
Zahra menangis di dalam lift.
Dan disana ada Malik yang akhirnya muncul kembali setelah sekian lama.
" Ra " Sapa Malik
Zahra kaget jika ada yang menyebut Ra di kantor ini hanya Keluarga Nugroho dan juga abang angkatnya.
Zahra menghapus air matanya lalu menoleh.
" ah iya bang, apa kabar ? " tanya Zahra berusaha tersenyum
" Bagaimana kabarmu? " Malik malah bertanya balik
" Yang Abang lihat ,aku baik-baik saja " ujar Zahra.
" Ada yang ingin kau tanyakan Ra? " tanya Malik
" Tidak ada bang " Sahut Zahra. Ya, ia tak mau mendengar apapun lagi mengenai Mantan Calon suamimya itu.
" yakin ?" goda Malik
" Iya Bang " Sahut Azahra Pasti.
lift menunjukkan lantai 1.
" Aku duluan ya bang " ujar Zahra
" Ra, " Malik menahan Zahra sebentar.
" Apa kau tak mengundang ku ke acara barbequean mu malam nanti ? " tanyanya lagi.
" Silahkan datang jika Abang tidak sibuk, " jawab Zahra lagi.
" Kau tak mengundang Ryan? " tanya Malik
" maaf bang, aku tidak kenal ,aku sudah ditunggu adik ku dibawah .permisi " jawab Zahra sopan
Zahra melenggang ke loby menemui adiknya yang sudah menjemput nya dari tadi.
" Berangkat dek kita ke pasar ikan dulu yuk sebentar kita harus beli banyak makanan hari ini karena sepertinya teman teteh banyak yang datang " ujar Zahra
" Siap teh , berangkaaaatt " canda Zain.
Zahra pun membeli banyak bahan makanan untuk dipanggang beserta cemilan dan minumannya.
Zain sudah datang duluan untuk launching butik besok. orang tua dan adik perempuannya datang besok mennyusul.
.
Malam pun tiba, Teman sekantor sudah datang dan mereka memasak bersama dan bercanda ria hingga saat tiba-tiba tertawa mereka berhenti karena ada bos mereka disana Wakil CEO dan CEO nya .
__ADS_1
Zahra menatap biasa saja. lalu menghampiri teman-temannya " Lanjutkan saja,ini rumahku bukan kantor kalian bebas bercanda tertawa ujar Zahra tersenyum senang dengan kehadiarn Teman-teman nya walau sempat terkejut atas datangnya manusia tak berhati. kalau menurut Zahra.
" Ya silahkan lanjutkan aku tidak akan menggangu kalian " Ryan berbicara sekolah itu adalah acara yang ia buat.
Zahra seperti tak menganggap nya ada.dan tak mendengar apa yang dibicarakan manusia satu itu.
" Bang sudah ambil makanann? " Zahra menawarkan Malik dengan ramah tapi tak menganggap orang disebelahnya.
" Sudah Ra, tapi sebelah ku yang belum. " Sahut Malik..
" Baiklah aku permisi bang, silahkan dilanjutkan maaf hanya ada jamuan kecil ini aja " Ujar Zahra tersenyum manis ke arah Malik
Zahra berusaha menahan emosinya karena ada temannya disini. lagi pula ia sudah memutuskan untuk tak mau dan tak akan mengenal yang namanya Ryan lagi.
Satu, persatu teman kantor Zahra pulang hingga tersisa Malik, Zain dan Ryan saja.
" Bang kalau mau masih makan silahkan ya,aku mau istirahat duluan karena besok hari pentingku jadi aku tidak mau besok ada yang menggangu ku " sindir Zahra agar kedua orang itu segera pulang.
Tapi sepertinya mereka enggan beranjak dari duduknya..
Ryan masih menatap Zahra tanpa -membuang pandangannya sama sekali.
Zahra berusaha menghindarinya.
" Zain minta saja bantuan Bik sri dan Mang Udin untuk bersihkan tempat ini ya, tapi jika lelah besok saja di beresin nya " ujar Zahra lagi.
Tak lama Ryan berlari menyusul Zahra menuju tangga, Tangan Zahra dicekal lagi.
