
" Aassedaaaappp " bang Uta tiba-tiba datang memergoki mereka berdua .
" Hehe Bang " Cengir Nathan yang malu tingkahnya ketahuan oleh orang lain . Padahal tadi sepi tidak ada orang dilorong itu.
" Nah kebetulan ada Bang Uta ,ambil bang makanan buat anak Bang Uta dirumah " ujar Nathan berlalu sambil menahan malu.
Selepas memilih makanan sebanyak mungkin sesuai permintaan Nathan, Bang Uta pun senang bukan main. Ditambah ada alat tulis dan buku-buku tulis untuk anaknya..Bang Uta gembira bukan main hingga ia menangis bahagia.
Udah markirin mobil dibayar 50ribu, sekarang malah dapat durian runtuh lagi.
Setelah dibayar oleh Nathan senilai lima ratus ribu. Dan hanya senilai itu saja membuat bahagia orang lain dan orang yang baru dicintainya saat ini . Nathan merasa terharu sendiri.
Hal yang biasa ia buat untuk satu kali makan di restoran itu kini cukup membuat bahagia Bang Uta karena anaknya tidak perlu jajan hingga satu bulan ke depan.
Anya pun bahagia melihat orang lain bahagia.
Selepas berterima kasih Bang Uta pulang dengan hati senang, Mobil Nathan pun melaju menuju mansion Nugroho.
" Terima kasih ya Nya " Ujar Nathan saat dijalan .
Belle yang ada dipangkuan Anya tersenyum-senyum ke arah Nathan.
" Makasih untuk apa ? " Tanya Anya.
" Aku bisa membuat orang lain menangis bahagia " Ujar Nathan disela kemudinya.
" Menangis Bahagia? " tanya Anya bingung.
" Bang Uta Nya " jawab Nathan yang gemas dengan tingkah lugu Anya.
" Oh iya ,ada juga Anya yang terima kasih Mas " ujar Anya tulus.
" Anya lega bisa memenuhi janji ke Uti anaknya Bang Uta. Karena Anya takut ga bisa ketemu lagi kalau tinggal jauh " ujarnya lagi .
" Besok setelah beres apartemen kita kesitu lagi ya, ada yang mau Mas bicarakan sama Ibunya Denis. Kelihatan banget itu anak pintar. Ga sekolah tapi bisa nulis selancar itu " ujar Nathan masih terkesima dengan Denis.
" Iya Mas, Anya juga kasihan . Kalau Anya lagi senggang,Denis suka Anya ajarin Mas nulis sama baca baru beberapa bulan udah cepat banget perkembangan nya " Ujar Anya senang menceritakan tentang anak tetangga kos nya itu.
Tak berapa lama sampailah di mansion Nugroho tempat Nathan tinggal.
Anya terperangah tidak percaya rumah dokter tampan itu sebesar dan sebagus yang ia lihat. Anya sampai Bingung itu rumah apa hotel.atau istana Nirmala di kehidupan nyata
" Mas ini rumah? " tanya Anya sambil mulutnya menganga.
Ya ampun kenapa jadi semakin terlihat sexy sih mama Belle. iman kuat lah.
" Jangan buka mulutnya begitu Nya, nanti ada yang masuk " celetuk Nathan.
" Eh hehe ,apa yang masuk mas " Cengir Anya sambil masih menggendong Belle dan memperhatikan Nathan menurunkan stroller dan belanjaan nya.
" Nyamuk " Jawab Nathan asal.
" Anya kira rumah Segede gini ga ada nyamuk loh " ucapnya polos.
__ADS_1
" kenapa bisa bilang gitu? " Tanya Nathan
" Nyamuk nya pasti capek mas kesana kesini keluasan tempatnya, sayapnya pasti pegal-pegal, jad mereka sih Anya rasa ga suka ditempat luas begini "
Jawaban Anya membuat Nathan dan penjaga pagar Nugroho terkekeh lucu.
" Nya ,bibi yang biasa masak disini pulang kampung. jadi kalau mau makan lagi kita pesan aja ya " ujar Nathan sambil membawa masuk Anya ke dalam mansion.
" Anya bisa masak mas, kalau mas Nath mau makan lagi " tukasnya. Minimal dia harus berkontribusi karena sudah di berikan tempat tinggal gratis' untuk malam ini.
" oh ya? boleh lah kapan-kapan Mas coba masakan mu ya " kali ini Nathan sudah tidak kaku seperti tadi .
