
Popy masih belum sadar kalau yang di bersihkan itu adalah celana bagian depan Malik.
Setelah makin lama makin membesar seperti di Pompa ,Popy baru sadar itu adalah menara Malik.
" Ya ampun " Popy mundur kaget.
Ryan dan Zahra makin tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air mata.
" Tuan Malik saya minta maaf, saya tidak bermaksud untuk itu.. aduh.. apa ya .. " Popy bingung
Malik hanya menahan nya sambil terdiam, ingin ke kamar mandi dia malu, Ingin marah tak mungkin .
" Udah ke kamar mandi gue gih, ada celana tuh ganti dulu sana sekalian ademin hahaha " Ujar Ryan masih tertawa.
Malik langsung beranjak dari sofa lalu berbalik dan menarik tangan Popy yang ia kira ia menarik tangan Ryan.
Sampai di depan kamar pribadi Ryan
" Buruan Ry buka kodenya ,gue malu menara gue tegak di depan Popy, Tanggung banget sih dia cuma pegang-pegang aja. buka aturan sekalian, lahap kek "
Popy kaget mendengar Malik berbicara dengan santainya begtu.
" Ry, Ryan buruan dong Ga tahan nih gue pengen ademin " malik menoleh ke sampingnya dan ternyata bukan Ryan tapi Popy.
Puasss sangat Puass hari ini Zahra dan Ryan tertawa akibat ulah Popy dan Malik.
Ryan tak tega melihat Malik menanggung Malu di depannya Ryan segera membuka sandi pintu kamar pribadinya.dan Mendorong Malik dan Popy masuk ke kamar nya.
" Kalian selesaikan lah permasalahan kalian berdua ,jika sudah selesai silahkan keluar. " Ucap Ryan teriak dari luar kamar
**
Didalam kamar Ryan,
Popy terdiam begitu juga Malik.
Malik Malu atas ucapannya tadi sedangkan Popy malu atas perbuatannya.
" Tuan "
" Pop "
mereka berdua berbicara berbarengan.
" Kamu dulu "
" Tuan dulu saja "
" Ladies first " Ujar Malik
Popy menghela nafasnya lalu memberanikan diri berbicara.
" Tuan maaf soal tadi saya benar-benar tidak sengaja , saya tidak bermaksud untuk menyentuh itu Tuan " dengan Gugup Popy berusaha meminta maaf dan menjelaskan .
" Itu apa ? " Tanya Malik
" Itu Tuan ".
" Itu Apa "
Popy bingung tak mungkin kan mengucapkannya.
" Itunya Tuan "
" Yang Mana Pop ? " goda Malik lagi
__ADS_1
" Haissh " Popy bingung setengah ampun.
Malik mendekat kan dirinya ke Popy,
" Duh jangan sampai kejadian lagi yang kedua kali, kalau kejadian lagi aku minta nikah aja lah " Bathin Popy berhalu ria.
" Pop " Panggil Malik
" Ya Tuan " Sahut Popy,
" Boleh? " Tanya Malik lagi yang semakin dekat ke Popy.
Akibat sentuhan tadi membuat menara Malik On, sepertinya Malik ingin meminta pertanggungjawaban Popy.
Popy tak Menjawab tapi memejamkan matanya . Malik tersenyum .
Lama Popy memejamkan matanya.
" Kau ingin aku melakukan apa ? " tanya Malik.
" Tidak melakukan apa-apa " Jawab Popy Malu .
" Lalu kenapa Kamu memejamkan mata ? "
" Tak sengaja " Jawab Popy Asal membuat Malik gemas. tanpa basa basi lagi dilahap bibir merona milik Popy.
Popy membalasnya walau tidak mahir. Malik tersenyum dalam penyatuan benda kenyalnya itu.
Sebentar penyatuan itu dilepaskan Malik agar Popy bisa menghirup oksigen .
Hanya Sebentar dilahap lagi. hingga terdengar decapan dalam hisapan.
Popy berusaha melepasnya karena merasa malu. lalu ia menunduk.
" Sial hanya menciumnya saja aku jadi begini " Ujar Malik.
" Kamu liat apa dibawah hmm ?" tanya Malik lagi.
" lantai " Sahut Popy asal.
