
Assalamualaikum semuanya...
Alhamdulillah setelah sekian purnama akun othor bisa aktif kembali .
Hp yang rusak gak , nomor wa yang gak bisa diaktifkan kembali membuat semuanya terbengkalai. Alhamdulillah sekarang bisa lagi.
Level jadi pada turun nih huhuhu. Semoga bisa segera naik kembali. Bantu kasih rating dan vote ya sayang sayangkuuu... Biar othor bisa semangat lagi.
Othor mau yang seger2 dulu nih kasih ke reders setia .cekidot
Bab 1. GENGSI
Seorang wanita memakai flat shoes berlari tegesa-gesa memasuki area gedung WH Group .
Hari ini Hanna yang bekerja di divisi administrasi pendataan di perusahaan WH Group itu agak telat tidak seperti biasanya dikarenakan sang pemberi hutang ke keluarganya itu datang lebih pagi kerumahnya untuk menagih janji.
Padahal Hanna berjanji membayar setelah pulang kerja , katena siang ini gaji Hanna baru turun, tapi pemberi hutang itu malah datang pagi-pagi buta.
Hanna pun sedikit berdebat dan membuat waktunya agak terbuang sia - sia.
Padahal hari ini info dari bagian pemasaran akan ada pemilik perusahaan yang baru untuk memperkenalkan diri dan menyapa para karyawannya sambil makan siang bersama.Ia takut sekali telat, karena jika telat karyawan diberi SP dan terancam di pecat .
Hanna tidak ingin sekali.itu terjadi. Maka dari itu saat ini Hanna berlari untuk segera absen finger print di depan ruangannya.
Hanna segera menuju lift dan menekan tombol ke atas mwnujulantai 15. Tanpa dia sadari , sedari jauh dirinya di perhatikan oleh seseorang bertubuh tinggi dan mempunyai badan yang sempurna dan dipuja-puja semua orang karena ketampanan,bisnis dan hartanya.
" Han…. " Gunamnya pelan tanpa terdengar oleh siapapun termasuk Dimas disampingnya.
Walau Hanna berjalan membelakangi Harry, merubah penampilan dan juga rambutnya , Harry sangat - sangat mengenal jika itu Hanna wanita masa lalunya yang berhasil memporak - porandakan hati dan hidupnya. Serta membuatnya menjadi pria ambisius yang haus akan harta.
Entah apa yang dulu diperbuat Hanbasehingga Harry sangat membencinya saat ini.
Mata Dimas mengikuti arah pandang Harry. Dan Dimas melihat Harry sedang memperhatikan wanita dengan tinggi standar orang asia.
" Wah, sepertinya anda mulai melupakan si PHP nih " goda Dimas dan dibalas dengan tatapan datar tanpa ekspresi oleh bos nya itu.
" Ehem biasa aja x Pak, gini-gini saya sahabat anda loh. " Ujar Dimas sambil membetulkan dasi di kerahnya yang sebenarnya tidak miring sama sekali.
Biarpun sahabat tapi tatapan Harry terkadang membuat Dimas tidak berkutik.
__ADS_1
" No, untuk di jam kerja " tegas Harry.
" Kumat " Dimas bergerutu dalam hatinya.
Harry terus berjalan dan mendekati lift yang juga ada Hanna disana.Harry sengaja tidak melihat Hanna duluan. Dirinya berharap Hanna lah yang mengenalinya lebih dahulu. Dan ia sudah ancang - ancang akan mengacuhkan Hanna jika dirinya di panggil .
Tidak lama pintu lift terbuka dan hanya berisi 1 orang salah satu manager diperusahan itu yang sudah mengetahui jika Harry adalah bos barunya.
Setelah semua yang ada di lift menekan tombol ruangan yang ingin mereka tuju terdengar salah seorang di lift bersuara.
" Selamat pagi Pak Harry Wilson, Pak Dimas " sapa manager bernama Adrian itu sambil menunduk hormat.
" Pagi " sahut Harry datar.
" Pagi juga Pak " Dimas selayaknya orang normal membalas sapaan Adrian dengan anggukan.
" Pagi Hannaaaa " sapaan dari Adrian yang lembut bahkan terdengar menggoda terdengar sangat menggelikan di telinga Harry.
" Pagi Pak Ad " sahut Hanna sambil tersenyum manis. Dimas agak sedikit menoleh ke belakang memastikan suara teman lama yang masih familiar di telinganya.
