
Rona wajah gembira dan suka cita terpancar dari semua orang yang ada di ruang tunggu bersalin itu.
Axel sampai menangis lagi karena senang dan terharu, orang-orang yang dicintainya tak meninggalkan nya lagi.
Axel memeluk erat dan hangat Asisten Arya dan kepala Axel pun diusap oleh asisten mendiang mamanya yang dipanggilnya om Arya itu.
Tak lama Ryan keluar dengan wajah sumringahnya, dia mengedarkan pandangannya mencari Axel.
Matanya melihat ke Arah Axel dan Arya yang Sedang berpelukan itu.
Axel melihat sang Daddy keluar dari ruang bersalin dan tersenyum langsung menghampiri dan memeluk nya.
" Daaadd " Panggilnya lalu langsung berlari kearah Ryan.
Matanya seakan memohon ingin bertemu dengan Sang Mommy. Ryan tersenyum.
" Masuklah Mommy menunggu anak pertamanya yang sangat mengkhawatirkannya tadi " Ucap Ryan tersenyum.
Tanpa bertanya lagi Axel langsung masuk ke dalam ruangan Mommy nya. Dan langsung memeluk Zahra yang masih merasa lelah karena melahirkan tiga anak lucu dengan proses normal.
Axel memeluk menangis disaksikan haru oleh seluruh keluarga Ryan dan Zahra ,juga tak luput dari Asisten Arya.
" Mommy terima kasih tetap hidup , aku sayang Mommy, aku tak ingin apa-apa, aku hanya ingin Mommy sehat hiks hiks " semelow itu hati Axel.
Dia pribadi seperti Ryan, Cool,tenang menghadapi apapun tapi untuk urusan Mommy nya dia adalah remaja melow.
Setelah puas menangis menumpahkan segala apa yang dirasakannya tadi, Axel mengusap air matanya.
" Mommy mana adik-adik ku " ujar Axel mencari dimana adiknya.
Ryan mengusap kepala Axel
" adikmu masih dibersihkan apa kamu ga sabar untuk melihatnya ? " Tanya Ryan tersenyum. Ia bahagia Axel menerima adik-adiknya dan Zahra juga sangat sayang sama Axel.
" Iya Dad, aku ga sabar ingin menjaga adik-adik Seperti Mommy menjaga aku " Ujarnya yang disambut senyum oleh Semua yang ada disana.
" Sweet banget sih cucu Oma yang satu ini " Goda Mama Zen
" dia paling panik Ma, waktu aku sakit perut, tapi dia berusaha sok tenang " Ujar Zahra mengingat kejadian tadi.
" Sampai ngamuk juga ya sama suster " timpal Asisten Arya sok menggoda Axel tapi malah Ziva yang tersipu malu.
__ADS_1
Suasana yang tadi harap-harap cemas menjadi ceria.
" Iya aku tadi panik " Sesal Axel. dan semua menjadi tertawa lagi.
Bunda dan Ayah menghampiri Zahra, Bunda terharu anak nya sekarang sudah menjadi ibu.
Lalu mereka mengobrol-ngobrol tentang persalinan Zahra tadi.
Popy yang sedang hamil ngilu melihat Zahra.
" Sakit ga Ra? " tanya Popy
Tak ingin membuat Popy trauma apa lagi sedang hamil juga kan, Zahra tersenyum " Sakit tapi ,sakitnya sebentar karena pas kita lihat babynya keluar hati kita puas kak dan rasa sakit itu akan hilang " ujar Zahra berbinar.
.
3 baby kembar pun datang 2 bayi tampan dan 1 bayi cantik.
" Wah cucu-cucu kita datang " Ujar Mama Zen heboh menyambut ketiga cucu nya yang baru lahir itu.
Axel tak kalah antusias ingin melihat tapi tak berani menggendong.
" Nanti kek pas dirumah pesta penyambutan baru aku kasih tau " ucap Ryan tersenyum.
" Ribet banget Dad, sekarang aja sih biar ga penasaran " ucap Zahra
" kata othor nanti aja Mommy " Jawab Ryan
.
Karena Zahra melahirkan normal jadi ia hanya dirawat selama 3 hari saja. Dan saat ini sudah waktunya pulang.
Semua maid di mansion merasakan kegembiraan yang sama. Karena majikan mereka semua adalah pribadi yang baik sehingga tak ada alasan untuk tak gembira.
Zahra turun dari mobil dituntun oleh Axel.Sedangkan si kembar digendong oleh Mama Zen,Bunda nya Zahra dan Kak Ana kakak ipar Zahra.
Sedangkan Hot Daddy dan Malik membawa semua perlengkapan si Baby dan kado dari kerabat yang diberikan saat Zahra di rumah sakit kemarin.
" baru berapa hari aja banyak banget sih nih kado " ujar Malik.
" ga usah sirik tar Lo gue kasih yang banyak kalau Popy lahiran " ujar Malik
__ADS_1
" Dih siapa yang sirik " cibir Malik.
" Noh gue beliin coklat buat Lo ****,karena Lo ga bisa **** Zahra selama 40 hari hahaha " puasnya Malik menertawakan saudara sekantor itu .
Ryan berhenti dari jalannya lalu menatap Malik serius . " Emang iya Lik ? " tanya Ryan.
" iya ,emang Lo ga tau? " tanya Malik.
Ryan menggeleng.
Malik makin tertawa puas..
Ryan segera menghampiri papanya.
" Pa , emang aku harus puasa 40 hari Pa ? " tanya Ryan tiba-tiba.
Papa mengernyitkan dahinya. Lalu tiba-tiba Papa tertawa .
" Iya malah tiga bulan kalau perlu " ucap Sang papa menambahkan agar sang Anak yang tak tahu malu itu makin blingsatan.
" Serius Pa? Mama ngasih jatah ke Papa lagi pas aku lahir itu selama tiga bulan? selama itu ?? " Ryan masih tak percaya. lalu menggelengkan kepalanya.
Papa menahan tawa.
Tiba-tiba Ryan terdiam, " Pantes aja anak Papa cuma aku seorang, ternyata karena Papa ga tahan harus puasa tiga bulan "
Dan karena suara Ryan yang besar dan mengagetkan membuat semua orang menatapnya.
Pletak..
Kepala Ryan di jitak oleh sang Papa.
" Ini anak bener-bener ga tau malu Ma " Lirih Papa menahan malu.
***
Nungguin update yaaaaa...
akhirnya Othor udah nemuin nama yang menurut othor pas .. tapi di next episode yaaa..
Minta Koment like dan vote nya dulu ya para kesayangan othor 😘
__ADS_1