
Diperjalanan arah pulang Zahra happy dan Sesampainya dirumah Zahra terkaget karena Ayah bundanya sudah sampai.
Zahra memberikan bungkusan makanannya kepada Bik Sum untuk dibawa ke meja makan.
Zahra memeluk bundanya , Padahal Zahra ingin memberikan kejutan ke bundanya kalau ia sedang hamil dengan menunjukkan foto USG .
Tapi malah Zahra yang di berikan kejutan karena kedatangan keluarga nya dari Kota B.
Setelah mengobrol sebentar Zahra lalu mengajak bunda dan Mama untuk memakan cemilan yang tadi ia beli.
" Yank aku yang beliin masa ga diajak " Ryan ternyata hampir meneteskan air liurnya melihat tiga wanita cantik itu sedang memakan cemilan sambil bercanda tertawa Ria.
" Mau by? " tanya Zahra
" Mau yank " Ryan menghampiri Zahra di meja makan.
" Tadi aja ga mau , ngelarang - larang katanya ga higienis " cibir Zahra
Mama dan Bunda kaget hampir tertawa.
" Ryan kalau bumil mau makan apa aja itu turutin ,kecuali makan batu baru kamu larang " ujar Bunda sambil tertawa.
" Nanti anak kamu ileran loh mau? " Sahut Mama
" Katanya dia mau manggil dokter kalau perlu profesor mah biar anaknya ga ileran lagi katanya " Ujar Zahra lagi.
" Astaga Mama gak nyangka sama kamu " ucap Mama heran
" Kenapa mama ga kepikiran begitu ya ? " Dengan bangganya Ryan berkata seperti itu.
Ayah dan Papa tertawa lebar mendengar celotehan anak dan menantunya itu.
" Pletak "
dahi Ryan di sentil sang Papa.
" Duh sakit Pa "
" Bener kata mama deh, papa nyesel jadiin kamu CEO Ry " Ujar Papa
" emang kenapa? " Tanya Ryan tak terima
" Otak mu gesrek " sahut sang papa lagi
" Ryan kalau kamu bisa turutin apapun permintaan ibu yang sedang hamil kalau kamu sanggup kamu belikan atau kamu turuti, Mood nya bisa berubah jelek + galak , bunda dulu begitu. " Bisik ayah pelan ditelinga kanan Ryan
" Mama mu juga " Bisik papa ditelinga kiri Ryan juga
" kalau ileran itu emang ga bisa disembuhkan dengan medis Yah? " tanya Ryan lagi
" Kamu kira itu penyakit yang bisa disembuhkan oleh medis " ujar sang Papa lagi.
__ADS_1
" Oh pantes Ara tadi marah " Ryan garuk-garuk kepalanya.
Papa dan Ayah menghampiri Zahra dan para istri mereka di meja makan.
" Udah ayah sama papa bilangin suami kamu Ra , kalau mau apa-apa dituruti " pada menarik jempol nya membuat tanda sip ke arah Zahra
Zahra tersenyum lucu melihat keluar orang tua mereka .
" Eh iya aku belum ganti baju dari rumah sakit,aku ganti baju dulu ya Bund,Ma ,Yah ,Pa " Pamit Zahra
" Bakso tusuknya mau dibawa ga nih " Goda Mama.
" Oh iya mau mah " Zahra mengambil piring lalu memasukan cemilan yang ia beli tadi sedikit-sedikit dalam satu piring besar.dan kuah sambalnya terpisah.
" Bik Sum maaf, aku minta tolong buatkan Jus jeruk 2 ya by untuk aku sama Ryaan nanti aku ambil ke bawah " ujar Zahra
" Nanti bibik antar ke kamar aja non " sahut Bik Sum.
" Terima kasih bik " Zahra tersenyum lalu ke atas bersama Ryan.
Ryan membawa piring berisi makanan dan juga tas istrinya.
Semakin diperlakukannya Zahra bagai Ratu oleh suaminya dan keluarga nya. Belum hamil aja disayang, apa lagi saat hamil begini.
Zahra dan Ryan sampai di kamarnya.Zahra membersihkan diri duluan .
Tak lama pintu kamar di ketuk,saat dibuka muncullah Bik Sum dengan membawa Jus jeruk.
Ryan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai karena ia tak kembali lagi ke kantornya.
Merasa Zahra sangat lama dikamar mandi Ryan mengetuk pintu kamar mandi.
" Yank koq lama banget." ucap Ryan.
