Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
14. Terbayang


__ADS_3

Sasi menangis menumpahkan segala kesedihan dan kerisauan hatinya. Fal masih setia mendampingi Sasi.


Nala,Epi dan Dena berjalan memasuki pekarangan rumah Bik Sum.


Orang-orang yang berkumpul disana pun menanyakan kepada Epi dan Deden apa yang terjadi.


Deden menceritakan kejadian tadi dan mengucap syukur karena Sasi mengakhiri hubungan nya dengan si Dimas cowok beleguk sok kegantengan itu.


Warga disana kasihan melihat Sasi yang hanya tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan dipermainkan oleh Dimas.Maka dari itu saat Deden tadi menceritakan Sasi sudah semua warga lega dan berdoa semoga Sasi mendapatkan pria baik di kota nanti.


***


Selepas Sasi menangis ia pamit pulang ,rumahnya tidak jauh dari rumah bibik hanya melewati beberapa rumah saja. Fal berniat mengantarkan dan ingin mengambil ponselnya yang tertinggal untuk menerangi jalan ke arah rumah Sasi.


" Sebentar ya saya ke dalam kamu jangan kemana-mana " Pinta Fal. Sasi pun mengangguk.


Fal berjalan ke dalam rumah bibik." Handphone kakak mana dek " Tanya Fal ke Nala yang sedang berbicara dengan Epi dan Bibik.


" Nih " Nala mengeluarkan dari sakunya.


" Aku mau antar Sasi pulang ya ,Dek, Bik dan semuanya " pamit Fal tanpa menunggu jawaban dari orang-orang disana.


Bibik hanya menggeleng dan Nala menangkap sesuatu yang indah seperti nya .


" Maaf ya lama " Fal menghampiri Sasi yang masih duduk di Bale depan .


" Iyah a' gak apa-apa , maaf saya teh jadi ngerepotin aa' segala di anter, biasa juga saya pulang sendiri kalau dari rumah Bik Sum " Sahut Sasi sambil tersenyum .


Eh koq senyumnya manis.


Fal makin mendekat ke Sasi " Udah ga sedih lagi ? " Tanya Fal menatap Sasi.


Sasi menggeleng. " Udah puas aku a' nangisnya tadi. udah gak mau inget lagi " Sahut Sasi sambil beranjak dari duduknya.


" Ayok a', kasian Ambu aku dirumah pasti dari tadi nunggu "ajak Sasi.


Fal pun ikut berjalan disamping Sasi sambil bertanya keadaan di desa Ciharum dan berbagai hal lainnya.


Mereka berjalan dibantu dengan cahaya dari senter yang ada di ponsel Fal.


Benar yang Bik Sum bilang ,Sasi itu pintar dan bahasa nya dalam menjawab pun rapih dan juga banyak mengetahui segala hal.


Ternyata Sasi suka dikirimin dan dibawakan buku-buku yang sudah tidak terpakai di keluarga Nugroho. Baik. buku pelajaran maupun buku-buku lainnya yang menurut Bibik bermanfaat untuk di baca Sasi.

__ADS_1


Karena Sasi juga yang meminta jika bibik pulang kampung tolong bawakan buku apa saja. Sampai buku tentang bisnis dan kamus-kamus Sasi senang membacanya.


" Oh jadi bukunya untuk kamu ? " tanya Fal yang memang suka melihat Bibik jika pulang kampung pasti mintanya buku ,buku apa yang udah ga dipakai ? Begitu pertanyaan Bibik kalau ingin pulang kampung.


" Iya a' untuk aku " Jawab Sasi pelan.


" Maaf ya a' kalau bukunya dirumah Tuan Nugroho aku ambilin ,tapi masih ada semua koq a' ga aku buang " Lanjutnya lagi.


" Oh ya ? " Fal kaget ternyata semua buku yang dibawa bibik sedari dia sekolah masih ada.


" Iya a'. " Jawab Sasi dan tidak terasa sudah sampai di depan pekarangan rumah Sasi .


" Nanti ke Jakarta berangkat sekalian aku dan Nala saja " Ujar Fal sama dengan ucapan Nala.


" Nanti saya pikirkan ya a'. Saya masuk dulu, " Pamit Sasi dan langsung menutup pintu tanpa membiarkan Fal masuk ke dalam rumahnya .


