Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Terpaksa


__ADS_3

Permainan hanya satu ronde karena Zahra takut kandungan nya kenapa-kenapa ditambah dia masih awam ,hanya tau sedikit saja mengenai kehamilan.


Ryan pun membawa Zahra ke kamar mandi, entah mengapa Zahra sangat senang memegang kuda suaminya.


" Yank udah yank nanti bangun lagi , kata kamu satu ronde aja takut si Dede kenapa-kenapa " Lirih Ryan menahan yang harusnya tak tertahan.


" Aku hanya pegang aja by, mulai deh pelitnya. " Ujar Zahra yang sudah ingin mode ngambek.


Tangan Zahra diarahkan Ryan ke kudanya lagi." Ah iya sayang terserah kamu saja, aku nurut bumil Sssshh koq enak ya " ujar Ryan dan permainan berlanjut lagi sesuai keinginan bumil.


30 menit berlalu, Pintu kamar Ryan di gedor oleh Malik yang tak tahan menunggu lama.


Dibuka pintu oleh Zahra,Zahra tersenyum manis ke Abang angkat nya. " Abaaang. " Ucapnya manis sekali membuat Malik meringis ngeri. Ngeri terpesona lagi


" Huft " Malik menghela nafasnya panjang.


" Maaf ya bang lama, calon keponakan Abang maunya Deket dadynya terus " ucap adik angkatnya itu.


" Eh maksudnya kamu hamil ? " tanya Malik,


Alis Zahra diangkat sambil tersenyum.Aura bumil makin terpancar saja.


" Uncle kalau aku lagi ga dikantor jagain Daddy yaa " Zahra menirukan ucapan seperti anak kecil.


Malik ingin mengusap perut Zahra lalu dilempar saputangan oleh Ryan " Berani Lo ya pegang-pegang bini gue "


" Uncle kan mau usap Dede bayi " Ujarnya menggoda Ryan.


" gue kirim ke Antartika Lo ya Lik " Ketus Ryan disambut tawa oleh Malik.


" Hiks hiks " Tiba-tiba Zahra menangis


Ryan menghampiri Zahra , " kenapa Yank? aku ada buat salah lagi ? " tanya Ryan


Zahra mengangguk


" Jangan sedih dong nih lihat aku paki jas yang kamu pilih , gimana? udah rapih belum? " tanya Ryan mengalihkan kesedihan Zahra


Dengan cepat mood nya berubah, " Iya by cakep, ganteng nya suami aku jadi pengen lagi " Ucap nya

__ADS_1


" Astaga Lo pakai apa itu hahaha, " Tawa Malik melihat Ryan memakai jas warna merah muda alias Pink.


" Sstt " Malik disuruh diam oleh Ryan khawatir istrinya marah lagi.


Malik mengerti dia menahan tawanya.


Lo udah mencuci otaknya Ry jadi ngeres gitu dia " Ujar Malik


" Abang kamu sirik aja ya Yank " Hasut Ryan


" Iya, ga tau apa rasanya enak " Ucap Zahra santai


" Kenapa dia jadi bumil bar-bar "gerutu Malik


" Yank, yank di bilang apa tuh sama Abang kamu " Ujar Ryan yang ingin mengerjai Malik karena sudah berani mau menyentuh istrinya tadi.


" Aku bilang kamu bumil bar-bar tapi cantik " Malik menyahuti Ryan


" Emang aku cantik, kamu mah dari kemarin ga terima banget kayaknya kalau aku cantik. udah ah mau turun sama Abang aja " Nah kan mode ngambek udah On lagi.


Tangan Malik digandeng oleh Zahra . pelan-pelan Zahra dan Malik menuruni tangga.


" Pasti Ara lagi ngambek tuh Pa, maunya gandeng Malik , tuh lihat anak Papa mulutnya maju aja " Mama cekikikan disertai Papa.


Para Maid berkumpul dan mengucapkan


selamat dan terima kasih ke Zahra.


" Harusnya Kan hanya ucapan selamat saja Ma kenapa pakai Terima kasih juga " Ujar Ryan


" Hmm itu Tuan muda, nyonya memberikan kami bonus juga satu bulan gaji " ucap salah satu Maid.


" wah mama hebat, dermawan banget ya Oma dek " Zahra mengelus perutnya seolah berbicara dengan sang anak yang masih di dalam perut. ia lalu menghampiri Mama dan memeluknya. " Terima kasih ya ma sudah menjadi mertua yang baik buat aku " ucap Zahra .


" Iya sayang " Mama membelai rambut Zahra


" Mah nanti kita ketemuan aja ya ma di rumah sakit, aku mau ikut Mas Ryan ke kantor dulu Mah " Zahra berkata sambil melepaskan pelukan sang Mama mertua.


" Iya sayang nanti berkabar aja ya, mama sudah hub Siska sepupu Ryan yang seorang dokter kandungan di rumah sakit B. " Ujar Mama.

__ADS_1


" Iya Ma " Zahra tersenyum senang karena mertuanya sangat perhatian dengannya.


" Selamat ya Ra, jaga baik-baik cucu Opa.Opa udh ga sabar bermain dengan cucu " Papa tersenyum membayangkan jika ia bermain dengan anak kecil.


Mereka pun akhirnya sarapan bersama.


Mama memberi bekal Zahra susu UHT,Buah dan cemilan-cemilam lucu agar Zahra mudah untuk mengemil. Karena mama tau orang hamil itu bawaannya lapar terus.


" Ya ampun Ma, banyak banget " Ujar Ryan melihat bekal untuk Zahra


" Aku ga ngerti Ma sekarang mas Ryan tuh pelit banget,padahal Bekal ini ga ngurangin uangnya kan ya Ma " Cibir Zahra


" astaga sensi banget istri aku yang cantik ini , maksud aku di kulkas ruangan aku juga kan ada yank " Ryan menghampiri Zahra jangan sampai dia beralih ke Malik lagi.


" Oh kirain " Ujar Zahra berjalan mengambil bekalnya.


Ryan keburu menyambar bekal dari mama tadi. " Aku aja yang bawa ya yank ,aku kan mau jadi suami siaga "


" Gitu Doong " ujar Zahra ketus lagi


" Sabar Ry, orang hamil emang begitu. mama mu dulu lebih parah ga mau dekat papa, kamu masih untung mau didekati istrimu itu " Ucap Papa


" Terpaksa Pa " Ucap Zahra santai .membuat Ryan membulat kan matanya.


Entah kenapa sejak tadi pagi Zahra berubah seperti bukan dirinya itu.


Malik terpingkal-pingkal melihat tingkah Zahra dan Ryan.


" Dari pada ga dapet iya aja udah " Bathin Ryan.


***


Jangan lupa dukungannya ya rederssss.


udah 3 bab nih pagi-pagi.


kalau mau nambah bab, Minta dukungannya ya 🤭


Btw bukan aku ga mau up banyak-banyak tapi di dunia nyata aku seorang mami beranak satu yang sudah sekolah kelas 1 Sekolah dasar. Jadi aku up saat dia tertidur dan anteng bermain 😘

__ADS_1


__ADS_2