
Ryan melewati loby gedung kantor miliknya, semua mata yang melihat pasti merasa kagum baik pria maupun wanita karena aura cool dan ketampanan yang dimilikinya.
Tapi mereka semua tak ada yang berani untuk mendekati, cukup menyapa dengan kepala menunduk saja,jika perlu dari jauh di sapa nya.
Karena selain cool dan tampan Ryan adalah orang yang mengacuhkan apa yang ada di depannya kecuali soal pekerjaan.
Saat berjalan menuju lift pribadi khusus petinggi di RN Group, mata Ryan menelisik ke satu Wanita yang sempat mengganggu fikiran nya seharian kemarin.
Saat hampir sampai di lift,Ryan berbalik arah kembali menghampiri gadis berkemeja putih dengan setelan rok warna Navy.
Zahra menatap bingung, "siapakah Om Tembok hidup itu ?
Sedang apa dia disini?
Apakah dia salah satu orang yang akan melamar juga ?
Tapi kenapa pakaian nya rapih sekali seperti Bos?
Apa mungkin dia memang Bos disini?
Ataukah hanya anak pemilik perusahaan ini?
Karena tak mungkin semuda itu bisa jadi bos ,Bos itu kan perutnya biasanya buncit-buncit .
Tapi bisa saja sih seperti di dalam novel hihi. Ah tapi itu kan hanya dunia khayal Author-author keceh yang punya segudang imanjinasi untuk melahirkan sebuah novel yang enak dibaca" pikir Zahra.
" Biarkanlah dia siapa,apa peduli ku,aku hanya ingin bekerja dan semoga om tembok hidup tak mengenali ku karena hari ini aku menutup muka polos ku dengan make up dari Kak Ana" gunam Zahra
" Eh eh tapi koq dia seperti berjalan ke arah sini ya, ah mungkin dia mau ke resepsionis ingin bertanya seperti ku dimana ruang interview hahaha, gaya saja sok cool main masuk lift aja taunya sama ,bertamu juga dia disini hohoho" tawa Zahra dalam hati
-Gemes ga sih sama Zahra seenakudeledewe mikir tentang Ryan๐, itu bos Ra bosss-
" Aww " pekik Zahra tiba-tiba karena keningnya terasa sakit terkena sentilan ujung jari
__ADS_1
" Maaf kenapa kau menyakiti dahiku? apa kau tak tau sopan santun dan kenapa harus bertemu lagi sih ? " ketus Zahra sambil memegang keningnya yang merah karena ulah Ryan
Para karyawan disana langsung tercengang mendengar ocehan Zahra ke bos mereka dan langsung berbisik sana sini
" Hey siapa dia berani sekali dengan Pak Ry "
" Wah seperti nya tak ingin hidup lama itu gadis "
" Duh kasihan padahal masih muda cantik tapi nasibnya akan tragis "
" Rasanya aku ingin menarik gadis itu agar tak kena marah Pak Ry "
" Oh nasib gadis itu sungguh malang,bukan nya mendapatkan pekerjaan malah bisa-bisa tak mendapatkan pekerjaan dimana-mana karena berani terhadap bos kita "
beragam macam ujaran dari para karyawan wanita dan pria yang sedang berada atau melintas di loby tentang Zahra.
" eh tapi koq Pak Ry mau menyentuh dahi gadis itu ya,kan biasanya dia tak ingin disentuh atau menyentuh yang bukan tentang pekerjaan " salah satu karyawan bernama Manda berbicara karena kaget bos nya menyentuh seseorang
" Lik, bilang pada gadis ini agar masuk ke ruangan ku " ucap Ryan ke Malik sang asisten
" Baik Bos,laksanakan " Jawab Malik Sopan
" Mari nona silahkan ikuti kami " lanjut Malik tersenyum manis ke arah Zahra
" Hmm Lik haruskah sambil tersenyum seperti itu, memuakkan .." ucap Ryan datar agak sinis sambil berjalan menuju lift.
Malik kaget " Kenapa dia harus berbicara begitu . Aku kan memang selalu tersenyum tidak seperti kau wahai bos sok cool" umpatnya dalam hati
" Tak usah kau mengumpati ku dalam hati, mau ku kirim ke antartika kau biar tak bisa tersenyum lagi hah" Maki Ryan ke Malik
" Galak bener dah Boss " jawab Malik
Zahra yang mendengar perintah Ryan hanya diam dan berfikir untuk apa dia ke ruangan si Tembok hidup. memang dia siapa pikirnya
__ADS_1
" Mari Nona " ucap Malik lagi.
" Maaf Mas,saya tidak mau ikut, saya disini untuk interview dengan kepala HRD ,nanti kalau telat saya tidak dapat kesempatan lagi ,karena saya butuh pekerjaan " jawab Zahra sambil membungkuk kearah malik
Belum sempurna Zahra meluruskan badan nya kembali tangannya sudah ditarik oleh seseorang kearah lift
" Oh demi apa kita lihat adegan ini " teriak para karyawan dalam diam
" Issh apa-apan sih om main tarik aja ,apa kau tak punya sopan santun ,apa kau tak tahu betapa pentingnya interview kali ini untuk ku " teriak Zahra sambil melepaskan tangah Ryan.
" APPAA " Ryan kaget melotot ke Zahra, para karyawan yang melihat adegan itu jantung nya seperti mau lepas dari posisinya
" Mimpi buruk akan segera datang " Khawatir yang lainnya karena mood Ryan bisa rusak karena ada orang yang berani melawan perintahnya terlebih lagi sampai ditepis tangan Ryan oleh gadis itu.
" Kau itu, memanggil ku Om, panggil dia Mas " galak Ryan ke Zahra sambil menatap tajam ke arah Malik
" Huh apa wajahku terlihat lebih tua dari Malik rrrgghh " geram Ryan dalam hati
Malik mengalihkan pandangannya agar tak bertemu dengan mata Ryan yang seolah ingin menerkamnya.
" Kau ingin bekerja kan? ayo ikut nanti kuberi pekerjaan ,jangan menolak karena hanya aku yang bisa memutuskan " ucap Ryan lagi sambil menarik tangan Zahra menuju lift
" Huh memang kau siapa? bos disini hahh?? tapi sayang sekali aku tak percaya kalau kau adalah bos disini" ketus Zahra sambil tetap mengikuti langkah Ryan
" Hahhhh " jawab Ryan, lemas dirinya saat itu juga.
Hancur pertahanan nya sebagai orang nomor 1 di RN Group, dengan penampilan maskulin , setelan jas mahal dan aksesoris branded lainnya masih tak diakui juga sebagai pemilik RN Group.
Pandangan Ryan melirik ke arah Malik lagi dengan tatapan lemah,Hilang rasanya kepercayaan dalam dirinya, segitu tak percayanya gadis di depannya ini hiks hiks -Ku Menangissssss-
Siapa yang mau jitak Zahra? hahah jangan ya , maafkan karena ini hanya khayalan mami aja.
Bagi dukungan nya dong kesayangan-kesayangan mami ๐
__ADS_1