
Zahra melangkah ke kamar Ryan diikutin Bik Sum yang membantu Zahra membawa sarapan untuk Ryan.
" By aku masuk ya " ucap Zahra, pintu dibuka lalu Bik Sum dan Zahra menaruh sarapan di meja dekat jendela kamar.
" Terima kasih Bik " ujar Zahra lalu tersenyum.
Bik Sum pun keluar dari kamar.
" By sarapan yuk " Ajak Zahra.
" Hmm " jawab Ryan
Ryan lalu memasukan bubur ke dalam mulutnya lalu memakannya denga tenang.
Zahra bingung dengan sikap Ryan yang tiba-tiba diam.
Selesa makan Ryan belum terlihat meminum airnya.
" Minum By, " tawar Zahra
" Hmm " jawab Ryan lagi tanpa kata.
" Aku pulang ya by,males aku dicuekin gini " ujar Zahra ingin bangkit tapi pinggangnya keburu ditarik kepangkuan Ryan.
" Aku juga semalem kamu cuekin " ujar Ryan
" Ya gimana ga mau dicuekin kan kita emang tidur pasti diem lah by " ucap Zahra lalu bokongnya bergerak mengambil air minum untuk Ryan.
" Nih minum dulu " Zahra memberika air ke Ryan .
" Maunya dari sini " Ryan menyentuh bibir Zahra.
" hmm mulai deh mesumers nya " cibir Zahra tapi tetap dilakukan .
Satu,dua dan tiga kali Ryan meminum Air dari bibir Zahra.
" Kurang yank " Ucap Ryan.
" Sini lagi " Zahra mengambil air digelas lagi untuk diminum nya.
" Ga mau air putih maunya susu yank " ujar Ryan memandang Zahra .
" Oh yaudah aku buatin ya " ucap Zahra dan ingin bangkit dari pangkuan Ryan.
" Kan kamu punya nih ada 2 " Ryan tersenyum penuh arti sambil memegang 2 benda kenyal berukuran Besar.
" aaakh by, " baru disentuh sedikit aja Zahra sudah seperti itu pikir Ryan.
Jari Ryan menyentuh bibir Zahra lalu ********** lembut.
Zahra masih di pangkuan Ryan dan terbuai oleh perbuatan laki-laki itu.
" Hmmmfftt aaakhh By " terdengar ***** Zahra.
__ADS_1
Kemudian Ryan memegang lembut bukit yang dibalut lapisan kacamata dan kaos tipisnya.
Diremas sedikit dan terdengar erangan Zahra.
Ryan ingin membuka kaos yang dikenakan Zahra, Zahra sudah mengendurkan badannya menerima apa yang akan dilakukan Ryan tapi tiba-tiba Ryan menghentikan aktivitasnya .
Zahra malu bukan main mengharapkan lebih.
" Kau mau tau hmm kenapa aku pindah kamar semalam " Tanya Ryan.
Mata Zahra yang penuh kabut mengangguk.
" Semalam itu kaki kamu gerak-gerak di kuda kecil aku seperti ini " Ryan memperagakan Kaki Zahra digerak-gerakan ke kudanya.
" Aku ga tahan, akhirnya aku mandi, Lalu bbrapa jam kemudian tangan mu seperti ini " Ryan menggerakkan tangan Zahra ke arah kudanya ,Zahra kaget lalu tangan Ryan tetap mengarahkan tangan Zahra seperti semalam.
" Kau berbuat seperti itu ke aku ,aku tak tahan lalu ke kamar mandi lagi "
Zahra melongo mendengar nya
" Lalu saat aku ingin kembali tertidur aku takut bukan kaki dan tangannmu lagi yang kesini tapi itu mu makanya aku kabur ke kamar bawah " ucap Ryan menahan kesal dan *****
" iyakah ? " tanya Zahra
" Hmm makanya aku kabur karena aku tak tahan jika harus mandi 3 kali. "
" Maafin aku ya sayang " ujar Zahra lalu kembali meraih bibir Ryan dan **********
Terliha 2 pabrik Milk menantang sempurna dihadapan Ryan.
" Boleh yank ? " tanya Ryan, Zahra pun mengangguk pelan.
Sesaat diputar-putar pucuk pink pabrik nya ,Zahra pun menggigit bibirnya dan langsung dilahap oleh Ryan dengan tangan satu di pucuk satu di bokong.
Bibir Ryan pindah kesana kesini hingga sampai dipucuk pabrik.
" Boleh ya yank, " lagi-lagi Ryan bertanya dan diangguki oleh Zahra.
Langsung dilahap pucuk pink itu tanpa basa basi lagi dan terdengar ******* Zahra yang membangkitkan kelakian Ryan.
" By aaakkhhh " ***** Zahra.
Lalu ia melepaskan pagutannya dipucuk pabrik dan membawa Zahra ke ranjangnya.
Ryan memposisikan Zahra diatasnya biar Zahra bergerak bebas dan tanpa diduga Zahra menggerakkan tubuhnya dan mengge***an area intinya ke inti Ryan.
Tak lama sepertinya mereka melakukan pelepasan tanpa melepaskan ****** ***** nya.
" Aarrgkkhh " ***** nya berdua bersamaan.
" Ah **** " lanjut Ryan karena bisa-bisanya ia pelepasan tanpa membuka ****** ***** nya.
Nafas Mereka Sama-sama memburu dan sama-sama malu , .
__ADS_1
Zahra malu karena terlalu liar menurutnya sendiri
dan Ryan malu karena pelepasan dengan celana masih utuh.
" Maaf ya yank " ucap Ryan
" Janji nikahin aku ya By "
sahut Zahra
" Ayook sekarang apa kita ke kota mu? " tawar Ryan
" Minggu depan aja " ucap Zahra cepat lalu ke kamar mandi .
Ryan tersenyum melihat tingkah malu-malu Zahra .lalu Ryan menaruh hairdryer di meja dekat parfum nya agar Zahra bisa mengeringkan rambutnya .
Setelah selesai mandi Zahra mengeringkan rambutnya, lalu Ryan pun mandi .
30 menit kemudian,
Terdengar pintu diketuk dan Mama memanggil .
" Sayang, buka pintunya sebentar. "
" Ga dikunci koq Ma, " Sambut Zahra yang terlihat segar sehabis mandi.
" Ryan mana sayang. " Tanya Mama
" lagi mandi Ma " ujar Zahra
" Ah seperti itu. baiklah mama tunggu dibawah ya kamu rapih-rapih ya nak habis itu kita pergi " ucap Mama.
" Iya ma " Sahut Zahra.
Mama pun turun
Ryan keluar dari kamar mandi lalu memeluk Zahra lagi dengan badan yang masih basah.
" Makasih ya yank legaaa " ujar Ryan .
" Apan sih by, basah nih. buruan ditunggu mama dibawah katanya mau pergi " ujar Zahra
" Hah kemana " tanya Ryan
" Ga tau " jawab Zahra singkat
.
.
pergi kemana kira-kira ya sama Mama
Jangan lupa dukungan nya ya kawan reder 😘
__ADS_1