelas make up hari ini.
Saat melihat Dena Nala malah kepikiran ingin membuat salon untuk usaha Epi dirumah .
" Teh Epi ,sis Den mau ga sih kalau buka salon atau perlengkapan buat pernikahan gitu? tenda-tenda beserta make up dan baju pengantinnya ? " Tanya Nala ditengah perjalan mereka kerumah pelanggan kedua setelah selesai dari pelanggan Sasi pertama.
" Mau kalau aya (ada ) Modelnya ya shay " Dena menyahut sambil cekikikan.
Sedang Epi diam saja, ia tau jika mengangguk pasti Nala dan keluarga Nugroho langsung mengabulkan. Ia tak enak hati sudah rumahnya dibangun, keponakan nya nanti di bangun ruang bermain,serat perpustakaan juga, masa masih merepotkan untuk membangun Salon.
" Poy, Epoy " Panggilan sayang Dena ke Epi pun keluar.
" Gimana? tuh ditanyain sama Sis Nala " ujar Dena semangat.
" Apa sih aku teh LG ngobrol sama Sasi sebentar " Epi mengalihkan pembicaraan.
" Udah gini aja, aku kasih modal kalian Up kelas make up lagi yang terbaik dan disini yang lagi hits baju pengantin apa, nanti aku rekomendasi buat kalian model yang lagi hits di Jakarta apa aja. Kalian pilih bebas .
Aku ga minta modal balik,tapi tolong kalian putar modal itu hingga mendapatkan keuntungan dan modal nya kembali.
Aku ga minta modalnya kembali buat aku, tapi itu untuk invest kalian yah. Mau ga? Mau ya ? Kalian berbakat loh "
Nala jadi antusias dan langsung mengirim pesan ke Kak Fal kalau sebagian rumah Bibik yang luas itu pekarangan nya dibuat Salon.
Saat Nala mengirim pesan ia tersandung batu kecil dan hampir saja jatuh ,karena matanya fokus ke ponsel.tapi beruntung ditangkap oleh seorang pria berpenampilan kota .
Saat melihatnya Nala seperti teringat pernah bertemu.
" Makasih ya " Ucap Nala sambil terus melihat dan mengingat-ingat pernah bertemu dimana.
" Eh a' Gerald belum balik a' ke Jakarta " Sapa Sasi yang mengenal pria itu.
" Eh kamu kamu tuh yang nolongin aku ya , aku belum bilang makasih sama kamu " Nala senang akhirnya bertemu dengan yang menolongnya saat dicopet kemarin.
Pria bernama Gerald itu mengingat kembali.
" Oh kamu yang orang sok kaya itu ya "
degh..
Nala malah menjadi sebal dibilang begitu
***
__ADS_1
Panjang loh bab ini.
Ritualnya yukkss