
Fal Dan Sasi menuju ruang makan ,disana sudah ada Anya, Belle dan Papa sambung Belle.
Anya melihat Sasi sudah tersenyum pun lega. walau matanya masih sembab dan bengkak karena menangis.
" Pagi Sasi, Fal " Anya menyambut Fal dan Sasi di meja makan.
" Pagi pengantin baru " Fal yang menyahut.
" Gimana Kak Nath ? udah unboxing dong " Fal menggoda sang Kakak.
" Udah dong, ya ngga sayang " Nathan menjawab diluar dugaan Fal. Biasanya kakaknya pendiam dan hanya menyahut sekenanya saja.
" Wuih enak banget tuh kayaknya sampe Kak Nath lancar gitu bicaranya " Fal tak berhenti menggoda Nath dan Anya.
" Sudah makan-makanan kamu bikin Anya mau lagi tuh " Bukannya berhenti Nathan malah ikut menimpali.
" Hmm Sasi tadi kenapa nangis ? Trus bawa tas mau kemana ? " Tanya Anya mengalihkan pembicaraan si kakak beradik itu.
" Ambu aku sakit teh, aku mau pulang ke Bandung dulu hari ini " Ujar Sas muram kembali.
" Ya Ampun , salam ya Sas untuk Ambu kamu. Maaf kami belum bisa ikut jenguk. Mas Nathan besok ada jadwal isi seminar di salah satu kampus katanya " Ujar Anya .
" Iya teh gak apa-apa ,kasian Belle, kampung aku juga jauh di pelosok teh . Nanti Belle malah ga betah " Sasi tersenyum menanggapi obrolannya dengan Sasi.
Mereka pun memakan sarapannya. Setelah selesai Fal dan Sasi pamit langsung berangkat ke kampung halaman Sasi dengan mengendarai mobil Fal .
Sedang Nath tersenyum senang, karena tinggal ia dan Sasi di Mansion . Nath memerintahkan seluruh asisten rumah tangganya tidak boleh ada yang mengakses atau masuk ke lantai tiga di mansion itu kecuali atas perintah Nath.
Para pekerja disana senyum-senyum mendengar pernyataan tuan mudanya itu.
Mereka paham sekali kalau pengantin baru butuh privasi.
Mbak Nur menawarkan diri merawat Belle agar tidak mengganggu aktivitas Tuan dan Nyonya mudanya itu .
Nathan dan Anya berfikir keras ,akhirnya mereka mengiyakan dan meminta menghubungi telelpon di lantai tiga jika Belle menangis .
Mbak Nur mengiyakan dan berjanji akan menjaga Belle dengan para maid disana.
Anya dan Nathan pun mengangguk sedih tapi senang juga.
Nathan dan Anya memilih bermain sebentar dengan Belle sebelum ke lantai tiga Yang akan menjadi area pribadi mereka khusus hari ini.
Setelah puas bermain dengan Belle. Anya dan Nathan ke atas ke kamar mereka. Anya membawa beberapa lembar lingerie dari sang mertua.
Nathan tersenyum senang atas inisiatif Anya. Anya juga membawa handuk kimono untuk menutupi tubuhnya jika memakai lingerie.
Mereka kini ke lantai tiga yang terdapat kolam renang juga.
__ADS_1
" Sayang .. " Panggil Nath yang sedang duduk di sofa.
" Iya Mas " Anya menyahut. Setelah meletakkan lingerie nya di kamar, Anya menghampiri suaminya.
" Duduk diatas Mas dong " Anya pun menuruti keinginan suaminya itu. ia duduk berhadapan dengan sang suami .
" Papa Nath mau apa " Tanya Anya menggoda .
" Mau minum haus " Nathan membuka kancing dress Anya bagian depan dan segera mengeluarkan dua buah pepaya kesukaanya.
Anya hanya membiarkan sang suami meneguk pepayanya itu sambil meremas2 rambut Nathan.
Nathan terlihat sangat rakus dan menggemaskan Dimata Anya. Bagian bawah Anya sudah kedat kedut mendapat perlakuan dari Nathan.
Anya kini duduk di sofa ,posisi Nathan dilantai . Nathan memainkan lidahnya dan Anya pun mulai merenggangkan Kakinya.Kepala Nath ditekan-tekan oleh Anya dan Nathan menghentikan aktivitasnya.
" Langsung aja ya, udah gak tahan dari tadi " Nathan melepas Boxernya dan mulai penyatuan dengan Anya.
