Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Promo Novel: Jatuh Ke Tangan Tuan Muda


__ADS_3

Author : sariana nur heny


University Gadjah Mada ....


"Anak-anak, setelah tanda tangan ini di kumpulkan besok, minggu depan kita berangkat ke Korea Selatan, " ucap Ibu Widia sumringah mengumumkan study tour yang akan di kunjungi.


Para mahasiswa begitu sumringah mendengar woro-woro sang Ibu dosen, termasuk Alisha.


"Aku harap bertemu dengan sang idola hehehe," gumam Alisha.


Dari banyaknya mahasiswa di Universitas tersebut semua mengidolakan k-pop maupun artis Korea. Entah itu cewe atau cowok sama saja, kebanyakan dari mereka mengidolakan Jisoo, jisung, suzy, dan Lisa black pink, jika wanita-wanita mengidolakan Jungkook, Taehyung, Jin dan member grup lainnya.


Termasuk Alisha, ia mengidolakan BTS. Bagi Alisha mereka semua bener-bener menginspirasi kehidupan Alisha,


"Karena menurutku mereka itu berjuang dari nol, dari bully-an dari gak di pandang hingga kini ia terkenal," ujar Alisha.


"Hei! kamu di izinin gak nih?" tanya teman Alisha satu-satunya yaitu Lisa.


"Nggak tau Lisa, tapi aku tetep mau ikut, lagian pakai tabungan ku sendiri ini." jawab Alisha.


"Ya emang orang tua mu ngizinin gitu?" tanya Lisa.


"Nggak tau. Nanti aku coba bujuk deh," jawab Alisha.


Mama Papa Alisha tak pernah mengizinkan Alisha untuk ikutan kegiatan sekolah, dari mulai SD hingga SMK.


"Apa lagi ini jauh, pas studytour ke Bali saja kamu tak di bolehkan untuk ikut, kali ini ke luar negri, pastilah Papa Mamamu tak izinin," ujar Lisa.


"Tapi semoga aja kali ini di izinkan yah All, kan kini kamu udah dewasa," sambungnya lagi memberi semangat.


Alisha pun menatap lembaran kertas tersebut, ia berharap orang tuanya mengizinkan kali ini, hingga seseorang merebutnya secara paksa.


"Hahaha, hei sini semua. Lihatlah sayang Alisha dia merenung." ejek Fida.


"Ya iya lah Fid ... dia kan anak Mamih. Pasti tak di izinin lah Fid," sambung teman Fida.


Mereka adalah gengs yang amat membenci Alisha, entah apa alasannya, yah kita tau orang benci tak butuh alasan. Meski baik pun kita sopan kita ramah, sekali benci tetap benci. Sama halnya suka, kita suka ya suka. Sekali orang itu cacat maupun miskin ataupun kurang apa, kita akan tetap suka.


Dea, Fina, Fida, dan Fani mereka semua sering mem-bully Alisha di kampus, Alisha sering di kurung di toilet, di jambak di caci maki malah sering fitnah, namun Alisha tak peduli. Alasan Alisha hanya tak mau pindah-pindah sekolah lagi.


Alisha teringat masa di mana ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Alisha sering di bully. Dan pada akhirnya pun pindah sekolah, saat SMP Alisha juga di bully dan pindah lagi hanya pas SMK Alisha tak merasakan bully-an. Ia merasa nyaman dan juga banyak teman hingga akhirnya menemukan sahabatnya yang saat ini selalu ada yaitu Lisa.


Ternyata itu tak berhenti di situ, setelah masuk universitas pun Alisha merasakan lagi bully-an itu.


"Aku kira setelah aku cantik dan cerdas, aku akan banyak yang suka dan merasa aman, dan tak akan di bully. Ternyata dugaan ku salah aku tetap di bully," batin Alisha.


