Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Pelukan Terakhir


__ADS_3

Seketika hening melanda ruangan Ryan , Dan Terdengar bunyi telepon membuyarkan pikiran Ryan .


#


Malik : Iya Ry,dia sedang sakit kanker stadium akhir , Dan itu seperti nya memang benar anak mu jika tak percaya tes DNA saja .


Ryan : oh begitu ya


Malik : Hmm saranku beritahukan lah kepada Zahra


Ryan : dia sudah tau nih, aku sedang bertiga disini, Clara sudah menceritakan nya secara langsung


Malik : HAAAAHHH Awas Lo ya kalau Ara kenapa-kenapa gue ga segan-segan hajar Lo


Ryan : Doain moga ga kenapa-kenapa ,saat ini dia terlihat tenang, tapi gue ga tau hatinya


Malik : ya udah kabarin gue kalau ada apa-apa. eungghh


Ryan : dasar Lo sempat-sempatnya begituan sambil telepon.


Malik : Berkat ajaran sesat Lo juga ini


Tut Tut Tut


#


Telepon pun ditutup terlihat Clara sedang berbicara dengan Zahra.


" panggil aku Ara saja kak " Ujar Zahra


" Ra, lusa aku akan Operasi. Aku sebenarnya tak ingin karena aku tau umurku tak akan bertahan lama lagi "


Zahra terlihat sedih. Walau wajah Clara tertutup make up paras cantiknya, tetap terlihat wajah sakitnya itu.


" Kak aku harap kau sembuh, aku tak akan mempermasalahkan masa lalu kalian ,aku akan menganggap Axel Anakku juga " ujar Zahra .


" Entah Ra,aku merasa operasi nanti adalah operasi terakhirku. aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, orang tua ku meninggal ,aku anak tunggal, dan kedua orang tua ku pun anak tunggal jadi memang kami tak ada saudara satu pun " ujar Clara sedih


" hiks Kak, maafkan aku sempat menilai salah tentang mu " Zahra memeluk Clara, entah mengapa kisah yang diceritakan Clara membuat hatinya teriris.


" Maafkan aku telah masuk ke kehidupan kalian " Clara menangis di pelukan Zahra.


" Sudah kak, anggap saja aku adikmu ,jadi jangan sungkan untuk cerita apapun kepadaku. " Ujar Zahra


" Iya benar, kalian bisa berteman baik " ujar Ryan takut-takut.

__ADS_1


" Aku ga ngajak kamu bicara ya By, kamu lanjut kerja aja sana, aku mau bertemu dengan Axel dulu. " ketus Zahra


" iya yank " jawab Ryan lemah


" DAN URUSAN KITA BELUM SELESAI " Zahra mendekatkan wajahnya ke Ryan .


" ayo kak kita pergi " ajak Zahra ke Clara.


Tanpa pamit Zahra dan Clara keluar dari ruangan Ryan. ada sedikit rasa lega, tapi melihat tatapan Zahra tadi, membuat Ryan bergidik ngeri.


" Kita makan siang Sama-sama yuk kak " ajak Zahra


Sebenarnya Clara tak boleh makan sembarangan tapi karena Zahra yang mengajak, Clara tak enak. bagaimanapun Zahra yang akan menjadi orang tua sambung anaknya nanti setelah ia tiada.


Zahra dan Clara menaiki mobil Zahra dan disupiri oleh Mang Diman.


" Kak Clara ,kamu ada restoran atau tempat makan favorit ga? " Tanya Zahra.


" Hmm tidak ada tapi saat ini aku hanya ingin makan ditempat yang tenang dan suasana yang menyejukkan hati " Ujar Clara.


" Okeh aku tau tempat nya. kita ke Resto F ya mang " Ujar Zahra ke mang Diman supir keluarga Ryan


Sepanjang jalan Clara dan Zahra berbicara tentang makanan favorit ,film hingga fashion.


Sedangkan Zahra jangan ditanya semuanya menu favorit dipesan olehnya.


" Maaf ya kak aku pesan banyak karena aku hamil kembar tiga jadi na*fsu makan ku sangat-sangat meningkat. " Ujar Zahra antusias.


Clara tersenyum, ia jadi ingat saat hamil Axel dulu dia juga makan sangat banyak.


" aku pun dulu sama Ra " Clara tersenyum lalu menitikkan air mata.


" Ih kakak jangan sedih sekarang ada aku okey " Zahra memeluk Clara lalu tersenyum.


" Ra,janji ya sama aku tolong jaga Axel-ku , aku sudah siapkan segala biaya untuk Axel sampai dia ke perguruan tinggi.