" Apa kau melihat ini , yang tak sengaja kau sentuh tadi ? " Malik mengarahkan tangan Popy ke menaranya yang masih menjulang tinggi.
Popy terkaget seperti memegang bambu. Ia hendak menarik tangannya tapi ditahan Malik.
" Karena kau sudah membangunkan nya kau harus menidurkan nya kembali Pop " Ujar Malik Dengan nafas yang memburu.
" Bagaimana caranya ? " tanya Popy.
" Yakin mau tau? " Tanya Malik lagi .
Popy mengangguk.
Tangan Popy diarahkan menyentuh, mengelusnya pelan ke atas,ke bawah, elus lagi dan ...
" Pop please bantu aku, aku janji akan bertanggung jawab " ucap Malik
" Caranya? " Tanya Popy .
" Dengan cara tadi tapi di sentuh didalam bukan diluar. "
" Glek " Popy menelan ludahnya membayangkan film yang pernah ditonton bersama teman kos nya itu.
" Please baby " Ucap Malik yang matanya sudah berkabut karena ********* itu.
Popy menbuka ikat pinggang Malik, membuka kancing dan resleting celananya , Kemudian boxer dan pakaian dalam Malik yang ternyata bisa mengeluarkan menaranya dari samping.
__ADS_1
Dicoba cara yang dilakukan tadi saat diluar, merasa tak puas memegang menaranya, Popy mulai cekatan membuka ****** ***** Malik
Malik pasrah karena ia juga menginginkan nya .
" Aku hanya bisa memakai tangan maaf , , , " Ucap Popy
" It's ok " Jawab Malik sambil memejamkan matanya.
Popy mulai memainkan jari jemarinya dimenara Malik. Malik menikmati permainan tangan Popy.
Popy jadi terpacu dan berga**** juga.
Popy memberanikan diri mencium Malik.,Malik membuka matanya dan membalas Popy.
Semakin terbawa suasana Malik menyentuh pabrik susu Popy dan Popy mulai mengeluarkan erangannya " Ssshhh "
Hanya dari luar saja dia mengeluarkan suara indahnya itu. Malik semakin tak tahan dan membuka kancing baju Popy. Popy tak menolak, tangan Malik semakin masuk masuk dan " Akhhh " Mereka melepaskan ciumannya.
Posisi Popy masih membungkuk dihadapan Malik, Malik mulai menyatukan benda kenyal nya lagi dan Cairan yang harusnya masuk ke lembah malah mengalir keluar tanpa wadah
" Akhhhh " pelepasan pun terjadi.
" Maaf ya , membuatmu menjadi seperti ini " Ujar Malik sambil membersihkan jari Popy dengan tissue .
Popy hanya diam antara malu dan entah apa perasaan nya saat ini.
" Aku bersih-bersih dulu ya kamu jangan keluar dulu ada yang ingin aku bicarakan. " Ucap Malik lagi dan Popy masih terdiam.
" Bodohnya aku terbawa suasana " Popy memukul kepalanya sendiri dengan tangannya.
" Bagaimana jika ia melupakan nya lagi mau ditaruh dimana wajahku ini mana setiap hari ketemu lagi hiks " Gunam Popy.
Popy hendak keluar membuka pintu, jika dari dalam pintu bisa dibuka tanpa perlu kata sandi.
Baru terbuka sedikit pintunya terlihat Zahra sedang diatas pangkuan Ryan.
Popy langsung menutup nya kembali.
***
Diluar kamar alias di ruangan kerja Ryan, terdengar suara indah erangan dua manusia yang saling berpacu itu.
Zahra berada diatas pangkuan Ryan naik turun naik turun " ssshh aaakkhhh ,aku mau keluar yank" Dibaliknya badan Zahra dengan lembut dan hati-hati . Ryan mulai memompa Istrinya.
" bersama yank... aaakh yank"
" aaakhh By "
Keduanya terkulai lemas lalu Ryan membetulkan Dress Zahra. yang sudah tak berbentuk lagi.
Ia mengirim pesan ke Malik.
*
Kalau sudah kamu bisa keluar ya, aku dan Ara ingin berganti baju
dibalas Malik
Ok
*
***
Malam Jumat nih rederssss ,jangan lupa dukungannya buat Othor yaa 😘
__ADS_1