
1 jam lalu
.
.
Ryan keluar dari restoran lalu menuju mobil yang sudah terparkir didepan nya yang dikemudikan oleh Joe.
Ryan hari ini ingin duduk di samping Joe, " sepertinya ia butuh teman cerita ".Bathin Joe.
" Joe, kamu pernah jatuh cinta ? "
" Uhuk uhuk " Joe sedang tidak minum tapi tersedak mendengar pertanyaan Tuannya.aq
" Hmm mohon maaf saya tidak pernah jatuh cinta tuan, tapi saya pernah suka dengan seseorang dimasa lalu saya.entah itu namanya cinta atau bukan.
Karena saya tidak tau namanya, juga rumahnya ,saya hanya pernah sekali bertemu dengannya saat menolong ayahnya Kecelakaan.
Gadis itu imut,manis ,sopan dan juga sangat sayang keluarga " Joe jadi melamun berkhayal tentang gadisnya.
" Ckk aku yang sedang ingin bercerita kenapa jadi Joe yang curhat " kesal Ryan
" Sepertinya sih Tuan kalau saya rasa - rasa hmmn gadis yang saya sukai kenapa jadi mirip Nona Zahra ya ,ah iya benar, koq semakin saya ingat semakin mirip ya.ah iya iya benar apa jangan - jangan itu Nona Zahra ya " curhat Joe lagi sambil menerawang pandangannya.
Ryan mengeram kesal dengan celotehan Joe yang semakin membuat hatinya galau.
" RRRGGGGHHH JOEEEEE KAU MAU AKU KIRIM KE PLANET MANA HAHHH , berani-beraninya kau membayangkan Ara ku RRGGGHHH " teriak Ryan di dekat telinga Joe.
" Astaga Tuan ,bukan maksud saya seperti itu,tapi tapi.. " belum selesai Joe menjelaskan ,dia sudah disingkirkan keluar mobil oleh Ryan.
Ryan membuka kaca mobil " Kau duduk di samping biar aku yang mengemudi " ucapnya pada Joe.
" Iy .. iya tuan " jawab Joe takut.
Joe masuk ke mobil lagi .Lalu Ryan melajukan mobilnya.
Ryan mengambil jalan ke arah Mansion tapi saat dijalan tiba-tiba ada kucing ditengah jalan untuk menghindari menabrak kucing,lp p lalu Ryan membanting stirnya ke kiri jalan dan Joe berteriak " Tuaaaaaannnn "
tak lama mobil berhenti dan brugghh jedakk... aarkkhh, Mobil Ryan pun menabrak sebuah pohon besar.
Kepala Ryan terbentur stir kemudi dan pingsan.
Orang ramai datang lalu menolong mereka
.
.
.pppppppp
Di rumah sakit,
Mobil yang di naikin Zahra pun sampai di loby RS X.
Zahra langsung berlari ke IGD tapi tak menemukan Ryan.
Saat Zahra ingin ke bagian informasi menanyakan pasien kecelakaan atas nama Ryan ,Zahra melihat Joe dengan perban ditangannya.
" Hosh ,, hosh ,, hosh,, " Zahra berhenti di depan Joy lalu mengatur nafasnya.
" Mana Tuan Ryan joe, " tanya Zahra
" Eh itu anu Nona, Tuan Ryan sudah di ruang perawatan VIP sana." Joe menjawab Zahra sambil memandang lekat.
" Apakah gadis kecil itu Nona Zahra ya, terlihat sama sih " bathin Joe.
Zahra tanpa bertanya lagi langsung menuju kamar VIP yang ditunjuk oleh Joe.
__ADS_1
Zahra membuka pintu perlahan,terlihat Malik disana.
" Loh abang kapan sampai dari negara M ? " tanya Zahra.
" Belum lama Ra, ke beneran abang memang mau menuju kantor. dikabarin sama Joe, abang jadi kesini langsung lihat Bocah Tua Nakal itu " oceh Malik
" Ngobrol diluar yuk bang, koq bisa Mas Ryan begini bang, Joe bawa mobil ga hati-hati apa bagaimana " tanya Zahra khawwa.
" Dia bawa mobil sendiri sih infonya Joe " sahut Malik.
" Hmm begitu. tumben banget lagian nyetir mobil sendiri " sahut Zahra .
Saat Zahra Dan Malik ingin keluar dan membiarkan Ryan istrahat.
Ryan terbangun melihat Zahra lalu memanggil " Ra, Ara.. "
Zahra buru-buru menghampiri Ryan.
" Iya mas aku disini ada apa? ads yang sakit? dimana yang sakit ?" tanya Zahra perhatian
" Uluh uluh tayangg perhatian banget sih.. nanti dia makin klepek-klepek loh ahahaha " ledek Malik
" Tega lo lik, gue lagi sakit begini juga. " gerutu Ryan
" Sakit lo bikin sendiri, ya rasain " cibir Malik
Zahra pusing mendengar perdebatan mereka berdua seperti guguk dan meong.
