
" Ra Lo kenapa Ra, cerita sama kita-kita Ra " Ujar Boby
" Teteh lo kenapa Zain ? " Tanya Andre
Sapta hanya diam menatap sendu Zahra.
Saat dulu sekolah masa - masa susahnya Zahra tak pernah sekalipun menangis, tapi kenapa sekarang dia menangis.
Apa Aranya tak bahagia?
Apa Aranya sedang memendam sesuatu?.
aarrgghh
Kepala Sapta dipenuhi banyak pertanyaan
" Pulang yuk Zain,Ziva jangan ada yang cerita apapun ke bunda atau ayah tentang teteh malam ini " pinta Zahra
" Iya teh " Jawab Zain dan Ziva berbarengan
Mereka melangkah pulang keluar Cafe sambil memandangi Zahra yang terlihat tak baik-baik saja.
" Jaga teteh lo Zain , kalau ada apa-apa kabarin Abang-abang mu ini ya " ujar Sapta.
" iya bang " Zain melangkah di belakang Zahra dan Ziva
Di perjalanan Zahra tertidur di bangku belakang dan terbangun saatvsudsh sampai dirumah.
" Teh mau tidur sama Ziva apa dimana? " tanya Ziva yang memandang sendu tetehnya.
" Dikamar teteh aja neng " ujar Zahra.
Mereka pun tidur tanpa membahas apa-apa lagi.
Keesokan paginya Bunda dan ayah menyapa Zahra tanpa bertanya apapun.
" Bunda, ga tanya bund kenapa aku pulang " Zahra memulai obrolan di meja makan
" kenapa Bunda harus tanya, kan ini rumah kamu juga Nak. malah bunda senang karena kamu pulang jadi bunda ga perlu tanya apapun deh ya kan yah " Bunda menjawab sambil tersenyum dan diangguki ayah.
" Aku mau kasih tau bunda sama ayah tapi jangan berfikir macam-macam ya yah.. " ujar Zahra.
" Katakan nak " ucap Ayah
" A a..ku dan Mas Ryan sepertinya menunda pernikahan kami Bund,Yah " ucap Zahra
Ayah dan Bunda menghela nafasnya lalu tersenyum diluar dugaan Zahra.
" ya udah GPP nak, apapun alasannya bunda selalu dukung keputusan kamu "
" Bunda ga tanya kenapa? " tanya Zahra.
" Zain bilang kamu akan buka butik, jadi bunda dan ayah dukung saja apapun keputusan kamu " Bunda memeluk Zahra yang hampir menangis .
" Butikya rencana dimana nak? " tanya ayah
" Masih di kota J dulu yah, kalau lancar dan ada rezeki lagi nanti Aku mau bangun di kota B ini yah " ujar Zahra antusias
" ah iya Zahra juga akan fokus ke Butik Yah, jadi akan resign " ujarnya lagi.
" Sudah sampai dimana Ra persiapan butik kamu " Tanya Ayah seperti mengalihkan pembicaraan
" Alhamdulillah tinggal masuk barang aja yah. Nanti semua pada tidur dirumah di kota J ya untuk launching butik Ara "
' Okeeh teh aku undang temen-temen aku boleh ya teh " ucap Ziva
" Boleh dong ,nanti kalau ada yang mau beli teteh kasih diskon " bisik Zahra sambil mengedipkan matanya.
" Zain kamu bantuin teteh dokumentasiin ya nanti di launching butik " pinta Zahra
__ADS_1
" Siap laksanakan " ujar Zain senang .
" Ga sia-sia ada pelengkapan dari aa Ryan ya teh "
ujarZain lagi.
" Deg " hari Zahra seperti teriris mendengar nama nya.
" Eh ada tamu sepertinya " ujar Bunda
Bunda ke depan membuka pintu.
Lalu kembali ke dalam.
" Ra ada Sapta tuh di depan " ujar Bunda.
" Ah iya bund, aku kedepan dulu ya ".
Zahra menghampiri Sapta.
" Hey Ta tumben " ujar Zahra tersenyum.
" Mau keluar ga? " tanya Sapta .
" Hmm boleh deh ,aku pamit ke bunda sama ayah dulu ya "
Zahra pamit ke bunda dan ayah lalu pergi bersama Sapta.
" Kemana kita Ta " tanya Zahra
" Kamu maunya kemana? " jawab Sapta dan balik bertanya.
" ke rumah ku ya " tawar Sapta.
" Hmm boleh deh " jawab Zahra.
"Lumayan lah ketemu mami pasti happy aku udah lama ga ketemu " bathin Zahra senang
ya dan akhirnya mereka berkumpul kembali dan membuat Zahra tertawa senang. juga sang mami Sapta yang heboh menghilangkan ingatan tentang kandasnya pernikahan dirinya dan Ryan.
