
Saat Mama Zen dann Malik masuk ke ruang rawat Ryan.
" Ryaaannn... Lo ya " Malik shock lihat Ryan dan Zahra tidur berpelukan.
" Ssstt berisik deh lo lik masih pagi, Ara masih tidur ini " ucap Ryan berbisik.
Zahra terlihat menggerakkan tubuhnya, terbangun lalu kaget melihat ada Mama Zen dan Malik.
" Ah maaf Ma, bang, ini tidak seperti yang mama fikirkan , aku dan Hubby ga ngelakuin apa-apa. eh Mas Ryan maksud saya " ucapan Zahra gugup disambut senyum oleh Mama Zen
Zahra terlihat seperti pasangan yang tertangkap basah.
Malik memicingkan matanya tajam.
" Apaan sih Lik, ini ga seperti yang lo lihat. gue ga apa-apain adek lo" tegas Ryan menekankan kalau Zahra memang hanya menganggap Malik abangnya.
" Ya memang sih kita udah berpacaran ya kan honey " Ryan mengangkat alisnya naik turun
" Aissshh maaf ma, Bang aku bisa jelaskan nanti. aku ke kamar mandi dulu ya " pamit Zahra buru-buru hingga ia lupa membawa handuk dan baju gantinya.
" Sayang benar apa yang kamu bilang?, " tanya mama heran.
" yes mam" sahut Ryan ceria.
tak lama suster masuk unntuk melepas infusan karena Ryan sudsh boleh pulang.
" ah anak mama hebat, segeralah datangkan cucu untuk mama " peluk Mama Zen.
" Ma kita baru jadian semalam ma, tidsk secepat itu " ucap Ryan
Tak lama terdengar suara dari kamar mandi.
" Bang, abang tolong ambilkan handuk dan baju ku bang " teriak Zahra
Dengan sigap Ryan yang sudah dilepas infusnya beranjak turun dari kasurnya.
" Sebentar aku ambilkan honey, aku tak akan biarkan laki-laki lain menyentuhmu " celoteh Ryan
Malik geli mendengarnya " Lebay tau ga"
" Ngga " sahut Ryan
Mama Zen senang akhirnya Ryan menbuka hati untuk wanita.
" Hon, buka pintunya ini baju dan handuk mu " Ryan mengetuk pintu . saat pintu terbuka Ryan ingin masuk.Dan pintu langsung di tutup kencang oleh Zahra dari dalam.
Hampir saja hidung mancung Ryan terkena pintu
" Hahaha " Malik tertawa terpingkal-pingkal
Zahra keluar dari kamar mandi, Lalu menghampiri Mama Zen dan menyium tangannya.
" Maaf ma tadi aku langsung mandi hehe " Ujar Zahra.
" Gak apa sayang, nanti kamu juga akan terbiasa bertemu mama setiap bangun tidur " balas Mama.
Pipi Zahra merona malu mendengarnya.
" Kamu udah jadi calon mantu mama nih ceritanya " Goda Mama Zen.
" Mah udah dong ,Ara malu mah kasian " bela Ryan.
Mama tertawa.
" Hmm mama setuju ma aku dengan Mas Ry? " tanya Zahra memastikan.
__ADS_1
" Of course sayangku ,mama happy tentang ini dan papa sudah pasti senang pastinya .ah mama kabarin papa dulu "
Mama Zen mengambil handphone di tas mahalnya itu.
" Ra mau sarapan apa? aku pesankan ya " ucap Ryan
" kayaknya ga sempat bi, aku makan di kantor aja,aku sarapan susu aja disini " sahut Zahra sambil meminum susu UHT yang ada di kulkas
tak lama..
" papaaaa.,kita akan segera mempunyai cucu " teriak mama Zen di telepon genggamnya.
" Uhuk uhuk " Zahra tersedak mendengarnya
" Ma barbar banget deh udah tua juga " cibir Ryan
Mama mengabaikan perkataaan Ryan lalu tetap menelpon suaminya.
.
" Gimana Ry, jadi ke negara P sekarang " goda Malik
Zahra menoleh ke arah Ryan meminta jawaban
" Eh hehe ga jadi " Ryan garuk-garuk kepala
" Katanya mau pergi pagi-pagi sebelum Ara bangun " goda Malik lagi sambil menahan tawa.
" kenapa ga jadi ? " Tanya Zahra menatap Malik tajam.