" Iya aku lagi perhatiin bentuk tubuh aku ternyata perut aku udah agak besar By ,aku koq ga ngeh ya " teriak Zahra dari kamar mandi
Ryan membuka pintu kamar mandi yang memang tak terkunci itu. terlihat tubuh polos istrinya yang membuat kudanya menegang.
" Segala masuk by, tar pengen aja " Ujar Zahra sambil menatap di kaca.
" Ngga koq yank aku tahanin " ,sambil memeluk istrinya itu.
" Aku yang ga tahan By, " ucap Zahra pelan.
Terasa dibokong Zahra dibalik celama Ryan ada yang menonjol.
Zahra menggeser bokong nya ke kiri ke kanan ke atas ke bawah.
" Sssh yank " lenguh Ryan
Zahra melepaskan pelukannya Ryan lalu keluar dari kamar mandi. Ryan hanya meringis saja karena tak tersalurkan dan
__ADS_1
Menuju lemari pakaian Zahra berjalan dengan tubuh polosnya. Ia mengambil pakaian dalamnya lalu memakainya di depan Ryan.
Ia baru memakai yang bawah saja untuk menutupi lembahnya.
Zahra mengambil pakaian dalam penutup pabrik susunya.
Zahra berbalik ke Ryan yang masih menatapnya. " By tolong pakein " Bisiknya dengan sensual.
" Akh kamu yank bikin pengen " ucap Ryan
" Nih 6 bulan lagi kamu ga bisa nikmatin sekarang puas-puasin by " Zahra membusungkan dadanya ke arah Ryan
Tak berfikir lama Ryan langsung mendudukkan Zahra di meja yang ada di ruang pakaian itu. dia langsung melahap 2 pabrik susu yang akan dikuasai oleh anak-anak nya nanti.
Dihisapnya dengan lembut dan perlahan,dimainkan ujungnya diputar-putar hingga terdengar lenguhan dari bibir Zahra.
Ryan mulai menyusuri sekitar pabrik dan terus ke perut dan sampailah di lembah. Ditelusuri lembah Zahra , Kaki Zahra sudah membentang lebar dan lidah Ryan mulai bermain-main disana membuat Zahra bergelinjang tak tahan ingin mengeluarkan pelumas untuk memperlancar kuda Ryan masuk kandang nya.
Tangan Zahra sudah mengacak rambut Ryan
" Akkhhh by masukin lagi " Zahra tak tahan tapi Ryan malah mempermainkan Zahra dengan mengeluarkan Lidahnya .
" aku lapar yank, boleh makan dulu ga " goda Ryan.
" akhh Makan aku aja sepuas kamu by " ***** Zahra.
Ryan tersenyum ada rasa puas tersendiri jika istri nya memohon begitu. Lidah Ryan kembali bermain di lembah Zahra dan "ssssshhh aaakkhhh suami aku luar biasa " Zahra mengeluarkan suaranya berbarengan dengan keluar nya cairan pelumas itu dan Ryan menghisap nya perlahan.
Setelah itu Zahra mengambil alih permainan,ia menyentuh kuda Ryan dengan perlahan dimainkannya ,diusap dan di jilat layaknya es krim.
Pabriknya disentuh-sentuhkan ke paha Ryan membuat Ryan gemas dan akhirnya tak tahan Ryan pun menggendong istrinya ke ranjang dan direbahkan nya perlahan.
Diusap perut Zahra.
" Anak-anak Daddy ,Daddy mau temui kalian pelan-pelan, Daddy janji tidak akan menyakiti kalian " Zahra tersenyum mendengarnya . Dibuka pahanya lebar agar kuda Ryan bisa langsung masuk ke kandangnya dan Clepp tertancap sudah kuda ditempatnya.
" Aku janji akan pelan " Bisik Ryan
di pompa lah tubuh Zahra dengan perlahan oleh Ryan tapi saat ingin mencapai puncaknya Ryan agak mempercepat pacu kudanya dan " aaakkhh sayang nikmat nya " Erang Ryan.
" akhh " Zahra menyusul lalu lemas tubuhnya terasa remuk. Ryan memeluk Zahra dan mencium wajahnya.
" terima kasih sayang,terima kasih selalu membuat ku merasa menjadi laki-laki hebat " Ucapnya sambil memejamkan matanya lelah.
***
Maafin othor ,😂,
Jangan basah ya,mendung susah keringnya nih
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya rederssss 😘