Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Saran Tante Imelda


__ADS_3

Happy reading......


Bagas berjalan ke arah pintu, dan ternyata itu adalah seorang pelayan yang mengatakan jika di bawah sudah ada asistennya yang sedang menunggu. Pria itu pun mengangguk, kemudian berjalan kembali ke arah Bunga.


''Cepat katakan sayang!'' desak Bagas.


''Apa tidak sebaiknya kita bicarakan nanti malam, saja?'' tawar Bunga.


Namun Bagas segera menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa jika terus menunggu terlalu lama. Sebab itu akan mengganggu pikirannya, karena rasa penasaran yang kian menggerogoti hatinya.


''Cepat katakan, atau kamu aku gempur lima ronde!'' ancam Bagas sambil melipat kedua tangannya di depan dada dengan alis terangkat satu.


Bunga meneguk ludahnya dengan kasar. Dia tidak bisa membayangkan jika harus bermain lima ronde dalam waktu yang begitu cepat. Suaminya itu memang hipersex. Jika di atas ranjang dia sangat kuat, entah apa yang diminumnya setiap hari, sehingga setiap olahraga kenikmatan selalu membuatnya lemas tak berdaya.


''Tidak! Enak saja lima ronde dalam waktu kurun berapa jam? Kalau semalaman, mungkin aku masih bisa toleransi. Lagi pula, tuh burung kamu kenapa tidak ada letonya sama sekali sih? Sekalinya letoy, kalau lagi tidur aja. Di toel dikit langsung berdiri, benar-benar ajaib?'' gerutu Bunga sambil menekuk wajahnya dengan kesal.


Bagas terkekeh mendengar ocehan istrinya, kemudian dia menaik turunkan alisnya, mencoba menggoda Bunga. ''Ajaib-ajaib gini juga, kamu suka 'kan? Kamu aja selalu mengeluarkan suara yang seksi,'' ledek Bagas. Berhasil membuat pipi Bunga merona malu.


''Sudahlah sayang, nanti aja kamu servis aku nanti malam. Sekarang jawab dulu pertanyaanku! Apa yang kamu sembunyikan?'' tanya Bagas kembali pada intinya.


Bunga tahu, tidak mungkin kali ini dia mengelak kembali, dan mau tidak mau wanita itu harus menceritakan perihal penyakit Tina. Walaupun sebenarnya dia sudah janji tidak membukanya kepada Bagas. Namun percuma saja, suaminya sangat pandai dalam menilai orang dan mengungkap semua masalah.


''Kamu tahu, kenapa Tina sangat ngotot ingin mempersatukan Ardi dan Mentari?'' tanya Bunga.

__ADS_1


Bagas menggelengkan kepalanya. ''Tdak! Memangnya kenapa?'' tanya Bagas dengan penasaran.


''Karena Tina ... dia ... Tina sedang mengidap kanker otak stadium akhir, dan itu baru diketahuinya beberapa bulan ini. Kamu bisa bayangkan Mas, waktunya tidak banyak lagi. Itu kenapa, Tina ingin melihat kebahagiaan Ardi disisa hidupnya. Makanya dia berkorban,'' jelas Bunga.


Wanita itu tidak sanggup lagi menahan air matanya.


Dia menangis saat mengingat bagaimana penderitaan Tina. Wanita itu harus menjadi janda karena diselingkuhi oleh suami yang pertama, kemudian dia mendapatkan kebahagiaan dari Riko, tapi Tuhan malah menguji cintanya kembali. Dan sekarang, Tina harus dihadapkan dengan cinta segitiga biru antara dia, Ardi dan juga Mentari.


Bagas benar-benar syok mendengarnya, dia tidak menyangka, jika Tina sedang mengidap penyakit yang begitu ganas. Namun seketika kepalanya menggeleng. ''Kaamu tidak sedang bercanda 'kan, sayang?'' tanya Bagas memastikan.


''Apa kamu lihat wajahku ini sedang bercanda, Mas?'' tanya Bunga dengan nada yang purau.


Tangan pria itu terkepal kuat, dia tidak bisa memikirkan bagaimana berada di posisi Tina. Selama ini dia pikir, Ardi memperlakukan istrinya dengan baik, tapi ternyata Bagas salah. Ardi lebih pengecut daripada dirinya.


''Tidak Mas! Dan aku mohon kepada kamu, jangan beritahukan ini kepada Ardi. Ini adalah permintaan dari Tina sendiri Mas,'' jawab Bunga dengan tatapan memohon ke arah suaminya.


''Bagaimana mungkin bisa Ardi tidak mengetahui penyakit istrinya? Dia tetap harus mengetahuinya. Aku akan memberitahu dia.'' Bagas pun berjalan menuju keluar kamar, tapi segera ditahan oleh Bunga.


Wanita itu menggeleng, menatap Bagas dengan memohon, agar suaminya tidak memberitahu tentang penyakit Tina kepada Ardi . Sebab Tina tidak mau jika Ardi menerimanya karena kasihan, bukan karena cinta.


Bagas mengusap wajahnya dengan kasar saat mendengar penjelasan Bunga. Dia benar-benar tidak habis pikir kepada wanita yang menjadi adik iparnya tersebut. Kenapa dia memiliki hati yang begitu kuat dan tangguh, sebagai seorang wanita yang terkesan lemah, bahkan harus mengorbankan perasaan demi kebahagiaan Ardi yang tidak pernah mencintainya.


.

__ADS_1


.


Tina masuk ke kediaman tante Imelda, setelah itu dia menunggu di ruang tamu, dan tak lama tante Imelda datang lalu memeluk dirinya. Namun, baru saja pelukan itu terlepas, darah lagai-lagi mengalir dari hidung Tina.


''Astaghfirullahaladzim, kamu habis kemoterapi?'' tanya tante Imelda saat melihat wajah Tina yang pucat.


''Iya Tante,'' jawab Tina dengan lemas.


Kemudian tante Imelda meminta pelayan untuk membuatkan teh hangat, dan tak lama minuman itu datang. Lalu tante Imelda pun meminta Tina untuk meminumnya, agar wanita itu sedikit lebih baik.


Tina pun menceritakan tentang apa yang Dokter bilang kepada dirinya. Jika dia harus dirawat di Rumah Sakit, sedangkan Tina tidak ingin semua orang tahu tentang penyakitnya. Itu kenapa dia ke sana, karena ingin mendapatkan solusi dari tante Imelda.


Setelah beberapa saat terdiam, tante Imelda mempunyai saran yang pas, agar semua orang tidak curiga. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, dia ingin sekali memaki Ardi dan memberitahukan tentang penyakit Tina.


''Tante punya sebuah rencana,'' ucap tante Imelda. Kemudian dia membisikkan sesuatu di telinga Tina.


''Bagaimana sayang? Apa kamu setuju?'' tanya tante Imelda.


Tina menganggukkan kepalanya. Dia benar-benar bersyukur, karena sampai saat ini tante Imelda masih mau membantu dirinya. Kemudian wanita itu pun memeluk tubuh mama dari mantan kekasihnya tersebut.


Aku berharap, ini adalah jalan yang terbaik untuk kesembuhanku. batin Tina.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2