
" Eh kamu kamu tuh yang nolongin aku ya , aku belum bilang makasih sama kamu " Nala senang akhirnya bertemu dengan yang menolongnya saat dicopet kemarin.
Pria bernama Gerald itu mengingat kembali.
" Oh kamu yang orang sok kaya itu ya "
degh..
Nala malah menjadi sebal dibilang begitu
" a' ini calon majikan Sasi " ucap Sasi tak enak hati mendengar Gerald berbicara begitu.
" Gimana aku ga sebel Sasi, ini dia aku tolongin dari copet malah itu copet dikasih uang sama dompet-dompetnya. Segala bilang, udah gak apa-apa cuma uang aja koq .
Sia-sia aku jadinya pukulin itu copet ,aku harus buru-buru mau lihat ibu yang mau dimakamin,malah kebuang sia-sia waktu aku
Tapi untung aja aku masih sempet lihat ibu aku " ujar Gerald kesal .
Nala yang tadinya kesal mendengar penjelasan Gerald malah jadi merasa bersalah.
" Maafin ya Mas, bukan maksud begitu " Nala berucap dengan nada sedih.
" Aku turut berduka dan mohon maaf sekali lagi aku ga tau kalau mas nya buru-buru " air mata Nak mulai mengembang.
" Eh eh ga gitu juga,jangan nangis " Gerald juga jadi tak enak hati.
" a' Gerald sih " Sahut Epi yang ternyata kenal juga.
" Kalian kenal ya? " Tanya Nala melihat semua berinteraksi dengan Gerald.
" Kenal Sis, ini mantan aku " Jawab Dena sambil mengibaskan rambut halu nya.
Gerald hanya menatap tajam Dena.
" Aw aw takut-takut tatapan a' ger ger tajam membelah-belah hati Dena " jeritnya manja.
" Kenalin ini a' Gerald Non Nala, ini teman aku, dulu Ambu kerja di rumah a' Gerald waktu aku kecil. teman teh Epi juga ya teh " Ucap Sasi.
" Aku Nala " Nala mengulurkan tangannya ,disambut oleh Dena. " Sis aku wakilkan ya hihi " Dena cekikikan.
Gerald mengulurkan tangannya. " Gerald, maaf Soal tadi ya Non " ucapnya.
" Aku yang minta maaf " Ujar Nala.
" Duuuhh kayak lagi lebaran deh maaf-maafan " celetuk Dena yang sebenarnya gerah Gerald dan Nala bersalaman lama-lama.
" Ah ya Sa, aku kerumah dulu ya mau packing-packing lagi " Gerald pamit ke semuanya.
__ADS_1
" Ger rumah kamu dekat dengan Sasi? " Tanya Nala tiba-tiba membuat Epi ,Deden dan Sasi menoleh ke arah Nala .
" Iya dekat banget sebelahan malah. Kenapa Non " Jawab Gerald.
" Gak apa-apa tanya aja. Eh ya jangan panggil Non,Nala aja Ger "
" Ga enak saya non.Ya udah kalian hati-hati ya saya harus buru-buru " Jawab Gerald dan ia pun segera beranjak pergi.
" Gerald itu dulu anak tuan tanah,ayah nya Bule makanya ganteng yah " Teh Epi menceritakan tentang Gery dengan serius.
" Dia dulu orang berada sekolah juga di Jakarta, tapi sejak ayahnya meninggal Hartanya lama-lama habis dikuasai sama saudara almarhum ibunya. entah surat nya diapain tau-tau pindah aja ke si mamangnya (paman) yang jahara " Dena tak ingin kalah juga menceritakan tentang Gerald sambil mengaca sepanjang jalan.
" Nah pas kemarin Bik Sum pulang ibunya pas meninggal ,a' Gerald pas banget lagi ke kota ada wawancara kerja . Makanya dia menyesal gitu ga ada saat ibunya kritis " Sasi menambahkan sambil terus berjalan.
" Ya ampun gara-gara aku itu " ujar Nala sedih dan langsung menghentikan langkahnya.
" Udah gak apa-apa Non, kan a' Gerald nya ga marah " sahut Epi sambil menarik pelan tangan Nala.
Tak terasa sampailah mereka di rumah pelanggan kedua Nala.
Mereka disambut baik oleh pelanggan kedua Sasi, apa lagi mereka tau Sasi membawa model kelas internasional yaitu Nala.
Sasi mengutarakan maksudnya kalau tidak bisa membuat kue karena besok harus berangkat ke Jakarta pagi-pagi.
