Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
20. Malu


__ADS_3

***


" Kasihan Nya dia harus mendengar itu diusia yang masih kecil ini. Kita pergi kerumah ku dulu malam ini. besok kita cari tempat yang lain untuk kamu dan Belle. ok ya. " ujar Nathan tanpa meminta persetujuan Anya lagi.


Jujur ia tak tahan mendengar suara lakknat itu. Menonton tanpa suara aja bisa berdesir apa lagi mendengar live hiks..


" Tapi .. " Anya terlihat ragu.


" Mulai malam ini kamu pindah tidak ada penolakan, aku pacar kamu sekarang berhak menyediakan tempat yang layak untuk kamu dan Belle . Please Mau ya " Mohon Nathan .


" Udah mau aja ,tapi jangan lupa bayar tunggakan dulu " Celetuk salah satu ibu-ibu dengan tubuh tambun dan muka menornya sambil kipas-kipas dengan kipas elektrik yang kecil berwarna pink..


" Nunggak? " Tanya Nathan


" Iya Nunggak dua Bulan enam ratus ribu tolong dibayar kontan sekarang juga dan segera angka kaki dari sini. rugi saya kasih kamu kosan disini bayarnya nyicil udah gitu nunggak pula " celetuk nyonya tambun itu.


" Oke saya bayar " Nathan mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang enam ratus ribu.


" Heh cuma enam ratus ribu, kirain lebih kayak di novel-novel ,tampang doang kece taunya kere " Celetuk ibu kosan itu.


" Saya rugi Bu kalau kasih ibu lebih, mending saya kasih ke yang lebih membutuhkan ." Nathan tersenyum lalu menengok keluar dan melihat anak kecil usia 7 tahun sedang melihat ke arahnya


" Bagus Om, hajar aja Om ibu kos itu juga suka begitu ke ibu aku kalau telat bayar " Celetuk anak itu.


" Eh Denis, " ujar Anya. lalu menghampiri.


" Denis, Tante Anya mau pindah salam ke ibu ya mohon maaf kalau Tante Anya ada salah . Denis baik-baik ya disini nanti kapan-kapan tanya Anya mampir kalau pas lagi dagang ." Ujar Anya membelai rambut Denis.


" Kamu tidak dagang lagi, Denis ini ada titipan untuk ibu kamu. simpan baik-baik ya . " Nathan memberikan beberapa lembar uang ratusan .


" bayar aja kesaya sini,dia juga nunggak " Ujar Ibu kos itu.


" Berapa? " tanya Nath kesal. Ia baik terhadap orang yang memang baik. Tapi jika orang itu mengesalkan ,dia tidak akan baik-baik.


" Limar ratus ribu " ucapnya ketus.


" Ini saya bayar satu juta untuk bulan depan sekalian , Denis kasih tau ibu kamu ya. Om sudah bayar uang sewa sampai bulan depan " ujar Nath menghampiri Denis.


" Iya Om, makasih ya om. Tapi tunggu Om. " Denis ke dalam kamarnya dan mengambil kertas juga pulpen.


Ia kemudian menulis beralaskan tembok.


" Om namanya siapa? " Tanya Denis saat sedang menulis


" Nathan " Jawab Nathan dan Anya berbarengan.


Denis melanjutkan tulisannya lagi. :


SURAT PERNYATAAN


Saya yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan kalau sudah membayar uang sewa kos bulan ini Februari dan Bulan depan Maret atas nama Erika ( Ibu Densi tersayang ) sebesar satu juta rupiah.


Pemberi Uang


(Om Nathan)


Penerima Uang

__ADS_1


Ibu Kos


( Ibu Sri )


Setelah selesai menulis Denis memberika ke Nathan dan dibaca oleh Nathan.


Ia tersenyum ternyata Denis selain berwajah latin, ia adalah anak yang pintar. Ia berfikir sudah jauh ke depan sebelum ada kelicikan terjadi.


Nathan menunduk mensejajarkan dengan tubuh Denis.


" Om Yakin kamu besar jadi anak pintar dan sukses " Ujar Nath mengusap kepala Denis.


" Iya om, nanti setelah Ayah Denis kembali kesini ,Denis juga akan pergi dari sini menyusl Tante Anya dan Om Nath " Ujar Denis mantap.


" Ia om nanti akan main kesini menjenguk kamu ya sama Tante Anya. Nah sekarang om pergi dulu. simpan baik-baik uangnya kalau nanti om datang, om berikan lagi. Karena uang cash om habis " Ucap Nathan tersenyum penuh wibawa.


" Iya om " Denis mengangguk kagum ke Om Nathan yang baik itu.


Anya tersenyum melihat perlakuan Nathan yang baik kepada siapapun yang juga baik.


" Ayo Nya bawa Belle keluar kamu tinggal di apartemen mulai besok . Denis kalau libur sekolah main ya ke tempat Tante Anya " Ujar Nathan.


" sombong " Celetuk Ibu Sri tapi diindahkan oleh Anya dan Nathan.


" Denis bisa main Kapan aja koq Om " Jawab Denis lirih.


" Denis ga sekolah Mas " bisik Anya pelan ke Nathan.


