
Area bukan bocil..
Ceklek,dengan perasaan kesal pintu di buka oleh Ryan dan Mama tersenyum diluar pintu berbanding terbalik dengan Sang anak.
" Masuk aja ma masuk aja semuanya sekalian kesini " ucap Ryan lemah.
" Lesu bener sih. nih mama lupa taro ini tadi, kasih Zahra sana "
" Apa ini ma? " tanya Ryan
" Udah kasih Zahra suruh pakai "
" Iya tapi apa Ma. "
" Baju besi " ucap Mama lalu meninggalkan Ryan yang masih terpaku dengan paper bag yang dibawa Sang Mama.
" Jangan lupa kunci pintu " mama terkekeh melihat wajah lesu anak satu-satunya itu.
Zahra masih dikamar mandi. lalu Ryan mengetuk pintunya.
" Yank, yank masih lama ga? " Tanyanya
" Dikit lagi by " ujar Zahra
10 menit berlalu akhirnya Zahra keluar dengan kimono nya serta rambutnya terurai basah membuat Ryan tak berkedip.
" Biasa aja dong, baru tau apa istrinya sexy begini " Goda Zahra lalu matanya tertuju ke paperbag disamping Ryan.
" Apa tuh By " tanyanya
Ryan masih tak berkedip memandang Zahra
" By, By, Hubby " Lengan Ryan disentuh Zahra.
" Eh iya yank, ini dari mama." Ucap Ryan kaget
" Ckk mandi dulu sana baru ngelamunin aku." ujar Zahra berkedip.
" Yank nakal dehh. sekarang aja yuk yank.. " Ryan mendekati Zahra.
" By tangan kamu habis salaman sama banyak orang loh, ga sayang aku apa." sambil meraih paperbag lalu matanya terbelalak melihat isinya.
" Yank, kenapa? koq gitu tampang kamu " tanya Ryan
" eh Gak apa-apa by, udah sana ,mandi dulu ,nanti aku kasih hadiah " ujar Zahra Yang tiba-tiba menjadi gugup.
Dengan berat hati akhirnya Ryan mandi membersihkan diri.
Zahra membuka paperbag berisi 3 pakaian dinas wanita bersuami.
" Glek " Zahra menelan ludah.
Ada 3 lingerie warna Hitam, Merah dan warna Mocca .
Dibolak Balik itu lingerie yang pernah ia lihat di toko brangkas wanita.
Akhirnya ia mencoba memakai warna Hitam, Dia berkaca di meja Rias meliuk-liukan tubuhnya bak model mengingat pelajarannya dulu saat di sekolah.
Pintu kamar Mandi terbuka dan Zahra berusaha meraih kimononya yang tergeletak agak jauh.
Se bar-bar nya Zahra tetap saja ia sangat merasa malu saat ini.buru-buru dipakainya sebelum Ryan melihat.
" Sayaaanng.. aku sudah mandi ,sini cium sini , udah seger banget loh aku yank " Ryan tak kalah menjadi bar-bar nan agresif
Zahra meliha ke arah dada bidang Ryan yang putih dan berbentuk kotak-kotak itu.
__ADS_1
Ryan mendekati Zahra " Ga udah malu yank,sini " Ryan merentangkan tangannya.
" Ga ah by, masih basah keringin dulu " ucapnya.
" Nanti juga basah lagi yank " Ryan mendekati Zahra yang masih setia membelakangi meja Riasnya.
Ryan memeluk Zahra lalu membalikkan badannya menghadap ke Cermin.
" Look yank, kita sekarang suami istri,Aku ga nyangka akhirnya bisa menikah sama kamu . " Ucap Ryan sambil menciumi rambut Zahra dan tercium aroma harum shampo.
" Terima kasih ya yank karena sudah mau menjadi istriku " Ryan kemudian mencium rambut samping Zahra lalu ke telinga hingga menimbulkan ******* dari mulut Zahra "
Bibir Ryan tak hanya puas sampai kesitu , Ryan menciumi pundak, rambut Zahra disingkap ke samping kanan lalu ia mencium tengkuknya.
Zahra tak tahan lalu berbalik.
" Sama-sama by, aku juga ga menyangka bisa jadi istri kamu " Zahra membalas membisikan ditelinga Ryan.
Zahra lalu berusaha sedikit menyentuh kuda kecil Ryan.
" Sssshh nakalnya istri aku ini. " ***** Ryan
Zahra menjauh kan Ryan dari badannya .
" Stop disitu deh by, "
" ga mau " ujar Ryan
" Aku bilang Stop. kamu mau hadiah kan ? " tanya Zahra
" aku ga mau, aku cuma mau kamu yank " Matanya sudah berkabut hanya dengan sentuhan Kaki Zahra tadi.
" Aku bilang stop, aku janji akan turuti semua mau kamu " Ujar Zahra
Perlahan Zahra membuka kimononya .
Baru bagian depan sedikit terbuka mata Ryan sudah membulat sempurna.
Zahra membuka kimono seolah sedang adegan slow motion..
