
Saat Ryan mandi, Zahra mempersiapkan semua kebutuhan suaminya seperti biasa hanya warna pakaian untuk Ryan tak biasa.
Zahra tersenyum sendiri melihat jas yang ia siapkan untuk suaminya. Rasanya tak sabar ia ingin melihat Ryan memakai nya.
Zahra pun memakai warna yang senada dengan suaminya.
Hari ini ia ingin ikut ke kantor suaminya itu.
Ryan selesai dari kamar mandi dan menuju ruang ganti pakaiannya.
Matanya menyipit melihat warna pakaian yang disiapkan istri tercintanya itu.
" By cepat ya dipakai, aku mau kamu pakai itu " Zahra mendekati suaminya yang terlihat enggan memakai nya.
Ryan menatap sendu warna pakaian yang dipilih istrinya.
" Harus banget yank pakai itu? hari ini aku ada meeting dengan klien yank " Lirih Ryan.
Muka masam.sudah dipasang oleh Zahra
" Ckk udah pelit, ga mau nurutin istrinya pula " Gunam Zahra.
" Ya udah terserah aja kamu mau pakai jas pilihan aku apa ngga, suka-suka kamu. " ketus Zahra
Ryan menghela nafasnya panjang.
" Ga aku turutin kali ini gak apa-apa ya yank ? kalau yang tadi pagi tuh yang itu bukan aku ga turutin ,aku hanya bertanya saja sayangkuuu"
Zahra sedang mode sensi sepertinya nih.
" Dari tadi juga kamu ga turutin aku . ya udah aku minta yang lain aja lah "
Ryan lalu menuju lemari pakaiannya,
Ryan kira maksud Zahra minta hal lain jadi ia angguki saja.
" Selain ini aku turutin yank aku janji ,aku ga enak ketemu sama klien " ujar Ryan
__ADS_1
" Aku ga akan minta-minta kamu lagi, aku mau minta sama orang lain aja yang mau nurutin aku " Zahra berucap sambil menekan nama seseorang di ponselnya.
Saat panggilannya diangkat " Halo Ta, kamu mau nurutin aku ga? pakai jas/kemeja pink dong, kamu punya kan? sama aku mau ... " belum selesai Zahra bicara sudah diserobot Ryan ponselnya.
" Ok sayang aku turutin asal jangan minta orang lain untuk nurutin permintaan kamu ya " Mohon Ryan , ia tak menyangka Kalau Zahra akan meminta tolong Sapta. hancur harga dirinya kalau sampai itu terjadi
" Dari tadi aturan by " ketus Zahravmasoh kode galak.
" Istri aku galak banget sih hmm,jangan galak-galak dong cup cup cup " Dikecup 3 kali aja Zahra langsung luluh dan senyum-senyum.
" Bener ya turutin jangan palsu By " ujar Zahra lagi.
" iya yank tunggu ya aku pakai pakaian dulu " jawab Ryan.
" Kamu lama By, Aku turun duluan ya aku laper banget rasanya "
Tak lama Sapta menelepon Zahra. kala ia harus beli baju pink dulu.
Zahra akhirnya membatalkan permintaan nya dan meminta maaf dengan alasan tak ingin lagi.Sambungan telepon pun di matikan oleh Zahra.
Zahra ke dapur untuk membuat kopi suaminya seperti biasa. belum berapa menit perutnya merasakan mual luar biasa lagi mencium bau masakan .
Hueek hueek
Hueek Hueek
Mama mendengar Zahra muntah-muntah langsung menghampiri Zahra.
" sayang sejak kapan kamu mual-mual ? " tanya Mama
" Tadi pagi Ma, "
" Kamu terkahir datang bulan kapan? " tanya Mama lagi sambil menuntun Zahra duduk di bangku meja makan.
Zahra terlihat berfikir karena sejak menikah dengan Ryan hanya di bulan pertama saja ia datang bulan selebihnya belum datang lagi.
" Hmm sepertinya 2 bulan lalu mah " Jawab Zahra lemah sambil meminum teh hangat buatan bibi.
__ADS_1
" Yuhuuuuuu bibikk bibiikk.. tolong ambilin testpack di kamar saya ya di kotak obat. " teriak mama yang sudah menduga-duga akan menjadi nenek.
" Siyap nyaaah " sahut bibi langsung melaju ke kamar Nyonya nya
Tak lama Ryan turun dengan memakai pakaian yang dipilih Zahra ,ia langsung menghampiri istrinya yang sedang terduduk lemah.
Mama Mengerutkan keningnya melihat anak laki-laki satu-satunya turun mengenakan jas berwarna pink ceria itu.
" Sayang tumben pakai Jas Pink " Mama Menahan tawanya
Ryan melirik Zahra,
Ia mau menjawab jujur tapi takut sang istri merajuk lagi ditambah sedang mual-mual begitu.
Sambil mengusap kepala istrinya ia berusaha berbohong
" Lagi mau pakai ini aja mah " ujarnya.
Zahra mendongakan kepalanya ke arah Ryan, bertanya dalam hati kenapa harus berbohong.
" Jangan bohong mas, aku yang minta mah, aku lagi mau lihat Mas Ry pakai jas warna Pink.". Ucap Zahra malu-malu.
" Cucok ini mah "
Bibi langsung memberikan testpack kearah Zahra.
" Ayo non ,dicoba "
" Ini pereda mual Bik? ini permen atau minyak angin " tanya Ryan yang tak mengerti kalau itu testpack
***
Jangan lupa dukungannya ya rederssss 😘
Hadiah serelanya juga boleh 💃
__ADS_1