"Terkadang aku bercermin. Salah di mana dan apa kurang ku? Aku cantik, cerdas, tinggi, bersihan, rajin, putih mulus, aku juga gak pesek-pesek amat. malah bisa di bilang aku mancung walau tak semancung orang- orang Pakistan orang Arab orang Korea orang India."


"Aku masih oke, tapi tetap saja aku jadi bahan bully-an mereka. Kadang aku berfikir aku lelah aku ingin sudahi semua ini, namun aku ingat wejangan Mamaku tercinta.


" Nak bagaimanapun kau di bully, kalo tidak memukul jangan balas. Kamu diam saja, pasti akan ada yang membalaskan nantinya, entah itu orang lain, teman sendiri, binatang atau apa saja, dan kuatkan dirimu. Masih ada Mama yang menyayangimu sayang ... kau buah hati Mama, kau yang berharga buat Mama. Jangan menyerah karena orang tak suka, jika kau menyerah maka, mereka akan bertepuk tangan nak. Bukan malah menyesal, buktikan ke mereka kamu unggul dalam segalanya, kalahkan mereka dengan otak, dengan pribadimu yang baik, bijak, dan sabar.


Ingat kata mama kau akan mendapatkan lebih dari mereka, percayalah. Jangan menyerah ya nak," wejangan Mama Alisha memberikan semangat untuk Alisha saat terpuruk.


Alisha sebenarnya bisa ilmu bela diri, semenjak duduk di bangku SMP. Karena sering di bully, Alisha takut mereka lebih tak terkontrol, maka buat jaga-jaga Alisha pun memutuskan untuk mempelajari karate dan silat. Dan pada saat duduk di bangku SMK Alisha belajar taekwondo.


"Hahaha, ya iyalah ... lihat saja besok, dia pasti akan sendiri dan termenung." ejek Fida seraya menerbangkan lembar kertas tersebut.


Lalu gengs rese tersebutpun pergi meninggalkan Alisha dan Lisa.


"Sabar ya All, semoga hari orang tuamu luluh," ujar Lisa.


"Ih rasanya aku ingin nonjok muka ganjen mereka itu," sambungnya lagi, seraya mengarahkan kepalan tangannya ke arah geng ganjen yang kini mulai tak menampakkan diri.


"All, kamu kan bisa ilmu bela diri. Kenapa kamu diam aja sih? Nggak tonjok mereka apa gimana gitu," gerutu Lisa merasa kesal.


"Udah, aku gak papa ini, ya udah yuk kita pulang," ajak Alisha.


Dan mereka pun beranjak dari duduknya dan pergi dari ruang kelas tersebut.


---


Sesampainya di asrama ....


Alisha langsung membersihkan diri, lalu ia memasak untuk dirinya.

__ADS_1



Namun saat ia hendak memasak, terdengar bunyi ponselnya yang menggema di ruangan tengah.



Alisha segera menghampiri asal suara tersebut, lalu ia melihat ke arah benda yang saat ini tergeletak di atas sofa.



Alisha pun mengambil ponselnya dan melihat siapa si panggil, dan tertera nama 'Mbah Putri' Alisha pun segera mengangkat panggilan tersebut.



"Halo assalamu'alaikum?" salam Alisha.



"𝘞𝘢𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢𝘪𝘯?"



"Oh, ini lagi masak Mbah, Mbah sendiri lagi ngapain?" jawab Alisha seraya melontarkan pertanyaan.



"𝘐𝘯𝘪 𝘔𝘣𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘢𝘫𝘢, 𝘰𝘩 𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘴𝘰𝘳𝘦 𝘗𝘢𝘱𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘕𝘥𝘰𝘬." 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘔𝘣𝘢𝘩 𝘗𝘶𝘵𝘳𝘪.



"Hmmm, bisa Mbah insyaallah, nanti malam akan ke sana jam 9 akan segera tiba, tapi Mbah jangan bilang-bilang dulu yah." ucap Alisha.



