Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Suami Pelit


__ADS_3

Malik berjalan ke arah Meja Popy.


Terlihat Popy sedang sibuk dengan laptop dan kertas-kertas diatas mejanya.


Jantung Popy sebenarnya tak karuan ,tapi ia harus menjaga image dan tak ingin terlihat sedih atas perkataan Malik diruangan Ryan tadi.


Malik menghampiri Popy " Pop, hari ini jadwal ku apa saja? " Tanya Malik


Popy menjelaskan rincian schedule Malik hari ini sambil tersenyum seperti biasanya.


" Pop,are you ok? " tanya Malik lagi.


" Maaf maksud tuan? " Popy bertanya balik seperti tak terjadi apa-apa dengannya dan Malik tadi.


Malik berbalik ke ruangannya.


Malik heran dengan sikap biasa Popy.


" Ah tapi apa peduliku berati dia tak marah atas sikap ku tadi. tapi dia marah ga ya sama ucapan ku tadi " Malik masih bertanya-tanya dalam hatinya.


Popy tenang setelah Malik berbalik keruangan nya. " Huftt hampir saja aku tak bisa menguasai diriku ini "


Hari demi hari berlalu, hingga mencapai Minggu ke Minggu Popy dan Malik bersikap biasa saja. Popy perlahan berusaha melupakan Malik.


Berbeda dengan Malik yang selalu memikirkan ciuman sekilasnya dengan Popy,walau sekilas ingin rasanya ia mengulangi nya lagi.


Tapi apalah daya Popy seperti melupakan nya _ Menurut babang Malik_


***


3 Bulan kemudian,


Pagi hari dikamar pengantin lama rasa baru.


Zahra tergesa-gesa turun dari ranjang yang sudah seperti kapal pecah antah berantah kalau kata mamak othor.


Ryan yang merasa ada pergerakan cepat di ranjangnya lalu terbangun kaget

__ADS_1


Zahra terduduk di kamar mandi di kamarnya yang luas itu.


" hueek hueekk " terdengar suara Zahra dalam kamar mandi.


Ryan mengetuk pintu panik melihat Zahra masuk ke dalam kamar mandi.


" Yank.. yank.. kamu kenapa ? Buka yank pintunya " Teriak Ryan dari dalam kamar mandi.


" By masuk aku lemes nih " ucap Zahra dari dalam kamar mandi


Ryan mengira pintu di kunci ternyata tidak.


ia pun masuk lalu melihat sang istri yang masih polos terduduk di toilet lemah.


" By Gendong lemes banget nih By " Ujar Zahra manja


Ryan menggendong tubuh polos istrinya , Zahra merasa nyaman di pelukan Ryan dengan tubuh sama-sama polos itu pun membangkitkan kembali ga**ah mereka berdua khususnya Zahra entah kenapa Zahra menjadi sangat ingin sekali melakukan hap hap.


" By aku yang pimpin ya " bisik Zahra sambil berde***


Keduanya menyatukan benda kenyal masing-masing dan saling melu**t dan menghisap nya dengan penuh ga***h.


Tangan Ryan memainkan pabrik susu Zahra,


Tangan Zahra tak kalah dari Ryan menjalar kemana-mana dari menyusuri dada bidang suamimya hingga lembah bertanduk. dan sampai di kuda kecil suaminya yang jika terkena sentuhan akan menjadi besar.


diusap dan dielus kuda suaminya itu,disentuh naik turun naik turun dan " ssshh aku jadi ga tahan gini yank " bisik Ryan di telinga Zahra.


" Mau pake mulut boleh ya By, aku kepingin by "


Ryan mengernyitkan dahinya mendengar permintaan aneh istrinya itu, biasanya disuruh coba ga mau,ini koq malah minta sendiri


" Tumben biasa ga mau yank " Tanya Ryan dengan nafas yang memburu.


" Ck ya udah kalau ga mau ga usah aja . Sama istri sendiri pelit banget " Dengan santainya Zahra melepaskan kuda Ryan di dalam genggamannya. dan melangkah dengan tubuh polosnya ke kamar mandi.


" Yank gimana ini kamu tanggung jawab udah bangunin kuda aku " teriak Ryan frustasi .

__ADS_1


Sang istri tak menyahut, Ryan ingin ikut masuk ke dalam kamar mandi berusaha ingin menuntaskan pertunjukan yang dihentikan oleh tiba-tiba oleh Zahra. tapi pintu kamar mandi di dkunci dari dalam oleh Zahra


Ryan menunggu di luar kamar mandi berharap pintu dibuka oleh istrinya dan pertunjukan di lanjutkan.


Ternyata Zahra keluar dengan rambut yang sudah basah, Ryan memeluk Zahra dari belakang.


" lanjutin yank, " Bisiknya


" ga mau aku udah mandi, dasar suami pelit " Ketus Zahra sambil matanya berkaca-kaca


" astaga yank aku cuma tanya , kamu sensi banget , ayo yank lanjut ya " mohon Ryan.


" Ga mau hiks hiks ,aku cuma minta begitu aja kamu pelit banget ,kamu jahat hiks hiks " Zahra malah menangis tersedu-sedu.


Ryan kaget kenapa istrinya jadi begini,


" Yank aku minta maaf ,kamu kenapa sih,aku cuma tanya gitu aja kan "


Zahra malah makin menangis terisak-isak.


Ryan makin frustasi, Sudah tak tersalurkan ,Zahra menangis hingga terisak.


" Sayang sebentar ya,aku mandi dulu aku akan turuti semua mau kamu hari ini tapi jangan nangis lagi ya " Ucap Ryan berusaha menenangkan Zahra.


Mata Zahra langsung berbinar dan bibirnya tersenyum . " Serius by? turutin ya " ucap Zahra lagi.


" Iya yank, tapi aku mandi dulu ya sebentar "


" Ya udah sana aku tungguin ya by ,kita turun sama-sama ya by " pinta Zahra


" Iya yank, " Ryan mengelus kepala sang istri yang menurut nya sangat manja pagi ini.


Ryan Berlari cepat ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya .


***


Jangan lupa dukungannya ya rederssss 😘

__ADS_1


__ADS_2