" Hmm abang udah dulu bang debat nya, kasian kan lagi begini " bela zahra
" Iya nih Ra, Malik rese " manja Ryan
" Nanti aja maksudnya bang kalau udahan sembuh hihi " Zahra malah ikutan meledek bukan membela Ryan
" Hmm kamu sama nya berati,udah sana-sana ngapain pada kesini kalau cuma ngeledek aja " usir Ryan.
" Yaudah ayo Ra kita diusir " ajak Malik
" Iya iya maaf Mas hehe. apa yang sakit Mas? " tanya Zahra lembut.
" Kepala ku " ucap Ryan.
" Ya udah direbahin dulu aja ya. Mas Ryan belum makan ya? " tanya Zahra
" koq tau Ra aku belum makan ? " tanya Ryan
" jeng jeng jeng yeayy Ara benar seratus juta rupiah lalala yeyeye lalala yeyeye " Malik dengan lincahnya goyang ke kanan dan ke kiri Membuat Zahra dan Joe terkekeh.
" Ish si abang bikin Mas Ryan kesel deh itu hahahha " Zahra tak kuat menahan tawa
" Eh hehehe maaf mas Refleks " ucap Zahra lalu melihat ke arah Ryan lagi dan melihat sekeliling tidak ada makanan.
" Aku beli makanan dulu ya Mas sebentar " ucap Zahra.
." Eh udah udah ,ga usah abang aja yang beli " ujar Malik.
" Kamu nitip sekalian ga Ra? " tanya Malik.
" Boleh deh bang aku juga belum makan, bang tolong sekalian beliin jus ya hehe " pinta Zahra
" Okeh " Sahut Malik.
Zahra menoleh lagi ke arah Ryan " kepalanya kena stir mobil Atau kaca samping mas ? " tanya Zahra.
" Stir Mobil " sakit Ryan singkat, tetiba dia ingat kejadia tadi saat Zahramemeluk Sapta.lalu tiba-tiba mukanya berubah jadi masam.
" Eh koq jadi jelek mas mukanya kenapa " tanya Zahra
__ADS_1
Ryan diam sebentar " Aku ga suka kamu peluk laki-laki lain " ucap Ryan.
Zahra kaget dan " Eh kan itu sahabatku mas ,aku udah lama ga ketemu " ucap Zahra.
" Lagian mas seperti pacar ku aja ngelarang-larang gitu , dan trus kalau ga boleh peluk Sapta. boleh nya peluk siapa ? " Tanya Zahra menatap Ryan
" Ga tau " jawab Ryan sambil memunggungi Zahra.
" Anak Mama merajukkk " tiba-tiba mama datang tanpa mengetuk pintu.
rupanya Mama Zen, Papa Rendra dan Malik mendengar obrolan Ryan Dan Zahra.
" Apa kabar nyonya besar dan Tuan Besar " Zahra menyapa lalu tangannya meraih kedua orang itu untuk Salim
" Koq bisa gini sih sayang " Mama Zen bertanya ke Ryan sambil mengusap rambutnya .
" Musibah aja Ma ," Jawab Ryan singkat.
" Mama kira karena Zahra " ucap mama.
" Hmm salah satunya " ucap Ryan lagi.
" Kenapa? kamu cemburu? " tanya Mama Zen
Ryan gelagapan dan mengalihkan pembicaraan " Mana lik makanan ku " tanya Ryan
" nih " ucap Malik sambil memeberikan kotak berisi makanan .
" hmmm Rupanya anak ini tak mau mengaku,baiklah akan mama tunjukan keahlian mana ini " bathin mama Zen.
" Oh ya sudah kalau bukan karena cemburu. Hmm Ra, usia mu berapa nak sekarang ? " tanya mama Zen ke Zahra.
" 23 tahun nyonya " sahut Zahra
Mam zen manggut-manggut lalu berkata " Seharusnya kau sudah cukup umur untuk menikah nak, mama kenalin dengan anak teman mama mau ya,dia tampan,mapan,dan sepertinya ia suka kepada mu ,saat di beberapa pertemuan dia melihat mu dan langsung tertarik.? " Ucap mama Zen sambil mengedipkan matanya ke arah Zahra
Sepertinya Zahra paham kode tersebut.
Zahra berjalan mendekati Ryan dan menawarkan menyuapinya.
" Sambil makan ya mas biar bisa minum obatnya "
" Hmm " jawab Ryan
Ryan pun makan disuapi oleh Zahra.
Mama melihat ketulusan dan kasih sayang Zahra ke Ryan, tapi si anak bodohnya itu tak pernah menungkapkan ke Zahra.
" Bodoh, bodoh, bodoh tinggal bilang suka apa susahnya sih " kesal Mama Zen melihat tingkah Ryan ke Zahra ,
sudah seperti suami istri tapi koq malah enggan mengakuinya. Bathin mama Zen kesal.
Ryan memanggil Zahra :
" Ra, "
" iya Mas "
" Kamu udahan reuninya ?"
" Iya mas udah, saat ditelepon Joe tadi, aku langsung pamit sama anak-anak "
" Makasih ya Ra " ucap Ryan lagi sambil tersenyum tanpa sadar Ryan memegang punggung tangan Zahra.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukungannya like dan komen ya reder sayangv😍