
Happy reading.....
Sudah beberapa hari semenjak kepergian Tina dari rumah, tetapi tidak ada kabar sama sekali, sebab ponsel Tina pun tidak bisa dihubungi dan itu membuat semua orang merasa cemas. Apalagi Bunga, sebagai seorang sahabat dia tentu saja sangat khawatir dengan keadaan Tina
Berulang kali Bunga terus menghubungi Tina, tetapi tetap saja nomor ponselnya tidak aktif. Kemudian dia menghubungi nomor tante Imelda, tetapi tetap sama. Ponsel kedua wanita itu tidak bisa dihubungi.
Saat Bunga tengah mondar-mandir di kamar menantikan kabar Tina, tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan ternyata itu telepon dari Bagas. Dia pikir dari sahabatnya, yang sudah beberapa hari ini dia rindukan, apalagi dengan keadaan Tina yang sedang sakit keras.
''Iya Mas,'' ucap Bunga dengan lesu saat telepon tersambung.
''Wajah kamu kenapa? Kok sedih seperti itu?'' tanya Bagas saat melihat wajah sedih istrinya. Sebab saat ini mereka sedang melakukan video call.
''Aku sedang memikirkan keadaan Tina, Mas. Ponselnya dan juga tante Imelda tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari ini, setelah mereka berangkat. Aku benar-benar khawatir dengan keadaannya,'' jelas Bunga.
Bagas yang mendengar itu tersenyum. Dia tahu jika istrinya pasti sangat ingin mendengar kabar Tina. ''Kamu tenang saja, sayang. Tina baik-baik saja kok, tidak usah kamu khawatirkan. Dia saat ini tengah berada di tempat yang aman,'' tutur Bagas.
Bunga yang mendengar itu tentu saja sangat heran. Dari mana Bagas mengetahui tentang keadaan Tina, sedangkan ponsel wanita itu saja tidak bisa dihubungi. Lalu dia menatap Bagas dengan tatapan menyipit, mencoba mencari sesuatu dari mata tegas milik pria yang dicintainya selama ini.
''Mas, kamu mengetahui sesuatu ya?'' tanya Bunga dengan tatapan menyelidik.
''Iya, aku memang mengetahui keadaan Tina. Jadi tidak usah kamu khawatir. Dia sengaja menonaktifkan ponselnya, karena ingin merefreskan otak beserta perasaannya. Sudah, nanti juga kalau liburannya sudah selesai, dia pasti akan balik,'' ujar Bagas
__ADS_1
Mendengar itu Bunga merasa lega, walaupun sebenarnya dia sangat penasaran bagaimana keadaan Tina dan di mana dia sekarang, tapi Bunga percaya jika suaminya pasti sudah menyuruh orang kepercayaan untuk mengawasi Tina. Sebab itu yang selalu dilakukan Bagas.
.
.
Hari ini Mentari, Ardi dan juga Luke akan pindah ke rumah baru mereka, karena rumah itu sudah selesai direnovasi. Mama Ranti juga ikut untuk melihat-lihat isi dalam rumah Ardi yang baru.
''Wah ... rumah kalian enak banget. Luke suka nggak, Nak?'' tanya mama Ranti ada cucu kesayangannya.
''Suka Omah. Rumahnya bagus banget, ada kolam renangnya lagi,'' jawab Luke dengan wajah bahagia.
''Ya sudah, kalau itu Mama, Mentari dan juga kamu sayang, kalian di sini saja. Soalnya papa harus berangkat ke kantor nih sebentar lagi ada meeting,'' jelas Ardi.
Sesampainya di kantor, Ardi langsung masuk ke ruangan meeting, karena di sana semua orang sudah menunggu dirinya. Dan setelah meeting selesai, Ardi berjalan masuk ke dalam ruangan, tetapi dicegat oleh asisten pribadinya yang bernama Mike.
''Iya, kenapa Mike?'' tanya Ardi.
''Tuan, klien kita yang kemarin datang dari Tokyo baru saja kecelakaan, dan dilarikan ke Rumah Sakit. Apakah Tuan akan datang menjenguknya?'' tanya Mike.
''Baiklah, nanti malam kita ke sana!'' ujar Ardi.
__ADS_1
.
.
Tina baru saja selesai dibersihkan oleh tante Imelda. Setelah itu mereka berjalan-jalan ke taman, karena Tina benar-benar merasa bosan terus berada di kamar. Sebenarnya Tina sudah bosan berada di sana, apalagi mencium bau obat-obatan dan juga melihat berbagai perlengkapan alat medis.
Namun dia harus menyingkirkan egonya, demi kesembuhan dirinya. Karena setidaknya Tina harus berusaha untuk sembuh, sebab ada pepatah yang mengatakan, kesembuhan sendiri akan datang jika yang punya tubuh semangat dan juga optimis.
''Terima kasih ya, Mah. Selama ini Mama sudah merawat Tina di sini. Mama tahu, Tina seperti memiliki seorang ibu yang sudah lama hilang dalam diri ini,'' jelas Tina sambil menggenggam tangan tante Imelda.
''Sama-sama sayang, mama juga senang bisa merawat kamu. Karena melihat kamu, mengingatkan mama kepada Riko,'' jawab Tante Imelda sambil mengusap lembut kepala Tina yang terbalut dengan hijab.
''Mah, besok Tina akan melakukan operasi. Aku meminta do'a Mama, agar operasiku berjalan lancar ya,'' jelas Tina.
''Iya sayang, mama akan selalu mendoakan kamu dan selalu berada di sisi kamu,'' jawab tante Imelda sambil memeluk tubuh Tina.
Mereka pun bercerita tentang masa lalu di mana Riko saat itu masih hidup. Tentang bagaimana keseharian pria tampan tersebut, apalagi saat tante Imelda menceritakan masa kecil Riko yang begitu sangat lucu. Bahkan wanita itu menunjukkan foto-foto Riko sedari kecil sampai tumbuh besar.
Namun, saat mereka tengah tertawa melihat foto lucu Riko di ponselnya tante Imelda. Tiba-tiba seseorang menyapa Tina, membuat kedua wanita itu menengok ke arah samping. Seketika membuat tante Imelda sangat syok, begitupun dengan Tina.
''Tina, kamu di sini?'' tanya seorang pria di sampingnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......
Duh siapa ya cwok itu?🤔🤔