" Lik lo tega deh , gue baru jadian semalem loh ". lirih Ryan
" Aku beresin barang-barang aku dulu ya " Ucap Zahra meninggalkan obrolan Malik dengan Ryan.
" Resek lo " Malik ditimpuk bantal oleh Ryan
" Kalo gue libur, ara bisa temanin gue ga?" tanya Ryan
Malik menjawab cepat " No, jadwal meeting gue dan Ara hari ini Full dari jam 10 sampai jam 3. ucap Malik "
" jam 10 kita meet dengan team tentang project baru dan after lunch kita meet dengan SW group " lanjut Malik..
uhuk ,Ryan kaget
" SW group? siapa yang hadir ? " tanya Ryan
" ya seperti kemarin lo ketemuan mungkin " ucap Malik santai
" Bisa batal ga? "
tanya Ryan
" Ya ga bisa bambang, ini kan meet final keputusan kontrak kita "
Ryan bergegas meninggalkan Malik menuju ke toilet untuk mandi dan bersih-bersih , lalu bersiap dengan setelan kemeja dan celana bahannya.
" kesambet " ucap Malik
"kenapa sih dengan SW group " tanya Malik
" mantan Ara " jawab Ryan singkat sambil melirik Zahra yang sedang mengobrol dengan ?Mama Zen.
" seriusan ? yang mananya " tanya Malik.
" Sapta " ucap Ryan sebal.
__ADS_1
" Selera Ara emang canggih " Malik memanasi Ryan sambil tertawa.
" Rusuh lo ya " kesal Ryan sambil berjalan menghampiri Zahra.
" Honey,kamu ga usah masuk aja ya hari ini, biar urusan kerjaan hari ini aku dan Malik yang handle " ucap Ryan.
" Eh koq tumben ,biass kamu selalu membawa Ara Ry, " tanya Mama Zen
" Bi, jangan bilang cemburu deh sama Sapta " ucap Zahra.
Ryan memegang pundaknya lalu tertawa kecil.
" aku hanya ga mau kamu kecapean honey " ujar Ryan membela diri.
" Sebentar ya Ma dan bang aku bicara dengan Mas Ryan dulu " Izin Zahra
Zahra menarik tangan Ryan.
setelah agak menjauh dari Mama Zen dan Malik.
" Bi, aku suka kamu cemburu,tapi please ini tentang kerjaan bi. kalau kamu seperti melarang aku ketemu dengan Sapta itu tandanya kita ga profesional dalam perkerjaan. atau kamu ga percaya aku ya? " ujar Zahra.
" Aku percaya hon, cuma aku takut kamu keinget masa lalu juga first kiss kamu dan takut kamu teletubbiesan lagi dengan dia di depan aku " lirih Ryan
Zahra menghela nafasnya ,ampun deh si bos dingin ini kalau udah cemburu " Kalau kamu takut,takut, dsn takutin aku begini begitu, kamu ga percaya namanya sama aku. "
Ryan menghela napasnya dalam-dalam.
" Oke kamu masuk "
" Gitu dong bi dari tadi. kan jadi makin sayang " Zahra memeluk Ryan.
" Ada 2 syarat tapi ya " ucap Ryan.
" Hmmfft segala ada syarat bi " keluh Zahra
Ryan mendekatkan telinganya ke Zahra lalu berbisik " Syarat pertama Hot kiss kedua kamu harus mengakui aku sebagai pacar kamu bukan boss kamu di depan Sapta. " ujar Ryan .
" Syarat pertama berat ya bi. "
"tentu tidak honey itu ssngat mudah, mau kita coba disini ? " tanya Ryan mengangkat alisnya keatas bawah.
Gantian Zahra berbisik di telinga Ryan " syarat pertama di kantor aja ya bi siang nanti setelah selesai meeting dengan team marketinng. "
" sebelum juga dong ,buat penyemangat "
" Hmmm cup cup cup , udah jangan protes " seloroh Zahra...
Ryan tersenyum senang melihat tingkah Zahra yang terlihat gemas di matanya itu.
" Siap Nyonya boss, " berjala sambil bergandeng tangan.
Mama Zen dan Malik tersenyum melihatnya.
" Mama happy Lik " ucapnya
" Iya Ma, aku juga " timpal Malik walau perih.
.
.
.
Sabar ya babang Malik, sesabar otor minta like dan koment juga hadiah dari para reder
__ADS_1
Maafkan jika Banyak Typo bertebaran ,🤗