Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
36. Sasi Kenapa Nangis ?


__ADS_3

Yang mau sholat Jumat jangan baca dulu .


...


" Kita harus tidur , besok kita banyak kerjaan sayang , tidur yuk " Ujar Nala yang merekatkan tubuhnya kembali Ke Gerald.


" Iya, Yank, aku mau tanya , misal setelah nikah kamu gak jadi model lagi gimana ? " Tanya Gerald.


Nala tidak menjawabnya , dan Gerald masih menunggu jawaban dari Nala.


Gerald harap-harap cemas karena ia sudah melihat sosial media milik Nak dan Nala kerap berpakaian sexyh sekali jika sedang menekuni pekerjaannya.


" Yank.. " panggil Gerald sekali lagi dan ternyata Nala malah tertidur.


" Ditanyain malah tidur dia. Semoga besok aku bisa dapatkan jawabannya" Gerald pun memejamkan matanya dan menunggu esok pagi tiba untuk mengetahui jawaban Nala.


...


Pagi Hari Nala terbangun dan membuka mata dahulu. Ia tersenyum melihat Gerald memeluknya dengan posesif.


Nala menciumi wajah Gerald.


" Yank, lepas dulu mau bangun " Ucap Nala dengan manjanya.


" Hmm iya sebentar lagi,cium pipi aku dulu sayang " sahut Gerald sambil tetap memejamkan matanya.


" Ok " Nala Menyambut antusias. Ia naik ke atas tubuh tepatnya di perut Gerald dan mencium pipi kiri,pipi kanan ,kening, hidung, dan berakhir di bibir.


" Aku turun ya sayang " ujar Nala membisikan di telinga Gerald kemudian turun ke leher. Gerald kegelian tapi tetap menutup matanya.


Nala perlahan turun tapi bukan turun ke lantai malah turun dari perut dan mengepaskan lubang inti nya ke tongkat Gerald.


Nala bergerak-gerak slow motion sambil cekikikan tak bersuara.


" Ssshh " Malah Gerald yang mengeluarkan suara seraknya .


Nala terus bergerak dan Gerald pun membuka matanya . " Eunggh kamu iseng banget sih sayang. " Gerald menggoyangkan pinggul Nala dengan tangannya.


Mereka masih memakai segitiga tipis jadi sangat terasa sekali hantamannya.


Nala menurunkan kacamata tiga dimensinya dan kini pepaya itu berguncang tak beraturan.


Nala mengambil bantal dan menunpuk di banyak yang dipakai Gerald, menjadika Gerald posisi setengah duduk agar bisa melahap pepayanya.


" Hmmpp Hmmmpp " disesap pepaya Nala dan Nala semakin dahsyat maju ke atas bawah sehingga keduanya mengeluarkan yang seharusnya bisa menjadi cebong-cebong kalau kata Kak Axel.


" plup " Gerald melepaskan pepaya Nala.


" Akhhhh Nala "


" Akh Geraldddd."


Keduanya terbaring lemas.


" Kenyang ini sih aku pagi-pagi makan pepaya " Gerald tersenyum sambil mencium Nala.


" Terima kasih calon istriku yang belum jawab


pertanyaan aku semalam " Ujar Gerald membuat Nala mengerutkan dahinya.


" Pertanyaan apa? "


" Kalau udah nikah kamu gimana ? masih mau jadi model ? " Tanya Gerald.


" Iya " Jawab Nala santai dan Gerald pun menghela nafasnya kasar. Wanita yang lebih dari segalanya dari kita memang kadang susah diatur. Pikir Gerald.


" Walau aku larang ? " Tanya Gerald lagi.


" Kamu ga akan larang yank "


" Aku larang " Sanggah Gerald .


" Ga akan ,Nala memakai baju tidurnya dan menuju kamar mandi kemudian berbalik dan terlihat wajah kecewa Gerald..

