
Zahra melirik perutnya " Sepertinya bukan perut ku " Gunam Zahra tapi tetap terdengar oleh Ryan dan Malik
" Perut Ku, aku lapar " ucap Ryan
" Ayo Ra kita makan " ajak Malik
Mereka pun keluar kantor lalu makan di resto favorit Ryan dan Malik. ya mereka satu server untuk makanan.
Setelah makan, Zahra diantar ke Greenhouse oleh Ryan dan Malik.
" Ya ampun ini rumah apa istana " kaget Azahra
" Kau anggap saja ini rumahmu juga ya " ucap Ryan ,
diangguki oleh Malik
dan ucapan terima kasih Zahra karena sudah diberi tempat tinggal sementara.
2 pria itu masuk ke dalam sebentar bertemu Bi Mar dan Mang Diman untuk menitip Zahra selama tinggal di green house.
Tak lama mereka pulang.
Zahra diantar ke kamarnya yang 3x lebih luas dibanding rumahnya di kota B.
Zahra membersihkan diri lalu menghubungi bunda untuk menceritakan kisahnya hari ini.
Alhamdulillah Bunda mengerti walaupun awalnya kaget. Ayah juga kaget dan berusaha mengerti ,dan berpesan hati-hati diluar sana .
Zahra pun tenang setelah menceritakan hari ini ke Bunda dan Ayah.
Tinggal fokus dan fokus agar bisa bekerja Lebih baik dan profesional pikir Zahra.
Doanya malam ini semoga ia kelak menjadi sukses agar bisa membahagiakan kedua orang tuanya aamiin.
Zahra memasang Alarm untuk besok agar tidak kesiangan menuju rumah Ryan.
.
.
.
Pagi di Greenhouse.
Zahra terbangun mendengar Alarm berbunyi tanda sudah pagi.
Ia melaksanakan sholat subuh dan segera bergegas kerumah Ryan agar bisa menyiapkan sarapan untuk bossnya .
Setelah Zahra selesai merapihkan diri, Mang Diman sudah di depan pintu rumah bersiap mengantarkan Zahra kerumah Boss nya.
Zahra pergi ke Mansion diantar oleh Mang Diman.
Sampai Di mansion Zahra menuju kamar Ryan .Dia mengingat apa saja yang harus dilakukan dan dimana tempat-tempatnya
Untung saja semalam Ryan sudah mengirim pesan letak dimana saja tempat yang harus dikunjungi di kamar nya.
__ADS_1
Zahra bergegas, Untung nya kamar tidak dikunci terlihat Ryan sedang tidur ,Zahra melirik sebentar, Tampan juga , bathin Zahra .
Zahra lalu menuju ruang pakaian dan mengambil kan satu set celana,jas dan kemeja yang akan dipakai Ryan hari ini.
Dasi dan jam tangan juga sudah di ambilkan oleh Zahra.
Setelah selesai,Zahra turun ke dapur lalu menyiapkan sarapan yang biasa Ryan makan.
Zahra melihat tabletnya sebentar lalu dia segera menyiapkan menu sarapan Ryan. Roti selai cream coklat dan air putih hangat.
Cukup sederhana untuk ukuran Bos seperti Ryan.
Zahra sudah menyelesaikan tugasnya.
" Ah akhirnya selesai juga " gunam Zahra.
Ngapain lagi ya setelah ini, coba cek kamar si boss dulu deh,sudah bangun belum ya dia.Kalau belum aku ingin membuat nasi goreng sambil menunggunya. Pikir Zahra
Zahra lalu berjalan ke Kamar Ryan. Zahra mengetuk pintu, tak ada jawaban. bathin Zahra lalu ia membuka pintu kamar Ryan ,,
...Terlihat Ryan sedang merenggangkan ototnya .....
" Ah maaf Tuan ,saya kira belum bangun " Zahra lalu menutup pintu kamar Ryan lagi.
