
Sebelumnya othor mau terima kasih sama kalian semua, tanpa kalian othor mah ga ada apa-apa nya.
Othor baru ngeh dapat notif masuk ke beberapa rangking alias lebih dari satu rangking.
Othor masih piyik tapi udah kalian sayang dengan like, komentar,hadiah dan favorit dari kalian semua yang tiada henti
Terima kasih atas dukungan kalian semua dan othor persembahkan bab ini untuk kalian yang tersayang 😘❤️.
***
Semua yang kemarin datang sudah pulang kekediaman nya masing-masing.
Sudah 3 hari status Zee berubah dari gadis menjadi seorang istri sah Zain
Dan hari ini datang bulan Zee pun sudah selesai.Ia merawat dirinya dan mempersiapkan dirinya untuk diserahkan ke Zain.
Zain sudah masuk kerja seperti biasanya,pukul 3 sore Zain mendapat pesan dari sang istri kalau dirinya sudah masak spesial untuk Zain .
Zain tersenyum membaca pesan di ponselnya.
Ia pun semangat menuntaskan pekerjaan nya agar cepat selesai.
Dan saat jam pulang tiba, Zain segera bergegas pulang ke rumah Zahra dulu yang sekarang diberikan ke Zain .
" Sayaaanng.. aku pulang " teriak Zain dari depan saat membuka pintu rumahnya.
" Sayang... Sayang... Zeee... " Zain mencari sang istri yang tidak muncul di hadapannya walaupun sudah dipanggil berkali-kali.
Zain ke taman belakang ternyata sang istri sedang menyusun meja makan biar terlihat seromantis mungkin.
" Waaahh ada acara apa nih " Zain memeluk istrinya yang sedang memakai daster rumahan itu dari belakang lalu mencium aroma rambutnya.
Zee hanya tersenyum mendengar sapaan dari Zain. dan masih melanjutkan aksinya membereskan masakan yang telah ia buat.
Karena aroma istrinya yang wangi itu Zain tak tahan ingin menciuminya tapi karena ia ingat istrinya masih datang bulan ia mengurungkan niatnya hanya ingin menggoda istrinya dengan memainkan bokong sang istri yang sintal dan padat itu.
Dir*m*snya perlahan dan Zain kaget kenapa terasa tipis sekali seperti tak memakai c*l*n* da lam.
Zain pikir mungkin Zee memang sedang pakai yang tipis.
Zain masih iseng lalu mere**mas bokong Zee lagi dan mencoba ke daerah sensitif Zee bagian bawah dan ternyata sudah tidak ada yang mengganjal lagi.
Zain berbisik ke Zee, " Sayang udah ya? " Tanya Zain penuh harap.
Zee mengangguk pelan. Dan senyum terpancar di wajah Zain.
" Aah aku buka puasa juga " ucap Zain senang. dicium tengkuk istrinya itu, diberikan gigitan kecil di sekitar leher Zee.
" eeuuhhhgh " terdengar lenguhan sang istri yang menikmati sentuhan Zain.
" sa yang ma kan dulu... " Zee berucap sambil menahan de* sa hannya.
__ADS_1
" aku mau nyu* su dulu aja sayang " bisik Zain di telinga Zee membuat Zee merona malu.
Tangan Zain langsung menelusuri gundukan kenyal Zee
Zain kaget baju Zee kenapa ada robek di bagian samping gundukannya.
" Sayang ini baju kamu robek? tapi ko rapih ya robekannya? " Tanya Zain tiba-tiba berhenti dari aksinya.
" Tangan mu mana sayang " Tanya Zee.
Diraihnya tangan Zain lalu dimasukan ke dalam baju Zee.
" Ini baju ibu menyusui agar lebih mudah saat nyus*i anaknya, dan ini aku beli agar kamu bisa mudah pegang itu .." ujar Zee malu-malu
" ah kamu pintar sayangku, " Zain langsung melanjutkan aksinya dan menggendong Zee ke kamar agar bisa lebih leluasa.
Tangan Zain sudah tak bisa dikondisikan, Bibirnya apa lagi sudah me lu*mat bibir Zee dengan rakus, Zee pernah melihat di Drakor dan dari film yang tadi ia tonton, lalu ia mempraktekkan nya walau belum lancar.