" Ra please dengerin penjelasan aku dulu,ini ga seperti yang kamu bayangkan ga seperti yang kamu kira " ucap Ryan
" Bang Malik tolong bawa orang ini pergi Bang " Zahra menatap Malik.
" selesaikan urusanmu dengannya Ra "
ujar Malik
" Dek tolong bantu teteh,suruh dia keluar dari sini " perintah Zahra ke Zain adiknya.
" Maaf teh ,benar kata bang Malik. baiknya teteh dengarkan penjelasannya dulu baru teteh nanti ambil sikap " Bijak Zain.
Zahra tanpa berkata lalu menuju teras atas ruamhnya.
" Maaf tanganmu sakit karena aku " ucap Ryan
" Sakitan juga hati gue" ketus Zahra.
" Cepat katakan waktu anda hanya 15 menit " ujar Zahra dingin kembali
" Dikit Banget yank " Sahut Ryan
" Udah berkurang 1 menit " tegas Zahra
__ADS_1
" Baiklah, wanita itu bernama Sandra "
" Aku tak butuh namanya " ujar Zahra yang sedang menyiapkan hatinya agar tak histeris mendengar penjelasan Ryan.
" Dia adalah sepupu tiriku, Ya dulu kami dekat dan hampir akan melangsungkan ke jenjang yang lebih serius. tapi ternyata saat itu ia digagahi oleh temannya karena mereka sedang mabuk bersama. Tangannya diikat di ranjang dan dia digilir oleh 3 temannya.
Aku shock saat mendengar nya karena hanya dia satu-satunya wanita yang dekat denganku.sebelum aku mengenalmu.
Pertunangan ku dengan dia seketika hancur di H-1 karena ia disetu**hi oleh pria lain dan dalam keadaan mabuk.
Setelah kejadian itu dia menjadi depresi dan di vonis salah satu penyakit kejiwaan dan biasanya kambuh bbrapa tahun sekali.
Dan jika kambuh dia akan mencari ku karena yang dia fikir dia akan menikah dengan ku dan melakukan itu " jelas Ryan
" Itu? " tanya Zahra tak mengerti
" hubungan suami istri yank ?" lirih Ryan.
" what?? jadi setiap kambuh dia akan begtuan dengan anda??? oh My God untung saja saya tak terjebak dengan anda Tuan " cibir Zahra
" Dengerin dulu yank please " pinta Ryan
" ckk udah ga usah yank,yank segala jijik gue " ucap zahra
Ryan melanjutkan ceritanya.
Hingga suat saat tiba-tiba Sandra datang ke kantor Ryan dan melihat Ryan berdua dengan sekertaris lamanya tanpa malik..
Sandra lalu menghajar sekertaris Ryan hingga banyak lebam ditubuhnya dan dilarikan kerumah sakit.
Lalu sandra memberikan Ryan obat tidur dan
Ryan dibawa ke kamar Sandra
Tangan kaki Ryan diikat diranjang oleh Sandra ,dan Sandra melakukan hap hap ke Ryan sampai Ryan tersadar dari obat tidur dan Ryan tak bisa berbuat apa-apa karena alat geraknya diikat.
Setelah melakukan itu Sandra menangis berteriak, lalu melepaskan Ryan dan dia kembali ke negaranya.
Ryan pernah kecolongan 2 kali seperti itu.dan terakhir 5 tahun lalu.
" Maka dari itu yank aku langsung pergi meninggalkan kamu malam-malam kalau tidak dia akan menyusul aku ke sini dan aku takut kamu dibuat seperti sekertarisku yang dulu "
" Aku juga ga mau melakukan itu lagi AKU GA MAUUUUU AAARRGGHHH " Ryan memegang kepalanya yang kesakitan
" eh By, by kamu kenapa , BY... ZIAAAANNN,,, BAAAANNNG MAS RYAN BAAANG " Zahra langsung berteriak memanggil Adik dan Abang angkatnya karena Ryan kesakitan lalu pingsan.
.
Maaf ya othor ga sebutin nama penyakit kejiwaan si Sandra ituh karena takut salah sebut dan salah pengertian karena othor ga ngerti medis-medisan
Jangan lupa dukungannya ya cantik dan ganteng redernya othor.
__ADS_1
Othor mah usahakan tiap hari update jadi tungguin ya 😘