Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
2 Syarat


__ADS_3

Saat Mama Zen dann Malik masuk ke ruang rawat Ryan.


" Ryaaannn... Lo ya " Malik shock lihat Ryan dan Zahra tidur berpelukan.


" Ssstt berisik deh lo lik masih pagi, Ara masih tidur ini " ucap Ryan berbisik.


Zahra terlihat menggerakkan tubuhnya, terbangun lalu kaget melihat ada Mama Zen dan Malik.


" Ah maaf Ma, bang, ini tidak seperti yang mama fikirkan , aku dan Hubby ga ngelakuin apa-apa. eh Mas Ryan maksud saya " ucapan Zahra gugup disambut senyum oleh Mama Zen


Zahra terlihat seperti pasangan yang tertangkap basah.


Malik memicingkan matanya tajam.


" Apaan sih Lik, ini ga seperti yang lo lihat. gue ga apa-apain adek lo" tegas Ryan menekankan kalau Zahra memang hanya menganggap Malik abangnya.


" Ya memang sih kita udah berpacaran ya kan honey " Ryan mengangkat alisnya naik turun


" Aissshh maaf ma, Bang aku bisa jelaskan nanti. aku ke kamar mandi dulu ya " pamit Zahra buru-buru hingga ia lupa membawa handuk dan baju gantinya.


" Sayang benar apa yang kamu bilang?, " tanya mama heran.


" yes mam" sahut Ryan ceria.


tak lama suster masuk unntuk melepas infusan karena Ryan sudsh boleh pulang.


" ah anak mama hebat, segeralah datangkan cucu untuk mama " peluk Mama Zen.


" Ma kita baru jadian semalam ma, tidsk secepat itu " ucap Ryan


Tak lama terdengar suara dari kamar mandi.


" Bang, abang tolong ambilkan handuk dan baju ku bang " teriak Zahra


Dengan sigap Ryan yang sudah dilepas infusnya beranjak turun dari kasurnya.


" Sebentar aku ambilkan honey, aku tak akan biarkan laki-laki lain menyentuhmu " celoteh Ryan


Malik geli mendengarnya " Lebay tau ga"


" Ngga " sahut Ryan


Mama Zen senang akhirnya Ryan menbuka hati untuk wanita.


" Hon, buka pintunya ini baju dan handuk mu " Ryan mengetuk pintu . saat pintu terbuka Ryan ingin masuk.Dan pintu langsung di tutup kencang oleh Zahra dari dalam.


Hampir saja hidung mancung Ryan terkena pintu


" Hahaha " Malik tertawa terpingkal-pingkal


Zahra keluar dari kamar mandi, Lalu menghampiri Mama Zen dan menyium tangannya.


" Maaf ma tadi aku langsung mandi hehe " Ujar Zahra.


" Gak apa sayang, nanti kamu juga akan terbiasa bertemu mama setiap bangun tidur " balas Mama.


Pipi Zahra merona malu mendengarnya.


" Kamu udah jadi calon mantu mama nih ceritanya " Goda Mama Zen.


" Mah udah dong ,Ara malu mah kasian " bela Ryan.


Mama tertawa.


" Hmm mama setuju ma aku dengan Mas Ry? " tanya Zahra memastikan.

__ADS_1


" Of course sayangku ,mama happy tentang ini dan papa sudah pasti senang pastinya .ah mama kabarin papa dulu "


Mama Zen mengambil handphone di tas mahalnya itu.


" Ra mau sarapan apa? aku pesankan ya " ucap Ryan


" kayaknya ga sempat bi, aku makan di kantor aja,aku sarapan susu aja disini " sahut Zahra sambil meminum susu UHT yang ada di kulkas


tak lama..


" papaaaa.,kita akan segera mempunyai cucu " teriak mama Zen di telepon genggamnya.


" Uhuk uhuk " Zahra tersedak mendengarnya


" Ma barbar banget deh udah tua juga " cibir Ryan


Mama mengabaikan perkataaan Ryan lalu tetap menelpon suaminya.


.


" Gimana Ry, jadi ke negara P sekarang " goda Malik


Zahra menoleh ke arah Ryan meminta jawaban


" Eh hehe ga jadi " Ryan garuk-garuk kepala


" Katanya mau pergi pagi-pagi sebelum Ara bangun " goda Malik lagi sambil menahan tawa.


" kenapa ga jadi ? " Tanya Zahra menatap Malik tajam.


