
khusus +21 yang belum cukup umur dan suami belum pulang boleh di skip ya. 🤗
***
a
Ryan masih berdiri di samping Malik hingga wanita yang dibicarakan Ryan dan Malik tadi itu naik kembali ke panggung pelaminan.
Ryan terdiam, gugup,tak percaya melihat wanita yang menyukainya dulu itu berjalan mendekat ke arahnya.
Malik tak kalah tegang, sesekali Malik melirik ke arah meja Zahra dan berdoa semoga Zahra tidak melihat ke arah sini.
Popy melihat bingung apa yang ada dihadapannya. Ia melihat anak remaja yang bersama teman suaminya itu wajahnya seperti familiar.
dan saat Popy bergantian melihat ke arah suaminya,Ryan,wanita bernama Clara itu dan ke anaknya. " Deg. astaga kenapa bisa mirip dengan Ryan " Popy menutup mulutnya yang terkaget .
" Nanti aku jelaskan, kita jangan ikut campur masalah orang rumit ini " Ujar Malik menenangkan Popy.
" tapi Sayang ,Zahra ,,, " ucap Popy sedih
" biar saja Ryan yang jelaskan langsung, " Ujar Malik melirik ke Ryan dan Clara.
" Silahkan kalian turun dari sini,dan nikmati jamuan yang ada " Ujar Malik sopan tanpa ingin berinteraksi lama-lama dengan Ryan dan Clara itu.
" Boys,siapa namamu " tanya Malik ke remaja tersebut.
" Aku Axel Om ,aku mencari Papa ku ,kata Mama papaku ada disini " ujarnya.
Malik menghela nafasnya kasar, sedangkan Ryan terdiam mencerna ucapan anak bernama Axel itu.
" Cla Clara, apa di dia.. " tanya Ryan terbata
" Ya ini anakmu,anak yang aku kandung saat kesalahan kita dulu di masa SMA "
Ryan terdiam kaku.
Tiba-tiba Zahra berdiri di depan pelaminan Malik tapi dibawah nya bukan diatas panggung.
" Sayang,lama banget ketemu teman lama yah " Zahra tersenyum manis.
" Ah eh iya yank " Jawab Ryan gugup lalu segera turun.
Clara dan Axel pun turun.
Zahra tersenyum ke arah Clara dan Axel.
Clara menyapa Zahra " Hai, kamu Istrinya Ryan ya " Ucapnya Ramah.
" iya, kenalkan Aku Zahra Kak, " Zahra masih tersenyum manis.
" Aku Clara, dan kenalkan ini anak kami ,Axel " ujarnya tersenyum .
" Deg," Hati Ryan seakan tiba-tiba berhenti berdetak mendengar perkataan Clara.
Zahra terdiam , mengerutkan dahinya, berusaha mencerna ucapan Clara . Lalu tersenyum.
" oh anak nya Kak Clara, sudah besar ya kak " ucap Zahra lagi
" Iya ,mari saya permisi dulu . ayo Nak " ajak Clara ke Axel.
__ADS_1
" Permisi Om, Tante " ...ujar Axel sopan ke Zahra dan Ryan.
" Ah iya " Ucap Zahra tersenyum menatap anak itu.
" yuk By kembali ke meja aku lelah" Ujar Zahra berjalan duluan ke meja yang ada perkumpulan keluarganya itu.
Ryan berjalan lemah , biasanya ia berjalan tegap dan gagah kali ini menunduk.
Zahra masih bersikap biasa saja ke Ryan.
Ada sedikit rasa ingin tau siapa itu Clara, tapi Zahra berusaha berfikir positif tentang hal-hal negatif yang berkeliaran di pikiran nya saat ini .
" By ke kamar yuk aku ingin istirahat " ujar Zahra.
Ryan mengangguk dan pamit ke para sanak keluarga dan teman , kemudian membawa Zahra ke kamar mereka.
Setelah pertemuan dengan Clara tadi ,Ryan diam saja berbeda dengan biasanya.
Zahra sangat peka akan hal itu. Tapi ia memilih tidak bertanya dan membiarkan Ryan yang berbicara dahulu jika memang ada masalah.
Zahra tak ingin berasumsi sendiri yang berdampak pada hubungannya nanti. Apa lagi kondisinya saat ini sedang hamil.
Hingga sampai malam hari Zahra lebih memilih tidur saja karena memang sangat lelah dengan aktivitas nya bbrapa terakhir ini.
***
Berbeda dengan di kamar pengantin baru.
Terlihat keduanya sedang saling melepaskan apa yang harus dilepaskan .
" Akhirnya aku lihat kamu polos begini sayang " ujar Malik.