" Okeh , kalau gitu besok selepas Om urus tempat tinggal Tante Anya, Om sama Tante Anya kesini lagi ya ketemu sama Ibu Denis. bilang ke ibu besok jangan kemana-mana Tante Anya mau datang . Ok " Tegas Nathan yang sudah mempunyai ide untuk Denis.


" Baik Om " jawab Denis .


Ibu Sri pemilik Kos itu pun melengos bodo amat. Yang penting dia sudah dapat uang. tak perduli apa yang dilakukan oleh penghuninya.


Makanya disana adalah salah satu kosan yang bebas .Yang pemilik nya bebas melakukan apapun sesuka hati.


Anya dan Nathan pun pergi keluar dari kosan kandang burung itu.


" Kita kemana Mas " Tanya Anya.


" kerumah ku dulu ya baru besok setelah apartemen di bersihkan kamu pindah kesana " Ujarnya tanpa memberikan Anya kesempatan untuk menolak.


Jujur dalam hati Anya senang karena anaknya DNS dirinya tak perlu mendengar suara-suara rintihan kenikmatan di sepanjang waktu itu.


Tapi ia juga takut mengenai orang rumah Nathan, apa kata orang tuanya. apa yang harus ia bilang tentang Belle.


" Sudah jangan pikir macam-macam, kamu belum bisa bertemu calon mertua kamu koq. Mereka diluar negeri. Dan Adik-adikku mereka sedang diluar kota mengurus sesuatu hal . " Jelas Nath yang seolah mengerti tentang pikiran Anya.


Anya tersenyum.


Jangan - jangan cenayang nih dokter tampan.


" Iya Mas , aku ikut aja . " Jawab Anya patuh.


Sampai lah Anya dan Nathan di parkiran minimarket itu dan bertemu lagi dengan Bang Uta penjaga parkir.


" Balik lagi Boss " Jawab Bang Uta melihat Nathan dan Anya menenteng hak yang tadi-tadi juga.

__ADS_1


Ia tau Anya tinggal dikossan Kandang Burung itu.


" Iya bang, Anya pindah " jawab Anya pelan.


" Bagus lah Nya , ga bagus buat si bellek " Jawab Bang Uta asal.


" Belle ga pake K bang " ujar Anya sambil tertawa.


Nathan yang melihat itu merasa cemburu, bisa-bisa nya Anya tertawa lepas dengan pria lain disaat ia sudah berpacaran dengan dirinya.


" Nya haus ga? mau beli minum? " Tawar Nathan.


" Boleh Mas " Jawab Anya mengangguk.


Nathan menaruh stroller dan paperbag milik Anya di bagasi dibantu dengan Bang Uta.


Kemudian ia dan Anya ke dalam minimarket. " Mas boleh tiga ga? " tanya Anya .


" Boleh semua juga boleh kalau kamu mau " Goda Nathan. Anya hanya tersenyum sambil berjalan ke arah Coller minimarket itu.


Sedang Belle digendong oleh Nathan saat ini.


Nathan melihat Anya mengambil satu susu UHT rasa strawberry dan Chimoray rasa Blueberry. Juga permen Yupai.


" Kenapa cemilannya seperti anak kecil " Gunam Nathan yang terdengar oleh Nala.


" Ini untuk Bang Uta mas " Jawab Anya dan berhasil membuat dokter tampan itu diliputi rasa cemburu.


" Untuk Anaknya Bang Uta maksud Anya " Anya berkata lagi.


" Huft kirain Bang Uta itu spesial banget " Gerutu Nathan .


" Iya dia emang spesial Mas, dia pernah bantuin Nala waktu Nala dikejar satpol PP karena jualan di pinggir jalan " Ingat Nala waktu itu Bang Uta membawanya masuk ke minimarket berserta dagangannya.


" Baik ya " ucap Nathan merasa tak enak hati karena tadi sudah cemburu.


" Ia Mas, dia punya anak usianya se Denis dan suka banget sama ini. Anya janji kalau punya uang mau jajanin anaknya Bang Uta cimoray soalnya harganya kan lumayan hehe. Jadi saat tadi Mas Nath tanyain aku niatnya buat anak Bang Uta aja deh " Cengir Nala.


" Ya udah ambil yang banyak rasa lainnya buat dia Nya, sebagai bentuk terima kasih aku karena ayahnya udah bantuin pacar aku waktu susah " Nathan pun berinisiatif mengambil keranjang dan memasukan rasa yang lain.


" Cemilan Snack yang lain Nya " Ujar Natha menunjukkan ke arah ciki-ciki.


" Alat tulis boleh ya mas, mas yang bayar kan ? " Tanya Nala takut-takut.


" ya kamu lah yang bayar " jawab Nath santai.


" Bayar dengan cinta ke aku " Jawab Nath tersenyum dan menyentikkan jarinya membentuk simbol hati.


" Aassedaaaappp " bang Uta tiba-tiba datang memergoki mereka berdua .


" Hehe Bang " Cengir Nathan yang malu tingkahnya ketahuan oleh orang lain . Padahal tadi sepi tidak ada orang dilorong itu.


" Nah kebetulan ada Bang Uta ,ambil bang makanan buat anak Bang Uta dirumah " ujar Nathan berlalu sambil menahan malu.


***


Dua Bab ditengah hidung mampet.

__ADS_1


Haacchhimmmm


Jempol mana jempol...


__ADS_2