"𝘐𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘵𝘪-𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘩, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘨𝘦𝘣𝘶𝘵."



"Ia, pasti hati-hati."




"Wa'alaikumsalam," jawab Alisha sebelum akhirnya panggilan pun berakhir.



"Hmmm ... kesempatan," gumam Alisha seraya tersenyum.



Setelah melanjutkan memasak dan makan siang, Alisha pun bersiap untuk menuju ke rumah sang nenek, yang berada cukup jauh dari asrama yang di tempati nya.


"Oke, jam tiga sore. Cukup lah sampai ke sana. Gak sampai magrib pun udah sampai," gumamnya seraya melihat jam yang melingkar di tangannya.


Alisha pun mengambil helm dan tas ranselnya, lalu mengecek isi tas tersebut. Memastikan bahwa tak ada lagi yang tertinggal.


Setelahnya, ia pun berjalan ke arah pintu dan menutup nya kembali, lalu mengunci rapat-rapat.


Kini Alisha telah sampai di basement, lalu menyalakan mesin motor maticnya.


"Bismilah," gumamnya seraya melajukan sepeda motor tersebut.


---~~~~


"Aku harus buru-buru ke rumah mbah Putri, takut nanti Mama Papa ku tiba di sana duluan gimana," gumam Alisha sembari menyetir motornya.


Namun di tengah jalan tiba-tiba ban motor Alisha mengalami kebocoran. ternyata ada paku yang menumbles ban Alisha.


"Aduh gimana dong? Kok ban ku bisa kena paku sih," gerutu Alisha, namun tak selang beberapa lama ada lelaki yang datang menghampiri Alisha.


"Mbak kenapa? Mogok ya motornya," tanya pria itu yang masih di motor matic nya.


"Oh nggak Kakak, aku lagi nungguin temanku," dalih Alisha, ia merasa curiga dengan gelagat pria tersebut.

__ADS_1


Kebetulan dari tempat Alisha mogok memang ada dua rumah di sisi jalan, di sepanjang jalan tersebut hanya ada rumah tersebut.


Kini jam telah menunjukan 8:55 malam, namun jalanan memang sudah sangat sepi mungkin karena daerah perkampungan, dari asrama kampus Alisha ke desa Mbah nya lumayan jauh. Dan melewati hutan, memang ada jalan lain, namun itu lebih menakutkan. Karena ada kuburan di sepanjang jalannya dan sering orang-orang di goda oleh mbak kunti yang ikut membonceng, hingga akhirnya Alisha memutuskan lewat jalan sunyi tersebut.


Sialnya ternyata kini musim begal, dan filing Alisha mengatakan paku yang menumbles bannya adalah jebakan mereka. Dan di saat ban nya bocor mereka pun datang.


'Aduh firasat ku gak enak, ban ku bocor mereka datang. Dari tatapannya aja idah gak enak.' batin Alisha.


"Mbak bener, lagi nungguin temen Mbak?" tanya pria satunya, yang mengendarai motor satria, yang kenalpotnya di bikin berisik.


"Ia kakak," jawab Alisha sembari tersenyum.


"Eh ... tapi Mbak, ban Mbak bocor loh?" mereka semua turun, dan mematikan mesin motornya masing-masing.


Alisha pun sudah siap dan tangannya mengepal, walaupun Alisha jago bela diri macam-macam. namun ini pertama kalinya Alisha berduel dengan orang sungguhan, bukan pelatih.


'Aku bisa saja mengalahkan mereka,namun takutnya mereka menggunakan pistol, ataupun senjata tajam lainnya,' batin Alisha.


Alisha juga pernah latihan jika bertemu lawan yang menggunakan pistol, Alisha paham berbagai macam gaya mengeluarkan peluru dengan kakinya.


Dalam hitungan detik pemuda satunya sudah di samping motor Alisha, dan sok memijit-mijit ban yang kempes. Sedangkan pria yang 4 lainnya sedang merencanakan sesuatu, terlihat jelas dari gerak-geriknya, mereka saling menatap.


