
" Tapi dok biayanya saya bingung " lirih Anya yang memang bingung harus membayar dengan apa semua biaya Disni.
" Pakai BPJS ,tenang saja " Dokter Nathan yang menyahut.
" Pake BPJS trus dapet ruangan Di VIP gini. saya curiga kepadamu Boss " Dani memicingkan matanya.
" Saya juga " Dokter Fathir menatap tajam kearah direktur rumah sakit tempat ia bekerja ini.
" Saya juga curiga kenapa Dokter ini baik banget sama saya " Anya pun mengeluarkan suaranya lagi.
Sedang perawat hanya terdiam dan langsung keluar karena sepertinya sudah ranah pribadi para dokter.
" Saya hanya ingin bantu tulus Bu Anya, saya tida tega kalau Belle tidak mendapatkan perawatan khusus " Nathan malah menjawab pertanyaan Anya saja.
" Biasanya ada udang dibalik Bakwan Bu Anya " ucap Dokter Fathir menahan tawa.
" Betul " Dani menambahkan..
" Apaan sih kalian ini. Udah Bu Anya harus istarahat, Dokter Fathir silahkan cek pasien anda lainnya. " Yang diminta Keluar secara tidak langsung hanya tertawa dan berbisik.
" Kalo Lo ga ada apa-apa sama Anya, buat gue aja "
" Apaan sih " Mode cool Nathan kembali lagi.
Dokter Fathir pun keluar dari ruangan Anya dengan tertawa. Senang dia , kapan lagi melihat wajah kesal Nathan.
" Dan , bonus Lo akhir tahun ini gue potong 99% " Ancam Nathan karena Dani tak kunjung keluar dari kamar Anya.
" Aku kira Dokter baik, taunya sadis juga " Ucap Anya pelan tapi tetap terdengar oleh Dani dan Nathan.
" Dia baik koq Bu, ini saya lagi meeting diperintah suruh beli baju ibu dan baju bayi ibu. Tuh bungkusan nya ada di tangan Pak Nath. "
" Baik tapi koq ,orang lagi kerja koq disuruh-suruh " Anya makin bingung baiknya dimana.
" Suer Bu , Pak Nath ini baik, Ibu aja Sampai dirawat disini kan? " Jelas Dani lagi ,kasihan juga dia sama Boss by kalau memang benar bos nya ini jatuh cinta dengan wanita muda dihadapan sekarang, berati Dani harus membantunya.
" Kan nanti saya pakai BPJS katanya mau diurus dulu "
jawab Anya yang memang masih polos walaupun sudah punya anak.
" Seandainya pakai BPJS tidak akan dirawat diruang VIP Bu, ruangan Khusus keluarga direktur ini yang ibu tempati " Jelas Dani.
" Ya Ampun, jadi saya harus bayar atau ngga dokter ? " Anya semakin bingung dan pusing mendengar kalimat demi kalimat dari Dani.
" Gratis untuk Anda Bu Anya atas kebaikan Pak Nath
ini. " Dani mulai mode menyanjung Boss nya.
" Terima kasih Dokter, sudah tampan baik juga " Anya menunduk
" Gaji Lo naik Dan , " Ucap Nathan yang entah mengapa sangat senang dipuji di depan Anya. padahal baru kenal. Seolah ingin mendapatkan simpatik dari Anya saja.
" Wah iya Dokter beneran baik " Anya berbinar. Anya sangat senang jika melihat orang melakukan kebaikan, ia pun bermimpi ingin menjadi seperti itu jika kaya nanti.
" Saya permisi dulu Bu, Pak " Pamit Dani ke Anya dan Nathan.
__ADS_1
" Gue titip perusahaan ya " Nathan menepuk bahu Dani.
" Sip Bos tenang aja ,aman " ujar Dani seraya pergi.
Setelah kepergian Dani. Anya menaruh Belle kembali ke Box nya.
Belle tidak di infus karena sempat menangis saat disuntik tadi.
Nathan menghampiri Anya.
" Bu Anya, ini baju ganti kamu, boleh diganti sekarang karena saya rasa tidak nyaman pakai baju itu jika ibu menyusui bayi. dan ini alas kaki untuk Bu Anya silahkan dipakai." Nathan memberikan satu paperbag besar ke Anya.
" Dan ini ada baju ganti untuk Belle juga " Satu paperbag lagi diserahkan ke Anya.
" Dokter kenapa baik ke saya " Anya bertanya sambil menatap Nathan.
Matanya indah sekali, meneduhkan .
" Dok, dokter " Panggil Anya ke Nathan yang sedang melamun sepertinya.
" Ah iya Bu Anya " Jawab Nathan.
" Kenapa dokter baik sama saya ? " Tanya Anya sekali lagi .
" Karena saya ingin " Ucap Dokter Nath.
Anya langsung menangis, entah karena ucapan Nathan atau apa. Nathan yang bingung pun meraih tubuh mungil Anya dan memeluk juga mengusap rambut Anya.