"huft mana dia tidur tanpa memakai kaos pula kan kelihatan jadinya itu roti sobek " gunam Zahra yang merasa malu sendiri.
Tiba-tiba pintu dibuka lalu ,Ryan melihat Zahra masih di dekat pintu kamarnya.
" Kamu belum siapkan pakaian ku? " tanya Ryan
" Pikun mu kambuh ra? " tanya Ryan
" Maksudnya sudah ku siapkan semuanya mas " Zahra langsung mengerti aoa yang Ryan inginkan
" Lalu apa yang ingin kau lalukan lagi di kamarku? tak perlu membangunkan ku, aku pasti bangun sendiri jiak sudah jam nua " ucap Ryan
Zahra yang masih kikuk lalu menjawab terbata " Aku kira Mas belum bangun ,aku mau masak untuk sarapan ku dulu tapi karena Mas sudah bangun,aku tidak jadi masak ." ucap Zahra
" Mandi ku lama,lakukanlah sesuka hatimu ingin berbuat apa di dapur ,pakai saja bahan-bahan yang ada di kulkas jangan sungkan " jelas Ryan
" Ashiapp Mas terima masih " ucap Zahra senang.
Ryan mengerutkan dahinya " Sesenang itu dia ,terserah saja asal dia betah, karena aku merasa sangat dekat dengannya entah pernah kenal dimana " ucap Ryan.
.
Di Dapur,
Tak menunggu waktu lama dengan lincah tangan Zahra mulai meracik bumbu serta memotong sayuran dan ayam bentuk dadu untuk membuat nasi goreng ayam.
Saat Ryan hendak turun ke ruang makan tercium bau harum dari dapur dsn Ryan melihat Zahra sedang asik menuangkan nasi goreng ke mangkuk besar lalu membawanya ke meja makan.
Ryan kira Zahra tak bisa masak karena dia ambil kejuruannl fashion bukan masak memasak.
Ternyata ia salah besar ,Zahra bisa memasak walau beluk tahu rasanya tapi dari harum nya sudah dipastikan lezat.
__ADS_1
" Kau masak apa Ra? " tanya Ryan
" Nasi goreng ,mas mau? "
" Aku tak biasa makan berat di sarapan " ucap Ryan
" Baiklah kalau begitu biar buat abang Malik aja ya Mas " Sahut Zahra
" Koq Malik ?" tanya Ryan
" Iya kan mas tadi ga sarapan berat katanya "
" tapi kan aku ga bilang ga mau Ra " ucap Ryan
" Oh hehe ,baiklah jadi mau? " tanya Zahra
" iya " sahut Ryan .
Zahra pun mengambil piring dan menaruh nasi goreng nya untuk Ryan.
Ryan menerima lalu memakan ,dan ternyata sesuai pikirannya, sangat Lezat.
Sarapan nasi goreng sepiring habis oleh Ryan.
Zahra tersenyum senang. " Enak Mas ? " tanya Zahra
" Besok buatkan lagi ya " jawab Ryan,
" okeh boss " sambut Zahra sambil tersenyum manis.
" Nih " Tiba-tiba Ryan menyodorkan dasi.
" Pakaikan , sesuai yang aku info kemarin kau wajib memakaikan aku dasi " lanjutnya
" Huft aku kira hal ini bisa terlewat taunya tidak, untung saja semalam aku sudah belajar dari youtube " gunam Zahra
Akhirnya Zahra memakaikan dasi ke Ryan dengan tangan gemetar gugup takut salah pasang.
Tapi ternyata Zahra langsung bisa saat sekali memakaikan.
Zahra izin sebentar untuk memasukan nasi goreng yang ia buat ke dalam box makanan.
Setelah itu mereka berangkat ke RN Group.
.
.
.
Dan setiap hari itu berlanjut terus hingga..
.
.
__ADS_1
Btw bosen ga sih sama cerita ini, kasih masukan dong reder 😁