" Iya Bu sebelumnya mohon maaf, Sasi niatnya mau Nala ajak berangkat besok aja bareng Nala. Biar ga repot nanti cari rumah Nala. Kita khawatir juga kalau Sasi nyasar pergi sendirian. " Nala mencoba menjelaskan ke ibu pelanggan Sasi itu.
" Sebenarnya sih saya maunya kue Sasi.tapi ya udah deh karena Neng Nala yang minta ya udah gak apa-apa. Kasian juga Sasi KLO berangkat lusa sendirian " Ucap pelanggan kedua Sasi.
" Ah udah lah ngerepotin,udah gak apa-apa" ucap Ibu pelanggan.
" Alhamdulillah kalau gitu. ini uangnya Sasi kembalikan Bu " Sasi menyodorkan uang yang diberikan pelanggan nya itu.
" Ah udah pegang aja buat pegangan kamu di Jakarta aja " Ibu pelanggan menolak uangnya dikembalikan Sasi.
" Tapi ibu mau foto sama Neng Nala boleh ya? " Cengir si ibu itu.
" Boleh banget Bu, sini-sini Nala peluk. Nanti pake HP Nala juga biar Nala upload di Instagram gimana? " tawar Nala.
" eh mau juga dong ,mau juga dong " ternyata banyak ibu-ibu disana tenyata sedari tadi mengintip Nala.
" Boleh-boleh " Nala senang bisa menyenangkan orang lain.
" Hayo ibu-ibu, eceu-eceu ,ambu-ambu jangan berebut. sini baris-berbaris " Dena mencoba mengatur para fans Nala itu.
Dan kegiatan ber foto ria pun selesai kira-kira hampir satu jam.
Epi, Dena,Nala dan Sasi bernafas lega.
__ADS_1
Mereka pun pulang dengan hati yang puas.Dan menceritakan ke Bibik.
Nala juga menceritakan tentang keinginan nya membuat salon untuk Epi dan Dena di pekarangan Bibik.
" ya udah terserah Non Nala aja ,bibik dibangun aja ini Alhamdulillah Non, Non segala mau buatin salon " Bibik menitikkan air mata terharu. Anak majikannya begitu baik hati.
Setelah berbincang dengan Bibik. Pak Kus datang , tampang nya pucat sepenglihatan bibik.
" Loh Pak Kus sakit ya? " Nala juga menyadari tampang pucat Pak Kus.
" sepertinya cuma lelah aja Non " Sahut Pak Kus.
Sebenarnya rumah Pak Kus juga tidak jauh dari rumah Bibik. Jadi Nala berniat mengantarkan pulang Pak Kus dengan mengendarai mobil kakaknya itu.
" Non mau nyetir sendiri? " Tanya Bibik.
" Iya Bik biar Pak Kus pulang dulu aja gak apa-apa . mungkin. sakit kangen dirawat istrinya " Canda Nala .
" Bisa aja si Non, tapi iya juga sih, bapak kangen sama istri dan anak " Ujarnya
" Tuh kan , Ya udah abis makan minum obat, Nala aja yang Anter yuk. sis Dena sama teh Epi ikut yuk temenin "
Epi dan Dena melihat bergantian, ingin ikut tapi mengingat jalanan ke rumah Pak Kus itu agak seram dia tak ingin ikut tapi tidak enak.
" hmm hmmm " Jawab Epi.
" Ada kerjaan teh? ya udah gak apa-apa Sasi aja yang ikut sama Non Nala " jawab Sasi .Sasi pekanya sama seperti Nala. jadi mengerti sepertinya di orang itu tidak mau ikut.
" Ok deh " jawab Nala.
" Sasi pamit ke Ambu dulu yah " Pamit Sasi segera keluar dari rumah Bibik.
" Sasi aku ikut dong " Nala sedikit berlari mengikuti Sasi.
" Ayuk non ," Ajak Sasi sambil tersenyum.
" Sa, " Nala ingin bertanya tentang Gerald tapi agak malu-malu.
" Iya Non mau tanya apa? " Tanya Sasi.
" Hmm a' Gerald itu ganteng, kamu pernah suka ga sih sama dia " Nala to the point saja lah pikirnya. Nala khawatir tentang Kak Fal yang seperti nya menyukai Sasi dan khawatir tentang dia juga,jangan sampai dis menyukai orang yang mungkin pernah Sasi sukai .
Bukan masalah status Sasi siapa, tapi alangkah baiknya menyukai seseorang yang tidak disukai oleh orang yang kita kenal, ataupun orang yang disukai oleh teman kita sendiri.
Karena jika salah satu dari mereka jadian, akan ada hati yang terluka.
Begitu pikir Nala.
__ADS_1
***
Kalau mau dilanjut Koment dulu yuk ah. 💃