
Bestiee....
Mampir yuk mampir ke judul baru akuuh.
.
.
.
" Tante Ai " Sapa anak asuh nya yang baru saja keluar dari pagar sekolah internasional itu sambil berlari kecil dan melambaikan tangannya .
" Hai sayang, yuk pulang " Ajak Aisyah ke gadis kecil
yang bernama Hawa itu.
Aisyah adalah janda kembang, ia ditinggal suaminya satu tahun yang lalu karena kecelakaan . Kini Aisyah harus menghidupi dirinya sendiri dengan cara bekerja mengantar jemput Hawa anak tetangganya.
Aisyah dan Hawa seperti biasa, setelah pulang sekolah mampir ke Alfajuni untuk membeli cemilan. Padahal dirumah Hawa cemilan tidak kurang-kurang. Bahkan lebih. Tapi rasanya tidak pas kalau tidak belanja ke minimarket itu.
" Ini aja kak ? " Tanya sang kasir berseragam merah .
" Iya " jawab Aisyah sambil tersenyum dan mengambil uang di dalam tas kecilnya yang selalu ia bawa kemanapun.
" Ada membernya kak ? " Tanya kasir itu lagi. Aisyah menggeleng dan langsung berubah raut wajahnya saat yang ia cari di tas tidak ia temukan.
Hawa memperhatikan Aisyah dan bertanya ada apa.
Aisyah tersenyum dan menggeleng ,mencoba menenangkan hatinya dan mencoba bersikap biasa saja . Padahal dalam hatinya panik.
" Duh ATM aku kemana ini " jerit Aisyah dalam hati lalu menengok antrian ke belakang.
" Duh rame lagi. hiks. "
" Mba maaf saya cancel aja deh, sepertinya ATM saya tertinggal maaf ya " Akhirnya Aisyah memutuskan untuk membatalkan belanjaan nya dengan Hawa itu.
Hawa si anak pintar mengetahui dompet Aisyah tertinggal langsung mengerti dan tidak merajuk.
" Sekalian aja sama belanjan saya Mba " Sahut pria di belakang Aisyah sambil tersenyum dan langsung mengalihkan pandangannya dari Aisyah ke mbak kasir dan kemudian memutuskan pandangan matanya ke lawan jenis di samping dan di depannya itu.
" Eh gak usah Pak, saya bisa lain kali membelinya " Ujar Aisyah tak enak hati.
" Gak apa-apa kasihan anaknya nanti terbayang-bayang di rumah sama jajanan ini " sahut pria itu dengan sopan.
__ADS_1
" Ah iya. terima kasih " Ujar Aisyah yang terus menatap ke arah pria itu.
Tampan, baik,murah hati . itulah yang ada di pikiran Aisyah saat ini. Pria itu mengeluarkan card nya dan membayar belanjaan dirinya dan juga Aisyah.
Jajanan yang dibeli Aisyah dan anak asuhnya sudah dimasukan ke dalam paper bag begitu juga dengan barang belanjaan pria baik hati tadi dimasukan ke dalam paper bag yang berbeda.
" Terima kasih ya Pak " Aisyah mengucapkan terima kasih ke pria itu dan dibalas dengan senyuman. mereka keluar bersama dan di mobil depan minimarket tampak seorang wanita menunggu seseorang dengan wajah yang masam sambil menggendong seorang anak.
" Caca, papa bawa apa nih " Ujar Pria itu dan membuat Aisyah menoleh ke arah mereka.
" Ah udah punya anak istri ternyata " bathin Aisyah .
" Papa lama kita keringetan nih " Ujar ibu dari anak bernama Caca itu.
" Maaf ya " Ayah dari Caca itu tetap tersenyum manis apapun ekspresi dari sang istri sambil menggendong anaknya kedalam mobil.
" Yuk kita berangkat lagi " Ujar Papa dari Caca itu ke seorang berpakaian safari yang sepertinya adalah supir .
" Baik Pak Darren " Jawab Supir tersebut sambil membukakan pintu belakang.
" Oh namanya Pak Darren , cakep namanya,cakep orangnya,cakep budinya " Gunam Aisyah.
Aisyah pun melangkahkan kakinya ke motor matic berwarna hitam nya itu ,harta satu-satunya peninggalan dari almarhum suaminya.