Alisha memasukan handphone miliknya ke dalam tas, sontak saja mereka menatap handphone milik Alisha. HP pengeluaran terbaru dari Samsung, mereka makin tak terkendali. Benar saja, Alisha bergegas mengunci tasnya dan masukan di balik jaketnya.


Para begal pun makin tak sabar l, mereka menunjukkan sikap aslinya. Lalu mereka maju sedangkan yang satunya sedang otak-atik motor milik Alisha, karena motornya sudah Alisha kunci stang karena sudah filing.


Bak ...


Buk ...


Bak ...


"Cih! Empat pria melawan 1 wanita, kalian menjijikkan!" cetus Alisha dengan tatapan tajam.


"Mau kamu pria, ataupun wanita. Di mata kami sama," jawab pria yang berjenggot.


"Sama-sama enak, hahaha ...." sambung yang lainnya.


"Udah deh, jangan banyak gaya. Sini kamu serahin dompet, tas sama diri kamu. Pasti aku akan pelan kok mainnya, ya gak coy?" seru pria tersebut dengan nada ejekan.


"Jangan harap, Taehyung saja belum menyentuh aku. Jangan harap kalian bisa menyentuhku!" balas Alisha dengan geram.


"Sombong sekali kamu! Hajar kawan! Kita potong-potong tubuhnya! Sombong sekali dia."


"Jika aku kalah, setidaknya 2 lainnya mati di tanganku!" balas Alisha.


Mereka pun mengeroyok Alisha bersama, empat lawan satu.


BAK ...


BUK ....


BAK ....


BUK ....


Mereka di hantam habis-habisan satu-persatu, Alisha layangkan kaki satu sedangkan tangan yang satu menonjok pria satunya. Dua pria terjatuh dan maju lagi dua pria, terus begitu hingga Alisha merasa bosan. Ia langsung mematahkan tangan pria berambut panjang yang rada kekar.


Terlihat begal tersebut merintih kesakitan dan tak bisa bangkit lagi.


Kini tinggal tiga pria lagi, Alisha bak siluman rubah yang cantik namun haus akan darah. Dugaan Alisha benar, mereka membawa senjata Berupa celurit, Alisha hanya menggunakan tangan dan kaki. Namun Alisha seperti melupakan sesuatu, hingga akhirnya ia teringat di bandulan kunci motornya terdapat semprotan merica level 100.


Alisha pun mengambil kunci motor dari dalam tas yang berada di balik jaketnya, setelah ia berhasil mengambil kuncinya, ia langsung semprot-semprot kan ke arah wajah mereka yang masih melawan.


Hingga akhirnya mereka kepanasan, Alisha merasa puas. Namun tak berhenti di sana Alisha menendang mereka satu-persatu dan di tonjok wajah mereka.


Alisha makin brutal, emosinya tak terkendali Alisha menatap ke arah motor yang berjejer, hingga akhirnya motor mereka satu-persatu di tendang hingga terjungkal ke kali yang deras.


"Eh aneh, aku merasa hatiku bahagia dan lega. Rasa puas, entah perasaan psikopat dari mana ini hahaha," gumam Alisha seraya menatap tajam ke arah pria yang masih bisa bangkit.


"Ternyata masih ada yang bangkit mencoba membacok aku?" gumam Alisha, seraya maju ke arah si pria yang kini memegang senjata sembari tertatih.


Alisha berbalik dan menendang perutnya dan menepiskan tangannya, hingga celurit tersebut terjatuh.


Lalu Alisha pun menarik kembali tangan pria tersebut, Alisha angkat badannya dan di banting. Tak berhenti di situ Alisha tarik tangannya kembali dari belakang dan di dorong ke kali yang begitu deras.

__ADS_1


__ADS_2