
Malik keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.
Popy melihat nya lalu menolehkan kembali wajahnya. Malik mendekat ke pintu dan menguncinya.
Lalu berbalik kembali ke arah Popy.
" Pop kamu pacaran dengan Rudy ? " tanya Malik
Popy menggeleng.
" Tadi Zahra bilang ? " Tanya Malik
" Dia hanya sering memberikan ku cemilan saja " Sahut Popy tak mau menatap Malik
Malik membalikkan wajah Popy menjadi ke arahnya .
" Pop, laki-laki itu yang dipegang janjinya , Aku tadi berjanji,jadi aku akan tepati itu. maukah kau menikah denganku ? " Tanya Malik
" Kenapa Tuan ingin menikah dengan ku? apa karena janji tadi ? jika itu membuat Tuan beban, maaf aku pun tak mau jadi beban Tuan Malik " Ujar Popy, perih tapi harus dikatannya. dari pada menikah dengan orang yang tidak mencintai kita . Biarlah hal ini disimpan rapat-rapat saja olehnya pikir Popy
" Aku mencintaimu,aku menyukai mu pop, sejak ciuman pertama kita itu kamu seperti menjauh , aku ingin berbicara tapi selalu tak ada kesempatan " jelas Malik
" Oh ya ? " Tanya Popy
" Iya aku selalu memikirkan mu tapi aku bingung harus apa dan bagaimana " ujar Malik lagi.
" hmm baiklah " sahut Popy.
" Baiklah apa "
" Ya itu "
" Itu yang mana niih " goda Malik
" tadi kau ingin apa? "
" Ingin seperti tadi " Bisik Malik
" Haaish mesumerss " cibir Popy.
" Menikah lah denganku Pop, jadilah ibu dari anak-anakku nanti " ujar Malik serius.
Popy mengangguk tanda setuju.
Malik yang tadinya berjongkok lalu bangun tak sadar handuknya terlepas.
" Astaga " Popy memejamkan matanya karena malu melihat nya.
" Oh sayang tak perlu malu kamu sudah melihatnya bahkan memainkannya dengan jarimu itu." Dengan tak tau malu Malik berkata begitu.
__ADS_1
Malik segera memakai pakaian Ryan dari lemarinya dan celana Malik dirapihkan dan dilipat oleh Popy ,Lalu Popy membawa nya ingin ia laundry sendiri.
Malik tersenyum dengan perhatian kecil dari Popy itu.
Setelah Malik selesai memakai pakaian barunya ia melihat Baju Zahra tidak rapih lagi karena remasan nya tadi.
Malik mengambil baju milik Zahra dan meminta Popy memakai nya.
" Sayang " panggil Malik
Popy kaget mendengar panggilan barunya dari Malik .
" kamu pakai ini ya " Lanjut Malik lagi
" Hmm tapi ini punya Ara " Ujar Popy.
" Tak apa aku yang akan meminta izinnya nanti ,dia pasti ta akan marah, dari pada terlihat berantakan begini " ujar Malik
" baiklah sini aku pakai. " Popy mengambil baju Zahra dari tangan Malik lalu ke kamar mandi untuk memakainya.
Ternyata dress milik Zahra adalah resleting bagian belakang. Popy susah untuk menutup nya. dengan perasaan malu Popy keluar menghampiri Malik.
" Tuan maaf apa bisa membantuku , resletingnya dibelakang tangan ku sudah gapainya " Ujar Popy
" Apa kau ingin menggodaku hmm ? " Malik mendekati Popy yang membelakangi nya
Popy menoleh kebelakang " Tuan aku tidak menggodamu aku hanya ingin kau membantuku menaikkan resletingnya.
" Panggil aku apa tadi? " tanya Malik
" Tu Tuan " Jawab Popy terbata.
" Panggil aku sayang ,karena aku pun memanggil mu begitu. " Ucap Malik yang masih bermain-main di punggung Popy.
" Ssshh tapi aku tak enak Tu an " Ucap Popy
" Coba sekali lagi kau panggil aku apa tadi "
" Tu an "
Saat Popy memanggil itu tangan Malik malah menyusup kedalam tubuh bagian depan Popy.
" Tu an jangan "
Tangan Malik makin masuk dan menyentuh ujung Pabrik Susu itu.
" ssshh " Terdengar suara indah lagi
Popy berbalik lalu mengecup bibir Malik lalu berbisik " Halalkan aku, kau akan bebas berbuat semaumu "
__ADS_1
" Segera sayang, tunggu Minggu depan aku akna melamarmu " Malik membalas berbisik sambil memeluk Popy dan membantu menutup resleting dress yang ia kenakan. sambil mencuri-curi kesempatan membuat tanda di punggung indah Popy.
Setelah rapih mereka keluar.
Terlihat 2 manusia duduk di sofa .
Yang Wanita menatap sinis sambil memicingkan matanya seolah penuh tanya.
Bukan Zahra tak suka Popy memakai pakaiannya. hanya saja pasti terjadi sesuatu antara mereka sehingga mereka mengganti pakaiannya tadi.
Yang pria tersenyum penuh arti melihat Malik tersenyum tipis seperti ada kelegaan dalam Dirinya.
" Jadi kapan? " tanya Ryan to the point.
" Segera " Ucap Malik sambil meminta Popy duduk di sampingnya.
" Ra maaf aku pinjam baju mu ya tanpa bilang dahulu. " Ujar Popy pelan
" Ga masalah kak, aku hanya ingin mempermasalahkan Abang " Mata Zahra menyipit ke arah Abang angkatnya itu.
Tak tahan di tatap sang adik. Malik mengeluarkan statement " Aku akan melamar Popy Minggu depan , Aku akan menemui Mama & Papa nanti pulang kerja " ucap Malik.
" Okeh aku akan bantu mempersiapkan lamaran Abang, Ayo kak kita mulai belanja besok " Ucap Zahra Happy.
Rona pipi Popy merona antara Malu dan Senang.
Popy pamit ingin keluar tapi ditahan Malik. " Aku harus mengecek Persiapan makan siang bersama yang diperintahkan Tuan Malik ,Tuan ' Ucap Popy
" Ck sudah ku bilang panggil aku jangan Tuan, " Ucap Malik Kesal
" Tapi kan ada Tuan Ryan dan Ara " sahut Popy
" Kau dengar Ara memanggil ku apa? "
" Abang "
" Nah jadi posisi kita diatas Ara dan Ryan, jadi kamu Panggil aku apa? " tanya Malik
" hmm baiklah, Aku mengecek Persiapan makan siang dulu ya sayang " Ujar Popy Malu-malu
" Cieee cieeeee akhirnya anak kita satu lagi punya pasangan juga " Tiba-tiba Mama dan Papa masuk.
***
Haloo pagii
Othor udah update nih pagi-pagi
Jangan lupa dukungannya ya 💃😘
__ADS_1