Sekertaris Kesayangan CEO

Sekertaris Kesayangan CEO
**Mas jadi Abang**


__ADS_3

Lama Ryan menatap Zahra,


Ryan ingin tahu berapa gaji yang Zahra Butuhkan.


" Aku beri waktu 15 detik untuk kau berfikir , cepatlah waktu kita tidak banyak ,kita harus segera meeting hari ini " Ryan berkata


" Eh apa? kita? maksudnya Tuan ?"tanya Zahra Bingung


" Iya kita harus meeting segera hari ini , cepatlah Ara kau mau gaji berapa ? " tanya Ryan


" Hah apa Nona Zahra mau langsung dibawa meeting oleh Tuan ,ini kan meeting penting Project besar yang sedang berlangsung " Khawatir Malik dalam hatinya


Saat Malik bingung, Zahra berkata.


" Sesuai standar dari pemerintah untuk pekerja saja Tuan,itu sudah cukup untuk saya dan terima kasih sebelumnya jika Tuan menyetujui nya , dan jika itu berlebihan semua kebijakan ada di tangan Tuan Ryan " ujar Zahra


" Ya memang semua sesuai keinginan dan kebijakan saya " jelas Ryan


" Halah apanya yang bijak dari dirinya coba " gerutu Malik sambil memutar matanya malas melihat Boss nya itu.


" Baiklah Ara, kalau begitu kau langsung ikut aku ke ruang meeting , Kau bawa buku tulis dan pulpen kan? " tanya Ryan


" Iya Tuan saya membawanya " Jawab Zahra


" Good Job , aku tak salah pilih kan asisten Malik? setiap yang ku pilih pasti sempurna , oh maksudku mendekati sempurna ,, tapi tetap dibawah ku kesempurnaan nya hoho " ujar Ryan mengoreksi ucapannya membuat Malik makin menggerutu dalam diamnya


" Ah narsisnya Bos ku ini " gunam Zahra


Ryan pun beranjak dari kursinya kemudian menoleh ke arah Malik dan Zahra .

__ADS_1


Malik dan Zahra pun sigap mengikuti nya tak lama Malik berbisik ke Ryan " Hmm Ry, lo ga salah pilih kan si Zahra itu jd sekertaris lo? lo yakin? apa Tuan besar menerima nya nanti ,bahkan dia baru lulus Sekolah Ry "


" Hmm " hanya itu jawaban Ryan


" Ry, lo beneran yakin?" tanya Malik lagi


Tanpa menjawab pertanyaan Malik lagi,


Ryan berhenti tiba-tiba langsung menatap Zahra dan bertanya " Ara, kenapa saat aku beranjak dari kursi tadi dan aku menatap ke arah mu lalu kau langsung berdiri dan memberiku jalan juga langsung mengambil alat tulis mu?


" Tadi kan Tuan bilang akan segera meeting dan saya diajak katanya yaudah saya langsung saja berdiri mengikuti Tuan " sahut Zahra


" Kau dengar sendiri Malik? ,kepekaan nya begitu tinggi dan mungkin melebihi kepekaan mu " Ryan berkata seolah meremehkan Malik


" Ra, gimana kalau ternyata Tuan Ryan mau ke tolilet saat berdiri tadi dari kursi, apa lo juga ikut berdiri dan mengikuti nya? tanya Malik kesal karena merasa direndahkan oleh Ryan di depan karyawan baru.


" Ya ngga lah Mas, Kalau mau ke toilet kan ekspresi mukanya pasti beda dan seperti menahan sesuatu hehe " Zahra menjawab sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih dan rapih itu.


" Hmm oh ya Ra, ada 1 peraturan yang wajib kamu patuhi mulai detik ini "Ucap Ryan


" Apa itu Tuan ? " tanya Zahra


" Jangan panggil lelaki tua itu Mas " sambil menunjuk kearah Malik


" Karena dia tak pantas dipanggil dengan sebutan Mas " lanjut Ryan


Malik bukan kesal malah tertawa lebar melihat tingkah aneh boss + sahabatnya ini " ada apa dengan Ryan, kenapa banyak bicara sekali dia hari ini " gunam Malik


" Baiklah Tuan ,apapun permintaan Tuan akan saya kabulkan selama saya bisa memenuhinya " Jawab Zahra tegas

__ADS_1


" Good girl " ucap Ryan sambil tersenyum menang


" Hmm bagaimana kalau kamu aku panggil Abang saja bang Malik? " tanya Zahra sambil tersenyum manis dan berjalan mengikuti langkah Ryan yang terlalu cepat karena kakinya sangat panjang.


" Awhhgh " Ringis Zahra karena kepalanya membentur punggung Ryan karena dia berhenti berjalan tiba2


" Apa kau panggil dia Ra? abang? abang bakso?atau abang ojek?" tanya Ryan sambil menatap tajam ke Zahra dan menatap Malik dengan tatapan sinis.


Malik tersenyum simpul mendengar Zahra memanggil nya abang lalu mengacak rambutnya Zahra dan berkata " Ra apa kamu tak punya abang sehingga memanggil ku dengan sebutan abang?"


" Aku punya abang, tapi abangku jauh tinggal diluar kota dan aku suka merindukan nya karena butuh waktu yang lama untuk menemuinya " ucap zahra dan tiba-tiba raut wajah nya berubah Dari ceria menjadi sendu


" Kenapa lama? apa dia sibuk tak bisa diganggu atau apa " tanya Malik


" Jaraknya jauh dan butuh biaya serta waktu yang banyak karena daerahnya sangat dipedalamam bang " Jawab Zahra


" Ah begitu baiklah setelah meeting kita ngobrol lagi ya sepertinya aku tertarik dengan mu adik angkat ku " ucap Malik tersenyum manis ke Zahra


" Kalian berisik sekali ,ayo cepat masuk kita akan mulai meeting sebentar lagi dan kau Ara,fokuslah jangan pedulikan apapun selain point-point penting d meeting ini " tegas Ryan sambil duduk di kursi tengah di depan dan mulai memasang tampang dingin dan serius nya.


.


.


.


ulu-ulu babang Ryan ...


pengen juga apa dipanggil abang sama Zahra

__ADS_1


Maafin jika banyak typo bertebaran yess pemirsaah


__ADS_2