" Iya Mas " anya tersenyum manis dan di depan pintu sudah ada maid yang menyambut Nathan dan Anya.
" Mbak Mira tolong bantu siapin kamar tamu Buat Mba Anya ya. " ujar Nathan sopan ke satu maid.
" Iya Den " Jawab Mira
" Terima kasih " Nathan tersenyum.
" tumben Den Nathan senyum. Karena bawa pacarnya kali yang eh tapi itu ada anaknya. apa jangan-jangan " Mira bergunam sambil senyum-senyum.
" Aku belum siapkan kamar mu, jadi kamu tidurkan Belle di kamar ku dulu ya " Nathan membawa Anya ke lift menuju kamarnya.
" Apa tidak apa-apa Mas ? " Tanya Anya tidak enak hati memakai kamar pria disamping nya itu.
" Gak apa-apa santai aja Nya " Sahut Nathan .
Anak Daddy Ryan ngebet-ngebet ya Genks.
" Kayak di mall mas ada lift nya " Anya terkagum kembali saat menaiki lift.
" Iya ini rumah dari zaman Mommy hamil dibuatkan lift sama Oma biar Mommy ga lelah karena Mommy mengandung kembar tiga saat itu " jelas Nathan sedikit menceritakan tentang dirinya.
" Mas Nath kembar? " Tanya Anya kaget.
Nathan mengangguk dan tersenyum.
" kami kembar tiga " Ujar Natha bangga.
" Wah keren mas. aku dulu waktu sekolah cita-cita aku nikah mau punya anak kembar " Anya berbinar.
" Ya udah ayok " Ajak Nathan.
" Ayok apa mas ? " Anya berkata dengan polosnya.
" Ayok keluar udah sampai maksudnya "
" Oh " Cengir Anya.
Sampai di kamar Nathan, Anya kembali dibuat tercengang .
" Besar banget Mas ,ini kamar berkali-kali lipat dari kosan Anya " agak Norak ya Genks Anya. harap maklum.
__ADS_1
" Iya besar kan ? " Tanya Nathan tersenyum.
Anya mengangguk.
" Semuanya besar-besar disini " Ujar Nathan . Entah mengapa dia sedikit agak traveling mungkin karena sudah malam dan melihat Anya memakai dress jadi pikiran kemana-mana padahal Nathan bukan tipe mesumer kalau dilihat dari kekalemannya.
Anya hanya mengangguk lagi dan ingin menaruh Belle di ranjang. karena tangannya sudah mulai merasa kebas.
" mas boleh taruh Belle dikasur ? " Anya terlihat kepegalan.
" Ah iya boleh sini-sini " Nathan mempersilahkan ranjangnya untuk ditiduri oleh Belle.
Anya pun menaruh Belle di ranjang Nathan.
" Maaf ya Mas kalau Anya ngerepotin "
" Ngga Koq Nya, Oh iya aku bersih-bersih dulu ya " Nathan pamit ke kamar mandi.
" Iya Mas " jawab Anya sambil memandang sekeliling.
Nathan pergi ke kamar mandi Belle menangis karena tubuhnya terguncang sedikit karena Anya menghempaskan tubuhnya di kasur.
Belle menangis Anya pun inisiatif menyusuii Belle langsung dari pabriknya.
Anya membuka kancing depan bajunya dan mengeluarkan satu susu murni dan langsung di lahap oleh Belle tanpa memperhatikan sekeliling.
Nathan yang di kamar mandi hanya sebentar karena merasa tidak enak dengan Anya langsung segera keluar dan hendak mengambil bajunya di lemari pakaian.
Salah dia kenapa harus buru-buru akhirnya malah mendapatkan pemandangan indah di depan matanya.
GLEK...
" Besar sekali " Gunamnya dan Anya pun langsung bingung bagaimana menutupi nya.sedangkam tidak ada apa-apa untuk menutupi bagian depannya.
Nathan bukan berpaling malah mendekat.
Semakin mendekat dan..
Ia memberikan handuk kecilnya , berniat untuk menutupi bukit indah menantang itu. Tapi tanpa sengaja malah menyentuh bukit walau masih terhalang handuk.
Deggghhh
Serrrr
Darah dikeduanya berdesir.
" Lain kali harus ditutup, untung calon suami yang lihat, coba yang lain " Nathan berbisik ditelinga Anya
***
Maaf up nya kemalaman 🙏.
Makasih doa-doanya untuk othor 🤗
__ADS_1