Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Lamaran Virtual


__ADS_3

" Aku sudah selesai,aku duluan ya mau ke kamar dulu " ucap Ryan meninggalkan meja makan.


Mama Zen dan Papa Ren bingung apa yang terjadi sehingga anaknya berwajah sendu..


" Ma, Pa Malik Antar balik Popy dulu ya " ucap Malik yang pamit lebih awal karena sepertinya Bos dan juga sahabat nya itu sedang tak enak suasana hatinya.


.


" Terima kasih atas jamuannya Nyonya dan Tuan besar ,makanannya enak semua " ucap Popy sambil tersenyum


" Ah bisa aja , besok-besok pacarannya disini ya " ujar mama Zen.


" Ma kita ga pacaran , " entah berapa kali Malik menjelaskan tentang hubungan dengan Popy


Malik pun pulang mengantar Popy.


" Ra, kamu lagi ada masalah dengan Malik ?" tanya Mama Zen


" Hmm sedikit ma " ucap Zahra lalu menceritakan masalahnya saat selesai meeting tadi..


" Owalaahhh. yasudah baikin sana " Mama Zen menyuruh Zahra ke kamar Malik.


" Gak apa-apa emangnya ma? takutnya aku kesana Mas Ryan ga mau aku masuk ke kamarnya." ucap Zahra


" gak koq sayang, udah sana kalau dia marah, tinggalin aja udah gak apa mama dukung" ucap mama


" Ya papa dukung juga, sana temuin kalau dia marah putusin aja " ucap Papa Re sambil tertawa


" Baiklah hehe, Ara temenin dulu ya ma, pa " pamit Zahra


" Tapi jangan diputusin ya Ra, papa bercanda " ujar Papa Rend yang habis dicubitin Mama Zen karena segala pakai saran putusin


" Duh iya ma.maaf " ucap Papa Rend meringis kesakitan.


.


.


Zahra melangkahkan kakinya ke atas menuju kamar Ryan.


Tok tok, " Mas boleh aku masuk " tanya Zahra


" Masuk Yank " ucap Ryan dari dalam


km

__ADS_1


Dilihatnya Ryan sedang menatap keluar jendela.


Zahra melangkahkan kakinya mendekati Ryan.


Lalu Zahra memeluknya dari belakang.


" By aku minta maaf buat hari ini ya By,aku tau kamu marah liat aku tadi.Maaf ya By " Ujar Zahra


Seketika hati Ryan menjadi hangat ditengah panasnya.


Ryan menghembuskan napasnya lalu berbalik ke arah Zahra


" Janji tadi itu pelukan terakhir kamu ke dia ya Yank "


Zahra mengangguk , " Maaf ya by " peluk Zahra dari depan.


" Iya ,maafin aku juga yang masih merasa kesal sampai tadi ya yank, terimakasih juga sudah pilih aku " balas Ryan memeluk Zahra .


" Bobo sini ya yank, aku mau hilangin pelukan kamu tadi " ucap Ryan pelan khawatir Zahra tersinggung


" aku janji kita hanya pelukan " ucap Ryan lagi.


" Ga enak by sama mama Papa " ucap Zahra.


" Jangan by, kamu jahat banget " Zahra menahan tawanya karena Ryan menyuruhnya untuk diam.


Ryan berjalan ke arah pintu kamarnya.


ceklek, ..


Benar saja ,mama Zen dan Papa Ren lagi kepo di depan pintu " Eh Ma Pa " ucap Ryan pura-pura


" Hmm sa sayang ma mama cuma mau bilang ini sudah malam,baiknya Zahra menginap disini saja " ujar Mama diangguki sang Papa.


" ah baru saja aku ingin minta izin ma, " ujar Ryan mengikuti akting kedua orang tuanya .


" nginep ya yank " pinta Ryan


" Beneran Boleh Ma ? " ucap Zahra.


" Oh sayang tentu boleh, kalau perlu mama mau nginap juga dirumah kamu besok, mau izin ke bunda mu untuk meminta kamu jadi mantu mama " ucap Mama memeluk Zahra


" Aku bicarakan ke bunda besok ya Ma " ucap Zahra sambil tersenyum.


" Iya sayang sekarang kamu istirahat lah besok weekend kamu bisa bangun siang disini,tenang saja bunda tak akan menggangu kalian "

__ADS_1


" Papa harap kamu baik-baik saja ya Ry dengan Ara, Papa ingin melihat kamu segera menikah dan Papa minta cucu segera pleasee " ucap Papa dan mendapat tatapan lucu dari Mana Zen


" Kita bicara sebentar diruang keluarga Ry " lanjut Papa Ren.


" Ayo yank ikut " ajak Zahra keluar dari kamarnya


Diruang keluarga papa ingin Zahra menelepon ayah dan bundanya untuk mengabarkan kalau Minggu depan keluarga Nugroho akan datang untuk meminta Zahra secara resmi .


Malam ini Zahra diminta Menhub ayah bundanya .


m


Zahra melakukan video call Ke nomor adiknya.


Zahra memberitahukan maksud ia menelepon ayah dan bunda.


Setelah itu Papa Ren dan Mama Zen mengutarakan maksudnya.


Dan sesuai dugaan ,Ayah dan bunda menerima lamaran secara virtual.


Dan Minggu depan mereka akan berkunjung kerumah orang tua Zahra di kota B.


Ryan happy bukan main,karena ia akan sepenuhnya memiliki zahra.


Begitu juga Zahra,ia sennag karena Ryan sangat serius dengannya dan sudah melamar nya di depan bunda dan ayah.


Setelah telepon selesai Papa Ren dan Mama Zen masuk ke kamarnya.


Ryan dan Zara pun masuk ke ???


.


.


.


kemana hayooo


.


.


jangan Lupa hadiah buat seserahan Zahra Minggu depan yupp..


Like , komen dan vote kamu ditunggu oleh Zahra & Babang Ryan 😘

__ADS_1


__ADS_2