" Salah satunya itu sayang cup , cup ,cup ,cup . semua punya aku nih " Ucap Malik sambil meraba dan meremas gundukan kenyal milik istri nya itu.
" Ssh akh sayang udh ga sabar banget ngobrol-ngobrol dulu kek euungh.." Popy berbicara sambil berde*sah.
" Kamu mau tanya apa hmmmmppp hmmmmppp " Malik menjawab sambil mode bayi menghisap gundukan kembar milik Popy.a
" ssshh Clara itu siapa sayang eunghh aku penasaran sshhh " Tangan Malik sudah menuju sarang miliknya nya itu dan Popy menikmati sentuhan -sentuhan dari Malik.
Jari Malik mulai bermain-main di sarangnya, satu jari dimasukan agar memudahkan juniornya mudah masuk ke sarang Popy
Masuk keluar masuk keluar itu Jari dan membuat Popy terbang ke angkasa
" Ah sayang aku mau ke ke keluar ahhhhk.. " pelepasan pertama pun terjadi. Malik tersenyum senang.
" enak sayang ? " tanya Malik.
" Banget sayangku " ujar Popy dengan nafas nya naik turun.
Kembali di ciumnya bibir Popy, lalu turun kembali Ke gundukan yang sudah menegang lagi itu.
Kalau tadi pakai Jari, sekarang lidah Malik yang berada di sarangnya sebelum juniornya masuk.
Lidah Malik bermain-main disana.
" Aku paling suka begini Sayang euunghh " Des*sah Popy
Malik masih sibuk aja mengecap daerah sensitif Popy.
__ADS_1
" Ah Sayang aku mau ke lu Ar la gi aaakhh ," Pelepasan kedua Popy pun sudah sekarang saatnya Malik menuntaskan apa yang harus dituntaskan.
" pelumasnya sudsah ,sekarang gantian yang punya mau masuk yank " Ujar Malik sambil memasukan juniornya ke sarang milik Popy.
" Akh sakit sayang " terdengar jeritan Popy tapi ditahannya
" hanya sebentar selebihnya enak seperti tadi okey ,tahan baby " uanr Malik
ia memompa tubuh Popy sedemikian rupa dan akhirnya " Bersama sayang aaakkhhh " ujar kedua insan itu lalu Malik menjatuhkan diri ke pelukan Popy.
" Duh sayang berat,, minggir dulu " ujar Popy sudhs lelah, ditambah tertindih beban berat pula.
Malik menggeser tubuhnya dan karena baru pertama kali ia sudah lelah akhirnya tertidur sampai pagi.
***
Pagi hari d hotel tempat berlangsungnya resepsi Malik semalam.
ada dua kejadian di kamar yang berbeda.
kamar pengantin baru tentu saja masih hot-hot nya , saat ingin beranjak bangun dan membersihkan diri. Popy ditarik kembali oleh Malik. Dan terjadilah kejadian seperti semalam lagi hingga sampai di kamar mandi saling menyabuni dan saling memegang pun membangkitkan has*rat mereka kembali.
Kalau semalam lelah, tidak untuk pagi ini. Malik merasakan asupan vitamin terbaik yang ia pernah minum tubuhnya malah semakin bugar..
Seperti tak ada lelahnya tapi keluarga menanti di bawah. jadi kegiatan menguras keringat itu pun harus terhenti.
***
Sedangkan dikamar sebelah sang pengantin lama. Ryan seperti tak bersemangat. Dia berbicara dengan Zahra saat ditanya dan dipanggil saja.
Raut wajahnya terlihat sangat lelah seperti tak tidur . ada lingkaran hitam di sekitar matanya.
" By, " panggil Zahra
" iya Yank, " sahut Ryan
" Clara teman dimana ? " Akhirnya Zahra menanyakan tentang Clara. Karena Zahra pikir sejak pertemuan dengan Clara itu sikap Ryan berubah.
Ryan terdiam ia bimbang menceritakan nya ke Zahra perihal Clara.
" dia teman sekolah aku dan Malik dulu yank " Hanya itu yang Ryan ucapkan.
" By, apa ada yang mau kamu ceritain ke aku? " tanya Zahra lagi.
" Belum ada untuk saat ini Yank " Ryan mengelus kepala Zahra lalu menciumnya .
" Baiklah By " Zahra mengangguk menepis semua pikiran-pikiran negatifnya.
Tok Tok pintu kamar di ketuk.
Terlihat Mama dan Papa di depan pintu.
" sayang ayah bunda kamu udah nunggu dibawah ayok turun " mama tersenyum menyapa Zahra dan Ryan.
mereka pun turun bersama sambil sedikit mengobrol .
***
Udah 3 bab nih semoga bisa memuaskan hati rederssss kesayangan othor 😘
__ADS_1