__ADS_1


Nala mendekati Gerald lagi dan duduk di pangkuannya.


" Kamu gak akan larang sayangku, karena aku jadi model di ranjang kita " Nala tersenyum menggoda sambil mencolek ujung dagu Gerald.


Gerald tersenyum senang.


" akh sayang kamu pinter banget godain aku " Gerald mengusel-ngusel pipi Nala.


***


Dikamar Dokter Nath dan Anya, Pagi itu mereka bangun bersamaan. Morning Kiss mendarat di bibir Anya.


" Morning sayang nya Mas " Ujar Nathan yang senang karena Anya tidur tanpa melepaskan pelukannya.


" Morning Suami " Balas Anya.


" Apa sayang, coba mas denger sekali lagi. " Nathan senang dipanggil seperti itu.


" Morning Suami " Anya senyum-senyum mengulangnya.


" Pagi-pagi udah gemesin deh " Nathan mengusel-ngusel ceruk leher Anya.


" Mas bangun dulu ,Anya harus lihat Belle semalam kita ga tidur bareng dia , Anya mau lihat Belle nangis apa ngga "


" Sayang, tapi tongkat ajaib Mas juga bangun loh ini " Anya yang tau tugas istri adalah melayani suami dan anaknya akhirnya mengalah dan tersenyum.


" Duh Manjanya ngalahin Belle ini sih " Anya mencari si tongkat ajaib yang katanya udah On.


" Sayang aku cuma bercanda, ternyata kamu yang pengen ya " Goda Nathan .


" Issh Mas " Anya menutup matanya dengan tangan dan Nathan pun terkekeh.


Anya yang kini terlentang tidurnya digeser oleh Nathan agar menghadap wajahnya .


" Sayang, " Panggil Nathan sambil memegang pipi Anya.


" Iya Mas, " Jawab Anya yang sedang menatap suaminya lekat-lekat.


" Kamu mau tinggal disini apa dimana? . Atau kamu suka apartemen atau rumahan ? tanya Nathan serius.


" Ya ampun sayang, kita beli satu truk itu garam. masa minta sama tetangga " Nathan tak habis pikir mendengarnya.


Anya hanya cengar Cengir mendengar tanggapan Nathan.


" Ya udah kita tinggal di rumah ya aku udah beli rumah dekat mansion koq jadi kalau kamu mau ketemu Nala ga terlalu jauh. " Jelas Nathan sambil senyum.


" Terima kasih Mas " Anya mencium pipi Nathan.


" Ini ngga gratis ya sayang " Nathan menyeringai.


" Aku nyicil gitu ? " Anya kaget dan Nathan mengangguk.


" Nyicil setiap hari tiga ronde " Nathan langsung mengangkat sang istri ke kamar mandi dan menurunkan di Bathub.


" Ayok mandi ,katanya mau lihat Belle. Mas juga mau lihat anak kita " Sahut Nathan dan berhasil membuat Anya semakin cinta, suaminya itu mau mengakui Belle sebagai anaknya.


" Kamu diam-diam aja, mas yang mandikan " Ucap Nathan sambil menyabuni punggung Anya .


Anya sebenarnya menahan geli karena Nathan sesekali meremass bukitnya.


" Sayang " Panggil Nathan.


" Iya Mas "


" Hadap sini coba depannya kan belum "


Anya menurut saja apa kata suaminya.


Nathan menyabuni depannya sambil mendekat ke arah inti Anya.


Setelah menyabuni depan Nathan dan Anya menuju ke shower dan membersihkan sabun-sabun hingga tiada busa sabun tersisa.


" Sayang " Nathan mulai menciumi tengkuk leher Anya dan meremass bokong Anya. " Mas ssshh jangan gitu " mulut menolak tapi hati menerima dan berharap lebih.