Saat berkumpul tak satupun yang menanyakan tentang Ryan jadi Zahra tak terlalu sedih.
Zahra pun mengundang teman2nya dan mami Sapta berserta teman sosialita nya untuk
datang di hari pembukaan butiknya Zahra.
Hingga sore tiba semua pada pamit ,dan mami Sapta ada janji berkumpul dengan teman-teman nya.
Tinggal Zahra dan Sapta berdua.
" Ta aku mau cerita cuma sama kamu boleh ya aku udah ga mau pendam ini semua sakit rasanya hik hiks" Zahra pun menangis dengan kaki ditekuk, tangan memegang lututnya dan kepala menunduk
Zahra menceritakan semua yang terjadi dalam dirinya dengan Ryan.
Sapta membiarkan Zahra meluapkan emosinya serta sedihnya agar merasa lega dan tidak terbeban lagi.
Setela selesai menangis Sapta bertanya ke Zahra. " lega?"
" Lumayan " Jawab Zahra
Sapta merentangkan tangannya kembali ,lalu Zahra memeluknya dan terdiam.
Sapta membelai rambut Zahra lalu mengecup kepalanya.
"Kau tau kan tempatmu pulang jika hatimu sedang sedih ?." ujar Sapta.
" Kembalilah kesini jika kau ingin kembali.
Jika kau tidak Ingin pun aku kan tetap disini menunggumu datang kepada ku " ucap Sapta lagi.
__ADS_1
Zahra hanya diam hanya tetap memeluk saja.
.
.
Zahra kembali ke kota J untuk menyelesaikan pekerjaan nya di RN Group dan mengurus kembali butik yang akan dibukanya 3 hari lagi.
Dan hingga saat ini Ryan tak ada kabar dan tak memberinya kabar hingga Zahra sudah terbiasa kembali dengan kesendiriannya.
.
Hari ini hari terakhir Zahra di RN Group ia membereskan meja nya dan membawa barang milik pribadinya.
Saat ia membereskan meja nya tercium Aroma parfum yang selama ini ia rindukan .
deg.. apa ia disini atau kehaluanku saja.
tap tap tap langkah kaki itu semakin mendekat.dan melewati mejanya. deg.. pria yang selama ini ia rindukan berjalan beriringan dengan seorang wanita dewasa yang anggun dan berhenti di depannya.
" Hai apa kamu sekertaris CEO Disini? " ujar Wanita itu menatap tajam ke arah zahra.
" sebelumnya iya, tapi ini hari terakhir saya bekerja disini nona " Ujar Zahra dan matanya beralih ke arah Pria itu ya pria yang sudah mengobrak Abrik hatinya hampir 1 bulan ini karena pergi tanpa kabar dan kembali bersama seorang wanita.
Sakittt tapi tak berdarah..
" Ah syukurlah, karena aku yang akan menjadi sekertaris Calon suamiku disini ,kau mengenal nya kan?" ujar Wanita itu lagi.
" Mohon maaf saya tidak mengenal nya Nona. Saya hanya kenal dengan Tuan Rendra saja " Ujar Zahra tersenyum biasa.
Ryan mendengar Zahra tak mengenal nya langsung menoleh ke arah Zahra.
" Baiklah Nona saya permisi " Pamit Zahra cepat tak tahan rasanya calon suaminya diakui oleh wanita lain.
"hiks hiks " Zahra terisak di toilet. tiba-tiba beberapa wanita satu Kantor nya langsung mengusap punggung Zahra.
" Sabar ya Nona Zahra, Wanita itu Menag suka datang 5 tahun sekali " ujar wanita yang sudah lama bekerja di RN Group.
Zahra tertegun mendengar nya..
" Iyakah? " tanya Zahra
" Iya nona benar "
"Tapi sepertinya wanita itu tidak seannggun tampilannya"
sahut wanita lainnya..
" Yang sabar ya nona, kami sayang padamu " peluk mereka.
" Ah iya nanti malam jangan lupa ya datang kerumah ku kita Barbeque an malam ini " sahut Zahra lebih tenang dibanding tadi.
" jangan lupa kabarin yang lainnya ya aku menunggu kalian nanti ku share loc rumahku di grup chat " lanjut Zahra sambil berjalan .
Zahra mengambil tas dan peralatan pribadinya di meja sekertaris ,lalu ia hendak keluar dari mejanya. tapi tangannya dipegang oleh Ryan.
Zahra hanya menoleh " Tolong lepaskan tangan saya Tuan" ujar Zahra tenang.
" aku harus menjelaskan sesuatu kepadamu " ucap Ryan.
" Maaf kita tidak saling kenal " Zahra menepis tangan Ryan lalu melangkah menuju lift. Ryan berusaha mengejar tapi tangannya ditahan oleh wanita tadi
.
.
.
Maaf baru update
__ADS_1
Semua pada ditunggu Zahra ya di pesta Barbeque nya 🤗