
"Kalau Zain menatap lurus kedepan ,beda dengan Zee yang memandang ke arah wajah Zain yang putih bersih,tampan,dan berambut lebat itu.karena posisi Zee memang tepat lurus ke arah wajah samping Ryan.
" aku bantuin dia ke kamarnya dulu ya teh, bang,Ma,Pa,tante" Ujar Zian pamit sambil menggendong Zee.
Para orang tua disana senyam senyum sendiri melihat tingka Zain yang gentleman menurut mereka.
" Bawa aja sekap sekalian mulutnya biar ga berisik Zain " ujar Ryan cekikikan
" kurung sekalian biar besok ga bisa ikut acara ku, takut pingsan karena Syok jomblo menahun lihat acara lamaran pasangan fenomenal " ejek Calon pengantin yang sombong banget itu mentang-mentang besok lamaran mulutnya asal jeplak aja si Bambang. bikin yang di jeplakinn komat Kamit.
Zain menggerakkan jempolnya membentuk tanda sip. lalu berjalan ke arah tangga tanpa merasa keberatan.
" Kalau ga mau dijatuhin lagi pegangan, kita mau naik tangga nih " Ujar Zain masih menatap lurus kedepan.
Zee pun mengalungkan tangannya ke leher Zain . Saat melewati ruang TV terlihat Tante Luna Tante terheboh sejagad raya.
" aih aih calon new couple nya keluarga Nugroho nih bau-bau nya " ledek Tante paling heboh ini.
" permisi Tante " Sopan Zain menundukkan kepalanya ke Tante Luna
Tante Luna berbalik badan setelah berpapasan dengan Zain dan Zee.
" Cekreek , Foto ah kasih ke mama papa nya Zee hihi, ini pasti akan heboh di grup " Muncul ide di kepala tante Luna.
Orang tua Zee memang tidak hadir karena Papa Zee sedang kurang sehat sehingga tidak diperbolehkan untuk berpergian jauh.. Jadi diwakilkan oleh Zee saja untuk acara lamaran keponakan nya.
" Kamarmu yang mana? " tanya Zain tetap datar.
" Ini kau tepat berdiri di kamar Ku. paling kau sudah menyelidiki dimana kamarku ayo ngaku " Berondong tuduhan dari Zee.
" aku tak sepintar itu bersandiwara untuk berpura-pura tidak tahu. " Zain masih bersikap datar.
" Deg " ada yang merasa tersindir nih..
" ckk kalau ga ikhlas ga usah bantuin " Ketus Zee.
Zain mengernyitkan dahinya " siapa yang tidak ikhlas, aku tidak berkata seperti itu " jawab Zain
" Itu kau menyindir , aku tak sepintar itu bersandiwara untuk berpura-pura tidak tahu " Zee meniru ucapan Zain sambil mulutnya Sorong ke kiri Sorong ke kanan lalalalalalalalalalala.
" Pantesan Bang Ry bingung ternyata wanita memang seperti ini, " Gunam Zain yang masih terdengar jelas oleh Zee. Zee pun menatap wajah Zain tajam, bermaksud ingin menatap sinis ke arah Zain malah jantungnya berpacu cepat.
" haisssh" Zee menundukan kepalanya ke dada Zain. Iseng ingin mendengar detak jantung Zain juga apakah sama dengannya , tak disangka jantung Zain juga dug dag Dig Dug berada dekat dengan Zee.
Zee senyum-senyum sendiri hingga suara Zain mengangetkan nya.
" Ckk ayo cepat buka pintunya kau berat, " Ujar Zain masih tetap dengan intonasi yang sama.
" iya - iya sok cool banget, tapi cerewet nya ampun-ampun seperti cewek " Gerutu Zee.
__ADS_1
" sudah dibantu masih saja mengumpat ku " Ujar Zain
" huh Pede " Ujar Zee.
" kau ingin di sofa atau di kasur? " Tanya Zain
" aku dimana aja suka koq " tiba-tiba otak Zee traveling kemana-mana mengingat film yang terkadang suka ia nonton sendirian itu melakukan Adegan hap-hap dimanapun. sepertinya titisan mesumerss Zahra merasuk ke Zee saat ini. tapi buru-buru ditepis oleh Zee.
" hey otakmu disapu biar ga ngeres , kamu ingin aku baringkan dimana, aku pegal kau sangat-sangat berat " Keluh Zain tapi tetap menggendong Zee dengan kuat agar tak terjatuh.
" Kasur aja Zain " Zee berucap pelan ,tapi malah membuat hati Zain berdesir.
Pelan-pelan Zain merebahkan Zee dikasur.Zee masih mengalungkan tangannya dileher Zain padahal posisi tubuh Zee sudah terbaring di ranjangnya.
" Zain maafkan aku ya soal waktu itu " Zain dan Zee saling tatap dengan posisi Zee dibawah dan Zain diatasnya.
