Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Sejauh mungkin


__ADS_3

Malam itu setelah dari rumah Ryan, Zahra melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya di Kota B.


Zahra sengaja datang malam agar Bunda dan Ayah nya tak banyak bertanya dan Zahra bisa langsung istirahat dan memikirkan kata-kata apa yang harus ia mulai untuk membicarakan ke orang tuanya.


Setelah sampai di rumah yang menyambut adalah Zain adiknya.


" Lelah ya teh, langsung istirahat aja teh biar Zain yang bawa tas teteh " ujar adiknya.


" Tumben manis banget adik teteh satu ini " Zahra mengacak rambut adiknya.


" Teteh udah makan belum?mau Zain belikan apa? " tanya nya.


"Temenin teteh keluar aja yuk. teteh mau jalan-jalan liat suasana malam. ajak temen kamu dek yang bisa nyetir mobil teteh lagi malas. " ujar Zahra


" Zain kan udah bisa nyetir teh ,nih juga udah punya SIM A. " bangganya.


" Oh ya? koq teteh ga tau sih. " kaget Zahra


" Teteh kerja terus sih jadi kalau aku cerita suka ga ngeh " jawab Zain


" Ah masa sih,kapan kamu cerita ga mungkin banget teteh ga denger " Zahra merasa tak terima jika dibilang mengabaikan adiknya yang sedang bicara.


" Iyaa.. aku lupa kapan udah lah teh kita jalan yuk teteh mau kemana aku temenin " ajak Zain


" Muter-muter aja dek sampai ketemu tempat yang enak. Ziva udah tidur belum dek? kalau belum ajak aja " ujar Zahra.


Tak lama Ziva keluar dan memeluk kakaknya .


" pakai jaket kita keluar dek " Ajak Zahra.


Akhirnya mereka keliling kota B di malam hari menikmati suasa malam.


Mereka akhirnya menuju Caffe tempat teman zain bekerja paruh waktu karena mereka masih kuliah.


Zahra masuk, lalu tak sengaja bertemu dengan Bobby dan Andre.


" Loh Ra,kamu disini koq ga bilang biar kita kumpul " ujar Boby " Ah iya lagi kangen aja pengen kesini " jawab Zahra berusaha tetap ceria.


" Coba ndre telepon Amel sama Mona dia bisa kesini ga mumpung ada Zahra " ujar Boby lagi.


Andre pun langsung menghubungi 2 teman lainnya via grup chat.


" Btw Mana calon Suami tampan Lo Ra? " tanya Andre


Zahra kaget lalu berusaha menetralkan dirinya " hmm biasa lagi banyak kerjaan ndre,diluar kota "


" Lah kan Lo sekertaris nya ,kenapa ga ikut pergi " tanya Bobby


" Gue kan mau resign ,gue mau fokus buka butik jadi gue resign aja hehe " Jawab Zahra cengengesan.


" Biar Teh Ara fokus ke projects barunya Bang, makanya resign dia " Zain menambahkan


" Kalo resign kan jadi bisa sering pulang ke rumah " sahut Ziva.


" Eh ada Ziva Adek Abang manis, " goda Andre


" Hmmm jangan ganjen" Ziva menyahuti malas.


- Yang mau nyumbang lagu silahkan ya boleh banget nih temenin kami disini -


Pemain band di cafe itu memberi kode jika ada yang ingin bernyanyi.


Tak lama mereka menyanyikan lagu Hanya rindunya Andmesh


🎵


Kuingin saat ini, engkau ada di sini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini Hanya Rindu


🎵

__ADS_1


" Melow banget sih nih lagunya " Seloroh Zahra.


" Tapi aku suka teh lagu ini " ujar Ziva.


" ke atas yuk Bob,Ra . udah lama nih ga nyumbang " ajak Andre


" sana teh, biar hilang penatnya seharian tadi di mobil " Ucap Zain


Zahra dengan malas akhirnga mengikut andre dan Bobby.


" boleh pinjem sebentar ya,ga kita rusakin koq bos, " canda andre ke para pemain band di cafe itu dan disambut tawa oleh mereka


" Lagu apa Ra " tanya Bobby yang pegang Basa


" Ungu ya - sejauh Mungkin " ucap Zahra


Andre dan Bobby melongo dibuatnya ,tumben banget demen lagu melow ni anak. bathin Bobby


Zain dan Ziva menatap makanya dari meja ujung berkaca-kaca seolah mengerti hati kakaknya yang sedang ditata ini.


