
Sesuai janji , othor update lagi nih pemirsa 🤗
***
" Mamaaaaaaaaa bangun maaaaa " Terdengar teriakan Axel yang menggema dan menangis.
Mendengar teriakann Axel, Asisten Arya masuk lalu melihat Clara sudah terbujur Kaku.
Zahra memeluk Ryan dan juga menangis, ia tak menyangka semuda ini ia melihat secara langsung manusia menghembuskan nafas terakhir nya.
Ryan mengusap punggung Zahra yang menangis sedih.
Hanya sebentar saja Zahra memeluk Ryan kemudian ia melepaskan nya.
" Masih ada hati yang harus kamu kuatkan dan kamu tenangkan by " Ujar Zahra pelan.
Zahra menghampiri Axel yang sedang menangis memeluk mamanya.
" Axel,kuat ya Nak ,Mama kamu sudah tenang tidak merasakan sakit lagi." Zahra mengusap-usap rambut Axel
" aku sekarang sendirian Tante , aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi hiks hiks " Remaja itu menangis sedih membuat hati Zahra pilu.
" Sayang No, jangan bilang kamu sendirian,jangan panggil aku Tante ,panggil Mommy okey, Mommy akan selalu ada untuk Axel, Sini sayang " Zahra mengusap kepala Axel lembut.
By, " Panggil Zahra ke Ryan
" Iya yank, " Ryan bingung harus bagaimana. Bingung tiba-tiba punya anak sebesar Axel" Tolong tenangkan Axel aku akan kedepan ketemu dengan asisten Arya untuk bicarakan proses pemakaman Kak Clara " ujar Zahra.
" Iya yank " Ryan menurut.
Zahra lalu keluar bertemu dengan asisten Arya.
" Bagaimana Tuan Arya, akan dimakamkan dimana ? " tanya Zahra.
" Mohon maaf sebelumnya boleh saya tanya dulu ke nyonya? " Ucap Asisten Arya.
__ADS_1
" Ya silahkan " Ujar Zahra cepat karena setau Zahra orang meninggal harus dikuburkan secepatnya.
" Maaf jika saya lancang, Apa Tuan Axel akan tinggal bersama tuan Ryan dan anda Nyonya Zahra ? " tanya Asisten Arya.
" Iya Axel akan tinggal bersama ku " jawab Zahra pasti
" Baiklah kalau begitu pemakaman nyonya Clara akan berada di pemakaman dekat mansion anda dan Tuan Ryan nyonya " Ujar Asisten Arya sopan.
" ah iya Baiklah Tuan Arya, mohon tolong diurus ya . aku percayakan itu kepadamu. Dan untuk Axel ,tolong percayalah kepadaku. aku akan mengurusnya dengan baik. " ujar Zahra tersenyum.
" Baik Nyonya Zahra saya sangat senang mendengarnya terima kasih banyak " Ucap Asisten Arya menunduk sopan.
Hari itu juga Clara dimakamkan dan Axel dibawa pulang ke mansion Mama Zen tempat tinggal Ryan dan Zahra saat ini karena sedang hamil.
Ryan hanya menuruti semua kemauan Zahra dan tidak berkomentar apa-apa karena ia masih bingung juga harus berkata dan bersikap apa.
Sebelumnya Zahra sudah menelepon Mama , memberitahukan kalau Axel akan tinggal bersama Ryan dan Zahra.
Mama senang, karena bagaimanapun itu cucu pertamanya walau dari kejadian tak terduga.
Setelah semua selesai , sampailah Ryan,Zahra dan Vio dimansion mewah kediaman keluarga Ryan.
Axel berhenti matanya melihat sekeliling.
" Hmm " Ia terlihat ragu menyapa Ryan dan Zahra .
Zahra yang sangat peka langsung mendekati Axel.
" Ada yang ingin kamu tanyakan sayang? " .llllll
Axel mengangguk " Apa benar aku bisa memanggil mu Mommy " ujar Axel takut-takut
" Of Course sayang , apa kamu nyaman dengan memanggil ku begitu? atau jika kau tidak nyaman kau bebas memanggil ku dengan sebutan apa, asal jangan sebutan adik ya Xel , karena kau harus memanggil adik itu ke tiga baby yang ada di perut ku ini " Zahra tersenyum hangat sambil sedikit bercanda dan membusungkan perutnya.
__ADS_1
" Really Mom ? " tanya Axel berbinar
Zahra mengangguk tersenyum senang karena mendengar panggilan Mom yang ditujukan Axel untuknya .
". I'm So Happy Mommy. I'm Not Alone " ujar Axel lagi
" Ya, kamu tidak sendirian, ada Mommy,Daddy ,Oma dan Opa juga disini " ujar Zahra .
Axel senang.
" Ada Oma dan Opa juga? tapi apa mereka mau menerima ku Mom " Ucap Axel senang lalu kembali sedih
" Pasti sayang, bahkan kamar mu sudah disiapkan disini oleh mereka ,ya walaupun nanti warna dan suasana nya kamu kurang suka kamu bisa merubahnya nanti karena ini lumayan mendadak persiapannya " Zahra berucap sambil mengajak Axel segera masuk ke mansion .
Malihat Zahra dan Axel berjalan duluan .Ryan cemberut.
" Daddy tidak diajak ? " lirih Ryan.
Zahra menghela nafasnya kesal. ingin dia ketus ke Ryan tapi ada Axel disana. Bagaimana pun ,Axel sekarang adalah anaknya,anak pertamanya yang harus dia rawat seperti anak sendiri sesuai janjinya dengan mendiang Clara.
" Ayo Dad,kita masuk " Ujar Zahra.
Ryan pun tersenyum senang dirangkul pinggang istrinya itu tapi segera dilepas perlahan oleh Zahra.
Ryan pun tak berani bertindak jauh lagi.
Masih syukur Ryan tetap dihargai jika sedang ada orang lain selain mereka.
" Xel, kamu boleh panggil Papa kamu itu papa atau Daddy , senyaman nya kamu aja ya " ujar Zahra lagi membebaskan Axel agar merasa nyaman dan tidak terbebani.
Axel mengangguk. Tak lama Mama dan Papa menyambut kedatangan ..
" Oh Cucu kita tampan sekali Pa " Ujar Mama menyambut Axel.
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya rederssss. dan terima kasih atas doa-doa terbaik dari kalian 🤗