__ADS_1


" Dalamnya udah basah nih, Sayangnya Mas coba nunduk sebentar " Anya menurut dan Nathan memasuka tongkatnya walau agak susah karena belum terbiasa .Dimaju mundurkan agar pelumas keluar dan biar lebih mudah lagi.


Kemudian Anya meluruskan badannya kembali dibantu Nathan dan menghadapkan Anya ke tembok seperti gaya cicak .


" Coba posisi ini ya , Katanya Enak " bisik Nathan dan Anya mengangguk . Jari Nathan ada di sawah Nala dan pinggul Nathan mulai maju mundur ganteng.


Tidak butuh waktu lama mereka pun mengerang bersama dan penyatuan pertama di kamar mandi pun terlaksana sudah.


" Mas ,Anya lemes deh " Anya menyandarkan punggungnya . Anya dibawa Nathan ke bathub lagi dan dikeramasi dimandikan hingga bersih. bahkan di pakaikan baju juga.


Anya tersenyum mendapat perlakuan istimewa dari Nathan.


" Mas udah aku bisa sendiri " saat Nathan ingin mengeringkan rambutnya.


" Udah gak apa-apa sayang kamu kan lelah " Jawab Nathan sambil tersenyum .


" Gak apa-apa mas,udah aku aja sini . Harusnya aku yang melayani Mas Nath " Ujar Anya.


" Itu tentu sayangnya Mas, makanya mas yang keringin rambut kamu biar gak lelah. Kan kamu baru nyicil satu ronde hari ini "


Anya membulatkan matanya dan memukul paha suaminya." Ishh mas meshum.."


" Tapi suka kan " Goda Nathan lagi.


Anya diam saja..


" Kalau diam tandanya iya " pria yang seharusnya Cool itu tiba-tiba menjadi bar-bar.


" Mas, misal Anya lagi datang bulan atau misal Belle lagi rewel atau kita lagi diluar rumah gimna?? "


" Kalau kamu lagi datang bulan, mas suruh pergi bulannya "


Plak


" Sembarang kalau ngomong. Aku serius tanya " Anya gemas melihat kelakuan bar-bar suaminya.


" Kalau lagi datang bulan kan bisa pakai cara lain, kalau Belle lagi rewel ya berati hutang kamu numpuk. dan kalau kita lagi diluar rumah tinggal cari hotel aja buat disalurkan "


Anya geleng-geleng kepala..ada saja jawaban suaminya itu.


...


Dikamar Fal pagi Hari setelah kehebohan Sasi perihal bengkak, Sasi pun akhirnya mendapat pemahaman kenapa bisa bengkak. Ia pun mengerti.


Dan Saat terbangun, Sasi merasa berat ternyata Fal memeluknya erat.


Tidak lama ponsel Sasi berdering dan ternyata Bibik menghubunginya mengabarkan kalau Ambunya sakit.


Sasi membangunkan Fal.


" A , A Fal bangun " Sasi terisak .


Fal kaget dan malah melihat ke arah tubuhnya ,ia kira Sasi menangis karena sudah ia gagahi.


Fal sedikit lega tapi bingung kenapa Sasi menangis.


" Sayang kenapa ? " Tanya Fal.


" A, Hiks Sasi mau pulang "


" Hah kenapa ? " Fal kaget .


" Ambu A, hiks Ambu sakit " Sasi terisak di pelukan Fal .


" Oke kita berangkat sekarang kamu mandi lalu siap-siap ya " Fal mengusap punggung Sasi.


Sasi mengangguk dan segera keluar dari kamar Fal sambil terisak berbarengan dengan pasangan pengantin baru yang keluar dari kamarnya.


" Sasi kenapa Nangis " Tanya Anya yang bingung , sudah keluar dari kamar Fal, lalu menangis , bajunya pun kusut.


Anya langsung berfikir macam-macam melihat penampilan Sasi.


***

__ADS_1


Panjang ya bab othor sekarang.


Jangan lupa ritualnya ya bestie 😘


__ADS_2