
" Saya harus bayar sewa berapa Tuan ",Tanya Zahra membuyarkan lamunan Ryan.
" Jangan panggil aku Tuan " sahut Ryan
" bagaimana ? " lanjutnya lagi.
" maksud nya Tuan? " tanya Zahra lagi
" Ckk sudah ku bilang ,jangan panggil aku Tuan " jawab Ryan
" Maaf Tuan ,saya tidak mengerti maksudnya " Timpal Zahra lagi.
" Huft maksunya gimana Ry? " tanya Malik penasaran.
Ryan menghela napasnya.
" Bayarannya jangan panggil aku Tuan ,dsn berbicara lah normal kepadaku " Ucap Ryan.
" Aduh Tuan langsung aja deh jangan muter-muter saya bingung kan " Rengek Zahra akhirnya keluar juga sisi kanaknya lagi.
" Nah seperti itu, bersikaplah normal seperti itu kepadaku. dan jangan panggil aku Tuan lagi " celoteh Ryan
" Trus saya harus panggil Tuan apa ,saya jadi bingung? " keluh Zahra
" Apapun terserah, asal jangan Tuan " imbuh Ryan
" Bapak? " tanya Zahra
" Uhuk uhuk " Ryan tersedak padahal sedang tidak minum.
" Haduh Tuan Ryan yang terhormat tolong langsung saja anda ingin dipanggil apa?. Bapak,Om,Kakak,Abang,Mas " gerutu Zahra
Ryan tersenyum lalu berkata " Nahhhh coba yang kata palinh belakang kau bilang apa tadi ? " Tanya Ryan
Zahra bingung " Eh yg mana ya ,yang belakang? huft maksud Tuan ? " tanya Zahra
" Hahahaha sekarang kau sudah jadi bos konyol bro bukan bos dingin lagi hahaha " Malik tertawa senang.
" Haish sebelum Huft itu loh " Ucap Ryan kesal.
" hahh??? Mas gitu? " Kaget Zahra
" Ya " jawab Ryan sambil beranjak pergi dari duduknya.
" serius Tuan? " tanya Zahra lagi
Ryan menengok kebelakang ke arah Zahra lagi, lalu menatap tajam.
" Eh Mas maksudnya " ujar Zahra
" Nah.. good " Jawab Ryan
" Oh Astaga " Malik tepok jidat sambil tertawa .
Ryan berbalik lagi dan berbicara ke Zahra " Urus bill makan kita tadi dan bill mami mu itu denga Kartu yang aku berikan tadi, Kau sudah tau kan menggunakan nya? " perintah Ryan
" Ya Tuan ,saya tahu tadi abang sudah mengajarkan " Jawab Zahra
Ryan memasang tampang seram mendengar Zahra masih memanggil nya denga sebutan Tuan.
__ADS_1
Malik memberi kode agar memanggil Ryan dengan Mas .dengan mulut komat kamit
" Ah iya Mas maksud saya maaf " Zahra menjadi gugup saat memanggil bos nya dengan sebutan Mas.
Zahra pun menuju kasir lalu melakukan pembayaran sesuai perintah Ryan
Lalu berjalan terburu-buru ke Arah Ryan dan Malik yang berjalan sangat cepat
" Haduuh cepat sekali sih jalannya ,kaki ku kan pernah patah tak bisa jalan cepat-cepat " keluh Zahra sambil berjalan agak cepat menyusul kedua pria itu.
' Hosh Hosh akhirnya kesusul juga " engap Zahra.
Sampai juga dia diloby lalu menunggu mobil menjemput mereka.
Mobil Ryan pun sampai di loby Mall tersebut.
" Masuklah " ucap Malik membukakan pintu untuk Ryan .
Ryan tak bergeming lalu menoleh ke arah zahra .
" Oh aku kah? " tanya zahra
Ryan hanya membalas dengan " Hmm"
" ah baiklah terima kasih Tuan,eh Mas " ucap Zahra gugup.
" Lik ikut di mobil bersama kami " Perintah Ryan
" Okey" Jawab Malik lalu masuk mobil dan duduk di kursi depan.