Karena Dimas sempat menoleh ke Hanna ,dan berpapasam dengan Hanna yang melihat ke depan , Hanna pun menyadari itu adalah Dimas yang dia kenal. Hanna menepuk bahu Dimas.
" Hanna ? Ya ampun kemana aja Han ? " Dimas tak kalah excited bertemu dengan Hanna dan berbalik menghadap Hanna dan membelakangi Harry.
" Gak kemana-mana disini aja masih dibumi. " Hanna menjawab pertanyaan Dimas sambil tertawa renyah.
" Kenal Han ? " Tanya Adrian karena bingung bisa - bisanya Hanna kenal dengan sekertaris yang juga merangkap asisten bos baru itu.
" Sahabat saya Pak " Sahut Hanna sopan. Pak Adrian pun mengangguk bingung.
" Sahabat tapi usianya jauh koq." Adrian hany berucap dari dalam hatinya.
" Han itu bos kita yang baru, dan Pak Dimas ini adalah asistennya " bisik Adrian
" Ah ya ? " Hanna sedikit kaget tapi memang dia belum melihat je arah Harry.
Tak lama pintu lift terbuka dilantai 14 dan 1 lantai lagi adalah lantai dimana Hanna bekerja.Hanna siap-siap ingin keluar lift setelah lift bergerak menuju 1 lantai lagi.
" Pagi Pak. Permisi saya duluan " Sapa Hanna tersenyum sopan sambil mengangguk dan permisi untuk pamit keluar terlebih dahulu ke Harry.
Sepertinya Hanna tidak mengenali Harry yang sekarang. Karen memang Harry berbeda dan merubah penampilannya lebih berkelas.
__ADS_1
" Mas , eh Pak Dimas maksudnya, aku duluan yah daahh " Hanna melambaikan tangannya ke arah Dimas dan tersenyum manis membuat hati pria yang melihatnya luluh lantah.
Ting. Bunyi pintu lift terdengar Hanna seger keluar lalu berlari membuat Harry kaget kenapa Hanna yang ia lihat saat inu semakin energik . Padahal dulu lembut gemulai dan sangat feminime.
"Cih , minta di pecat " decih Harry. Adrian yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Harry itu sangat kaget. Bagaimana bisa hanya karena Hanna menyapanya lalu akan dipecat.
" Maafkan Hanna Pak. Dia memang terlalu ramah, maaf jika dia tidak sopan jangan dipecat Hanna nya pak " Adrian menunduk menghadap Harry untuk meminta maaf atas nama Hanna .
" Kenapa kau meminta maaf atas nama orang lain ? Apa kau ingin dipecat juga ? " ketus Harry.
" Maaf pak ,tidak. Maksud saya kasian Hanna adalah tulang punggung keluarganya, kasihan jika dipecat. "
Sunggu ,Adrian sebegitu takutnya jika Hanna dipecat. Ditambah dia sangat menyukai Hanna.
" Kurang kerjaan " ketus hary.
Tak lama pintu lift kembali terbuka di lantai 17. Harry pun segera keluar dari lift diikuti Dimas. Sedang Adrian masih meneruskan ke lantai berikutnya ke ruangannya .
" Hanna itu Har " ujar Dimas berjalan agak cepat mensejajarkan langkahnya dengan Harry.
" Cih siapa Hanna , saya tidak kenal " Harry berjalan lurus menuju ruanganya. Satu lantai itu adalah ruangan Harry dan Dimas. Jadi tidak ada karyawan lain disana selain mereka dan salah satu office girl untuk membersihkan lantai itu.
" Ohhh masih sakit hati rupanya " gunam Dimas.
" Dim,lo gue pecat jadi asisten dan sahabat " ancam Harry.
" Alhamdulillah kalo saya di pecat saya kejar Hanna lagi aja ,jadi gak.ada istilah makan temen " ujar Dimas Santai membuat Harry geram dalam hatinya.
" BRAK " Harry masuk ke dalam ruangannya meninggalkan Dimas.
" Gengsi "
Celetuk Dimas sambil terbahak membuat Office Girl yang berada dibelakangnya kaget karena Dimas tak pernah tertawa seperti itu.
" Saya kira hantu Pak "
Celetuk Sisil sang office girl.
Dimas pun langsung mode tenang kembali.
.
__ADS_1