Saat tepat kimono terlepas jatuh ke lantai. Ryan makin membelalakkan matanya dan dengan bergairah dia menghampiri Zahra kembali sambil berkata
" Yank, kamu sexy* banget..ini,ini,ini,ini semua punya aku ya yank " ucapnya sambil berd***** dan memegang area sensitif istrinya "
Zahra mengangguk lalu mendudukkan Zahra dimeja rias .
Setelah Zahra duduk sempurna di depan Ryan
Ryan lalu meraih dagu Zahra,menyatukan benda kenyal nya dan istrinya. di***** di***** bibir merah muda Zahra.
Tangan kanan Ryan berkelana ke Pabrik milk Zahra sebelah kiri.
Lalu Tangan kanannya mendarat sempurna di benda kenyal bagian belakang. Ia ******* keduanya bersamaan sambil bibir nya tetap menyatu.
Perlahan bibirnya terlepas terdengar lenguhan yang dinantikan oleh Ryan saat bibir Ryan berhasil mendekat ke pabrik.
" Aku buka ya yank " Ryan sudah bersuara serak menandakan ingin meminta lebih dari itu.
Zahra mengangguk pasrah, Ryan lalu perlahan membuka ikatan dibelakang dan terpampang Sempurna 2 pabrik kembar.
Ryan langsung menyambar bibir Zahra dengan lembut dan tanpa basa basi lagi tangannya sudah mendatangi pabrik Zahra lalu memainkan ujungnya membuat ******* Zahra kian menjadi.
Tubuh Zahra lalu digendong dan diarahkan ke ranjang yang sudah ditaburi bunga-bunga khas pengantin baru.
ditidurkan nya perlahan lalu dikecup kening, hidung,bibir ,leher dan berujung ke pabrik Dan ******* itu kian menjadi saat pabrik bertemu dengan klien halalnya .
__ADS_1
Tangan Zahra mengacak-acak rambut Ryan karena sensasi yang luar biasa ia dapatkan ini.
Tangan kanan Ryan juga berkelana hingga ke lembah bawah dan Zahra tanpa sadar sudah merenggangkan pahanya agar tangan Ryan mudah mengunjungi nya.
" Udah basah yank " Ryan berbisik menggoda Zahra. lalu Zahra hanya memejamkan matanya malu.
Entah bagaimana caranya Kepala Ryan sudah ada di depan lembah Zahra.
Perlahan lidah Ryan mulai mengunjungi lembah Zahra bermain-main disana hingga Keluarlah Pelumas Zahra
" Akkhh yank " ***** Zahra memejamkan matanya.
lalu Ryan mengecup bibirnya sambil berkata
" Ini Belum mulai yank, saat nya kuda aku masuk kandang ya yank " Bisik Ryan di telinga zahra.
" By katanya pertama itu sakit, jadi pelan-pelan ya by " Ucap Zahra yang nafasnya sudah menderu seperti Ryan.
Ryan mengangguk sambil tersenyum.
Perlahan Kuda Ryan akan masuk ke kandangnya " Sssshh sempit yank, " Ucap Ryan lalu sreekk.
" arghh" Zahra berusaha menahan sakit nya karena ia tau ini adalah hak Ryan dan kewajiban Zahra sebagai istri untuk membuat senang suami.
" Maaf ya yank, apa mau berhenti saja? " tanya Ryan tak tega melihat wajah istrinya yang menahan sakit dibagian lembah.
" Lanjutkan Yank, aku kuat aku bisa apapun untukmu " ucap Zahra mengecup Bibir Ryan.
Ryan berusaha sekuat tenaga agar pelan dan
" akhhhh tahan ya yank " bisik Ryan
Diangguki Zahra.
Ryan mulai memompa tubuh polos Zahra hingga ia tak tahan lagi dan pelepasan bersama pun terjadi , akhirnya cairan pelumas yang bisa menjadi benih-benih di perut Zahra terlepas juga .
Terlihat bercak darah di sprei putih hotel dan Ryan pun tersenyum bangga.
" Terima Kasih sayang kau sudah menjaganya untuk aku "
" Iya tapi sakit by, aku rasanya susah berjalan " lirih Zahra
" Iya nanti aku bantu ,udah ga usah jalan dulu ya. tidur aja dulu , nanti aku mau tagih hadiah kedua " ujar Dua sambil matanya terpejam.
" Ga mau, hadiahnya udah tuh tadi, " gerutu Zahra sambil berbalik memunggungi Ryan
Ryan mendekat lalu memeluknya dari belakang.
" Posisi begini belum yank " ucap Ryan menciumi pundak Zahra
" besok-besok aja ,ibunya masih sakit by " tangan Ryan diarahkan ke lembah Zahra.
" Ckk dasar istri nakal " Ryan menciumi punggung Zahra tanpa henti yang membuat Zahra tertawa geli.
.
.
Cukup sekian ya Cerita malam pertama Babang Ry dan Ara , Othor ga bisa menghalu lebih jauh lagi. ðŸ¤
.
.
Jangan lupa dukungannya ya rederku sayang 😘
__ADS_1