Semua aset ku akan berganti nama setelah Axel berusia 17 tahun. tapi ia bisa memegang perusahaan ku setelah usianya 25 tahun.


aku tak ingin memberikan saat usia 17 tahun karena pasti umur segitu Axel masih labil dan masih mencari jati dirinya.


Aku berharap kau bisa menjaganya Ra ,dia anak baik dan penurut. kau bilang apapun pasti dia akan menurutinya.


Aku tak berharap kau menyayanginya. Cukup merawat dan menjaganya saja aku sudah cukup senang ,karena aku bingung dia aku harus ku titipkan kesiapa lagi kalau bukan ke keluarga papa kandungnya . Maaf ya Ra kalau aku melibatkan mu " Clara menunduk lesu


Air mata Zahra pun lolos begitu saja tanpa permisi..Hiks hiks gantian Zahra yang menangis.

__ADS_1


" Aku tak tau seberapa bera beban yang kak Clara rasakan tapi aku janji akan penuhi janjiku ke Kak Clara " Janji Zahra.


" Terima kasih Ra,terima kasih, aku bahagia Ryan mendapatkan wanita seperti dirimu, aku tenang jika aku harus pergi sekarang juga " ucap Clara tersenyum tulus.


" Ayo kak kita makan dulu, anakku sudah meronta-ronta kak didalam perut " Cengir Zahra.


Ya begitulah ekspresi ibu hamil gampang berubah-ubah.


" Boleh aku menyuapi mu Ra? dulu aku menginginkan adik tapi orang tuaku sudah tidak ada. ingin mengambil dari panti tapi aku takut tak bisa mengurusnya. Tapi Akhirnya aku hamil walau karena kesalahan fatalku itu maka dari itu aku memutuskan untuk pergi jauh dan hidup berdua anak Ku. " lirih Clara


" ah ya sudah suapi aku kak, aku juga dulu menginginkan kakak perempuan tapi sayangnya kakak ku adalah laki-laki jadi tidak pernah menyuapi adiknya yang cantik ini hehe " Zahra tersenyum membuat Clara pun tersenyum.


" aaakk " Zahra membuka mulutnya dan menerima suapan dari Clara.


Dari jauh orang suruhan Ryan melaporkan kepada Ryan dan tidak lupa mengirimkan foto dan video kehangatan antara Clara dan Zahra.


" Oh ya kak, Axel makan apa saja kak atau apakah dia ada alergi sesuatu ? " Tanya Zahra


" Dia pemakan segala Ra, dia anak penurut kau beri dia makan itu-itu saja selama sebulan juga dia tidak akan komentar apapun " Ujar Clara sambil tersenyum.


" Baiklah Kak, aku sudah tau banyak tentang Axel. kapan-kapan ajak kerumah ku ya kak kita makan bersama " Ujar Zahra.


" Iya Ra, sebaiknya kita pulang Ra, aku sangat mengantuk dan terima kasih atas perhatian mu terhadap Axel ya Ra" Ujar Clara.memeluk Zahra kembali.


" Ayo kak aku antar , " Ujar Zahra.


" Tidak perlu Ra, aku sudah dijemput oleh supirku dan juga Axel " Ujar Clara tersenyum hangat .


" Iya kak " Zahra pun memanggil waiters untuk meminta bill makanannya. dan ternyata itu sudah dibayar oleh Asisten Clara yang ternyata sejak tadi berada tidak jauh dari Clara.


" Ah pantas saja kau ini dari tadi melihat ke arah kami ternyata kau asisten nya kakak angkat ku ini " ujar Zahra tersenyum .


Hati Clara menjadi hangat mendengar penuturan kata demi kata dari mulut Zahra.


" hai Tuan asisten aku titip kakak ku ya. Kak Clara tolong berikan nomor ku ke asisten kakak ini. jika ada sesuatu tolong kabari aku ya .Dan kakak jangan terlalu banyak fikiran okey. aku sayang kakak, jadi sehat-sehat ya . Fighting ... " Zahra memberi semangat ke Clara.


" kamu terbaik Ra ,sekali lagi terima kasih " Pelukan terakhir ini memberi kehangatan tersendiri untuk Clara.


Clara pun pamit pulang duluan ,tak lama Mang Diman datang menjemput Zahra. Zahra pun langsung menuju pulang kerumah tidak kembali ke kantor Ryan


***


Tenang aja bebs,,, othor polos ini ga bisa kasih konflik berat-berat 😌


Jangan lupa dukungannya ya 😘💃

__ADS_1


__ADS_2