Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
Gorong-gorong


__ADS_3

Masih di meja makan tanpa Ryan dsn Zahra.


" Silvi, aku akan mengecek CCTV jika kau berniat sengaja melukai Ryan dan Calon istri nya jangan harap ampun dari ku " Papa Rend yang tak pernah marah akhirnya memarahin Silvi yang notabene adalah saudari tirinya ".


" Kita bersaudara tak ada yang punya akal jahat seperti dia ya haiss mba .... untung saja Allah baik tidak menjadikan dia besanmu " Ujar Tanya Luna yang emosi melihat Silvi yang tidak merasa bersalah sama sekali.


" Aku rasa sifat Saiko Sandra menurun dari dia mbak " Bisik Tante Maya ke Mama Zen


Mama Zen terlihat mengangguk sambil memandang Silvi Sebal.


Tiba-tiba Zahra datang menghampiri Papa di meja Makan.


Mulut gorong-gorong Tante Silvi sudah asam sepertinya ingin mengumpat Zahra


" Memalukan berduaan di dalam kamar ,pasti melakukan hal-hal yang tidak senonoh, dasar licik. Belum menikah sudah Melakukan itu,dasar murahan " umpat Tante Silvi


" Maaf ,apakah Tante Silvi sedang membicarakan anak Tante sendiri? yang berbuat tidak senonoh dengan calon suami saya? " ujar Zahra yang memang sudah menahan kesal sedari tadi .


" Heh Aku sedang membicarakan mu wanita licik " Maki Tante Silvi


" SILVI CUKUUUUPPP " teriak Papa Zen


" Dasar kau karena kamu aku diteriaki oleh Mas Rendra ," Tante Silvi mengayunkan tangannya hendak menampar Zahra


Tapi bukan Zahra namanya yang mau saja ditindas , Zahra menangkap tangan Tante Silvi sebelum sampai di Pipinya.


" Maaf Tante ,jika Tante membicarakan saya dengan Ryan yang berdua dikamar dan melakukan tidak senonoh ,minimal saya melakukan atas dasar suka sama suka bukan suka sama benci, dan itupun kami berdua atas persetujuan mama dan papa . bukan begtu ma,pa? " tanya Zahra kehadapan calon mertuanya lalu diangguki semua orang


- Gila memang kalimat Zahra tapi biarlah suka-suka othor ya Genks -


" TANTE SILVI " Ryan akhirnya keluar dari kamar karena Zahra sangat lama sekali.


" Beraninya Tante Silvi memaki Calon istriku " Ryan geram melihat aktivitas di depan matanya.


" Baiklah Pa, Apa aku bisa mengambil keputusan tanpa Papa? " tanya Ryan


" Ya Nak, " sahut papa Rend.

__ADS_1


Ryan menghubungi Malik dan di loud speaker


" Malik, mulai saat ini tarik Saham kita di perusahaan suami Tante Silvi baik yang diluar negeri maupun di dalam negeri. dan langsung beritahukan kepada semua dewan direksi kalau aku menarik semua sahamku disana.Apa kau mengerti ? " Tanya Ryan di telepon.


" Okeh Siap laksanakan Bos " Ujar Malik diseberang sana lalu Ryan menutup teleponnya


Tante Silvi lemas dan langsung bersimpuh di kaki Papa Rend.


" Mas tolong tarik perintah anakmu mas, aku mohon "


" Hey lepaskan kaki suamiku,aku tak rela kau menyentuh nya " ucap Mama Zen kesal


" Yang membuat keputusan bukan aku. silahkan kau memohon dengan CEO RN Group " ujar Papa


Tante Silvi lemas lalu bersimpuh di kaki Ryan.


" Bangun Tante jangan bersimpuh begitu " ujar Ryan


" Ah akhirnya akting ku ampuh juga " Tante Silvi berbicara dala.hati.


Zahra mengernyitkan dahinya saat Ryan menyuruh Tante Silvi berdiri.


" Terima kasih Ryan, Tante tau pasti kau masih menyayangi Sandra makanya kau akan menarik ucapanmy tadi kan ? ujar Tante Silvi senang.


Mama dan Yang lain berada disana juga terkejut dengan sifat Ryan lalu memandang Zahra


" Anak kurang ajar,mama sepertinya harus beli pelajaran " Marah mama Zen dalam hatinya


" Maaf Tante,Jagan senang dulu, aku hanya ingin kaki ku ini disentuh oleh tangan Tante,


Jika Tante ingin meminta ucapan ku di batalkan silahkan meminta maaf ke calon istri ku ,karena Tante sudah menyakiti hatinya " Ujar Ryan dingin


" Hey Ryan kamu ngomong apa,dia bukan siapa-siapa di keluarga ini " ucap Tante Silvi Marah


" Maaf yang bukan siapa-siapa adalah Tante disini,Tante tidak ada hubungan darah dengan kami. tapi Zahra, dia sangat ada hubungan nya dengan keluarga ini .


Karena Zahra akan melahirkan darah dagingku,anakku,dan dia akan menjadi penerus RN Group. paham Tante Silvi ?? " Ryan menatap tajam Tante Silvi yang sepertinya tidak akan berubah

__ADS_1


Akhirnya Tante Silvi pun dengan malas meminta maaf dengan Zahra demi harta " Maafin Aku Zahra,aku sudah bersalah padamu " ucapnya


" Ya Tante ,aku berusaha untuk memaafkan Tante " Jawab Zahra.


" Kalau begitu bisa kan kau minta Ryan untu membatalkan perintahnya tadi " Mohon Tante Silvi.


Ryan tegang menatap Zahra ,semua pun sama..Zahra orang yang sangat baik hati juga dermawan. Ryan takut Zahra salah mengambil keputusan.


" Aku memaafkan Tante,tapi untuk kata-kata Ryan maaf Tante aku hanya calon istri,sekalipun istri tidak berhak memutuskan apapun tanpa persetujuan suaminya. terlebih itu tentang perusahaan.jadi aku serahkan semua ke Mas Ryan " Zahra tersenyum manis.


" Dan maaf, aku tetap dengan keputusan ku tante " Ujar Ryan ke meja Makan untuk menyantap makanannya karena cacing-cacing di perut sudah menari kayang karena kelaparan.


" AARGGGH KURANG AJAR KALIAN SEMUA AKU TAK TERIMA ARRGGHH "


Tante Silvi akhirnya kelura dari mansion orang tua Ryan disambut lega oleh semua yang ada disana


Setelah Tante Silvi pergi , Zahra meminta maaf ke semua orang yanga ada disana.


" Pa,Ma, Tante Semuanya , Ara mohon maaf jika tadi ada kalinya Ara yang tidak sopan " Ujar Zahra menunduk takut semua orang kesal kepada


Semua menatap Zahra lalu tertawa ,


" Hebat Ra " Mama akhirnya senang ada yang bisa melawan Silvi .


.


.


yah begitulah keluarga hangat itu sangat menyayangi Zahra hingga pada hari saat pernikahan Ryan Dan Zahra.


jeng jeng jeng.


ada apa hayoooo


.


.

__ADS_1


.jangan lupa dukungan untuk othor yaaa.


othor ga mau bikin panjang-panjang ceritanya nih, mau bikin judul baru yang barusan banget terlintas di pikiran othor yang masih suci ini.


__ADS_2