Zee mulai mengeluarkan desa *hannya saat tangan Zain sudah meraba dengan lincah kemana-mana. " Sayang Hausss " suara Zain sudah serak menahan sesuatu.
Zain membuka pakaian Zee dan terpampang 2 gundukan yang diidamkan para lelaki.
" oh gunung ini menantang ku " ucap Zain penuh semangat lalu kemudian ********** dengan lembut sehingga keluar suara-suara indah dari mulut Zee.
" Akhh Zain " Zee mende sah dan mere* mas rambut Zain seolah meminta lebih.
Tangan Zain satunya mulai berselancar dibawah sana, tanpa aba-aba kedua paha Zee sudah terbuka lebar dan satu jari Zain memainkan disekitar daerah sensitif itu.
Dibuka cela*a dalam Zee dan dilemparkan ke sembarang arah.
Bibir Zain bergantian Melu *mat gundukan kiri dan kanan Zee, sedangkan tangan bawahnya mencoba membuka jalan agar nanti tidak sulit.
Satu jari Zain bermain-main dibawah sana mencoba menerobos masuk perlahan dige*sek ke kiri kanan celap celup keluar masuk " Aakkhh Rasa mau pipis Zain " racau Zee.
" keluarkan sayang " Bisik Zain dan keluarlah cairan yang tertahan itu.
" Aku kebawah dulu ya, Zaij mencium bibir Zee, dada,perut dan sampailah di bawah.
Dijilat perlahan bagian bawah sang istrinya itu dan berhasil membuat Zee menggelinjang kembali.
Disesap oleh Zain bagian itu, dan lidah Zain bermain kesana kesini ,Zee pun mengacak-acak rambut Zain dan menekan kepala Zain agar lebih dalam.
" Akhhhss sayang " Racau Zee lagi, dan keluar lagi membuat tubuh semakin relax.
Karena sudah tak tahan , Zain pun bangkit dari bawh dan berbisik ke arah Zee , " Sayang, kali ini akan sedikit sakit, tapi hanya sekali saja " katanya.
" Ia aku tau, Kak Ara sudah memberitahuku " ucap Zee malu.
Zain pun melancarkan aksinya " tahan ya sayang, dan berbagi sakitlah denganku " Uca Zain yang sudah semakin berat suaranya.
" Aku masuk ya " Ucapnya dan Zee pun mengangguk.
__ADS_1
" sshh sa kit Zain " .. Ringis Zee.
" apa kau ingin berhenti ? " Tanya Zain yang tak tega melihat Zee kesakitan.
Zee menggeleng ,air matanya menetes karena menahan sakit dibawah " Lanjutkan sayang ,aku milikmu, ini ibadah kita " ucap Zee sambil berusaha tetap tersenyum.
Rudal Zain pun masuk perlahan ,sakit perih, dan Zain terus memompa hingga " Aaakkhh Zain ..
Aakhhh Sayang " Racau Zee dan Zain yang keluar bersamaan itu.
" Maaf ya, sakit ya " Zain menciumi sekujur wajah Zee setelah adegan pertama dalam hidupnya itu berlangsung.
" Huum tapi enak " Ucap Zee sambil memejamkan matanya karena malu.
" Kamu jadi mesumerss gini sayang " ujar Zain
" Aku udah dikasih tau sama Kak Ara " ujar Zee malu-malu lalu menelusupkan wajahnya ke dada bidang Zain itu.
" astaga si Mommy bar-bar itu emang paling-paling " Gunam Zain tak habis pikri tapi senang.
***
Dikamar pengantin lama
" duh tiba-tiba kuping aku panas Dad " ujar Mommy Zahra.
" Ada yang ngomongin Mommy kali " Ujar Daddy Ryan asal.
" Wah iya benar Dad, hari ini Zee selesai datang bulanannya , pasti dia ngomongin aku tuh " ujar Mommy Zahra senyum-senyum
Ryan mengernyitkan dahinya.
" Apa hubungan nya ? " Tanya Ryan aneh melihat sang istri senyum-senyum cekikikan sendirian.
" Aku abis kasih resep ini itu Dad hihi " Zahra tersenyum lagi
" Dasar Mommy bar-bar " Ryan pun lalu memberikan pelajaran kenikmatan untuk istrinya itu.
***
Jangan lupa ritualnya ya sayang ...
Like
Komentar apa aja bebas othor ga marah koq 😘
Vote
Favorit
Hadiah
__ADS_1