Mereka melakukan kali ini di sofa. Anya sempat takut dilihat yang lain tapi Nathan menekankan kalau tidak akan ada yang ke atas kecuali diperintahkan olehnya.
Anya pun terbuai dengan permainan nathan dan suara-suara indah menggema di ruangan itu.
Mereka bermain berpindah-pindah tempat, dari sofa ke kamar, kamar ke kamar mandi, berlanjut lagi diruang bioskop di lantai tiga itu. kemudian di ruang Gym.
Berlanjut di kamar . Mereka benar- benar memanfaatkan waktu hingga keduanya terkulai lemas. Padahal masih ada hari esok dan Nathan pun besok harusnya ada seminar, tapi permainan-permainan dengan Anya itu dibuat menjadi penyemangat untuk besok.
Ya sudah lah pengantin baru mah bebas yess.
Kita tingallin Babang Nath ya. udah senang dia sih
Nala hari ini melakukan sesi pemotretan dengan maksimal..Yang dipikirkan akan berjalan dua hari nyatanya hari ini pun sudah selesai . Mungkin karena mood Nala sedang bagus jadi dia pun semangat hari ini.
Karena kerja yang sangat bagus, pihak klien meminta Nala untuk tinggal lagi , tapi sayangnya Nala hanya bisa dua malam.saja berada disana.
Setelah menjalani pemotretan Nala dan Gerald berjalan ke pantai sambil bergandengan tangan.
Mereka berbincang mengenai masa depan .
" Sayang, " Panggil Nala ke Gerald.
" Hmm " Sahut Gerald sambil terus berjalan.
" Capek " ujar Nala.
Gerald tanpa bicara langsung membungkuk di depan Nala dan Nala naik ke punggungnya dengan cepat.
" Berat ga sayang " Ujar Nala kesenangan digendong Gerald.
__ADS_1
" Berat " Sahut Gerald menggoda Nala.
" Ih emang iya? " Nala pun turun dari punggung Gerald dan memajukan bibirnya.
" Gendong dari depan deh pasti enteng " Gerald merentangkan tangannya dan Hanna pun naik kembali ke tubuh Gerald dan digendong ala koala .
" Balik kamar yuk udah mau sore. " Ujar Gerald dan diangguki Nala.
Dengan masih posisi gendong di depan Gerald membawa Nala ke kamar mereka.
" Sayang, Sasi sama Kak Fal lagi pulang ke kampung Sasi , katanya Ambu sakit " ujar Nala .
" Iya aku tau, tadi Fal ngabarin di grup " ujar Gerald.
" Oh kirain pacar belum tau ".Sahut Nala sambil merebahkan wajahnya di ceruk leher Gerald.
" Hmm yank, belum sampe kamar, jangan aneh-aneh nanti difoto aja kamu sama lambe curah. "
" Yank kamar kamu dirumah dilantai berapa deh ? " Tanya Gerald.
" Hayoo mau ngapain ,diam-diam mau masuk kamar aku ya kalau pas pulang " Nala udah kesenangan .
" Kata Nath hari ini lantai tiga jangan diganggu, dia lagi bikin Adek buat Belle " Sahut Gerald yang tidak lelah menggendong Nala. dan sampailah mereka di kamarnya.
" Kalian punya grup ? " Tanya Nala .
Gerald mengangguk.
" Awas jangan ngomongin cewek aku ga kasih jatah nanti " ancam Nala.
" Jatah apa ? " Kekeh Gerald.
" Jatah ini " Nala mengusap-usap tongkat ajaib Gerald, Gerald pun langsung memejamkan matanya kemudian terbuka karena usapannya berhenti.
" Yank, sayang.. " Panggil Gerald Karena Nala tidak ada dihadapannya lagi .
" Hmm iya aku mau mandi " Sahut Nala menahan tawanya.
" Yank belum selesai ini " Gerald menahan sesak di bagian bawah.
" Aku gerah sayang, mau mandi dulu nanti aku lanjutin ya " Nala cekikikan menahan tawanya.
" Mana bisa begitu " Gerald menahan sesuatu.
" Itu rasanya kalau kamu nanti ngomongin cewek di grup, aku bakal gantung " Ujar Nala berteriak dari kamar mandi.
Gerald pun menuju kamar mandi menyusul Nala.
__ADS_1
***
Mana nih like koment dan hadiahnya 😌