" Soal waktu itu yang mana? " Tanya Zain pura-pura lupa.
" Yang aku menarikmu ke masalah ku dan meminta kau jadi pacar pura-puraku dulu "
ucap Zee masih menatap Zain dengan hati yang berdangdut ria.
Zain terdiam, " Apa kau masih ingin berpura-pura ? " Tanya Zain menatap Zee
Karena pintu kamar masih terbuka ,mama yang ingin melihat keadaan Zee malah tersenyum sipu-sipu malu membayangkan masa mudanya dulu.
Tiba-tiba mama jadi kangen papa kan lihat adegan gitu. Mama masuk ke kamar Zee.
" sampai kapan kau mengalungkan tangan mu di leher Zain Zee? " Tanya Mama menggoda Zee.
Zee pun melepaskan tangannya dan Zain pun berdiri sempurna lagi.
" maaf ma, aku tidak melakukan apa-apa aku hanya meng- ... " belum selesai Zain berbicara sudah di potong oleh Mama.
" ya ya ya Mama tau... hanya saja jika kau melakukannya kau harus bertanggung jawab " Ucap Mama yang membuat mata Zee dan Zain membulat
" Tapi kita belum melakukannya tante " ujar Zee
" Nah belum kan, belum itu berarti nantinya bakal menjadi akan " Mama memojokan Zee.
" Aku ga ngapa-ngapain Zee Ma " Ucap Zain
" nah ini baru jawaban pasti, jangan bilang belum tapi ngga gitu " Ucap Mama menahan tawa
" Atau jangan-jangan kamu mengharapkan lebih ya Zee hahaha " Mama meninggalkan dua anak muda itu dan menutup kamar Zee sambil tertawa puas
Zee mengerucutkan bibirnya. Zain terlihat gemas ingin mencium tapi ditahannya.
Zain menghampiri Zee " Kaki mana yang sakit? " Tanya Zain perhatian ke Zee
__ADS_1
Zee menunjukkan kaki kanannya yang terkilir.
" Boleh aku pegang? " Tanya Zain sambil tersenyum
Zee mengangguk meleleh melihat senyum Zain .
Zain mencoba meraba kaki Zee. " aahhk sakit Zain " ujar Zee meringis kesakitan.
" ini hanya sakit sebentar selebihnya akan enakan koq " Ujar Zain sambil mengurut kaki Zee dan mencoba mencari urat yang terkilir.
" Kenapa kalimat itu seperti kalimat ingin membobol pertahanan wanita " Bathin Zee. Otaknya traveling sehingga apa yang dilakukan Zain tak terlalu terasa.
dan tiba-tiba " Aaawww Huhuhu sakit Zain. "
" Nah sudah " coba kau gerakan kakimu yang sakit tadi itu.
Zee menggerakkan kakinya dan benar saja sudah tida sakit seperti tadi.
" terima kasih Zain ,kau selalu membantuku " ucap Zee tulus.
" Iya, aku kebawah dulu ya , kamu istirahat jangan turun dulu biar sudah tak sakit tapi jangan menapakkan kaki kelantai ,tunggu sampai besok baru normal kembali. " ujar Zain sambil mengusap rambut Zee dan tersenyum manis.
Tiba-tiba Braakk, pintu terbuka lebar dan di depan pintu banyak sekali orang ada Mama,Tante Luna ,Tante Maya, Tante Rita, Zahra dan para suami mereka tak ketinggalan berada di depan kamar pintu kamar Zee.
" Yah kirain Zee teriak sakit kenapa, bajunya masih pada utuh tuh mba " Ujar Tante Maya
" Ckk para Tante girang ngapain sih nguping anak muda aja " kesal Zee yang ternyata dari tadi semua keluarganya berdiri di depan kamarnya.
" Hanya memastikan kalau adik aku ga ngapa-ngapain kamu Zee sayang " ujar Zahra menaha tawanya.
Zee hanya manyun saja , melihat tingkah absurd keluarga nya.
Zain hendak beranjak keluar.
" eh Zain sekali lagi terima kasih ya " Zee agak berteriak karena suara dikamarnya sangat riuh oleh Tante - Tante nya.
" Ya sama-sama " jawab Zain cool kembali tidak perhatian seperti tadi
Zee mendengus kesal cepat sekali berubah nya .
****
Haloooo pagiiihhh yang vote nya belum digunain Senin kemarin boleh banget nih dikasih buat ke othor hari ini hihi.
Terima kasih banyak ya yang sudah mendukung via Like,Vote, Komentar dan bahkan Vote nya ada yang direlakan buat Othor.
Maaf jika komentar kalian belum terbalas semua 🤗🙏
Jangan bosan-bosan dukung karya-karya aku ya.
__ADS_1
Alhamdulillah banget baru satu bulan othor berkarya sudah dapat respon yang luar biasa begini.
Sehat-sehat ya untuk kalian semua 😘