Aisyah mendekati si Abang parkir sambil berbicara kalau ia bayar parkirnya nanti setelah ambil dompet kerumahnya. Karena dompetnya tertinggal.
" Hah serius bang ? " tanya Aisyah.
" Iyaa nih 50rb saya dikasih " Ujar si Abang parkir sambil mengibaskan selembar uang berwarna biru itu.
" Ah iya deh kalo gitu. makasih ya " Aisyah tersenyum manis .
" Sip ka Ai.. hati-hati dijalan " Doa dari Abang parkir dan dibalas senyuman oleh Aisyah.
Aisyah mulai melajukan motornya dan Hawa memegang erat perut Aisyah hingga mereka sampai disalah satu rumah besar di daerah rumah Aisyah.
Hawa turun sambil membawa paper bag berisi makanan yang tadi ia beli di minimarket.
Setelah memastikan Hawa masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan asisten rumah tanggany, Aisyah berjalan pulang diiringi lambaian tangan dari Hawa.
Rumah Aisyah dan rumah orang tua Hawa tidak berjauhan hanya beberapa meter saja. Jadi tidak perlu waktu lama untuk Aisyah sampai dirumah.
Selepas membuka jilbabnya Aisyah memakai pakaian seperti biasanya saat dirumah. Hotpants dan baju kurang bahan.
Rumah Aisyah terbilang cukup gerah sehingga ia pun lebih senang memakai pakaian yang adem. Ditambah hanya ia sendiri dirumah itu tidak akan ada yang melihatnya.
__ADS_1
Jika ada tamu atau kurir paket, dia cukup memakai jaket yang tergantung di dekat pintu.
Aisyah bukan wanita yang berjilbab panjang, tapi ia tetap menutup auratnya jika keluar rumah, untuk jilbab ia hanya memakai pasmina dan jilbab segiempat untuk menutupi kepalanya.
Aisyah masih melamunkan wajah rupawan yang tadi ia lihat di minimarket. Dan tetiba ia ingat dengan almarhum suaminya . Segera ditepis rasa kagum terhadap laki-laki lain selain almarhum suaminya.
...
Di kediaman berbeda,
" Caca sama siapa kesini " Tanya sang Oma sambil memangku cucunya itu.
" Sama papa sama Mama Oma, tapi Mama pergi ke tempat temannya mau arisan. Jadi sekarang Caca sama papa aja yang ada disini " jelas Caca ke Oma
" Ah ya udah gak apa-apa nanti main sama Oma sama Opa ya " ujar sang Oma.
Caca mengangguk senang dan mulai bermain bersama Oma nya.
Sedang Papa Darren, mengobrol bersama Papi nya di ruang kerja membahas proyek milik nya .
Trng Tring Tring.
Ketiga ponsel orang dewasa dirumah itu berbunyi.
" Weekend ini kumpul di rumah Mami Nala kan ? Masak yang enak ya Mih.. team hore pada mau dateng nih " ujar cucu tertua satu-satunya perempuan di keluarga Nugroho.
" Iya sayang, bawa anak kamu semuanya ya jangan ada yang tertinggal " balas Oma dari Caca itu.
Mereka pun berlanjut kirim pesan hingga Darren datang dan duduk di samping Sang Mami.
" Masih betah kamu sama dia ? " tanya sang Mami dan di balas tatapan sendu oleh Darren.
" Mau gimana lagi Mih, Darren harus menerima semua keputusan yang Darren ambil " jawabnya sambil merebahkan punggungnya di sofa dan agak menurunkan duduknya hingga ia bersandar dan badannya bertumpu pada sofa milik Maminya
" Mami tau bercerai itu dibenci Allah,tapi kalau udah gak sehat mau diapain lagi Dar " mami mengusap kepala sang anak seperti mengusap kepala anak kecil.
Karena biarpun sudah dewasa, untuk orang tua, anaknya tetap menjadi anak-anak baginya.
Ada yang inget Darren dari keluarga Nugroho ?
Yess ini cerita tentang Darren Arash Nugroho. Anak dari Mami Nala dan Papi Gerald.
.
.
__ADS_1
Ikutin terus ya jangan lupa kasih sajen, follow,like dan vote mumpung Senin nih.
Othor udah update lagi nih pemirsa tapi dengan cerita baru. 🥳