Mungkin jika di Jakarta jam 7.30 belum malam, tapi kalau di kampung itu sudah sangat malam bagi seorang gadis.


" Memang kenapa ? " Fal menahan pintu Sasi.


" Saya ada pesanan kue a' ga enak kalau ga amanah karena sudah saya terima juga uangnya " Jelas Sasi yang akhirnya membuka pintu kembali .


" Kembalikan saja uangnya ,Sa saya haus loh, ga dikasih minum ini " Sepertinya Fal ingin berlama-lama mengobrol dengan Sasi.


" Anaknya Tuan Nugroho Mbu dari kota " jawab Sasi dan segera bergegas masuk ke dalam.


Fal yang masih diluar bergidik ngeri.


Gelap banget, pulangnya gimana ini .nyasar ga ya.


Tidak lama Ambu Sasi keluar dan Fal pun menyalami Ambu.


" Udah malam, pulang dulu yah Kasep " ucap Ambu.


" Saya Naufal Bu, Panggil saya Fal bukan Kasep. " jawab Fal yang tak mengerti Kasep itu adalah tampan alias ganteng.


" Iya Nak Fal, Kasep itu artinya ganteng, Besok kalau mau main lagi boleh, sekarang udah malem ga enak dilihat tetangga." jelas Ambu.


" Oh Kasep itu ganteng " Cengir Fal.


" Anak muda ga baik berduaan di malam hari gini, nanti jadi fitnah, maafin Ambu dan Sasi ya bukan maksud mengusir Nak Kasep " Ambu Sasi mencoba memberi pengertian ke Fal agar segera pulang.


" Iya Mbu, besok saya kesini lagi pulang dari lihat pabrik. Si Kasep ini permisi dulu ya Mbu " pamit Fal dsn disambut senyum oleh Sasi dari balik pintu kayu itu.

__ADS_1


" Iya Kasep iya, hati-hati ya dijalan ,bisi turun hujan (takutnya turun hujan ) "


" Iya Mbu, saya pamit ya Assalamualaikum " Fal pun berlalu pergi dan berjalan agak cepat. Ia tidak takut hantu, tapi khawatir ada ular atau binatang lain yang tidak terlihat.


***


Sampai dirumah Bibik ,semua warga sudah kembali kerumahnya masing-masing.


Pakaian ganti Fal sudah disiapkan oleh Nala. Fal berkata ke Nala " Dek kalau bisa Sasi ikut bareng kita aja ,biar nanti ga repot cari-cari alamat kita "


" Aku udah bilang Kak tapi dia ada pesanan kue katanya " Nal juga ingin Sasi ikut pulang bersama Fal dan dia.


" Kalian besok ke kota ikut kakak sebelum ke pabrik. Belikan aja kue yang ada merk nya, sekalian yang banyak biar si yang pesat itu ga marah kalau Sasi ga bisa buatkan kuenya "


Fal memang selalu punya ide bagus .


" Wah iya ya kakak the best " Nala memeluk kakaknya itu.


" Kakak suka ya sama Sasi ? " Nala mencoba menelisik kakaknya.


" Belum tau, Kakak ga tau ini namanya suka atau apa. " Fal mengangkat bahunya.


" Suka ,udah pasti suka " Gunam Nala .


" Kakak masuk kamar ya dek, lelah , kamu istirahat jangan malem-malem tidurnya " Fal mengusap rambut Nala.


Walau usia mereka sama hanya beda beberapa menit, tapi Nala tetaplah adik kecil Fal dsn Nath.


" Akhirnya kakak aku suka perempuan hihi " Nal kegirangan dan langsung masuk ke kamar Epi lagi.


Malam itu mereka tidur dengan tenang, Fal tidur sendiri di kamar yang sudah disiapkan Bibik.Sedang pak Supir tidur di ruang tamu.


Fal masih terbayang senyum manis Sasi.


" Dikegelapan aja manis begitu. jadi pengen lihat saat dibawah sinar matahari " Ucapnya terakhir sebelum matanya terpejam.


***


Udah tiga bab nih othor up.


Up lagi ga nih kak???


Tapi jangan lupa ya di like dulu sebelum baca yang lain ya 😘

__ADS_1


__ADS_2