" Lik lo tega deh , gue baru jadian semalem loh ". lirih Ryan


" Aku beresin barang-barang aku dulu ya " Ucap Zahra meninggalkan obrolan Malik dengan Ryan.


" Resek lo " Malik ditimpuk bantal oleh Ryan


" Kalo gue libur, ara bisa temanin gue ga?" tanya Ryan


Malik menjawab cepat " No, jadwal meeting gue dan Ara hari ini Full dari jam 10 sampai jam 3. ucap Malik "


" jam 10 kita meet dengan team tentang project baru dan after lunch kita meet dengan SW group " lanjut Malik..


uhuk ,Ryan kaget


" SW group? siapa yang hadir ? " tanya Ryan


" ya seperti kemarin lo ketemuan mungkin " ucap Malik santai


" Bisa batal ga? "


tanya Ryan


" Ya ga bisa bambang, ini kan meet final keputusan kontrak kita "


Ryan bergegas meninggalkan Malik menuju ke toilet untuk mandi dan bersih-bersih , lalu bersiap dengan setelan kemeja dan celana bahannya.


" kesambet " ucap Malik


"kenapa sih dengan SW group " tanya Malik


" mantan Ara " jawab Ryan singkat sambil melirik Zahra yang sedang mengobrol dengan ?Mama Zen.


" seriusan ? yang mananya " tanya Malik.


" Sapta " ucap Ryan sebal.

__ADS_1


" Selera Ara emang canggih " Malik memanasi Ryan sambil tertawa.


" Rusuh lo ya " kesal Ryan sambil berjalan menghampiri Zahra.


" Honey,kamu ga usah masuk aja ya hari ini, biar urusan kerjaan hari ini aku dan Malik yang handle " ucap Ryan.


" Eh koq tumben ,biass kamu selalu membawa Ara Ry, " tanya Mama Zen


" Bi, jangan bilang cemburu deh sama Sapta " ucap Zahra.


Ryan memegang pundaknya lalu tertawa kecil.


" aku hanya ga mau kamu kecapean honey " ujar Ryan membela diri.


" Sebentar ya Ma dan bang aku bicara dengan Mas Ryan dulu " Izin Zahra


Zahra menarik tangan Ryan.


setelah agak menjauh dari Mama Zen dan Malik.


" Bi, aku suka kamu cemburu,tapi please ini tentang kerjaan bi. kalau kamu seperti melarang aku ketemu dengan Sapta itu tandanya kita ga profesional dalam perkerjaan. atau kamu ga percaya aku ya? " ujar Zahra.


" Aku percaya hon, cuma aku takut kamu keinget masa lalu juga first kiss kamu dan takut kamu teletubbiesan lagi dengan dia di depan aku " lirih Ryan


Zahra menghela nafasnya ,ampun deh si bos dingin ini kalau udah cemburu " Kalau kamu takut,takut, dsn takutin aku begini begitu, kamu ga percaya namanya sama aku. "


Ryan menghela napasnya dalam-dalam.


" Oke kamu masuk "


" Gitu dong bi dari tadi. kan jadi makin sayang " Zahra memeluk Ryan.


" Ada 2 syarat tapi ya " ucap Ryan.


" Hmmfft segala ada syarat bi " keluh Zahra


Ryan mendekatkan telinganya ke Zahra lalu berbisik " Syarat pertama Hot kiss kedua kamu harus mengakui aku sebagai pacar kamu bukan boss kamu di depan Sapta. " ujar Ryan .


" Syarat pertama berat ya bi. "


"tentu tidak honey itu ssngat mudah, mau kita coba disini ? " tanya Ryan mengangkat alisnya keatas bawah.


Gantian Zahra berbisik di telinga Ryan " syarat pertama di kantor aja ya bi siang nanti setelah selesai meeting dengan team marketinng. "


" sebelum juga dong ,buat penyemangat "


" Hmmm cup cup cup , udah jangan protes " seloroh Zahra...


Ryan tersenyum senang melihat tingkah Zahra yang terlihat gemas di matanya itu.


" Siap Nyonya boss, " berjala sambil bergandeng tangan.


Mama Zen dan Malik tersenyum melihatnya.


" Mama happy Lik " ucapnya


" Iya Ma, aku juga " timpal Malik walau perih.


.


.


.


Sabar ya babang Malik, sesabar otor minta like dan koment juga hadiah dari para reder

__ADS_1


Maafkan jika Banyak Typo bertebaran ,🤗


__ADS_2