
Othor curhat bentar ya genkss..
Jujur aku adalah othor yang suka cek alias rajin baca Komentar-komentar, karena koment kalian adalah penyemangat buat aku nulis.
Walau ga aku balas satu-satu tapi aku selalu sempetin baca asli deh hehe.
sampai yang rajin banget koment aja aku hapal namanya 😁.
Tapi barusan baca koment ada yang bilang ga nyambung ini Novel. Sedih sih tapi gimana ya hehe namanya juga othor manusia biasa yang tak sempurnahh...
Yuk ah kita lnjut lagih ceritanya 💃
***
Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Ryan berjalan keluar dari ruangannya.
Sejak mempunyai krucil-krucil lucu Ryan tak pernah telat pulang dari kantor, bahkan selalu lebih awal.
Ia ingin bermain bersama anak-anaknya agar sang istri tidak merasa sendirian.
Ya walaupun ada mba pengasuh 3 orang tapi tetap saja Zahra adalah seorang ibu yang harus mengerjakan semuanya.
Ya Zahra punya pengasuh untuk masing-masing anaknya,bukan ingin lepas tangan mempekerjakan banyak-banyak pengasuh,selain kerepotan dengan bayi kembar 3 ,Zahra berfikir membuka lapangan pekerjaan untuk yang membutuhkan..
Ryan sampai dirumah ,trio N sudah mandi dan wangi menunggu di depan menyambut sang Daddy ditemani oleh Kakak Axel tersayang.
" Hai anak keren Daddy " Axel disapa oleh sang Daddy.
" Hai Dad, sini tas nya, Mommy sedang dibelakang Dad mengambil cemilan " Ujar Axel.
" Iya biar gak apa-apa nak. " sahut Ryan.
Ryan kemudian menyambangi trio N yang ditaruh di Stroller.
" hallo bayi-bayi gemash nya Daddy ,nungguin Daddy ya " ujar Ryan menyapa Trio N.
Baby Nathan kalem dan tenang
Baby Naufal uget-uget
Baby Nala matanya melek tapi mau merem-merem gitu.
Rya tersenyum melihat tingkah ketiga bayinya itu.
__ADS_1
" Daddy bersih-bersih dulu ya sayang nanti Daddy gendong.
Xel jaga para krucil ya , Daddy ke kamar dulu " Ujar Ryan
" Siap dad percayakan pada Axel " ujar Axel tanpa beban.
Ryan tersenyum,tak menyangka Axel sangat antusias dan menyanyangi adik-adik sambungnya itu.
Rya berjalan menuju kamar,sampai dikamar dilihat nya sang istri sudah mandi dan memakai dress pendek selutut.
Ryan memeluknya dari belakang " Duh wangi amat sih Mommy, Mau kemana sih " Ryan mencium rambut lalu ke telinga dan turun ke pundak.
" Mau sambut Daddy dong " ujar Zahra tersenyum lalu berbalik badannya.
" Yank masa Malik tadi jahat banget , ngeledekin aku yang lagi puasa, trus dia enak-enakan main di kantor " Ryan manja ke Zahra menceritakan Malik yang membuatnya kesal.
" ckk malu dad udah punya anak empat kelakuannya bgtu " ujar Zahra
Ryan Mendes sah kesal " Abisnya dia bikin aku ngiri aja yank " Ujar Ryan lagi.
" Harusnya dia yang ngiri sama kamu ,kamu udah punya anak empat loh, bibit premium dari sini nih Uda cetak tiga anak genteng sama 1 anak cantik " Zahra berucap sambil memegang kuda nya Ryan lalu dielusnya lembut diluar celananya itu.
" sshh Yank, kamu mah bangkitin si kuda ga berponi ini deh " Malik berdes sah.
Ryan melepaskan pelukannya lalu bergegas ke kamar mandi. ia tak ingin kudanya bangkit lebih besar lagi, karena akan membuatnya pusing sendiri.
Saat dikamar mandi Zahra malah mengikuti sang suami. " Kamu mau ngapain Yank, nanti aku kepengen hmnppthh " mulut Ryan yang berisik dari tadi langsung disambar oleh Zahra. dilumm mat habis dan semakin panas.
Tangan Ryan sudah bergerilya kemana2.
Bibirnya sudah menciumi leher dan dada sang istri. dan saat tangannya menyentuh bagian bawah ,Ryan lesu.
" akh kamu kan yank bikin nanggung " kesal Ryan. lalu menjauh ke Zahra .
" Jangan berisik,sini aku keluarin " bisik Zahra sensual ditelinga Ryan lalu membuka dress nya hingga tersisa pakaian dalam nya saja.
" Tapi kan.. " belum selesai Ryan berbicara langsung di dudukan di pinggir bathtub oleh Zahra sambil melum mat bibir Ryan.
Ryan membalas karena dia sudah menahan hinbga 3 Minggu lamanya aktivitas ini.
Zahra mulai memainkan kuda Ryan lembut di usap, dianaikan turun sesekali dijilat seperti es krim.
" Sssshh yank " Ryan berdes sah merasakan sensasi itu lagi. jari jemari Zahra bermain sangat lincah dan kuda Ryan mulai diarahkan ke mulut Zahra .
__ADS_1
Tangan Ryan sudah mengoreksi tubuh Zahra yang masih padat karena habis melahirkan itu.
Zahra memainkan tangan dan mulutnya dengan ritme agak cepat karena Ryan sudaha mengerang, hingga erangan agak lama itu pun keluar " arrggh Yank... akhirnya eunggh " Keluar juga cairan yang harusnya masuk ke tubuh Zahra itu .
" terima kasih Yank " Ryan mengecup Zahra . Zahra lalu membersihkan tangan dan mulutnya yang menjadi lengket itu .
" Sama-sama Daddy-ky sayang , jangan ngiri lagi ya " Ujar Zahra sambil membersihkan tangannya.
" Aku udah mau dari kemarin-kemarin cuma takut kamu kecapean " ujar Ryan lagi.
" sayang banget apa sama aku,aku gendut loh sekarang " ucap Zahra.
" banget yank, Gak apa-apa Ndut kan aku yang kompa " Ryan meremas bokong Zahra.
" awh Iseng nih Daddy udah sana bersih-bersih ,kita main sama anak-anak di taman " ajak Zahra
" Siap nyonya ku "
***
Zahra Kini berada di taman belakang rumahnya bersama ke empat anaknya itu.
Oma Dan Opa pun ikut bergabung disusul Ryan yang terakhir datang karena habis mandi.
Ryan terlihat segar, dan digoda oleh sang papa.
" seger banget Ry, " Goda Papa.
" iya Doong abis dapet " celetuk Ryan
" aku ga mau kasih lagi ya Kalau kamu suka ngomong sembarangan " Cubit Zahra ke Ryan .
" awwhh iya yank sakit ,ampun " Mama cekikikan sedang Axel bingung.
" Mommy koq sering cubit Daddy sih " tanya Axel bingung
" karena Daddy nakal ,kamu jangan ikutan Daddy ya kalau udah besar, bahaya " ucap Zahra.
Ryan cemberut beda dengan Oma dan Opa yang tersenyum melihat tingkah laku anak rusuhnya itu.
***
Jangan lupa like, komen dan vote ya. reder kesayangan othor 😘
__ADS_1