Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Mas..


__ADS_3

" Saya harus bayar sewa berapa Tuan ",Tanya Zahra membuyarkan lamunan Ryan.


" Jangan panggil aku Tuan " sahut Ryan


" bagaimana ? " lanjutnya lagi.


" maksud nya Tuan? " tanya Zahra lagi


" Ckk sudah ku bilang ,jangan panggil aku Tuan " jawab Ryan


" Maaf Tuan ,saya tidak mengerti maksudnya " Timpal Zahra lagi.


" Huft maksunya gimana Ry? " tanya Malik penasaran.


Ryan menghela napasnya.


" Bayarannya jangan panggil aku Tuan ,dsn berbicara lah normal kepadaku " Ucap Ryan.


" Aduh Tuan langsung aja deh jangan muter-muter saya bingung kan " Rengek Zahra akhirnya keluar juga sisi kanaknya lagi.


" Nah seperti itu, bersikaplah normal seperti itu kepadaku. dan jangan panggil aku Tuan lagi " celoteh Ryan


" Trus saya harus panggil Tuan apa ,saya jadi bingung? " keluh Zahra


" Apapun terserah, asal jangan Tuan " imbuh Ryan


" Bapak? " tanya Zahra


" Uhuk uhuk " Ryan tersedak padahal sedang tidak minum.


" Haduh Tuan Ryan yang terhormat tolong langsung saja anda ingin dipanggil apa?. Bapak,Om,Kakak,Abang,Mas " gerutu Zahra


Ryan tersenyum lalu berkata " Nahhhh coba yang kata palinh belakang kau bilang apa tadi ? " Tanya Ryan


Zahra bingung " Eh yg mana ya ,yang belakang? huft maksud Tuan ? " tanya Zahra


" Hahahaha sekarang kau sudah jadi bos konyol bro bukan bos dingin lagi hahaha " Malik tertawa senang.


" Haish sebelum Huft itu loh " Ucap Ryan kesal.


" hahh??? Mas gitu? " Kaget Zahra


" Ya " jawab Ryan sambil beranjak pergi dari duduknya.


" serius Tuan? " tanya Zahra lagi


Ryan menengok kebelakang ke arah Zahra lagi, lalu menatap tajam.


" Eh Mas maksudnya " ujar Zahra


" Nah.. good " Jawab Ryan


" Oh Astaga " Malik tepok jidat sambil tertawa .


Ryan berbalik lagi dan berbicara ke Zahra " Urus bill makan kita tadi dan bill mami mu itu denga Kartu yang aku berikan tadi, Kau sudah tau kan menggunakan nya? " perintah Ryan


" Ya Tuan ,saya tahu tadi abang sudah mengajarkan " Jawab Zahra


Ryan memasang tampang seram mendengar Zahra masih memanggil nya denga sebutan Tuan.

__ADS_1


Malik memberi kode agar memanggil Ryan dengan Mas .dengan mulut komat kamit


" Ah iya Mas maksud saya maaf " Zahra menjadi gugup saat memanggil bos nya dengan sebutan Mas.


Zahra pun menuju kasir lalu melakukan pembayaran sesuai perintah Ryan


Lalu berjalan terburu-buru ke Arah Ryan dan Malik yang berjalan sangat cepat


" Haduuh cepat sekali sih jalannya ,kaki ku kan pernah patah tak bisa jalan cepat-cepat " keluh Zahra sambil berjalan agak cepat menyusul kedua pria itu.


' Hosh Hosh akhirnya kesusul juga " engap Zahra.


Sampai juga dia diloby lalu menunggu mobil menjemput mereka.


Mobil Ryan pun sampai di loby Mall tersebut.


" Masuklah " ucap Malik membukakan pintu untuk Ryan .


Ryan tak bergeming lalu menoleh ke arah zahra .


" Oh aku kah? " tanya zahra


Ryan hanya membalas dengan " Hmm"


" ah baiklah terima kasih Tuan,eh Mas " ucap Zahra gugup.


" Lik ikut di mobil bersama kami " Perintah Ryan


" Okey" Jawab Malik lalu masuk mobil dan duduk di kursi depan.


