
Sebelumnya aku mau minta maaf ya bukan maksud lama update , diusahakan setiap hari update maksimal 3 bab okay.
Othor selain Mamih-mamih rumah tangga juga sebagai online shop jadi mohon maklum . sebisa mungkin akan segera update ya sayang-sayangkuuu 😘
***
Mama dan Papa pulang duluan untuk membuat pesta penyambutan Kehamilan Zahra.
Ayah dan Bunda Zahra sudah di hubungi Mama untuk datang dan menginap dimansion Mama.
Di mobil perjalanan pulang. Zahra melihat di pinggir jalan ada bakso tusuk dan Cilok makanan kebangsaan generasi zaman now.
" By berhenti by, aku mau itu "
citttt, mobil mengerem mendadak
" Mau apa yank? " tanya Ryan
Zahra menunjuk Abang bakso tusuk dan Cilok.
" Anaknya nih by yang minta " ucap Zahra memelas.
" Ga higienis yank, minta Bik Sum bikin aja ya dirumah " ucap Ryan khawatir melihat istri dan calon anaknya itu ingin makan makanan pinggir jalan.
" Please By, aku mau itu nanti anak kita ileran loh " ujar Zahra
" Gak apa-apa nanti aku konsultasi ke dokter terbaik kalau perlu ke profesor biar anak kita ga ileran lagi. " ujar Ryan santai lalu melajukan mobilnya lagi.
Zahra mengerucutkan bibirnya lalu ia punya ide agar bisa makan Bakso Tusuk dan Cilok.
Ia mengambil Handphone nya dan mengetikan sesuatu di grup bersama teman masa SMA nya itu.
" Daddy gitu dek sama kita ,kita minta Om Sapta aja bawain bakso cilok segerobak dari kota B untung OM Sapta mau langsung kirimin hari ini juga " Zahra mengelus perutnya yang sudah terlihat membesar sedikit itu.
Mendengar itu Ryan menghentikan mobilnya .
" Kamu minta ke siapa yank? " tanya Ryan kaget mendengar nama Sapta.
Zahra diam saja tak menjawab.
" Yank, kenapa minta sama orang lain sih? " Ryan bertanya kembali.
__ADS_1
" Yank jawab aku ," Ryan agak sedikit kesal tapi diredam nya.
Zahra mengusap - ngusap perutnya
" Daddy ga turutin buat apa minta ya dek " Zahra berbicara sendiri.
Akhirnya Ryan memutar kembali mobilnya ke arah Abang Cilok tadi hingga sampai di tempat Abang Cilok. Zahra masih diam.
" Maafin yank ,ayok kita beli tapi jangan minta sama orang lain ya terlebih lawan jenis kamu. Itu bisa menyebabkan awal-awal perselingkuhan " Lirih Ryan.
Zahra tak bergerak dari duduknya. Ia masih marah. entah mengapa kehamilannya ini membuat Zahra jadi sering merajuk.
" Kita beli ya yank, maafin ya aku akan turutin semua mau kamu "
" Ga usah "
" Ayo yank "
" ga perlu "
" Kita beli segerobak yank "
" Yank "
" Gak "
" Beli yang lainnya aja apa? "
" gak " masih mode galak.
Ryan mengusap wajahnya, lalu bersandar di jok mobilnya ,bingung harus bagaimana menghadapi bumil satu ini. galak banget lagi. bathinnya.
" Ya udah aku emang suami ga berguna , ga bisa bahagiain istrinya ,mungkin kamu ga butuh aku lagi " Ryan berucap lirih lalu meraih stir mobilnya ingin menjalankan mobilnya.
Zahra menjadi tak enak hati mendengar suami nya berkata seperti itu
" Maafin aku By, aku ga maksud begitu " Zahra malah jadi meminta maaf.
Ryan kaget melihat perubahan Zahra.
" ya udah mau beli itu kan ? ayok aku beliin tapi jangan minta sama orang lain lagi ya " Ryan berkata pelan.
__ADS_1
" Huum by, tadi juga aku ga minta sama Sapta koq by, aku minta sama Amel . " ujar Zahra tak ingin suaminya menjadi gusar karena meminta kepada laki-laki lain.
" Ya udah kalau Amel yang belikan gak apa yank nanti aku ganti uangnya. " ucap Ryan sambil mengusap rambut Zahra lembut.
" Ga usah diganti by " ujar Zahra
" Gak apa-apa " Jawab Ryan
" Soalnya yang beliin Sapta " Zahra takut-takut jawabnya.
" Lah koq Sapta lagi sih yank " Ryan mulai esmosi jiwa.
" Hehe aku mintanya sama Amel di grup, yang sahut Sapta by, jadi dia deh yang beli dan kirim ke aku ,Maaf ya By ga lagi-lagi " ujar Zahra pelan.
Ryan mengusap kepalanya kasar merasa frustasi.
" Bilang Sapta deh yank cancel jangan beli aku beliin kamu sekarang juga 10 gerobak kali perlu " Kesal Ryan
" ya ampun ,by kamu nyuruh aku jadi juragan cilok beliin 10 gerobak. iya?? " entah mengapa Zahra menjadi berfikir begitu
" Hah " Ryan makin bingung. dia mengatur nafasnya . Kalah aja udah kalah sama bumil Mah.
" Bukan gitu sayang itu hanya perumpamaan aja. Aku ga mau istri aku dipenuhin permintaan nya sama orang lain" Jelas Ryan
" Oh kirain. ya udah ayok keluar aku mau cilok sama bakso tusuk " Ujarnya lagi sambil mencoba membuka seat belt. kemudian Ryan mengambil alih.
" Aku bukain pintunya yank tunggu " Ryan bergegas turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil agar Zahra turun.
Turun dari mobil mood Zahra langsung berubah baik dan happy. ia membeli semua jajanan yang ada di pinggir taman itu.
Bakso tusuk, Cilok,Mpek-mpek, Telur gulung dan batagor.
Zahra membeli masing-masing lima bungkus. dia berniat makan di balkon atas dekat kamarnya sambil menikmati pemandangan.
Masing-masing penjual makanan itu dibayar oleh Ryan dengan beberapa lembar uang ratusan ribu.
Para pedagang itu mengucapkan syukur dan berterima kasih karena mendapatkan rezeki nomplok. Mereka mendoakan yang baik-baik untuk Zahra dsn kehamilan serta suaminya itu.
***
Othor udah update pagi-pagi niih. Jangan lupa dukungan dan jadikan novel ini favorit ya rederssss ku sayang 😘
__ADS_1