" Selamat malam semuanya mohon maaf ya kalau suara saya agak rada-rada Sember " cengir Zahra


" boleh ikutan nyanyi bagi yang sedang mendengarkan dan yang sedang baca Novelnya Zeezaa ya 🤭" lanjut Zahra lagi


🎵


Lelah hati yang tak kau lihat


Andai saja dapat kau rasakan


Letihnya jiwaku kar'na sifatmu


Kini tiada lagi kudapatkan


Teduhnya jiwa


Baiknya ku pergi


Tinggalkan dirimu ... sejauh mungkin


Untuk melupakan


Oh-oh


Kini tiada lagi kudapatkan


Teduhnya jiwa


Baiknya ku pergi


Tinggalkan dirimu sejauh mungkin


Untuk melupakan


Dirimu yang s'lalu tak pedulikanku


Yang mencintaimu


Yang menyayangimu


Bila saat nanti aku jauh


Kuharap kau mengerti


Kuharap kau sadari


Baiknya ku pergi


Tinggalkan dirimu sejauh mungkin


Untuk melupakan


Dirimu yang s'lalu tak pedulikanku


Yang mencintaimu, oh


Yang menyayangimu, ho-wo-oh

__ADS_1


Oh-oh


🎵


" Terima kasih " ucap Zahra


Lagi


Lagi


Lagi


Lagi


Terdengar suara pengunjung cafe meminta Zahra menyanyi lagi.


" Satu aja ya temen-temen saya takut ada produser lewat trus ngontrak saya hihi " Zahra terkekeh sendiri sambil berucap.


" YEEAAAYYY teteh kereeeennnn " Ziva bertepuk tangan menyambut tetehnya di meja.


" Galau Ra? " hahahaha Andre tertawa


" Ga ngerti gue rasanya galau , eh Mona sama Amel mana " tanya Zahra mengalihkan pertanyaan Andre.


" Ga bisa Dateng katanya .tapi kalau Sapta tau deh dia lagi dikota ini sih katanya." ujar Bobby


" Kita abis ini juga mau pulang Bob, ya kan Zain. " Zahra berusaha menghindar dari Sapta.


Tapi 5 menit kemudian Sapta datang menggandeng wanita yang sama dibawa ke rumah Zahra waktu lamaran.


Wanita itu bergelayut manja di lengan Sapta.


" Hai Ra, apa kabar " tanya Sapta.


" Baik " jawab Zahra tersenyum .


" Belum pesan makanan? " tanya Sapta mengarah ke Zahra karena di tempat Zahra hanya ada minum saja.


" Ga laper hehe " Jawab Zahra


" Biasa suka ngemil malem Ra " ujar Sapta


" Lagi ga pengeh Ta,abis ini kita juga mau pulang " Diangguki Zain dan Ziva.


" Lo masih ma disini kan Ta? gue sama bobby lagi suntuk " ujar Andre


" Ngga, urusan gue sama Sinta belum selesai, ya kan sayang " Sapta mencolek dagu Sinta wanita yang dibawanya.


Zahra membelalakkan matanya melihat tingkah Sapta.


" Ah yaudah kita pulang duluan ya " Zahra memanggil waiters untuk meminta bill tapi tangannya diturunkan Bobby,


" biar sama gue aja sekalian Ra, " Ujar Bobby


" Ga usah bob, masukin bill gue aja " ujar Sapta


" hmm. tau gitu aku tambah " Ziva menyahut


" Mau Ziv? mau pesen apa biar Abang yang bayarin " celoteh Bobby


" Hmm ga jadi ah kalo sama bang Bobby mah pamrih soalnya " cibir Ziva


" hahah Bill Abang koq ,kamu pesan lagi sana " Sapta tertawa lihat tingkah Adek wanita kesayangan nya.


" boleh ya teh? " tanya Ziva diangguki oleh Zahra.


" Ra, apa kabarnya Ryan ? tanya Sapta


Dan tiba-tiba Zahra menangis ditanya Sapta karena sebenarnya dia sudah tidak kuat menahannya sejak tadi dari mansion Mama Zen.


.


.


.


otor juga jadi sedih pen nangis yang view banyak yang like sana komen baru dikit hikss. semoga semakin banyak reder baik hati yang like dan komen disertai vote juga hadiah

__ADS_1


Maafkan othor yang serakah ini 😂


__ADS_2