Mobil jalan menuju ke arah kantor.Tiba-tiba Zahra teringat akan belanjannya tadi.


" Sudah ku urus " sela Ryan.


" Eh iya kah Tuan, eh Mas " Haduh Zahra lupa terus deh gunamnya dalam hati sambil menepuk bibirnya.


" Hmm " Sahut Ryan.


" Maaf saya merepotkan " Ucap Zahra.


" hmm Ra, bisakah kita tak usah seformal ini? Bisakah bersikap biasa sama seperti kamu berbicara ke Malik? pinta Ryan


" Ah itu, baiklah, tapi kalau didalam kantor maaf saya harus formal,karena tidak enak dengan yang lainnya " sahut Zahra.


" Tapi jika di kantor dan sedang berdua denganku seperti saat ini, jangan formal ya " Pinta Ryan lagi.


" Heyyy kalian berdua anggap aku apa, aku ada disini bersama Joy ( Sopir Ryan ) " Terik Malik tak terima karena tak dianggap.


Joy hampir tertawa tapi berusaha ditahan melihat tingkah kedua tuannya ini.


" Anggap saja tak ada orang lain Ra " ucap Ryan


" Tenang aja bang,aku masih anggep abang dan Pak sopir ada koq hehe " celetuk Zahra


" Maaf nona saya belum setua itu jika dipanggil dengan sebutan Pak. " tiba-tiba dengan beraninya Joy berbicara seperti itu di depan Bos nya hahaha.


" Haha iya iya lalu mau aku panggil apa? apa Mas juga " tanya Zahra sambil tertawa lebar


" Stop, itu hanya panggilan untuk ku saja " sergah Ryan

__ADS_1


" Hahaha " Joy dan Malik tertawa tidak ada takut-takutnya .


" Ssttt" Zara meminta Joy dan Malik diam


" Haha rasakan kalian disuruh diam oleh perempuan " gunam Malik tapi masih terdengar oleh kedua pria itu di depan


" Ada apa Ra " Tanya Malik.


" Aku mau buang air kecil bang " Ujar Zahra


" Sedikit lagi sampai, di kantor saja ya nanti " Jawab Ryan lembut.


" Okeh ,cepetan yuk Joy, aku panggil Joy aja ya biar akrab " ucap Zahra sambil menepuk punggungnya Joy.


" ehem " Ryan berdehem lagi lalu Joy pun mempercepat laju mobilnya..


..


.


.


Sampai di kantor


Zahra langsung membuka pintu mobil, Lalu keluar tergesa-gesa dan menuju ke toilet .


" Bang aku nitip handphone " ucap Zahra ke Malik lalu dia lari ke arah toilet.


"Sini Lik biar aku saja yang pegang handphone nya,kau langsung ikut aku ke ruangan ada yanh perlu kita bahas " Pinta Ryan.


Tiba-tiba tring Handphone Zahra berbunyi dengan Nada lagu k-pop yang sedang hits.


Ryan ingin mengetahui siapa yang sedang menghubungi sekertaris nya itu. dilihat Handphone Zahra.


" Terlihat nama *Kak Adit* di layar.


Rya mengerutkan dahinya lalu bertanya ke Malik. " Harus kah aku angkat ?"


" Sebaiknya jangan, itu kan privasi Zahra " jawab Malik.


" Baiklah " Sahut Ryan , tapi tak lama layar Handphone zahra digeser oleh Ryan.


" Haishh gak sopan " Kesal Malik .


*Adit* : Assalamualaikum dek, gimana tadi udah interview? kamu ditempatkan dimana? maaf kakak baru hub kamu sekarang karena tadi kakak ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda


*Ryan* : Saya Ryan, Bukan Ara, Ara sedang di toilet . nanti saya kabari kalau Ara sudah keluar dr Toilet.


*Adit* : (seperti ku kenal suaranya) Siapa kau ?


*Ryan* : Ryan


*Adit* : baiklah ,tolong sampaikan ke Azahra aku menunggu kabarnya


*Ryan* : " hmm"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2