Mobil jalan menuju ke arah kantor.Tiba-tiba Zahra teringat akan belanjannya tadi.
" Sudah ku urus " sela Ryan.
" Eh iya kah Tuan, eh Mas " Haduh Zahra lupa terus deh gunamnya dalam hati sambil menepuk bibirnya.
" Hmm " Sahut Ryan.
" Maaf saya merepotkan " Ucap Zahra.
" hmm Ra, bisakah kita tak usah seformal ini? Bisakah bersikap biasa sama seperti kamu berbicara ke Malik? pinta Ryan
" Ah itu, baiklah, tapi kalau didalam kantor maaf saya harus formal,karena tidak enak dengan yang lainnya " sahut Zahra.
" Tapi jika di kantor dan sedang berdua denganku seperti saat ini, jangan formal ya " Pinta Ryan lagi.
" Heyyy kalian berdua anggap aku apa, aku ada disini bersama Joy ( Sopir Ryan ) " Terik Malik tak terima karena tak dianggap.
Joy hampir tertawa tapi berusaha ditahan melihat tingkah kedua tuannya ini.
" Anggap saja tak ada orang lain Ra " ucap Ryan
" Tenang aja bang,aku masih anggep abang dan Pak sopir ada koq hehe " celetuk Zahra
" Maaf nona saya belum setua itu jika dipanggil dengan sebutan Pak. " tiba-tiba dengan beraninya Joy berbicara seperti itu di depan Bos nya hahaha.
" Haha iya iya lalu mau aku panggil apa? apa Mas juga " tanya Zahra sambil tertawa lebar
" Stop, itu hanya panggilan untuk ku saja " sergah Ryan
__ADS_1
" Hahaha " Joy dan Malik tertawa tidak ada takut-takutnya .
" Ssttt" Zara meminta Joy dan Malik diam
" Haha rasakan kalian disuruh diam oleh perempuan " gunam Malik tapi masih terdengar oleh kedua pria itu di depan
" Ada apa Ra " Tanya Malik.
" Aku mau buang air kecil bang " Ujar Zahra
" Sedikit lagi sampai, di kantor saja ya nanti " Jawab Ryan lembut.
" Okeh ,cepetan yuk Joy, aku panggil Joy aja ya biar akrab " ucap Zahra sambil menepuk punggungnya Joy.
" ehem " Ryan berdehem lagi lalu Joy pun mempercepat laju mobilnya..
..
.
.
Sampai di kantor
Zahra langsung membuka pintu mobil, Lalu keluar tergesa-gesa dan menuju ke toilet .
" Bang aku nitip handphone " ucap Zahra ke Malik lalu dia lari ke arah toilet.
"Sini Lik biar aku saja yang pegang handphone nya,kau langsung ikut aku ke ruangan ada yanh perlu kita bahas " Pinta Ryan.
Tiba-tiba tring Handphone Zahra berbunyi dengan Nada lagu k-pop yang sedang hits.
Ryan ingin mengetahui siapa yang sedang menghubungi sekertaris nya itu. dilihat Handphone Zahra.
" Terlihat nama *Kak Adit* di layar.
Rya mengerutkan dahinya lalu bertanya ke Malik. " Harus kah aku angkat ?"
" Sebaiknya jangan, itu kan privasi Zahra " jawab Malik.
" Baiklah " Sahut Ryan , tapi tak lama layar Handphone zahra digeser oleh Ryan.
" Haishh gak sopan " Kesal Malik .
*Adit* : Assalamualaikum dek, gimana tadi udah interview? kamu ditempatkan dimana? maaf kakak baru hub kamu sekarang karena tadi kakak ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda
*Ryan* : Saya Ryan, Bukan Ara, Ara sedang di toilet . nanti saya kabari kalau Ara sudah keluar dr Toilet.
*Adit* : (seperti ku kenal suaranya) Siapa kau ?
*Ryan* : Ryan
*Adit* : baiklah ,tolong sampaikan ke Azahra aku menunggu kabarnya
*Ryan* : " hmm"
.
.
__ADS_1
.