" Menangis lah, katanya menangis bisa mengurangi beban pikiran. " Ucap Nathan yang dada bidangnya itu menjadi tumpuan Anya saat ini.
Anya menangis menumpahkan segala kesedihan nya.Nathan tetap mengusap rambut Anya.
Nathan mengusap air mata di pipi Anya saat Anya sudah sesenggukan.
" Sudah ? " tanya Dokter Nath.
Anya mengangguk.
" Jika ingin bercerita ,aku siap jadi pendengar mu " Nathan tersenyum ke arah Anya.
Anya melepaskan pelukannya.
" Maaf dok, jas dokter jadi basah " Ucap Anya tak enak hati .
" Tidak masalah,jika seluruh pakaian ku basah karena dirimu juga tak apa " sahut Nathan dan membuat Anya mendongakkan kepalanya.
" Maksudnya jika air mata mu deras banget gitu " Nathan jadi bingung sendiri sama kalimat yang ia ucapkan .
Anya sudah tidak di infus ,saat ini dia sedang duduk di pinggir ranjang dan Nathan berdiri di hadapannya.
" Saya tidak tahu ayah bayi saya dok, " Anya mulai bercerita.
Nathan hanya mengangguk tanda mendengar.
Anya melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
" Saya hidup sendiri sejak SMP. Saya sudah tidak ada orang tua, orang tua saya meninggal, Saat malam setelah kelulusan SMA, saya diperkosa oleh orang dirumah saya sendiri.
Saat itu mulut saya di bekap dan mungkin ada obat tidur jadi saat pingsan itu saya di perkosa.
Tetangga saya tidak percaya, karena katanya saya tidak berteriak, bagaimana saya mau teriak sedangkan saya dalam keadaan pingsan. Sejak saat itu saya dikucilkan, ditambah saya juga hamil Belle.
Jadi saya lebih memilih pergi dari kampung saya dan mencoba mengadu nasib di ibu kota.
Batu saja sampai di ibukota,saya mengalami gejala hamil dan saya dinyatakan hamil 4 Minggu oleh dokter.
Dan Saat hamil Belle 6 Minggu perut saya masih kecil, saya bekerja di rumah makan agar saya bisa menumpang hidup dan bisa makan setiap hari dan bisa menabung untuk keperluan saya melahirkan.
Setelah kandungan saya membesar mereka tidak membutuhkan saya lagi, dan dengan sisa uang yang saya tabung, saya berusaha mengontrak dan berjualan kue keliling.
Hingga saya melahirkan Belle dan sampai saat ini juga . "
Anya berusaha menjelaskan singkat tapi padat tentang dirinya ke Nathan.
" Belle sudah panas dari kemarin ,cuma kemarin dagangan saya diambil petugas keamanan karena saya memang jualan di bukan tempat yang seharusnya.
Hari ini pun saya tidak dagang ,tapi Belle tad sangat panas dan menggigil, akhirnya saya datang kesini dan ketemu dokter.
Terima kasih banyak Dok atas kebaikan hati dokter sudah membantu kami "
" Jujur saya bingung jika ingin membuat kartu kesehatan Untuk anak saya dok, karena itu perlu kartu keluarga . sedangkan saya tidak ada "
Nathan memeluk Anya lagi karena Anya mulai menangis terisak.
" Sudah - sudah tidak apa , Aku tidak memintamu membayar semua Fasilitas yang sudah diberikan untuk mu dan Belle. "
" Aku Han ingin melihat kalian sembuh dan hidup baik. Sudsh makan belum? "
Nathan mengalihkan pembicaraan agar Anya tidak bersedih kembali.
" Belum Dok ,tadi saya menyusuii Belle dulu " Jawab Anya.
" Ya sudah kamu makan dulu ini sudah siang. Atau mau saya temani makan? " Tanya Nathan.
" Eh, hmm " Anya bingung
" Oke, saya temani makan ya . Kamu ada mau tambah makanan tidak? biar sekalian saya pesankan di kantin " tanya Nathan lagi.
Anya menggeleng, " tidak terima kasih Dokter, ini saja sudah cukup. " ucap Anya tersenyum tipis ke Nathan.
" kamu suka jus alpukat tidak ? " Tanya Nathan.
" Suka dok, itu enak bikin kenyang " Jawab Anya biasa saja .
" OK ,kamu saya pesankan jus alpukat ya . " Tanpa kompromi lagi Nathan memesan untuk Anya.
" Hmm kirain tadi cuma tanya dok " Ringis Anya.
" Kalau tidak begitu ,kamu tidak mau pesan " Ucap Nathan serius dengan ponselnya untuk memesan makanan di kantin.
Memang baik, juga tampan. Terima kasih Dok,sudah lama saya tidak minum jus alpukat.
__ADS_1
***
JANGAN LUPA RITUAL NYA YA KAKAK SAYANG 😘